
Elbara terlihat menghentikan laju mobilnya tepat di halaman rumah Akila. Dibunyikannya klakson selama beberapa kali seakan sengaja untuk memberi tanda bahwa dia sudah datang.
Hingga tidak berapa lama, Akila nampak melangkahkan kakinya keluar dari pagar rumahnya dan mengambil langkah besar dengan bergegas kemudian masuk ke dalam mobil yang di kendarai oleh Elbara.
"Kamu mengganti mobil?" tanya Akila ketika ia baru masuk ke dalam sambil memasang sabuk pengamannya.
"Bukan, ini milik Arga aku meminjamnya..." ucap Elbara kemudian melajukan mobilnya beranjak pergi dari kediaman Akila.
"Pukul berapa Delvano pulang?" tanya Elbara sambil masih fokus menatap ke arah jalanan sekitar.
"Biasanya pukul 3 dini hari atau paling enggak pagi harinya." ucap Akila sambil menoleh ke arah Elbara yang kini tengah fokus berkendara.
Elbara yang mendengar hal tersebut, lantas langsung mengusap pelan puncak rambut Akila kemudian tersenyum sekilas.
"Baiklah aku akan mengantar mu pulang sebelum pukul 12, agar kamu bisa beristirahat terlebih dahulu sebelum Delvano pulang." ucap Elbara dengan nada yang lembut.
"Terima kasih" ucap Akila sambil membalas senyuman dari Elbara.
Elbara terus melajukan mobilnya membelah jalanan ibu kota di malam hari dengan hati yang senang. Dikemudikannya mobil tersebut menuju ke suatu tempat untuk menikmati indahnya pemandangan di malam hari.
**
Beberapa menit berkendara, Elbara terlihat mulai memarkirkan mobilnya dan mengajak Akila untuk turun dari mobil.
Akila lantas menatap ke arah Elbara dengan tatapan yang bertanya tanya, ketika Elbara malah membawanya ke pantai malam malam begini setelah keduanya mulai melangkahkan kaki mereka memasuki bibir pantai.
"Mengapa kamu mengajak ku ke sini?" tanya Akila.
"Entahlah... aku juga tidak tahu, saat aku mengajak mu keluar pikiran yang pertama kali terlintas di benak ku adalah pantai." ucap Elbara sambil melepas jas yang ia gunakan dan memasangkannya kepada Akila.
Akila yang menerima jas tersebut lantas sedikit tersenyum, tadinya Akila mengira bahwa ia akan di ajak ke Resto atau semacamnya untuk dinner namun ternyata Elbara malah mengajaknya ke pantai, jadilah ia seperti salah kostum saat ini di mana ia malah mengenakan Dress dengan panjang selutut dan berbahan sifon namun berlengan pendek, membuat angin malam di pantai tersebut menembus langsung pada kulitnya.
"Dia manis sekali..." ucap Akila dalam hati ketika mendapat perhatian kecil tersebut dari Elbara.
__ADS_1
Keduanya kemudian terus melangkahkan kakinya menuju ke arah bibir pantai dan berjalan jalan santai di tepian.
"Pernahkah kamu berpikir sekali saja untuk pergi dan terbang bebas Ki?" tanya Elbara kemudian dengan tiba tiba.
"Pernah bahkan setiap detiknya, hanya saja... sekuat apapun aku berusaha untuk terbang bebas namun kenyataannya aku selalu kembali dan terjebak ke dalam perangkap yang sama." ucap Akila sambil menundukkan kepalanya menatap ke arah langkah kakinya yang tersapu dinginnya ombak kala itu.
Sedangkan Elbara yang mendengar ucapan Akila barusan, lantas dengan spontan langsung menghentikan langkah kakinya dan menatap ke arah Akila dalam dalam.
"Ada apa?" tanya Akila ketika Elbara menghentikan langkah kakinya secara tiba tiba.
"Percaya lah pada ku Ki, aku akan membantu terbang bebas ke manapun kamu mau..." ucap Elbara sambil mengulurkan tangannya tepat di hadapan Akila.
Akila yang melihat uluran tangan itu lantas termenung seketika, pikirannya kali ini benar benar bergejolak serta bercabang memikirkan keputusan apa yang akan ia ambil di saat saat seperti ini.
"Haruskah aku menerimanya?" ucap Akila dalam hati bertanya tanya.
Hingga pada akhirnya tangan yang semula ragu ragu mendadak secara perlahan mulai bergerak dan menghampiri uluran tangan Elbara yang masih dengan senantiasa menunggunya.
****
Mansion Elbara
Elbara sampai di mansion tepat pukul 12 dini hari, dengan langkah kaki yang ringan Elbara lantas melangkahkan kakinya memasuki mansion secara perlahan.
"Bagus banget kamu baru pulang jam segini, apa kau pergi menemui simpanan mu itu?" ucap Viona dengan nada yang ketus sambil menatap tajam ke arah Elbara, membuat Elbara lantas langsung terdiam seketika.
"Aku ada kerjaan dan harus ku selesaikan malam ini juga, sudahlah aku lelah aku ingin istirahat sekarang." ucap Elbara dengan nada yang lirih sambil melangkah melewati Viona begitu saja.
"Siapa wanita itu El?" ucap Viona yang lantas dengan spontan langsung menghentikan langkah kaki Elbara yang baru saja hendak berlalu pergi dari sana.
"Wanita siapa yang tengah kau bicarakan saat ini?" tanya Elbara dengan nada yang pura pura tidak tahu, walau sebenarnya Elbara sudah menduganya sejak awal kepulangannya.
Viona yang mendengar Elbara berkelit, lantas mulai tersenyum sinis dan menatap dengan lekat manik mata Elbara.
__ADS_1
"Jangan berlagak bodoh El karena aku sudah tahu semuanya!" ucap Viona dengan nada yang penuh penekanan di setiap ucapannya.
"Jangan melantur kau!" ucap Elbara dengan santainya sambil kembali melangkahkan kakinya meninggalkan Viona. Elbara benar benar sudah lelah terus bertengkar dengan Viona seperti ini.
"Aku tidak akan membiarkannya El! tidak akan pernah camkan hal itu!" teriak Viona yang langsung menggema memenuhi ruangan mansion tersebut, namun sama sekali tidak mengusik ataupun menghentikan langkah kaki Elbara yang berlalu pergi meninggalkannya.
Elbara melenggang pergi begitu saja menuju ke arah ruang kerjanya, tanpa memperdulikan teriakan dari Viona barusan.
"El... berhenti! Elbara..." teriak Viona berusaha menghentikan langkah kaki Elbara, hanya saja Elbara masih tetap melanjutkan langkah kakinya seakan ia tak mendengar teriakan histeris dari Viona barusan.
"Argggg" teriak Viona dengan keras ketika ia sama sekali tidak melihat Elbara berbalik dan menatap ke arahnya.
"Awas saja kau El!" imbuhnya kemudian sambil masih menatap ke arah punggung Elbara yang sudah tidak lagi terlihat pada pandangannya.
**
Keesokan paginya
Sebuah deringan ponsel, lantas membangunkan Elbara yang kini tengah tertidur di ruang kerjanya sejak semalam setelah pertengkarannya dengan Viona.
Elbara meraba meja yang terletak di sebelah sofa yang ia tiduri dengan gerakan perlahan, namun mata yang masih terpejam.
"Halo" ucap Elbara dengan suara serak khas bangun tidur setelah mengusap ikon berwarna hijau pada layar ponselnya.
"Tuan, apakah anda sudah melihat berita pagi ini?" tanya Arga ketika sambungan telponnya terhubung dengan Elbara.
Elbara yang mendengar ucapan Arga barusan, lantas langsung dengan spontan menjeda panggilan telponnya dan membuka siaran berita melalui layar ponsel miliknya hendak melihat berita apa yang baru saja di bicarakan oleh Arga di telepon.
Kabar mengejutkan datang dari pebisnis ternama di ibu kota, beberapa waktu lalu Elbara terciduk tengah bermesraan dengan seorang wanita yang tidak di ketahui identitasnya itu. Melalui sebuah foto yang beredar hubungan keduanya nampak terlihat intim, walau identitas si wanita tidak di ketahui namun warga net berbondong bondong menebak siapa wanita selingkuhan Elbara.
"Apa apaan ini?" ucap Elbara ketika melihat siaran berita infotainment tersebut.
Bersambung
__ADS_1