Ketika Cinta Harus Memilih

Ketika Cinta Harus Memilih
Episode Terbaru 50


__ADS_3

Sebelum berbicara Kembali dengan


Bintang, Anabel perlahan menghapus bulir bulir air matanya, Anabel pun mulai


menatap wajah Bintang Kembali dan membuka suara.


"Sayang, dengarkan Bunda,


Seharusnya sejak awal kamu cerita ini ke Bunda.


Jangan pendam sendiri, ini bukan


masalah sepele.


Jujur Bunda pun sedikit syok setelah


Bintang cerita soal ini, tapi mungkin ini peringatan untuk Bunda agar lebih


memperhatikan anak anak Bunda dan mendengarkan mereka lebih dalam, juga tentang


apapun permintaan mereka, yang mungkin saja memiliki maksud baik seperti maksud


baik Bintang yang ingin mondok ke pesantren agar tak perlu ribut dengan Bulan,


saudara kandung Bintang sendiri.


Dan bunda benar benar menyesal karena


gak pernah dengerin permintaan Bintang.


Bulan juga gak pernah cerita ke Bunda


soal ini, tapi Bunda ingin tau dan mendengarnya juga dari penuturan Bulan


sendiri, humm..


Nanti cobalah, Bunda pancing Bulan


agar mau curhat tentang ini dengan sendirinya.


Tentu Bunda gak maksa, biar atas


kemauannya sendiri dan kamu tenang saja Bunda gak akan kasih tau Bulan bila


kamu yang memberitahu tentang hal ini." ujar Anabel mencoba menenangkan


Bintang.


"Ohya, Bunda akan coba bicarakan


hal ini secepatnya ke ayah ya, agar ayah fikirkan ulang. Tapi apa kamu mau


cerita sendiri ke ayah? bagaimana?" tanya Anabel.


"Iya Bunda terimaksih sudah mau


mendengarkan Bintang tapi mungkin sebaiknya Bunda yang bilang secara langsung


ke ayah karena Bintang juga bingung harus bilang bagaimana ke ayah, karena


jujur saja untuk mengungkapkan hal ini pun rasanya berat.


Dan maafkan Bintang ya Bunda, sudah


buat bunda ikut sedih dan menangis.


Bintang mohon bunda jangan sedih dan


nangis seperti ini ya..


Maafkan Bintang yang juga yang terlalu


lama memendamnya." ucap Bintang yang mulai menghapus bulir bulir air mata


di pipi Anabel.


"Gak papa Bunda, Bintang paham


kenapa alasan semenjak awal Bunda dan ayah tidak mengizinkan Bintang mondok.


Tidak ada kata terlambat bunda, karena


sebenarnya bila masih di izinkan Bintang kan masih bisa mondok." ujar


Bintang dengan tersenyum.


"Yaa Allah sayang, maafkan bunda


ya sekali lagi." ujar Anabel yang memeluk Bintang kembali untuk sejenak,


dan setelahnya memulai berbicara kembali.


"Iya bunda paham ini terlalu


berat untukmu dan menyampaikan ke ayah. Humm iya bunda janji, insya Allah akan


bunda sampaikan ke ayah ya. Maafkan bunda sekali lagi.


Bunda menangis karena merasa bersalah


dan menyesal, tapi kamu benar mungkin dari ini bunda bisa belajar lebih


memperhatikan dan mendengarkan keluhan ataupun permintaan anak bunda.


Kamu benar sayang, tidak ada yang


terlambat kan? semoga saja ya sayang, dan semoga ayah mau izinkan Bintang


mondok." ucap Anabel dengan tersenyum, berusaha menenangkan Bintang.


"Iya bunda, terimakasih ya sudah


mau bantu Bintang buat penyampaikan ke ayah. Humm maaf Bunda, tapi kalau boleh


tau kenapa ayah tidak mengizinkan Bintang mondok?" tanya Bintang.


"Karena ayah sangat sayang dengan


Bintang dan gak mau kehilangan atau jauh dari Bintang, sayang.. begitulah


sebabnya ayah kamu berat untuk mengizinkan kamu mondok terlebih waktu itu


perusahaan ayah juga kurang stabil tapi Alhamdulilah sekarang sudah stabil


kembali. Insya Allah nanti bunda usahakan bilang ke ayah ya.


Semoga ayah izinkan." ujar Anabel


dengan tersenyum dan memeluk Bintang kembali.


"Aamiin, terimakasih Bunda, ayah


begitu sayang ya dengan Bintang?" lirih Bintang.


"Iya sayang, ayah, bunda dan kami


sangat menyayangi Bintang dan sudah seharusnya kita saling menyayangi


kan?" ujar Anabel menatap mata Bintang, mencoba mendalami perasaan


Bintang.


Bintang pun megangguk bersamaan bulir


air matanya yang membasahi pipinya.


"Jangan nangis dong anak Bunda."


lirih Anabel yang segera mengecup dahi Bintang penuh kasih sayang dan menghapus


bulir bulir air matanya.


"Ini tangis haru Bunda..."


lirih Bintang kembali yang membuat Anabel tersenyum.


"Boleh kan bunda meluk


Bintang?" tanyanya yang menghadap Bintang kembali.


"Boleh dong bunda." jawab


Bintang dengan tersenyum juga, dan Anabel pun memeluk Bintang kembali, setelah


mendapatkan jawaban dari Bintang.


"Makasih bunda, sayang


Bunda." ujar Bintang, yang memeluk Anabel kembali.


Anabel berjanji pada dirinya sendiri


akan lebih memperhatikan keempat anaknya dan mendengarkan apapun curhatan


mereka, karena Anabel tidak ingin sesuatu yang tidak di inginkan atau hal buruk


terjadi kepada keempat anaknya.


Dan Anabel berjanji akan segera


membicarakan tentang hal ini kepada Ferdi.


\======================


Setelah mendengar curhatan Bintang,


Anabel pun segera berbicara kepada Ferdi mengenai hal tersebut dan Ferdi pun


merespon baik dengan menyetujuinya


Anabel pun berencana akan


memberitahukan Bintang mengenai kabar bahagia ini.

__ADS_1


Setelah memasak untuk sarapan pagi,


Anabel pun segera menyediakan makanan tersebut di meja makan untuk sarapan


mereka pagi ini.


"Wah enak banget Bunda, jadi


laper kita." ucap keempat anaknya, yang membuat Anabel tersenyum sendiri.


"Iya nih, enak kelihatannya, mas


jadi laper juga. Istriku memang pintar masak." ucap Ferdi yang memuji


Anabel.


"Humm bisa aja kalian.."


jawab Anabel senyum senyum sendiri, dan segera ke dapur untuk membereskan sisa


masakan yang tercecer.


Setelah membereskannya, Anabel kembali


ke meja makan untuk makan bersama.


"Wah, ini enak banget Bunda, jadi


laperr Afnan,ini apa saja Bunda?" tanya Afnan, untuk beberapa saat Anabel


tersenyum sebelum menjawab pertanyaan Afnan.


"Ini ada omelet, nasi goreng ,


ayam rica rica, oseng oseng sayur juga tempe dan Sambel, tadi bunda masakkin


itu untuk sarapan kita." jawab Anabel dengan tersenyum kembali.


"Wah, enak ya Bunda.. jadi laper,


yuk makan." ujar David yang segera memakan makanannya.


"Bismillah dulu David.."


Anabel mencoba mengingatkannya.


"Eh, iya David lupa.. hehe."


ujar David kembali, yang segera membaca bismillah, dan diikuti oleh mereka,


setelahnya mereka pun makan bersama.


Setelah beberapa menit makan mereka


selesai, Anabel mulai membuka percakapan kembali.


"Alhamdulillah, sudah habis dan


selesai makannya." ujar Anabel, sejenak mengambil nafas sebelum meneruskan


ucapannya.


"Ohya Bunda mau berbicara sama


kalian, dan kasih kabar bahagiaa untuk Bintang." ujar Anabel kembali


dengan tersenyum dan melirik ke arah Ferdi, begitupun dengan Ferdi yang tersenyum.


Sikap Ferdi dan Anabel membuat keempat


anaknya bertanya tanya dan bingung, begitupun dengan Bintang.


"Kabar apa Bunda?" tanya


Bintang lirih.


"Humm, kabar apa ya ... kasih tau


gak ya...?" ujar Anabel sengaja menggoda Bintang.


"Kasih tau dong bunda ..."


ujar David dan Afnan bersamaan.


"Iya Bunda, biar kami gak


penasaran." ucap Bulan, sedangk koan Bintang hanya diam dan mencoba


menyimak pembicaraan tersebut.


"Oke, oke bunda kasih tau,


jadi... ayah menyetujui Bintang buat mondok." ujar Anabel yang kembali


tersenyum dan mereka pun saling memandang.


"Iya, Ayah mengizinkan Bintang


mondok." ucap Ferdi dengan tersenyum.


Alhamdulillah Bintang bahagia, akhirnya Bintang bisa mondok juga." ucap


Bintang dengan tersenyum.


Anabel dan Ferdi yang mendengar ucapan


Bintang pun tersenyum.


"Serius Bintang mau mondok, Ayah,


bunda?" tanya Bulan, yang sedikit terkejut mendengar kabar tersebut.


"Iya serius dong, Bulan mau


mondok juga?" tanya Ferdi.


"Umm, Enggak ayah hehehe..."


jawab Bulan.


"Yaudah yuk kita lanjut makan,


nanti insya Allah akan kita urus kepindahannya ya Ayah." ujar Anabel


kepada Ferdi.


"Iya Bunda, benar. Yaudah yuk


makan" jawab Ferdi dengan tersenyum.


Dan mereka pun melanjutkan makan


mereka. Setelahnya mereka segera pergi ke sekolah, sedangkan Ferdi segera pergi


bekerja dan Anabel bersiap membersihkan rumah.


Setelah bel istirahat berbunyi, para


murid berhamburan keluar kelas masing masing untuk istirahat.


 


 


Begitupun dengan Bulan segera keluar


kelasnya dan mencari keberadaan Cleo.


 


 


"Cleo..." panggil Bulan.


 


 


"Bulan?" jawab Cleo, sedikit


terkejut dengan keberadaan Bulan.


 


 


"Humm, iya Cleo ada yang ingin ku


bicarakan sama kamu mengenai Bintang." ucap Bulan.


 


 


"Bintang? calonku? kenapa


dia?" tanya Cleo.


 


 


"Iya, calonmu..." ujar Bulan


malas.


 


 


"Kenapa dia?" tanya Cleo.


 

__ADS_1


 


"Bintang mau mondok." jawab


Bintang.


 


 


"Hah? serius Lo?" tanya


Cleo.


 


 


"Iya, gue serius." ucap


Bulan.


 


 


"Kapan? kok belum berkabar


tentang kepindahan Bintang di sekolah ini ?" tanya Cleo kembali.


 


 


"Iya, karena nanti di kabarkan


pas udah dekat atau harinya dia pindah." jawab Bulan.


 


 


"Berarti sekarang masih lama


ya?" tanya Cleo.


 


 


"Ya, enggak juga,tapi begitulah


kira kira. Intinya sekarang masih ngurus buat kepindahan, kalau uda fix harinya


baru di kabarkan, karena itu permintaan Bintang juga" ujar Bulan.


 


 


"Yah, kok calonku begitu


ya..." ujar Cleo dengan nada yang sengaja di buat buat.


 


 


"Udah deh, halu Lo...


Hahahaha." tawa Bulan pun pecah.


 


 


"Yaudah ya, gue cuman mau kasih


kabar itu.. gue duluan ya, mau lanjut ke kantin, gue lapar. Terus ke perpustakaan


nemenin Bintang, eh sholat Dhuha dulu deh." ujar Bulan.


 


 


"Tunggu, berarti Bintang lagi di


perpustakaan ya?" tanya Cleo.


 


 


"Iyaa, lagi di perpustakaan


dia." jawab Bulan.


 


 


"Baik, thanks you infonya ya. Gue


mau ke perpus dulu dah, gak jadi ke kantin." ujar Cleo, yang membuat Bulan


bingung.


 


 


"Lah? kenapa? gak laper?"


tanya Bulan bingung.


 


 


"Hahahaha laper sih. Tapi Lo


kayak gak tau gue aja sih, gue rela nahan lapar asal ketemu calon gue."


ucap Cleo senyum senyum sendiri, yang membuat Bulan pun jengkel dan paham


maksud Cleo.


 


 


Setelahnya Bulan pun segera berlalu ke


kantin meninggalkan Cleo dengan kegilaannya.


 


 


"Eh, tunggu mau ke mana?


ninggalin gue? tega bener!!" ucap Cleo yang tersadar dari lamunannya.


 


 


"Sudah sadar dari lamunan Lo?


 


 


Iya aku mau ke kantin, makan bro,


laperrrrr..


 


 


Kan Lo mau ke perpus, yasudah."


ucap Bulan ketus dan segera berlalu ke kantin.


 


 


"Issh ketus banget. Apa dia


cemburu ya sama gue karena ngejar Bintang terus? hemmm..." ucap Cleo yang


sedang berfikir.


 


 


"Sudahlah, ngapain mikirin dia?


kan dia sukanya sama Yusuf. Mending aku lekas ke perpus deh buat menemui calon


gue dan tanya tentang kepindahannya." ujar Cleo yang segera ke perpus.


 


 


***************


 

__ADS_1


 


Jangan Lupa Like, Komen n vote nya ya 😁


__ADS_2