Ketika Cinta Harus Memilih

Ketika Cinta Harus Memilih
Episode Terbaru 42


__ADS_3

Keesokan paginya Anabel pun segera


menyiapkan Bihun bakso goreng sayuran untuk sarapan mereka pagi ini.


Beberapa menit kemudian telah siap dan


segera di hidangkan di meja makan.


"Sudah siap siapnya? yuk makan


ya. Bunda uda bikinin bihun bakso goreng sayuran buat kalian." ucap Anabel


dengan tersenyum kepada Ferdi dan keempat anaknya.


"Humm, enak..jadi gak sabar


makan." ucap Afnan yang selalu memuji masakan bundanya.


"Hehehe bisa aja, yaudah yuk


makan." ucap Anabel dan mereka pun segera memakannya.


Di sela mereka sarapan pagi, Bintang


dan Bulan pun mulai membuka percakapan tentang pembicaraan mereka tadi malam.


"Bunda, Ayah.. Humm Bintang, ada


yang ingin Bintang bicarakan sama Bunda boleh?" tanya Bulan, memulai


percakapan di antara mereka.


Karena Bulan tak tega melihat Bintang


yang terus menunduk dan tak berani bicara sampai sekarang. Terlebih ia sudah


berjanji kepada Bintang akan membantunya.


"Boleh, mau bicara apa? kok Bulan


yang wakilkan bicara? " tanya Anabel yang penasaran.


"Iya, kok Bulan yang wakilkan


bicara? Emang mau bicara apa Bintang?" tanya Ferdi yang juga penasaran.


"Bintang, bicaralah...."


Bulan meminta Bintang untuk memulai bicara.


"Iya Bintang, mau bicara apa?

__ADS_1


bicara saja. Jangan takut, kok sampai harus di wakilkan ke Bulan?" ucap


Anabel yang bingung juga penasaran.


"Iya bicaralah, jangan takut.


Kami tidak akan marah dan akan mendengarkan. Dan jika itu sebuah permintaan


selagi kami bisa wujudkan, akan kami wujudkan. Jadi jangan takut, bicaralah...


" ujar Ferdi dengan tersenyum.


"Bunda, Ayah... Humm Bintang mau


bicara boleh?" tanya Bintang, yang mulai membuka suara .


"Boleh, silahkan mau bicara apa?


tanya Anabel yang penasaran.


"Iya nak bicara apa? silahkan,


kami akan dengarkan..." ucap Ferdi.


"Bunda.... Bintang ingin


mondok." ucapan Bintang sontak membuat semua orang di ruangan tersebut


"Bintang ingin mondok? serius


sayang? kenapa kok tiba tiba Bintang ingin mondok? tanya Anabel yang bingung


"Humm, Bintang merasa gak nyaman


Bunda." ucap Bintang dengan menunduk.


"Gak nyaman kenapa sayang? dan


kenapa menunduk seperti itu?" tanya Anabel kembali.


"Bintang hanya takut, bila


Bintang tak bisa menjaga pergaulan Bintang, hingga pada akhirnya Bintang


terjatuh ke dalam dosa zina dan tak bisa menjaga hati Bintang ini, sebagaimana


seharusnya. Bintang tidak ingin itu terjadi Bun,... Bintang harap bunda dan


ayah paham dan mau mengabulkan permintaan Bintang ini. Sebelumnya Bintang minta


maaf mungkin permintaan Bintang akan membuat bunda juga ayah bingung dan

__ADS_1


pusing. Bintang hanya ingin mempelajari Islam lebih dalam seperti waktu di SD


Bintang... Bintang rindu hafalan, dan kegiatan agama lainnya bukan campur baur


seperti ini bunda dan kata temen temen Bintang, di sana kita akan di ajarkan


mandiri bersama teman teman dan merasakan kekeluargaan bersama mereka. Di sana


Bintang juga bisa belajar agar bisa menjadi guru dan ibu yang baik bagi calon


anak anak Bintang nantinya, di sana Bintang yakin kegiatan ibadah lebih teratur


dan menurut Bintang di pondok tempat belajar yang tepat terutama untuk


mendalami dan mengenal Islam, entah mengapa dengan begitu hati Bintang akan


merasa tenang." ucap Bintang kembali dengan masih menunduk.


"Coba tatap mata bunda dan ayah


bicaranya, kenapa harus menunduk, hem?" permintaan Anabel membuat Bintang


terdiam untuk sesaat.


"Maaf bunda, ayah,


Bintang...Bintang..." ucap Bintang ragu dan takut.


"Gak papa bicara aja ya sama


bunda dan ayah, jangan takut." Anabel memegang tangan Bintang, berusaha


menenangkannya. Sedangkan Ferdi mencoba diam dan menyimak saja pembicaraan


tersebut.


Bintang pun menenangkan dirinya


setelahnya menatap Anabel dan memulai berbicara kembali, mengulang


permintaannya yang barusan ia katakan.


***********


"Hemm kira kira bagaimakah respon


Anabel dan Ferdi ???


Dan apakah mereka akan menyetujuinya


...?

__ADS_1


__ADS_2