
Cinta yang seringkali membuat
seseorang menjadi buta tanpa bisa membedakan mana kebenaran atau kesalahan yang
telah di lakukannya.
Sejujurnya Cinta tak buta, yang buta
bagaimana cara pandang kita tentang cinta itu sendiri.
Karena Cinta yang benar takkan melukai
hati seseorang atau menabur pada hati yang mereka cintai dan kasihi.
Bila cinta pada akhirnya berakhir
luka, mungkin hakikat cinta sendiri itu perlu di pertanyakan ....
Apa itu Cinta atau nafsu??......
Karena sungguh, cinta yang benar
takkan salah memandang dan berakhir luka terlebih melukai hati orang yang kita
cintai dan sayangi.
Sejujurnya Cinta tak pernah salah tapi
yang salah bagaimana cara pandang kita tentang hakikat cinta itu sendiri dan
bagaimana cara mengaplikasikannya.
Dan lalu bagaimanakah Bintang, Bulan,
Yusuf dan Cleo dalam mencintai?
Mampukah mereka mengerti dan memahami
hakikat cinta yang sebenarnya?
Mampukah mereka mengaplikasikannya
dengan baik ?
Dan menyakinkan cinta yang mereka rasa
adalah cinta yang benar dan bukan salah.
Lalu bagaimanakah dengan Anabel dan
Ferdi mampukah mengarahkan keempat anaknya dalam mencintai dan mengaplikasikannya
dengan baik ?
Dan memastikan cinta yang hadir dan
mulai tumbuh di keempat anaknya nanti adalah cinta yang benar dan bukan cinta
yang salah, sehingga tak ada hati yang terluka nantinya ataupun melukai orang
yang seharusnya ia sayangi, karena cinta yang salah akan berakhir melukai dan
menuai kecewa, sedangkan cinta yang benar takkan mampu melukai meski seringkali
dirinya harus terluka dan tertatih dalam cinta tersebut.
\=\=\=\=
Jangan Lupa Like, komen n votenya 😁
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Setelah beberapa saat mereka terdiam dengan pertanyaan yang diajukan oleh Bulan
kepada Bintang dan Yusuf..
Perlahan Bintang pun mulai membuka
__ADS_1
suara setelah beberapa saat menghembuskan nafasnya untuk mengatur emosinya.
Sebelum menjawab pertanyaan Bulan,
Bintang pun melihat satu persatu dari mereka.
"Iya, kebetulan tadi Yusuf ingin
ikut aku ke rumah baca dan perpustakaan di sini, jadi yaudah aku ajak dia.
Lagipula tidak salah kan? hanya sekedar melihat saja kok, karena kebetulan juga
Yusuf ini suka baca.
Kamu sendiri juga ajak Cleo kan,
Bulan?" ujar Bintang, berusaha tenang dan tersenyum menjawab pertanyaan
Bulan.
"Owh begitu... Iya, aku ajak Cleo
karena dia ingin ikut juga dan ingin menemui calonnya katanya, jadi gak papa
kan aku ajak Cleo ke sini? " tanya Bulan.
"Iya, aku tadi sedikit terkejut
karena gak biasa aja seorang Bintang bawa laki laki, sedangkan aku kan memang
sudah biasa dekat dengan laki laki.
Lagipula kan aku ajak calonmu ke
sini." ucap Bulan santai, seolah tiada beban.
Sedangkan Bintang dan mereka sedikit
terkejut kembali dengan ucapan Bulan.
sebelum menjawab pertanyaan Bulan.
"Iya boleh, silahkan.. humm
calonnya Cleo? humm memangnya siapa calonnya Cleo, Bulan?" tanya Bintang
bingung.
"Kamu lah, calonnya Cleo."
ujar Bulan santai, tanpa merasa bersalah sama sekali.
"Aku??" tanya Bintang
bingung.
"Iya kamu...ya kan Cleo?"
ujar Bulan kembali.
Cleo pun mengangguk dengan senyumnya,
dan mereka terdiam kembali juga saling melihat satu sama lain dalam kebingungan
dan keterkejutan mereka atas pernyataan yang Bulan ucapkan.
*******
"Bunda, apa aku boleh
masuk?" tanya Bintang dengan mengetuk pintu kamar Anabel beberapa kali.
"Iya sayang silahkan."
Anabel pun membukakan pintu kamarnya.
"Kenapa sayang? kok cemberut
__ADS_1
gitu? ada yang ingin di ceritakan ke Bunda kah?" tanya Anabel.
"Humm, iya Bunda. Maaf
sebelumnya.. ada yang ingin Bintang bicarakan sama Bunda." lirih Bintang.
"Owh iya, silahkan, mau bicara
apa sayang? cerita saja, gak papa." ucap Anabel.
"Humm, Bunda. Bintang benar benar
ingin mondok, please Bunda. Bunda, Bintang benar benar merasa gak nyaman di
sini dan banyak hal yang sudah terjadi hingga membuat Bintang pusing."
ucap Bintang sedih.
"Humm, boleh ceritakan ke Bunda
gak? kenapa alasan yang membuat Bintang gak nyaman dan masalah apa saja hingga
membuat Bintang pusing?" tanya Anabel yang ingin tau tentang puterinya.
"Bunda,.. Bintang gak nyaman
karena sepertinya Bintang mulai merasakan cinta yang rumit terlebih di antara
Bulan juga, saudara kandung Bintang.
Bintang tidak ingin berantem dengan
Bulan, karena Bintang sangat menyayangi Bulan.
Bintang tau Bulan menyukai seorang
lelaki yang bernama Yusuf kelihatannya Bunda, dan ketika Bulan melihat lelaki
itu dekat denganku dia cemburu bunda, padahal Yusuf sama aku hanya berteman
saja bunda.
Bintang juga gak mungkin mau
berpacaran atau memiliki hubungan spesial dengan laki laki, tapi Bulan tetap
gak memahami itu dan justru salah faham, padahal sudah berulangkali Bintang
jelaskan Bunda, ke Bulan. Belum lagi ada laki laki yang bernama Cleo berusaha
mendekati Bintang terus menerus hingga Bintang merasa risih, lagipula gak
mungkin juga Bintang mau nikah dengannya sedangkan kami saja beda agama. Tapi
entah kenapa Bulan selalu dukung Cleo buat dekatin aku, mungkin Bulan gak ingin
aku dan Yusuf semakin dekat padahal kami hanya teman juga. Bunda...Rasanya
Bintang saat ini ingin menyerah dan benar benar ingin mondok, agar hal yang tak
di inginkan seperti ini, tak terjadi kembali Bunda, dan.. sejak awal seharusnya
Bintang mondok di pesantren." ucap Bintang sedih dan tangisnya pun pecah,
yang tanpa sadar membuat hati Anabel tercubit dan sedikit terkejut setelah
mendengar penuturan cerita dari Bintang.
"Ya Allah, Sayang, maafkan
bunda" ujar Anabel yang kemudian memeluk Bintang, dan tanpa sadar Anabel pun
mulai menangis juga menyesal mengapa dari awal tidak menuruti permintaan
Bintang, seandainya dari awal ia menurutinya mungkin tidak akan terjadi seperti
ini.
__ADS_1