Ketika Cinta Harus Memilih

Ketika Cinta Harus Memilih
Laporan penganiyayaan


__ADS_3

Ruangan Elbara


Terlihat dua orang polisi sedang duduk dan berbicara serius dengan Elbara, Elbara semula tidak terlalu mengerti akan arah pembicaraan kedua polisi ini, namun setelah beberapa menit mengobrol barulah perlahan lahan Elbara mulai paham bahwa ini semua buntut dari tindakan spontan yang di lakukan oleh Elbara pada Delvano di kamar mandi Resto kemarin.


Selama proses pembicaraan Elbara tidak menyanggah ataupun mengiyakan ucapan dari kedua polisi tersebut, karena memang kedatangan mereka ke ruangannya bukanlah untuk melakukan penangkapan melainkan untuk meminta kehadiran Elbara untuk proses pemeriksaan di kantor polisi, hingga saat ini status Elbara belum di tetapkan sebagai tersangka, namun tidak menutup kemungkinan jika setelah kedatangan Elbara ke kantor polisi, statusnya akan berganti menjadi tersangka.


"Baiklah kalau begitu saya akan ikut ke kantor polisi bersama dengan bapak bapak." ucap Elbara kemudian yang sudah mengerti duduk permasalahannya dan bersedia untuk di bawa ikut ke kantor polisi.


"Terima kasih banyak atas kerja samanya, mari..." ucap salah seorang polisi sambil menunjukkan jalan agar Elbara mengikuti langkah kakinya keluar dari ruangan Elbara.


Pada akhirnya mau tidak mau Elbara lantas harus mengikuti dua orang polisi tersebut yang memintanya untuk datang ke kantor polisi bersama dengan mereka berdua.


**


Sedangkan Arga yang melihat bosnya akan pergi bersama dengan dua orang polisi, lantas langsung mendekat ke arah Elbara kemudian menghentikan langkah kakinya tepat di samping Elbara.


"Datanglah ke Resto klasik di pusat kota, minta beberapa rekaman kamera pengawas dan juga beberapa hal yang bisa menjadi barang bukti untuk kasus ini, jangan lupa untuk menghubungi Rehan agar membantu menangani kasus kali ini." ucap Elbara memberikan perintah.


Arga yang langsung mengerti apa yang tengah terjadi dengan spontan langsung menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Arga menatap kepergian tuannya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan kemudian mengambil ponsel di saku jasnya dan mendial nomor seseorang di sana.


"Datanglah ke Resto klasik di pusat kota, cari tahu apa yang tengah terjadi pada tuan Elbara semalam, sepuluh menit lagi aku akan datang ke sana." ucap Arga memberikan perintah kemudian menutup sambungan telponnya begitu saja, tanpa menunggu jawaban dari seseorang di seberang sana.


Setelah menghubungi bawahannya, Arga kembali berkutat dengan layar ponsel miliknya dan mengirim pesan kepada Rehan selaku pengacara perusahan sekaligus sahabat Elbara untuk membantu kasus ini.


"Semoga semuanya baik baik saja." ucap Arga dalam hati setelah memberikan kabar kepada Rehan, sambil masih menatap kepergian Elbara walau punggung tuannya tidak lagi terlihat di sana.


***

__ADS_1


Kantor polisi


Di dalam ruangan yang tertutup, Elbara di berikan berbagai pertanyaan seputar kejadian yang terjadi di Resto kemarin. Satu persatu pertanyaan mulai keluar dari mulut polisi tersebut yang tentu saja harus mendapatkan jawaban dari pertanyaannya tanpa bisa di tutup tutupi oleh Elbara, kecuali Elbara memilih mengambil hak untuk tetap diam hingga pengacaranya datang dan mengurus segalanya.


Elbara yang tidak ingin memperumit keadaan, hanya menjawab ala kadarnya saja sambil menunggu Rehan sebagai pengacaranya datang dan juga Arga yang sedang menyiapkan bukti bukti yang bisa membebaskannya dari jerat laporan Delvano kali ini.


"Apakah kamu sadar yang kamu lakukan adalah sebuah tindak kekerasan?" ucap polisi tersebut lagi karena Elbara hanya menjawab ala kadarnya saja tanpa benar benar menjawab pertanyaan dari pihak kepolisian, seakan akan Elbara sengaja mengulur waktu hingga pengacaranya datang.


"Bukankah saya memiliki hak untuk tetap diam sampai pengacara saya datang?" ucap Elbara kemudian yang lantas membuat polisi tersebut tersenyum dengan sinis.


"Memang benar, tapi setidaknya cobalah untuk bersikap kooperatif agar kami bisa memproses kasus ini lebih mudah dan tidak berkepanjangan." ucap petugas polisi tersebut lagi.


"Saya sudah menjawab pertanyaan anda semampu saya, jika anda menginginkan jawaban yang lebih dari saya, maka anda bisa berkomunikasi melalui pengacara saya." ucap Elbara dengan nada yang santai, namun mampu membuat petugas polisi tersebut kesal.


**


Terlihat Arga dan juga seorang bawahannya, tengah berkutat di ruang keamanan melihat rekaman kamera pengawas pada hari itu untuk mencari bukti ketidak bersalahan Elbara pada kasus ini.


Arga yang tidak tahu kapan persisnya kejadian tersebut terjadi, pada akhirnya mau tidak mau harus memutar rekaman kamera pengawas tersebut dari awal hingga akhir. Baik Arga maupun bawahannya, mencoba untuk fokus sedari tadi mencari menit ke berapa Elbara dan Akila datang ke Resto.


"Stop... berhenti di situ." ucap Arga kemudian ketika melihat Akila nampak bangkit dari tempat duduknya dan melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar mandi.


Seulas senyum terbit dari wajah Arga ketika melihat Delvano yang tengah duduk di meja bagian sudut tak jauh dari tempat duduk Akila, nampak ikut bangkit dan menyusul kepergian Akila yang menuju ke arah kamar mandi.


"Ketemu" ucap Arga dengan senyum yang mengembang.


**

__ADS_1


Hotel Star


Arga yang sudah mengetahui cara untuk membebaskan Elbara dari laporan tersebut, lantas terlihat melangkahkan kakinya menuju ke kamar President Suit tempat di mana Elbara kemarin masuk bersama Akila semalam.


Di ketuknya perlahan pintu kamar secara berulang kali, sambil menunggu kedatangan Akila untuk membukakan pintu untuknya.


Tok tok tok


Criet...


Perlahan tapi pasti Akila terlihat mulai membukakan pintu kamar hotel tersebut dan langsung di sambut wajah serius Arga yang sudah menantinya sedari tadi di depan pintu, membuat Akila yang tidak tahu apa apa, lantas hanya menatap bingung ke arah Arga saat ini.


"Anda harus ikut dengan ku dan menjelaskan kepada pihak kepolisian tentang kejadian kemarin di Resto klasik." ucap Arga langsung pada intinya membuat Akila yang tidak mengerti arah pembicaraan Arga hanya terdiam dengan tatapan yang bingung.


"Bisakah kamu menjelaskannya secara perlahan? aku tidak mengerti maksud dari ucapan mu barusan." ucap Akila dengan raut wajah yang bingung.


Sedangkan Arga yang mendapat pertanyaan dari Akila barusan, hanya bisa menghela nafasnya panjang.


"Saya akan menjelaskannya di perjalanan, yang terpenting sekarang anda harus ikut saya terlebih dahulu ke kantor polisi." ucap Arga lagi.


Pada akhirnya mau tidak mau Akila lantas mengikuti langkah kaki Arga yang akan membawanya menuju ke kantor polisi.


Dalam perjalanannya ke kantor polisi, Arga menjelaskan secara detail tentang permasalahan yang kini tengah di hadapi oleh Elbara. Akila benar benar tidak menyangka bahwa Delvano akan benar benar melaporkan Elbara ke kantor polisi atas tuduhan penganiayaan, padahal jelas jelas Elbara melakukan pemukulan terhadap Delvano kemarin adalah sebagai bentuk dari upaya Elbara yang menyelamatkan Akila.


"Semoga saja Elbara baik baik saja." ucap Akila dalam hati terus mengulang kata kata itu selama perjalanannya menuju ke kantor polisi.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2