
Ferdi pun sempat meminta Ana untuk menjauhinya Seperti permintaan April. Namun ketiga anaknya terus mencari kehadiran Ana, hingga Ferdi dan Anabel pun memutuskan untuk agar Ferdi menikahi
Ana.
Sedangkan April sejujurnya tidak setuju, tapi karena ketiga cucunya terus menangis hingga sakit karena menanti kehadiran Ana. April pun dengan terpaksa menyetujui pernikahan itu.
Hari ini, hari lamaran mereka. Ana terseyum karena rencananya kali ini berhasil dan ia akan menikah dengan Ferdi, seseorang yang pernah ia cintai.
Walau sejujurnya ia tak tega melihat Anabel, sahabatnya akan menangis tentunya namun ia hanya ingin membalas rasa sakit ini, tak lebih.
Hatinya sudah seakan tertutup awan gelap karena dendam tersebut.
Ia seakan lupa karena rasa cintanya dan bahagianya terenggut kini ia justru merenggut cinta dan kebahagiaan orang lain terlebih orang terdekatnya dan yang pernah ia sayangi.
Lamaran hari ini akan segera di laksanakan..
Anabel kali ini menyiapkan acara lamaran tersebut, jujur hatinya sakit harus menyiapkan lamaran untuk perempuan lain buat suaminya.
Namun ia tak ingin anaknya sakit dan ia melakukan ini untuk anaknya bukan suaminya ataupun untuk Ana.
Anabel tersenyum miris mana hati seorang istri begitu kuat harus menyiapkan lamaran untuk perempuan lain? Namun ia akan berusaha sanggup untuk ketiga anaknya.
Dan ia yakin ada saat anaknya menyadari Ana bukanlah seseorang yang mereka rindukan dan saat itu tiba ia akan meminta Ferdi menceraikan Ana.
Namun saat ini ia ingin mengabulkan permintaan dua insan tersebut, ia ingin Ferdi tau, sanggupkah ia menjalani rumah tangga yang beristrikan dua.
Karena Anabel sudah terlalu lelah mencegah mereka berdua, sedangkan mereka seakan tak peduli dengan perasaannya.
Sehingga Anabel pun menyetujui pernikahan itu dan ikut andil mempersiapkan pernikahan mereka.
Anabel memilih menyerahkan anaknya sementara waktu ke Bu Nila dan pak Anang agar mereka tak mengetahui ini semua.
Ana menyambut acara ini dengan senyumnya, sedangkan Anabel mencoba menahan Isak tangisnya selama acara berlangsung.
April sungguh sangat muak dengan ini semua dan April membuat perjanjian jika Ferdi ingin melanjutkan pernikahahan tersebut ia ingin Ferdi keluar dari rumah ini, karena ia tak ingin anaknya
mengetahui kenyataan ini.
__ADS_1
***********
"Bulan, Bintang, David yuk bangun. Kita ke rumah enyaknk yuk." ucap Anabel mencoba membangunkan anaknya, karenaia tak ingin ketiga anaknya mengetahui kenyataan ini. Walau ia tau ketiga anaknya menginginkan kehadiran Ana tapi ia cukup tau tentunya bila ketiga anaknya mengetahui ini, yang di takutkan mental anaknya takkan sanggup menerima kenyataan ini.
"ke rumah enyak Bunda?" tanya Bulan.
"Iya sayang ke rumah enyak, yuk kita ke rumah enyank sekarang." ucap Anabel kepada ketiga anaknya.
"Okeee, kita bersiap siap dulu ya." ucap Bulan, Bintang juga David.
"Iya, Bunda tunggu di meja makan ya. Kita makan bersama setelah itu kita harus segera rumah enyank." ucap Anabel, yang segera keluar dari kamar mereka dan turun ke bawah.
Anabel pun menyiapkan nasi goreng, telur, jus untuk mereka makan bersama. Lamaran akan di langsungkan pukul 9 pagi.
Oleh sebab itu, sebelum waktu itu tiba ia ingin segera pergi dari rumah ini. Beberapa menit kemudian, ketiga anaknya turun dan mereka pun makan bersama.
Setelah selesai mereka makan bersama, Anabel pun dan ketiga anaknya segera ke rumah enyaknya Bu Nila dan pak Anang.
Hampir perjalanan satu jam , mereka pun sampai di rumah Bu Nila dan Pak Anang.
"Assalamualaikum.."ucap Anabel saat telah sampai di rumah Bu Nila dan Pak Anang.
"Iya Bu, aku mau titip anak anak.. Eumm tapi ibu hari ini akan menikahkan Ferdi ya? lalu aku harus titip anak anak ke mana ya? hummm.." ucap Anabel yang sedang berfikir.
"Meski ibu orang tuanya, ibu takkan menyetujui pernikahan Ferdi dengan perempuan itu." ucap ibu Nila, yang tak menyetujui anaknya menikah kembali..
"Lalu Pak Anang akan datang?" tanya Anabel.
"Ibu inginnya Bapak gak usah datang juga, tapi entah bapak ini. Tapi bukannya sekarang masih harus acara lamaran ya? kan pernikahannya masih lama?" tanya Bu Nila.
"Gak lama juga Bu, Setelah acara lamaran selesai, satu bulan lagi acara pernikahan mereka di langsungkan. Anabel tidak menahan Bapak atau ibu ke pernikahan Ferdi, anak kalian sendiri.
Anabel ingin menyerahkan keputusan itu pada kalian berdua dan kalian punya hak untuk memutuskan keduanya." ucap Anabel.
"Iya nak kamu benar, di sisi lain kami ingin tidak datang, supaya Ferdi tau kami tidak menyetujui acara tersebut. Tapi di sisi lain kami takut Ferdi tetap melangsungkan acara pernikahan itu
tanpa wali kami. Tentu sebagai orang tua kami akan sedih dan kami bingung harus
__ADS_1
melakukan apa dan bagaimana.." ucap Bu Nila.
"Tapi Bu, yang pernah Bapak dengar bila umurnya di atas 21 tahun maka boleh menikah tanpa wali. Apalagi seumuran anak kita, jelas tanpa kita sebagai wali ia tetap bisa menikah. Jadi menurutmu Bapak, Bapak gak ingin datang ke acara lamaran tersebut. Dan Bapak sudah
memutuskan itu." ucap Pak Anang.
"Baik Pak jika itu keputusan Bapak. Yasudah Anabel pamit ya Pak. Karena Anabel harus bantu bantu menyiapkan acara pernikahan tersebut." ucap Anabel.
"Iya nduk. Hati hati ya, maafkan anak ibu semoga kamu kuat dan bisa menjadi perempuan yang tabah." ucap ibu Nila.
"Aamiin... Anabel pamit Bu, titip anak anak." ucap Anabel.
"Iya nak . ." ucap ibu Nila yang kemudian memeluk Anabel.
"Assalamualaikum, Bunda Pulang dulu ya. Bu ,Pak, Anabel pamit.." ucap Anabel memeluk mereka satu persatu dan ia pun pamit pergi...
Sesampainya di rumah nya Anabel segera mempersiapkan untuk acara lamaran suaminya dan mereka pun segera berangkat menaiki mobil untuk ke tempat Ana, untuk melamarnya.
Sedangkan April segera ke rumah Bu Nila untuk membicarakan tentang hal ini.
********
Sesampainya di rumah panti yang sangat ramai , mereka pun menggelar acara lamaran tersebut hingga selesai. Mereka di sana sangat bahagia acara tersebut berjalan dengan lancar..
Di sisi lain ada Ana yang sedang bahagia tapi di sisi lain ada Anabel yang menangis dalam diam, mencoba menahan hatinya yang terasa tak menentu antara sesak juga sakit.
Sebentar lagi pernikahan mereka semakin dekat, Anabel tidak tau harus merespon apa..
Mungkin anak anaknya yang hanya mengetahui Ana tidak jauh dari mereka dan dapat bertemu dengan mereka, tentu mereka sangat senang..
Tapi di sisi lain Anabel hancur....
Saat ini ia memang tak bisa melakukan apapun untuk mengubah ini semua, tapi Anabel akan selalu berdoa, semoga air matanya dan rasa sakitnya akan terbalas pada waktu yang tepat.
Meski Ferdi dan Ana takkan tinggal satu atap dengannya tapi Sungguh rasa sakit itu takkan pudar sedikitpun...
Walau ia tau anak anaknya takkan kehilangan sosok ayahnya karena Ferdi tetap akan berkunjung dan bermain bersama anaknya nantinya juga bersamanya, namun ia tetap saja hatinya sakit dan terasa sesak saat tau sudah ada nama perempuan lain di hati suaminya dan cinta suaminya kini terbagi.
__ADS_1
Jujur saja ia bingung, rumah tangga seperti apa yang akan ia jalani nantinya dan akankah Ferdi sanggup untuk Adil??...