
Setelah selesai makan malam dan membantu Anabel membereskan sisa makanan, Bulan dan Bintang pun segera ke kamarnya untuk beristirahat .
Begitupun Anabel, setelah berberes ia segera ke kamarnya untuk tidur, sebelum itu, Anabel ke kamar keempat anaknya secara bergantian untuk memastikan mereka sudah tidur atau belum.
Karena Anabel tidak ingin mereka di pagi hari gak bisa bangun karena kurang tidur di malam harinya.
"Kok masih nyala ya kamar Bintang dan Bulan..." lirih Anabel saat melihat kamar mereka masih nyala, Anabel pun segera menghampiri ke kamar Bulan dan Bintang untuk memastikannya.
_Kreeeeek_
"Loh belum tidur? Bintang? Bulan?" tanya Anabel.
"Iya bunda, belum... kami masih belum ngantuk bunda sama ingin bercerita sebentar, boleh ya Bunda?" ucap Bulan.
"Hemm, boleh. Tapi sebentar ya, setelah itu harus segera tidur, oke? Karena besok pagi kalian harus bangun dan sekolah, paham kan? bunda tidak ingin kalian mengantuk di sekolah dan tidak konsentrasi di sekolah ya." Ana mencoba mengingatkan Bulan dan Bintang.
"Iya Bunda..." ucap Bulan dan Bintang.
"Yasudah, bunda mau ke kamar juga ya, mau tidur. Ingat jangan tidur malam malam dan segera tidur. " pesan Anabel Kembali dan segera berlalu dari kamar Bulan dan Bintang setelah mereka megangguk.
"Kamu mau curhat apa Bulan?" tanya Bintang.
"Humm, kamu tau gak...." Bulan berhenti untuk beberapa saat.
"Enggak, tau apa?...." tanya Bintang dengan menggoda Bulan, yang pada akhirnya membuat Bulan kesal.
"Ihhh...aku kan belum selesai bicaranya. " ujar Bulan kesal, karena Bintang menghentikan begitu saja
ucapannya.
"Hahahaha, oke oke..maaf, yaudah lanjutttt gih ceritanya." lanjut Bintang.
"Oke, aku lanjutin ya... Jadi aku tadi ketemu laki laki yang bikin aku dag Dig dug. Kamu lihat juga gak di
musholla? dia tadi itu di sekolah, kasih uangku yang jatuh terus setelah itu bilang mau berlalu ke musholla. Ah, dia pasti lelaki baik yang sholeh.. Aku
__ADS_1
jadi berharap andai jodohku dia, pasti aku akan menjadi istri yang paling bahagia.
Atau.. seandainya aku jadi pacarnya, aku akan menjadi pasangannya yang terbahagia.." Bulan pun mulai berandai andai.
"Cieeee sepertinya ada yang sedang jatuh cinta nih, cieee, haha.. Eh tapi, Astaghfirullah.. ingat bukan
muhrim kalian itu. Gak baik juga kamu bayangin dia terus menerus seperti itu.
Lagipula jika dia benar benar lelaki Sholeh yang baik gak mungkin juga dia mau di ajak berpacaran atau ngajak kamu pacaran. Eummm ... emang lelaki siapa sih yang membuat kamu seperti ini? humm
aku sampai penasaran." ujar Bintang yang penasaran.
"Hehe iya betul juga kamu kalau dia lelaki Sholeh mana mau kan di ajak berpacaran? Astaghfirullah iya ya kenapa aku jadi bayangin gini, dosa.... tapi aku itu kagum sama dia Bintang dan rasa
kagum itu jatuh di hatiku, hehehe .... Iya, tadi kamu lihat dia gak pas di musholla? soalnya tadi itu dia juga ke arah musholla." tanya Bulan.
"Ya, mana aku tau Bulan, kan di sana juga banyak siswa laki laki.. Lagipula kan tadi kamu ke musholla, emang kamu gak liat dia ya? pas kamu ke musholla tadi?" tanya Bintang yang bingung.
"Ohya Bulan, Cinta dan kagum boleh saja, karena rasa cinta dan kagum gak salah, yang harus kita kondisikan bagaimana kita mengaplikasikan cinta dan rasa kagum itu sendiri agar jangan sampai jatuhnya zina." ucap Bintang mencoba menasehati Bulan.
"Iya sama sama Bulan sayang, saling menasehati ya kita." Bintang pun memeluk Bulan kembali.
"Umm uda, uda meluknya jangan terlalu kenceng ntar aku gak bisa nafas sayang.. Yuk kita lanjut ngobrol lagi." ucap Bintang agar Bulan melepaskan pelukannya.
"Hehehe, iya ya maaf, aku tadi terlalu senang karena kamu uda kasih aku nasehat the best.. hehe." ucap Bulan yang melepaskan pelukannya.
"Isssh lebay..." ucap Bintang.
" Hahahaha, Iya aku tadi enggak liat dia, karena dia pas bilang mau ke musholla ya pas kemungkinan kamu masih baru mau shalat juga. Sedangkan aku baru pas mau makan di kantin." jawab Bulan, yang melanjutkan pembicaraan mereka.
"Ooooh begitu...." ucap Bintang.
"Ohya kamu sendiri mau curhat apa Bintang?" tanya Bulan.
"Aku sepertinya ingin mondok deh Bulan,menurutmu bagaimana?" tanya Bintang.
__ADS_1
"Mondok? serius Bintang? kamu ingin mondok? kenapa tiba tiba begitu?" tanya Bulan yang terkejut dengan ucapan Bintang.
"Yah, entah mengapa...Aku merasa di sekolah sekarang, terlebih negeri tentu campur baur pergaulannya, ya meski tergantung diri sendiri bisa menjaga diri, tapi tetap aja ntah kenapa merasa
gak nyaman dan aku takut jatuh dalam dosa zina ataupun hati. Jadi aku ingin mutusin untuk mondok deh sepertinya Bulan..." ujar Bintang yang mulai
curhat.
"Humm begitu ya, tapi coba tanya bunda dan ayah setuju apa gak. Terus apa kamu gak kasian bunda dan ayah kalau harus bayar uang sekolah lagi?" ucap Bulan, yang sedikit membuat Bintang
pun berfikir kembali tentang keputusannya yang ingin ia ambil.
"Hemm, kamu betul juga Bulan. Tapi aku tetap ingin mondok sebenarnya..." lirih Bintang sedih.
"Ohya lalu bagaimana dengan perasaan Cleo? sepertinya dia suka sama kamu. Pasti dia akan merasa kehilangan kamu." ujar Bulan menggoda Bintang.
"Issh Bulan jangan begitu, Cleo sama aku bukan muhrim... apa hubungannya coba Cleo sama aku? aku gak peduli dengan Cleo dan aku gak suka dengan Cleo. Bintang pun segera merajuk setelah
mendengar ucapan Bulan.
"Isssh ada yang merajuk nih." Bulan pun mencoel dagu dan pipi Bintang, yang semakin membuat
Bintang kesal.
"Udah deh, jangan goda aku terus. Ohya kamu mau bantuin aku gak?" ucap Bintang yang memohon pada Bulan.
"Hahahaha, oke oke maafkanku ya. Ohya mau aku bantu apa emang?" tanya Bulan.
"Bantu nemenin aku ya, buat bilang ke bunda permintaanku ini." Bintang pun memegang tangan Bulan dan memohon padanya, agar Bulan mengabulkan permintaannya dan mau menemaninya saat mengucapkan hal tersebut kepada bundanya.
"Hemm, oke baiklah." Bulan pun menyetujui permintaan Bintang, karena ia tak tega dengan Bintang yang memohon seperti itu.
"Yasudah yuk tidur...sudah malam. Ingat pesan bunda tadi kan? supaya kita paginya semangat ke sekolah dan gak ngantuk.. Supaya bisa belajar dengan baik dan dapat nilai baik bisa banggakan
bunda." ujar Bintang, mencoba mengingatkan Bulan.
__ADS_1
"Iya ya, oke yuk tidur..." ucap Bulan dan mereka pun segera tidur bersama.