Ketika Cinta Harus Memilih

Ketika Cinta Harus Memilih
Episode Terbaru 20


__ADS_3

Semenjak menikah dengan Ana dan ia


jauh dari ketiga anaknya. Ia benar benar menyesal dengan pernikahan ini dan tak ingin lagi respect kepada Ana.


Ferdi ingin segera menceraikan Ana dalam waktu dekat dan kembali pada Anabel agar mereka bisa berkumpul kembali. Tapi tak mungkin ia menceraikan Ana begitu saja terlebih mereka baru menikah beberapa minggu ini.


Ferdi juga kasihan dengan Ana yang sudah tak memiliki kedua orangtuanya atau keluarganya.


Sungguh bila ia melakukan itu, ia akan


menjadi lelaki terjahat. Ia juga ingin bersikap adil dan baik pada mereka berdua, tapi entah mengapa kini ia begitu tak menyukai sosok Ana karenanya pernikahannya dengan Anabel hancur seperti ini.


Ferdi berjanji ia akan berusaha bersikap adil tapi ia juga tak bisa menjanjikan untuk selalu bersikap baik pada Ana terlebih bila mengingat pernikahannya saat ini.


"Ohya yank, aku ingin kasih kami kado spesial yang tentunya membuat kamu bahagia." ucap Ana dengan tersenyum.


"Apa?" kata Ferdi.


"Taraaaaaaaa ....." ucap Ana dengan memberikan hasil tespect itu.


"Maksudnya?? untuk apa tespect itu?" tanya Ferdi.


"Ihh masa' kamu gak paham maksudku. Aku hamil yank, kamu senang kan?" tanya Ana kepada Ferdi.


"Hamil??.... kamu hamil?" tanya Ferdi terkejut.


"Iya aku hamil. kok kamu kelihatannya gak senang dengar kabar kehamilanku kali ini. Padahal seharusnya kamu senang dong. karena kan ini calon anak kamu. Aku bisa memberikan kamu anak


lagi, dedek bayi dan rumah kita akan ramai tangisa bayi.


Kebahagiaan kita akan sempurna dan Mama April atau kedua orang tuamu pasti akan ke sini karena ingin bertemu dengan cucunya." ucap Ana dengan tersenyum dan bangga.


"Tunggu, ini bukan soal aku senang atau tidak mendengar kabar kehamilan kamu. Dan bukan berarti aku tidak menyukai calon anak ini tapi semenjak kapan kamu hamil? dan bagaimana bisa?


bukankah kita tak melakukan hubungan apapun?" tanya Ferdi bingung.

__ADS_1


"Hahahaha kamu lucu ya, mana mungkin aku hamil, kamu bilang? kamu kan yang sudah hamilin aku. Lupa?" ucap Ana.


"Ana, tolong jangan bercanda. Aku gak pernah melakukan apapun padamu. Bahkan dari awal kita menikah bukankah aku pernah mengatakan padamu, bila aku tak ingin kamu hamil dulu ? karena keadaan saat ini rumit apalagi di tambah kamu hamil, Astagaaa Ana. Dan aku bingung mana mungkin kamu hamil sedangkan aku tak pernah melakukan apapun untuk menghamili mu bahkan kita tidur di kamar masing masing. Aku jadi ragu itu


anakku atau bukan? atau kamu menjebak ku? tolong jawab...." ucap Ferdi.


"Mas, kamu menuduh ku hamil dengan orang lain? kamu menuduhku ini bukan anakmu? Kamu jangan bercanda.. jahat kamu bila kamu menuduhku seperti itu." ucap Ana mulai menangis.


"Lalu bagaimana bisa kamu hamil? bisa jelaskan padaku? tanya Ferdi, yang mencoba menahan emosinya.


"Aku ....... Iya aku menjebakmu. Aku..." ucap Ana terhenti karena Ferdi memotong pembicaraan Ana.


"Jadi kamu menjebakku? tega kamu ya, saya gak menyangka sudah menikahi perempuan sejahat kamu." ucap Ferdi kecewa dan ia pun segera berlalu meninggalkan Ana.


"Tunggu.." ucap Ana mencegah Ferdi.


"Tunggu, ku mohon. Aku bisa jelaskan." ucap Ana kembali dengan memegang tangan Ferdi agar tak


meninggalkannya.


"Aku bisa jelaskan, ku mohon.." lirih Ana. Ferdi pun menghempaskan tangan Ana namun ia tetap di


"Iya aku menjebakmu malam itu, karena aku capek. Dulu sebelum menikah sikapmu seakan manis padaku, tapi semenjak kita menikah, kamu berubah.


Bahkan kamu tak ingin tidur di kamar yang sama denganku dan tak ingin menyentuhku. Aku juga ingin hamil, aku juga ingin mempunyai anak bersama orang yang aku cintai. Aku mencintaimu Fer. Sehingga aku sangat terpaksa melakukan


ini, menjebakmu." ucap Ana mengakui.


"Aku mohon jangan seperti ini, aku mencintaimu dan aku tak ingin kehilangan kamu.." ucap Ana lirih.


"Cukup Ana, aku muak denganmu. Kamu menjebakku dan kamu bilang itu cinta? kecuali itu tak lebih nafsumu ingin memilikiku sepenuhnya. Ingat Ana aku takkan pernah memaafkanmu dan aku benar benar menyesal telah menikahimu.


Kamu perlu ingat juga, aku menikahimu karena anakku bukan karena aku benar benar mencintaimu karena istriku yang masih sangat ku cintai hingga kini.


Karena kamu pun aku jauh dari anak istriku, jika tau seperti itu aku takkan menikahimu." ucap Ferdi.

__ADS_1


"Kamu menyesal menikahiku? kamu marah padaku karena anak yang aku kandung? kamu sendiri pas itu baik padaku dan berjanji akan menikahiku kan? kenapa saat ini kamu berubah Mas? kenapa?"


tanya Ana histeris.


"Cukup Ana, sudah berapa kali aku mengatakan padamu. Aku mencintaimu istriku dan aku menikahimu karena anakku." ucap Ferdi..


"Jujur jika di tanya menyesal menikahimu atau tidak, ya sebenarnya aku menyesal. Tapi yah semua sudah terjadi kan? jadi yasudalah tak perlu di bahas. Maaf bila perkataan ku menyakitimu . Aku ingin ke kantor dulu." ucap Ferdi kembali.


"Jahat kamu Mas. Perkataanmu menyakitiku, dan aku ini ingin mengajakmu ke rumah sakit cek kandungan tapi kenapa kamu justru seperti ini?" ucap Ana.


"Kamu bisa kan ke rumah sakit sendiri di antar supir atau naik taxi? aku harus ke kantor ada meeting. Ohya nanti kamu ke rumah mertuaku kan? aku harap kamu minta maaf kepada mereka atas


perbuatanmu dan bilang ke Annabel untuk jaga kesehatannya , jangan terlalu kecapean karena mengurus rumah juga anak anak. Ohya ini aku mau titip sekalian uang padamu. Tapi gak jadi lah, aku ragu. Kamu saja bisa membohongiku dengan


dramamu seperti itu.. Mana mungkin aku bisa percayaa padamu sepenuhnya." ucap Ferdi.


"Yasudah aku mau pamit ke kantor." ucap Ferdi segera berlalu setelah pamit ke Ana.


Ana menangis dalam diam setelah Kepergian Ferdi. Ia benar benar menyesal dengan pernikahannya dengan Ferdi.


Karena dendam yang ingin ia laksanakan tapi justru dendam itu menghancurkan dirinya sendiri. Bukan pernikahan seperti ini yang dia impikan. Meski awal mula ia ingin melaksanakan rencana dendam tersebut, namun setelah ia mengandung entah mengapa saat ini yang ia impikan sosok yang baik untuk anaknya dan ia ingin rasanya berdamai.


Karena kini ia benar benar menyesal terlebih melihat respon Ferdi saat mengetahui ia hamil.


Namun ia tetap akan ke rumah Anabel untuk mengambil hati ketiga anaknya dan memberitahu Anabel mengenai kabar kehamilannya..


Sejujurnya ia sempat curiga saat Anabel kemarin mengelus perutnya ketika di pernikahannya dengan Ferdi kala itu. Dan beberapa hari kemudian tak sengaja ia melihat Anabel ke dokter kandungan dan ia mengikutinya, dan saat itu ia tau jika Anabel hamil.


Sehingga Ana pun bingung dan tak ingin Ferdi lebih mencintai Anabel dan kembali padanya. Sehingga ia dengan terpaksa menjebak Ferdi karena ia sadar betul bagaimana rumah tangga yang ia jalani dengan Ferdi.


Iya, Ana memang telah berhasil menjebak Ferdi hingga ia hamil tapi nyatanya Ferdi tak merasa bahagia dengan kabar kehamilannya namun kemarahan Ferdi yang ia dapatkan.


Sungguh Ana benar benar menyesal telah menjebak Ferdi karena takut Ferdi lebih mencintai Anabel bila tau Anabel hamil. Dan ia benar benar kecewa dengan sikap Ferdi padanya.


Dan Ana tak bisa membayangkan bagaimana bila Ferdi tau Anabel hamil? Apakah ia harus mundur saat ini dan merelakan Ferdi kembali pada Anabel?

__ADS_1


lalu bagaimanakah ia sendiri belu mempermainkan perannya di sini?


Tapi sungguh ia sudah sangat lelah dengan keadaannya sendiri terlebih kondisinya yang lemah dan tengah hamil ini, namun Ferdi tak sedikitpun menyambut bahagia kabar itu selayaknya seorang suami dan Ferdi pun kini tak di sisinya.


__ADS_2