Ketika Cinta Harus Memilih

Ketika Cinta Harus Memilih
Episode Terbaru 49


__ADS_3

Cinta yang seringkali membuat


seseorang menjadi buta tanpa bisa membedakan mana kebenaran atau kesalahan yang


telah di lakukannya.


Sejujurnya Cinta tak buta, yang buta


bagaimana cara pandang kita tentang cinta itu sendiri.


Karena Cinta yang benar takkan melukai


hati seseorang atau menabur pada hati yang mereka cintai dan kasihi.


Bila cinta pada akhirnya berakhir


luka, mungkin hakikat cinta sendiri itu perlu di pertanyakan ....


Apa itu Cinta atau nafsu??......


Karena sungguh, cinta yang benar


takkan salah memandang dan berakhir luka terlebih melukai hati orang yang kita


cintai dan sayangi.


Sejujurnya Cinta tak pernah salah tapi


yang salah bagaimana cara pandang kita tentang hakikat cinta itu sendiri dan


bagaimana cara mengaplikasikannya.


Dan lalu bagaimanakah Bintang, Bulan,


Yusuf dan Cleo dalam mencintai?


Mampukah mereka mengerti dan memahami


hakikat cinta yang sebenarnya?


Mampukah mereka mengaplikasikannya


dengan baik ?


Dan menyakinkan cinta yang mereka rasa


adalah cinta yang benar dan bukan salah.


Lalu bagaimanakah dengan Anabel dan


Ferdi mampukah mengarahkan keempat anaknya dalam mencintai dan mengaplikasikannya


dengan baik ?


Dan memastikan cinta yang hadir dan


mulai tumbuh di keempat anaknya nanti adalah cinta yang benar dan bukan cinta


yang salah, sehingga tak ada hati yang terluka nantinya ataupun melukai orang


yang seharusnya ia sayangi, karena cinta yang salah akan berakhir melukai dan


menuai kecewa, sedangkan cinta yang benar takkan mampu melukai meski seringkali


dirinya harus terluka dan tertatih dalam cinta tersebut.


\=\=\=\=


Jangan Lupa Like, komen n votenya 😁


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah beberapa saat mereka terdiam dengan pertanyaan yang diajukan oleh Bulan


kepada Bintang dan Yusuf..


Perlahan Bintang pun mulai membuka

__ADS_1


suara setelah beberapa saat menghembuskan nafasnya untuk mengatur emosinya.


Sebelum menjawab pertanyaan Bulan,


Bintang pun melihat satu persatu dari mereka.


"Iya, kebetulan tadi Yusuf ingin


ikut aku ke rumah baca dan perpustakaan di sini, jadi yaudah aku ajak dia.


Lagipula tidak salah kan? hanya sekedar melihat saja kok, karena kebetulan juga


Yusuf ini suka baca.


Kamu sendiri juga ajak Cleo kan,


Bulan?" ujar Bintang, berusaha tenang dan tersenyum menjawab pertanyaan


Bulan.


"Owh begitu... Iya, aku ajak Cleo


karena dia ingin ikut juga dan ingin menemui calonnya katanya, jadi gak papa


kan aku ajak Cleo ke sini? " tanya Bulan.


"Iya, aku tadi sedikit terkejut


karena gak biasa aja seorang Bintang bawa laki laki, sedangkan aku kan memang


sudah biasa dekat dengan laki laki.


Lagipula kan aku ajak calonmu ke


sini." ucap Bulan santai, seolah tiada beban.


Sedangkan Bintang dan mereka sedikit


terkejut kembali dengan ucapan Bulan.


sebelum menjawab pertanyaan Bulan.


"Iya boleh, silahkan.. humm


calonnya Cleo? humm memangnya siapa calonnya Cleo, Bulan?" tanya Bintang


bingung.


"Kamu lah, calonnya Cleo."


ujar Bulan santai, tanpa merasa bersalah sama sekali.


"Aku??" tanya Bintang


bingung.


"Iya kamu...ya kan Cleo?"


ujar Bulan kembali.


Cleo pun mengangguk dengan senyumnya,


dan mereka terdiam kembali juga saling melihat satu sama lain dalam kebingungan


dan keterkejutan mereka atas pernyataan yang Bulan ucapkan.


*******


"Bunda, apa aku boleh


masuk?" tanya Bintang dengan mengetuk pintu kamar Anabel beberapa kali.


"Iya sayang silahkan."


Anabel pun membukakan pintu kamarnya.


"Kenapa sayang? kok cemberut

__ADS_1


gitu? ada yang ingin di ceritakan ke Bunda kah?" tanya Anabel.


"Humm, iya Bunda. Maaf


sebelumnya.. ada yang ingin Bintang bicarakan sama Bunda." lirih Bintang.


"Owh iya, silahkan, mau bicara


apa sayang? cerita saja, gak papa." ucap Anabel.


"Humm, Bunda. Bintang benar benar


ingin mondok, please Bunda. Bunda, Bintang benar benar merasa gak nyaman di


sini dan banyak hal yang sudah terjadi hingga membuat Bintang pusing."


ucap Bintang sedih.


"Humm, boleh ceritakan ke Bunda


gak? kenapa alasan yang membuat Bintang gak nyaman dan masalah apa saja hingga


membuat Bintang pusing?" tanya Anabel yang ingin tau tentang puterinya.


"Bunda,.. Bintang gak nyaman


karena sepertinya Bintang mulai merasakan cinta yang rumit terlebih di antara


Bulan juga, saudara kandung Bintang.


Bintang tidak ingin berantem dengan


Bulan, karena Bintang sangat menyayangi Bulan.


Bintang tau Bulan menyukai seorang


lelaki yang bernama Yusuf kelihatannya Bunda, dan ketika Bulan melihat lelaki


itu dekat denganku dia cemburu bunda, padahal Yusuf sama aku hanya berteman


saja bunda.


Bintang juga gak mungkin mau


berpacaran atau memiliki hubungan spesial dengan laki laki, tapi Bulan tetap


gak memahami itu dan justru salah faham, padahal sudah berulangkali Bintang


jelaskan Bunda, ke Bulan. Belum lagi ada laki laki yang bernama Cleo berusaha


mendekati Bintang terus menerus hingga Bintang merasa risih, lagipula gak


mungkin juga Bintang mau nikah dengannya sedangkan kami saja beda agama. Tapi


entah kenapa Bulan selalu dukung Cleo buat dekatin aku, mungkin Bulan gak ingin


aku dan Yusuf semakin dekat padahal kami hanya teman juga. Bunda...Rasanya


Bintang saat ini ingin menyerah dan benar benar ingin mondok, agar hal yang tak


di inginkan seperti ini, tak terjadi kembali Bunda, dan.. sejak awal seharusnya


Bintang mondok di pesantren." ucap Bintang sedih dan tangisnya pun pecah,


yang tanpa sadar membuat hati Anabel tercubit dan sedikit terkejut setelah


mendengar penuturan cerita dari Bintang.


"Ya Allah, Sayang, maafkan


bunda" ujar Anabel yang kemudian memeluk Bintang, dan tanpa sadar Anabel pun


mulai menangis juga menyesal mengapa dari awal tidak menuruti permintaan


Bintang, seandainya dari awal ia menurutinya mungkin tidak akan terjadi seperti


ini.

__ADS_1


__ADS_2