
Mencari keberadaannya
"Mas, aku ingin berbicara denganmu. Tadi aku sudah cek panas Bulan sudah sedikit turun, Alhamdulillah. Dan aku ingin berbicara padamu tentang Anna. Menurutmu bagaimana ? Haruskah kita tetap mencari keberadaannya? atau bagaimana?
Jujur aku juga rindu dia, sudah cukup lama kami tidak bertemu. Tapi mencari keberadaan Ana berarti sama saja aku harus merelakanmu menikah dengan Ana dong." lirih Anabel sedih dan
bersandar di dada bidang Ferdi.
"Kamu tenang ya, itu takkan terjadi, aku takkan menduakanmu, karena aku sangat menyayangimu. Kamu ibu dari anak anakku. Dan bila kamu ingin bertemu Ana, aku bisa menghubungi dia tapi
hanya untuk berteman denganmu bukan untuk menikah denganku." ucap Ferdi, mencoba menyakinkan Anabel
"Mas janji?" tanya Anabel.
"Iya, Mas janji." ucap Ferdi.
"Karena aku gak bisa bayangkan Mas, bila kamu benar benar menikahi Ana." ucap Anabel dengan sedih.
"Insya Allah itu gak terjadi karena Mas akan menjaga hati Mas hanya untukmu." ucap Ferdi ke Anabel.
"Terimakasih Mas..." ucap Anabel yang segera memeluk Ferdi. Ferdi pun memeluk Anabel kembali dan mereka tidur bersama.
*****
Keesokannya...
"Anabel, kamu masak apa? nak, mama tadi coba bangunin Bulan dan badannya panas lagi sayang." ucap April.
"Anabel buat nasi goreng saja Ma ini tadi.
Yaa Allah serius Ma? Bulan panas?" tanya Anabel.
"Iya nak, Bulan badannya panas lagi. Gih kamu lekas ke kamar saja ya, biar nasi gorengnya Mama yang terusin." ucap April.
"Hemm, baik Ma. Anabel ke kamar dulu ya, Mama terusin saja ya Ma nasi gorengnya ini. Sudah tinggal dikit kok buat matangnya. Mungkin bentar lagi jadi." ucap Anabel.
"Iya nak, akan mama terusin. Gih kamu lekas ke kamar Bulan ya." ucap April.
__ADS_1
"Iya Ma.." ucap Anabel yang segera ke kamar Bulan.
"Yaa Allah, Bulan badannya panas ya?" tanya Anabel saat memasuki kamar Bulan, dan melihat Bulan sedang mengobrol dengan Bintang.
"Iya Bunda, Bulan badannya panas bahkan semenjak tadi malam dia mengigau Ma." ucap Bulan.
"Yaa Allah, Bunda sedih dengarnya." ucap Anabel yang segera menghampiri Bulan.
"Yaa Allah nak, badan kamu panas gitu. Bunda harus bilang ke Ayah ini supaya kamu segera di bawa ke dokter." ucap Anabel yang segera keluar dan mencari keberadaan Ferdi.
"Mas, Mas..." ucap Anabel memanggil nama Ferdi.
"Ada apa toh Bel teriak teriak? Gimana keadaan Bulan? sudah kamu lihat suhu tubuhnya? panaskan?" tanya April, saat ia meletakkan nasi goreng yang telah di buatnya di meja makan.
"Iya Ma, aku uda melihat keadaan Bulan. Oleh sebab itu Ma, aku ingin bawa dia ke dokter. Tapi sejak tadi aku mas Ferdi kok gak muncul sih?" tanya Anabel.
"Iya ya, Ferdi ke mana?" tanya April yang juga bingung mencari keberadaan Ferdi.
"Hummm...Anabel keluar bentar ya Ma, coba cari keberadaan Ferdi." ucap Anabel.
"Iya nak, hati hati ya... Kalau memang Ferdi Ndak ketemu. Tolong lekas balik ya, biar nanti kita bawa Bulan ke dokter saja. Nanti Ferdi bisa kita telfon."
"Iya Ma, Assalamualaikum.." ucap Anabel.
"Waalaikumussalam, .." ucap April.
***
"Humm, aku harus mencari keberadaan Ferdi di mana lagi." lirih Anabel.
"Apa aku harus mencarinya di taman? bukankah Mas Ferdi biasanya akan menenangkan diri di taman? sebaiknya aku harus segera ke taman." ucap Anabel, yang bersegera ke taman.
Beberapa menit kemudian Anabel pun telah sampai di taman, dan dari kejauhan ia melihat Ferdi di taman itu..dan ia pun segera menghampiri Ferdi.
"Mas, kamu di mana..." lirih Anabel saat sampai di taman.
"Aku harus mencarimu ke mana?" lirih Anabel kembali yang terus berjalan untuk mencari keberadaan mas Ferdi.
__ADS_1
"Mas Ferdi ? sepertinya itu mas Ferdi. Aku harus segera menghampirinya." ucap Anabel kembali dan segera menghampiri Ferdi.
Namun Anabel berhenti berjalan untuk menghampiri Ferdi, saat tak sengaja ia mendengar gumam Ferdi.
"Anna, kenapa kamu kembali lagi ? Kenapa kamu kembali di saat aku berusaha melupakanmu?
Kenapa saat kamu menyamar menjadi Dina, aku merasakan detak yang sama? Dan haruskah aku menikah denganmu?
Rasa untukmu memang masih sedikit ada,
namun aku tak pernah berfikiran bila kita harus menikah dan aku harus menduakan
Anabel.
Sungguh aku tak sanggup bila harus menjalankan bahtera rumah tangga seperti ini dan aku harus menjadi nakhodanya, aku takut aku akan tenggelam pada akhirnya.
Dan bukan berarti tak ada rasa cintaku untukmu Anna.." lirih Ferdi, yang membuat Anabel berhenti sejenak dan menangis dalam diam.
"Kenapa kamu tega Mas? kamu jahat mas..baru kemarin malam kamu takkan menduakanku dan hatimu hanya untukku. Tapi nyatanya sudah sejak lama ada nama lain di hatimu bahkan hingga kini. Mas, hatiku sakit, sangat sakit dan sungguh aku tak sanggup lagi menahan sesak ini lebih lama lagi dan aku tak sanggup menahan Isak tangis ini" lirih Anabel kembali.
"Mas Ferdi..." Anabel memanggil suaminya, setelah ia mencoba menenangkan dirinya dan mengampus air
matanya.
"Anabel??.." sontak Ferdi terkejut dengan kehadiran Anabel tiba tiba.
"Bagus ya Kamu Mas, kamu di sini menangisi Ana sementara anakmu Bulan di rumah sedang panas badannya dan aku membutuhkanmu Mas, buat antar dua ke rumah sakit begitupun Bulan, tentunya
membutuhkan sosok Ayahnya.
Aku mencarimu ke sana ke mariTapi ternyata Ayahnya justru di sini menangisi Anna, perempuan itu .... aku benar benar gak menyangka. Tega kamu Mas, jahat kamu Mas..." lirih Anabel.
"Aku tadi mencarimu karena ingin memberitahumu bila Bulan badannya panas dan aku mau minta antar kamu ke rumah sakit tapi kamu di sini, menangisi, merenungi perempuan lain.. Jujur aku gak tau harus bicara apa.
Ah, lebih baik aku kembali dan aku akan mengantarkan anakku ke rumah sakit sendiri bersama Mamaku, jika kamu mau menyusul ke rumah sakit silahkan. Tapi aku duluan ya sepertinya karena aku tak mungkin menunggumu yang saat ini tengah merenungi perempuan lain. Permisi Mas,
aku harus bawa pulang ke rumah sakit." ucap Anabel yang kemudian berlalu dari tempat itu dan beberapa kali ia mencoba menghapus bulir bulir air matanya yang membasahi pipinya.
__ADS_1
"Anabel, maafkanku..." ucap Ferdi yang segera mengejar untuk menghampiri Anabel.
"Yaa Allah apa yang sudah ku lakukan, aku harus segera menghampirinya." ucap Ferdi kembali.