Ketika Cinta Harus Memilih

Ketika Cinta Harus Memilih
Episode Terbaru 31


__ADS_3

Setelah 3 hari di rawat inap di rumah sakit, Ana pun kembali ke rumahnya yang ia tempati bersama Ferdi. Ana segera membereskan barang dan pakaian yang akan ia bawa pergi dari sini, karena bagaimanapun ia telah di usir oleh Ferdi dari rumah ini.


Ana kini harus memikirkan bagaimana nasib dirinya dan anaknya. Ana benar benar menyesal dan tak


menyangka semua terjadi begitu saja. Rasanya ia masih tak ingin mempercayai kenyataan yang ada bahkan rasanya perlu waktu untuk mencerna tentang apa yang terjadi saat ini.


Ana merasa terhempas begitu saja, seperti kala itu.


Kebahagiaannya terasa terenggut dalam sekejap dan ia harus merasakan kesepian lagi seperti dulu, tanpa orang terkasih yang menyayanginya.


Bagaimana tidak, setelah ia melahirkan, tapi Ferdi sama sekali tak menengoknya di ruang rawat inap kemarin, justru Pak Hery lah yang menengoknya dan memberikannya perhatian.


Ana merasa menyesal telah menghancurkan dan menyakiti pak Hery dan keluarganya hingga kini dirinya sendiri juga hancur bersama hatinya yang patah saat ini. Namun sayang, Pak Hery tidak bisa terlalu lama di sana, karena April tidak menyetujui bila pak Hery menemui Ana dan memberikan perhatian padanya.


Hingga Ana pun mengurus sendiri dirinya dan keperluannya hingga ia kembali ke rumahnya yang pernah ia tempati bersama Ferdi dan saat ini ia akan pergi dari rumah itu.


Ana pun sudah berjanji pada dirinya sendiri bila ia takkan mengulangi kesalahan yang sama dan akan menjaga juga merawat anaknya walau seorang diri.


Karena tak ada lagi yang mengharapkan kehadirannya dan anaknya, bahkan ayahnya sendiri.


Setelah membereskan segala keperluan yang harus di bawa, Ana pun segera pergi dari rumah itu bersama banyinya yang baru saja lahir.


********


Sedangkan di tempat yang berbeda, Anabel saat ini belum sadarkan diri, dan mereka menanti dan berharap agar Anabel segera sadarkan diri.


Ferdi kini benar benar menyesal karena kebodohannya, ia berhasil di permainkan oleh perempuan itu untuk membalas dendamnya dan kini ia benar benar harus kehilangan anaknya dan seakan kehilangan Istrinya juga yang saat ini


Ferdi berjanji bila Anabel sadar nanti, ia takkan duakan Anabel lagi dan akan mencurahkan cinta dan kasih sayang kepada Anabel.


Ferdi pun lekas ke masjid untuk melaksanakan shalat dan mengaji di sana untuk mendoakan kesembuhan Anabel. Karena menyesal tanpa doa takkan mengubah apapun itu.


Kini Ferdi menyadari memang benar terkadang penyesalan datang terlambat oleh sebab itu seharusnya sebelum mengambil keputusan sebaiknya memikirkan terlebih dahulu.


*********

__ADS_1


Beberapa tahun kemudian.....


Ferdi memutuskan untuk membawa keluarga besarnya pindah ke luar kota agar bisa melupakan kenangan buruk di kota ini. Ferdi hanya ingin melupakan tentang Ana, bayinya atau kejadian buruk yang pernah ia alami di sini.


Ferdi juga tak ingin Ana terus mengusik hidupnya dengan alasan apapun itu. Karena sungguh Ferdi telah membenci sosok Ana dan sangat kecewa padanya. Hingga Ferdi memutuskan untuk pindah


ke luar kota dan memulai hidup baru di sana.


Kini Bulan, Bintang dan David telah menginjak remaja. Bulan dan Bintang kini berumur 13 tahun bertepatan pertamakali duduk di bangku sekolah menengah pertama ( SMP) sedangkan David kini berumur 16 tahun bertepatan dirinya pertama kali duduk di bangku sekolah menengah atas ( SMA).


Sedangkan Afnan kini berusia 9 tahun bertepatan kelas 4 SD. Bulan dan Bintang tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik. Sedangkan David menjadi pemuda yang ganteng juga keren. Bahkan David di gandrungi banyak perempuan perempuan remaja lainnya.


Afnan meski masih kecil ia menjadi sosok laki laki yang sudah berwajah tampan dan cerdas dalam mata pelajaran apapun, Afnan selalu meraih piala olimpiade di berbagai lomba yang ia ikuti dan itu


semakin membuat Anabel juga Ferdi sebagai kedua orangtuanya bahagia dan bangga kepadanya.


Begitupun dengan Bulan, Bintang dan David juga tumbuh menjadi remaja yang cerdas dan selalu meraih piala olimpiade di berbagai lomba yang mereka ikuti juga.


*******


Pagi pagi sekali sehabis melaksanakan ibadah shalat subuh, Bintang turun ke bawah dan menuju dapur untuk membantu membuatkan sarapan mereka pagi ini.


"Gak papa nak, bunda kuat kok insya Allah untuk masak. Lebih baik kamu siap siap ya, supaya gak telat berangkat sekolah kamu. Terlebih hari ini pertama kalinya kamu masuk SMP kan? jadi jangan sampai telat." ucap Bundanya dengan tersenyum.


"Tapi Bunda...." ucap Bintang.


"No no no, gak ada tapi tapian. Bunda ingin buat makanan spesial untukmu dan kamu harus bersiap untuk berangkat ke sekolah, oke. Bangunin juga Bulan dan David kakakmu ya." Bundanya meneruskan menggoreng telur dadar dan nasi goreng di wajan.


"Oke, tapi besok Bintang ya Bunda yang buatin masakan. Kalau bunda nolak permintaan Bulan, Bulan akan telfon eyank biar bunda kena marah." ancam Bintang.


"Hemm.... sekarang berani ya ancam bunda? hemm okeeeee.. Bunda akan nurut sama Bintang deh, tapi untuk kali ini aja, untuk hari ini bunda harus masak karena bunda ingin masak spesial di hari pertama kalian masuk ke sekolah baru kalian." ucap Bundanya.


"Okeee Bunda, tapi Bintang tadi sudah siap siap dan sudah bangunin Bulan juga kak David. Jadi Bintang bantuin bunda masak ya ..." ujar Bintang kembali.


"Hemm, oke deh kalau bintang maksa, yang penting Bintang sudah menyiapkan untuk keperluan sekolah." ucap Bundanya.

__ADS_1


"Makasih Bunda. Bintang sudah kok menyiapkan keperluan sekolah tadi malam." Bintang pun segera membantu bundanya untuk memasak.


"Alhamdulillah sudah selesai bunda." Bintang tersenyum karena masakan yang ia buat bersama bundanya telah selesai.


Setelah selesai, mereka menyiapkan makanan yang sudah matang di meja makan. Seperti hal nya pagi ini, mereka semua telah berkumpul di meja makan untuk sarapan sebelum masing masing dari mereka


beraktivitas.


"Humm baunya harum bikin lapar...." ucap mereka.


"Yasudah, ayo makan.." Dan mereka pun makan.


"Humm enak ya masakan bunda, selalu enak" ketiga anaknya memuji masakan Anabel.


"Humm, iya enak masakan Istriku ini.." Ferdi tak mau kalah memuji masakan istrinya juga.


"Ah, kalian bisa aja.. ini bunda masak di bantu Bintang kok..."


"Humm yauda masakan istri dan anak ayah enak ..." Ferdi memujinya lagi.


"Yaudah yuk lekas di habiskan makanannya supaya tidak terlambat..." Dan mereka pun melanjutkan makannya.


Beberapa menit kemudian, mereka pun telah selesai sarapan paginya dan bersiap untuk pergi ke sekolah.


"Ingat, belajar yang benar di sekolah, pilih teman yang baik dan benar supaya kalian tidak salah pergaulan dan arah, juga jangan sampai kalian ikut kenakalan remaja ya. Bunda tidak ingin kalian seperti itu. Bunda mau kalian benar benar belajar di sekolah dan bisa meraih prestasi kalian sehingga bisa buat bunda dan ayah bangga.


Pertahankan dan tingkatkan nilai kalian seperti kalian belajar di sekolah kalian yang sebelumnya ya." ucap Bundanya dengan tersenyum dan mengelus kepala mereka.


"Baik Bunda...." mereka pun salim satu per kepada bundanya dan Anabel mencium dahi mereka satu persatu sebagai tanda sayang.


"Yank, aku berangkat dulu ya." ucap Ferdi mencium dahi Anabel.


"Iya Mas, hati hati ya..." Anabel pun salim kepada suaminya.


"Jangan terlalu banyak merenung ya yank dan kecapean. kamu harus berfikiran positif dan banyak istirahat oke, ingat pesanku ya..." Ferdi menatap istrinya

__ADS_1


Setelah Kepergian mereka, Anabel ambruk dan termenung sendiri. Tanpa ia inginkan, seringkali ingatan di hari lalu membayanginya dan membuatnya sesak juga merasa bersalah.


Anabel segera menghapus air matanya, karena ia tidak ingin terlalut dalam kesedihan dan segera berberes rumah...


__ADS_2