
Beberapa menit kemudian, Yusuf pun
menghampiri Bintang yang sedang menunggu, duduk sendirian di tempat tersebut.
"Bintang..." panggil Yusuf.
"Yusuf?" Bintang terkejut
dengan kehadiran Yusuf.
"Yusuf, kamu semenjak kapan di
sini? masih barukah?" tanya Bintang kembali, karena kedatangan Yusuf hanya
berjarak sedikit dengan kepergian Cleo.
"Iya masih baru, santai saja.
Bolehkan aku di sini? aku ingin berbicara padamu.." ucap Yusuf kembali.
"Owh begitu,masih baru ya.. oke
mau bicara apa ?" tanya Bintang kepada Yusuf.
"Aku ingin mengungkapkan
perasaanku padamu." ujar Yusuf kembali, untuk beberapa saat Bintang
terdiam dan teringat Cleo yang juga mengungkapkan perasaannya.
Apa Yusuf juga akan menyatakan cinta?
batin Bintang .
Bintang pun menghembuskan nafasnya
beberapa kali sebelum menjawab pertanyaan Yusuf.
"Apa itu, Yusuf? iya silahkan
bicara saja.." ucap Bintang kembali.
" Aku mengangumimu Bintang, kamu
berbeda dari perempuan lainnya. Terlebih di zaman remaja saat ini, tapi kamu
tetap berusaha menjadi muslimah secara kaffah, sungguh aku mengagumimu dan kamu
berbeda, kamu istimewa. Aku menyukaimu dan aku ada rasa denganmu, aku
mencintaimu Bintang." ujar Yusuf, yang membuat Bintang terdiam dan entah
mengapa hatinya tak menentu ketika Yusuf mengungkapkan perasaannya, berbeda
ketika Cleo yang mengungkapkan perasaannya.
Untuk beberapa saat Bintang menunduk
dalam diamnya untuk merasakan perasaannya, tanpa sadar bulir bulir air matanya
mulai membasahi pipinya, dadanya terasa sesak, sungguh ia tak ingin memiliki
perasaan ini, karena bagaimanapun Bulan saudaranya menyukai Yusuf dan ia pun
tak mengerti mengapa harus mempunyai rasa ini.
Dan tanpa mereka sadari, ada Cleo yang
tidak jauh dari mereka, untuk mendengarkan pembicaraan mereka.
Cleo merasa emosinya siap ia
__ADS_1
tumpahkan, namun Cleo mencoba memendam emosinya.
Hatinya seakan tercubit dan merasa
tersaingi dengan keberadaan Yusuf.
Ia takut Bintang jatuh hati dan lebih
memilih Yusuf daripada dirinya.
Yusuf yang seagama dengan Bintang dan
memiliki agama jauh lebih baik darinya.
Cleo ingin rasanya pergi dari tempat
tersebut, tapi ia juga penasaran dengan jawaban Bintang kepada Yusuf, hingga
Cleo pun memutuskan tetap berada di sana walau hatinya tercubit dan teriris.
"Maaf Yusuf, sebaiknya kamu
jangan terlalu mengagumiku dan mencintaiku, aku hanya tidak ingin kamu kecewa
nantinya dengan perasaanmu itu karena belum tentu aku bisa membalasnya."
lirih Bintang kepada Yusuf.
Untuk beberapa saat Yusuf pun terdiam
setelah mendengar penuturan Bintang, dan sebelum ia berucap kembali.
"Apa itu berarti kamu menolakku
dan tidak mengizinkanku memiliki perasaan ini padamu?" tanya Yusuf, yang
membuat Bintang sedikit tercubit hatinya dan tersenyum miris.
setelah mendengar pertanyaan Yusuf.
Bintang mencoba menetralkan detak
jantungnya yang berirama cepat.
"Bukan begitu, maksud kamu
menolak dalam hal apa dulu? sedangkan kamu tau dan tentu paham akan hal
tersebut, bila aku tidak menginginkan berpacaran karena agama kita pun sebenarnya
melarangnya karena itu bagian dari zina hati dan lainnya, intinya menjurus ke
zina, bukankah kamu juga tau dan memahami akan hal itu?, Dan bila yang kamu
maksud untuk menjadi jodoh kamu, kamu sendiri tau, jodoh tidak ada yang tau,
begitupun dengan jodohku karena saat ini aku ingin meneruskan sekolahku di
pesantren dan menggapai cita citaku." ujar Bintang, mencoba memberikan
pengertian kepada Yusuf.
"Dan untuk kamu mempunyai
perasaan tersebut padaku atau tidak, itu hak kamu kok. Aku gak berhak melarang,
karena perasaan kita terhadap seseorang tidak bisa di cegah baik benci ataupun
perasaan cinta.
Begitupun dengan kamu yang jatuh hati
__ADS_1
padaku, aku tidak bisa melarang akan hal itu. Karena itu hak kamu dan cinta
sebenarnya tidak pernah salah, yang terpenting kita tau bagaimana cara kita
mengaplikasikan cinta tersebut.
Dan aku hanya ingin meminta ke kamu
jangan terlalu mencintaiku dan mengagumiku karena yang ku takutkan bila kamu
berlebihan dalam menanggapi rasa itu, akan berujung kecewa. Bukankah yang berlebihan
tidak akan berujung baik?" ujar Bintang kembali.
"Hemm, kamu benar Bintang, apa
yang kamu katakan semua benar. Jujur saja perkataan yang baru saja kamu
ucapkan, benar benar membuatku semakin mengagumimu dan mencintaimu. Aku yakin
aku tidak salah menjatuhkan hatiku padamu baik dalam cinta atau rasa kagumku
padamu dalam diamku, Maafkanku yang salah mengagumi dan mencintaimu." ucap
Yusuf kepada Bintang.
Sedangkan Bintang yang mendengar hal
tersebut hanya bisa tersenyum dan mampu menanggapi ucapan Yusuf dengan diam.
"Yasudah, saya pamit dulu ya, mau
kembali ke kelas, Sekali lagi maaf bila ada salah perkataanku padamu Bintang,
Assalamualaikum." ucap Yusuf kepadanya,
"Iya tidak apa apa, maafkanku
juga. Waalaikumussalam.." ucap Bintang yang menoleh ke arah Yusuf, ia
fikir Yusuf telah pergi dari tempat tersebut ternyata Yusuf masih tetap berdiri
di tempat tersebut yang sedang menatapnya.
Untuk beberapa saat mereka pun saling
menatap dalam diam, seakan menyalurkan emosi masing masing lewat pandangan.
Namun ketika Bintang menyadarinya, ia
menunduk kembali dan memohon ampun kepada Allah atas pandangannya yang melewati
batas, yang tak mampu ia jaga, begitupun dengan Yusuf yang kemudian segera
berlalu dari tempat tersebut.
Sedangan Cleo masih berdiri di tempat
yang sama, yang tak jauh dari mereka dan mendengarkan pembicaraan mereka hingga
selesai, yang benar benar hati dan perasaannya tak menentu, seakan tercubit
terlebih melihat Bintang yang kemudian ambruk dan menangis setelah Kepergian
Yusuf, berbeda setelah kepergiannya Bintang hanya meresponnya dengan biasa
saja.
\=\=\=\=
Jangan Lupa Like, Komen dan Votenya ya
__ADS_1
😁