
"Tante An, David sudah melihat bunda, ternyata bunda sedang tertidur dengan menyusui Afnan." ucap David.
"Alhamdulillah jika Anabel tidak kenapa Napa juga, yang tante An takutkan bundamu setress juga." ucap Ana.
"Yaudah yuk kita lihat bundamu, Tapi David tetap di sini nemenin Bulan dan Bintang atau Bintang dan Bulan juga ikut tante An lihat bunda?." tanya Ana.
"Bulan dan Bintang mau ikut juga, kami mau meminta maaf sama bunda atas sikap kami." ucap Bintang, mewakili.
"Iya Bulan benar benar menyesal sudah bersikap seperti itu sama bunda, Bulan juga mau minta maaf." ucap Bulan.
"Baiklah yuk kita melihat bunda dan dek Afnan." ucap Ana.
"oceeeee tante An,yuuuuuk." ucap mereka serempak.
Bulan, Bintang,David dan Ana pun ke kamar Anabel untuk melihat keadaan Anabel.
"Bundaaaa kasian, tertidur bawa dedek." ucap Bintang , tanpa bisa ia cegah , ia pun menangis.
"Ini salah kita yang sudah bikin bunda seperti ini." ucap Bulan penuh sesal.
"Iyaaaa." jawab Bintang dengan sedih.
Ana pun masuk dulu ke kamar Anabel dan ingin menggendong bayinya.
__ADS_1
"David, tolong bantuin tante An dong, tante An mau ngendhong dek Afnan ini , nanti kalau tante An sudah ambil Afnan dari pangkuan bunda kamu, kamu ambil bantal ya buat bunda mu bersandar, karena kasian kalau bunda mu tidur seperti ini." ucap Ana menjelaskan kepada David.
David pun segera menuruti ucapan Ana segera mengambil bantal dan menaruhnya agar Anabel bisa bersandar ketika Ana sudah menggendong Afnan. Namun tak lama kemudian Anabel pun terbangun dari tidurnya.
"Loh An, kamu belum pulang? Astagaaaaa aku ketiduran..gimana aku belum masakkin buat Ferdi kalau pulang nanti. Ya Tuhan.. " ucap Anabel penuh sesal.
"Loh Bulan, Bintang, David kalian kok di sini juga? di kamar bunda? Astagaaaaa..aku lupa,, Alhamdulillah Bulan , Bintang kalian Uda tidak kenapa kenapa?" tanya Anabel cemas dan bingung.
"Iya bundaaa, Alhamdulillah kami Uda gak kenapa napa." ucap Bulan
"Maafkan kami bunda yang sudah buat bunda kelelahan dengan sikap kami tadi, maafkan kami bunda." ucap Bintang penuh sesal.
"Tadi tante An yang sudah menenangkan Bulan dan Bintang." ucap David.
"Iya sama sama bel." ucap Ana dengan tersenyum.
"Bel, aku pamit dulu ya, karena harus segera balik ke panti.Bu panti Uda nelfonin aku terus nih." ucap Ana.
"Okeee baiklah ,biar aku antar ya." ucap Anabel.
"Tidak perlu Bel, kamu juga kelelahan. Kamu jaga anak anak aja di rumah, biar aku pulang sendiri." ucap Ana.
"Hehehe maksudku antar sama depan pintu aja mbak An, hehehe." ucap Anabel.
__ADS_1
"oalaaaah bel, hahaha." Ana pun tertawa tanpa bisa di cegah.
"Yaudah aku pulang duluuuuu ya." ucap Ana
"okeeeee, kapan kapan mampir ke sini lagi. Kami pasti merindukan mu. ucap Anabel.
"Hehehe oceeee.Aku juga pasti sangaaaat rinduuu kalian."
Dan Anabel, Bulan ,Bintang juga David mengantar Tante Ana hingga depan pintu rumah mereka.
"oh ya Bel, ini aku kasih kamu buku tentang pengertian tantrum dan cara mengatasi anak tantrum.Tadi aku praktekkan ke Bulan dan Bintang Alhamdulillah berhasil hingga mereka tenang krmbali., ya kan dav? ucap Ana dengan memberikan buku tersebut ke Anabel.
"Ya tante An." ucap David.
"Wah terimakasih banyak ya mbak An, sangat bermanfaat ini." ucap Anabel dengan menerima buku pemberian dari Ana.
"iya sama sama, yaudah aku pamit dulu ya.Assalamualaikum." ucap Ana.
"iya mbak An, kirim salam juga ya sama ibu panti dan anak anak panti, waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh." ucap Anabel di ikuti oleh Bulan,Bintang dan David juga.
"oceeeee." ucap Ana.
Ketika Ana hendak hampir keluar dari rumah Anabel, begitupun ketika Anabel hendak menutup pintu rumahnya , Amel datang...
__ADS_1
"Kamu....ada di sini?" ucap Amel dengan menunjuk Ana, seakan menunjukkan sebuah kecemburuan.