Ketika Cinta Harus Memilih

Ketika Cinta Harus Memilih
Episode Terbaru 29


__ADS_3

"Dan Papa juga ingin menyampaikan sesuatu yang penting yang harus kamu dengar. Papa bukanlah pembunuh ayahmu...." ucapan Hery terhenti saat Anabel memotong ucapan Hery .


"Cukup!! Saya sudah cukup sabar mendengarkan perkataan Bapak tadi dan cukup hentikan ucapan kosong Bapak!!"


"Pak Hery pembunuh orang tua saya dan sampai kapanpun penilaian saya tak berubah, pembunuh tetap pembunuh begitupun dengan Pak Hery!!" ujar Ana dengan nada penuh kebencian.


"Tunggu Nak, Papa mohon dengarkan perkataan Papa sebelum kamu menilai Papa seperti itu. Jika tidak untuk selamanya kamu takkan tau kebenaran ini dan hatimu akan di penuhi rasa benci dan dendam itu. Bukankah Papa sudah mengatakan jika kebencian dan dendam itu akan menghancurkan dirimu sendiri?..."


"Nak, dengarlah kebenaran yang seharusnya kamu dengar. Papa bukan pembunuh ayahmu. Ayahmu yang bernama pak Kevin bukan? Memang benar Papa teman bisnis dari Ayahmu itu, tapi kala itu seseorang menjebak Papa. Bahkan hubungan Papa dan ayahmu sangat baik.


Kami bersahabat dan berteman sangat baik hingga membuat seseorang cemburu dan ingin menghancurkan persahabatan dan bisnis kami.


Ya, seseorang itu yang telah merenggut


nyawa Papamu...." Hery menghentikan ucapannya sejenak sebelum melanjutkannya.


"Gak, gak mungkin.. Jangan berbohong Pak Hery untuk menutupi betapa busuknya bapak!!" tegas Ana dengan menatap tajam ke Hery dengan di liputi emosi dan kebencian.


"Tenang nak, tenang dulu...." Hery mencoba menenangkan Ana, sebelum melanjutkan ucapannya.


"Memang benar Papa dan ayahmu bersahabat. Jika kamu tidak percaya, nanti bila kita telah sampai di rumah, Papa akan tunjukkan foto kebersamaan kami di album itu, sungguh Papa masih

__ADS_1


menyimpannya.


Kala itu, ada seseorang menculik Papa saat Papa ingin menuju rumah ayahmu, dan ia mencuri mobil Papa untuk mencelakai ayahmu hingga mereka semua menyangka Papalah pembunuh ayahmu itu." Hery mencoba menjelaskan kebenarannya.


"Hah, yaa Allah... apa itu benar?? lalu aku salah berarti selama ini telah menuduh dan menilai seseorang yang tak bersalah bahkan aku membenci dan ingin membalas dendamku kepadanya dan keluarganya.


Yaa Allah, maafkanku yang telah salah menilai dan membenci...." Ana yang tak mempercayai kenyataan yang baru saja ia dengar, sedangkan pak Hery tersenyum mendengar penuturan Ana.


Namun Ferdi tak bisa fokus mendengarkan pembicaraan mereka, karena ia melihat para dokter dan perawat keluar masuk dari ruangan IGD dan Ferdi sangat takut terjadi sesuatu pada Anabel, Istrinya.


"Pak, maaf ini keluarga Anabel? keluarganya di tunggu ya di ruangan dokter ada sesuatu penting yang harus di bicarakan." ucap perawat itu tiba tiba, menghentikan pembicaraan mereka.


"Ehmm, iya Pak. Baik kami akan segera ke sana." ucap mereka yang segera mengikuti langkah dokter dan perawat tersebut.


kepada psikologisnya dan ibu yang setress akan bisa membahayakan janinnya atau


calon bayi ibu itu."


"Maksudnya dok?? Lalu bagaimana keadaan istri dan calon bayi saya? " tanya Ferdi tak mengerti.


"Maaf Pak, calon anak anda tidak bisa kami selamatkan..." dokter tersebut menghentikan ucapannya untuk sejenak.

__ADS_1


"Yaa Allah, aku kehilangan calon anakku, lalu bagaimana dengan istri saya? dia tidak kenapa napa kan dok? dia selamatkan?" Ferdi menanyakan beberapa hal ke doktkataer tersebut.


"Tenang pak, istri anda Alhamdulillah selamat pak, tapi saat ini kondisinya sedang Kristis pak. Istri


anda Koma pak." ucap dokter tersebut.


"Yaa Allah, ....." Ferdi tak bisa berkata kata.


"Yaa Allah anakku, anakku yaa Allah..hiks" April pun tak mampu menahan rasa terkejutnya dan tangisnya saat tau mengenai kondisi anaknya. Sedangkan Hery memeluk istrinya, mencoba


menenangkan April.


"Dan ada satu hal lagi yang harus saya beritahu..."


"Apa dok?" tanya Ferdi.


"Isrti anda kemungkinan akan sulit memiliki anak lagi dan kemungkinannya sangat kecil bahkan sebenarnya kami akan melakukan pengangkatan rahim pada istri anda karena terjadi sesuatu pada


rahimnya karena Istri anda yang terjatuh dan mengakibatkan rahimnya kontraksi dan keadaannya seperti ini, koma dan harus kehilangan calon bayinya hingga kesulitan untuk hamil lagi bahkan harus di lakukan pengangkatan rahim jika


tidak ingin terjadi sesuatu pada istri anda."

__ADS_1


"Maksudnya apa dok?" Ferdi yang begitu terkejut dengan penuturan dokter tersebut.


"Karena jika rahimnya tak di angkat, ia akan merasakan kesakitan terus menerus di bagian rahimnya." jelas dokter tersebut yang membuat semua orang di sana terdiam.


__ADS_2