Ketika Cinta Harus Memilih

Ketika Cinta Harus Memilih
Kena kau!


__ADS_3

Setelah penyiksaan yang di lakukan oleh Delvano secara bertubi tubi, Akila kali ini benar benar sudah tidak ada tenaga lagi hanya untuk sekedar bangkit dan kembali berusaha melawan Delvano.


Sedangkan Delvano yang melihat Akila sudah lemas tergeletak di lantai, lantas langsung mengambil telpon rumah yang berada di ruangan kerjanya dan membawanya mendekat ke arah di mana Akila berada.


"Telpon dia sekarang dan katakan jika kau ingin bertemu dengannya di hotel saat ini!" ucap Delvano sambil melempar gagang telpon tepat ke arah Akila.


Akila yang mendengar hal itu, lantas langsung menggeleng dengan pelan menandakan bahwa ia tidak ingin melakukan apa yang di perintahkan oleh Delvano saat ini kepadanya.


Sedangkan Delvano yang melihat adanya penolakan dari Akila, lantas langsung mendekat ke arahnya dan menjambak rambut Akila dengan kasar, berusaha untuk membuat Akila agar menuruti ucapannya.


"Jika ku bilang untuk telpon ya telpon! apa kau tuli ha?" teriak Delvano yang lantas membuat Akila terkejut dan dengan spontan langsung mengambil gagang telpon tersebut.


Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menunggu jawaban dari seberang sana, hingga setelah beberapa menit kemudian barulah terdengar suara Elbara di seberang sana.


"Halo" ucap sebuah suara dari seberang sana yang lantas membuat Akila cukup lega ketika mendengarnya.


"Bi... bisakah kita untuk bertemu El?" ucap Akila dengan nada yang lirih sambil berusaha sekuat tenaga menahan rasa sakit di kepalanya karena jambakan dari tangan Delvano barusan.


"Apakah ada sesuatu yang terjadi padamu Ki?" tanya Elbara dengan nada yang penasaran karena tidak biasanya Akila menelpon terlebih dahulu seperti ini.


"Hem" jawab Akila dengan singkat.


"Kamu ingin bertemu di mana?" tanya Elbara kemudian tanpa ingin mempertanyakan alasan sebenarnya Akila mengajak untuk bertemu.


"Hotel tempat kita bertemu pertama kalinya." jawab Akila dengan singkat.


"Baiklah kalau begitu datanglah ke kamar President Suit lantai paling atas, aku akan menunggu mu di sana." ucap Elbara kemudian.


"Iya see you" ucap Akila kemudian menutup panggilan telponnya secara sepihak.


Delvano yang melihat Akila sudah melakukan seperti apa yang telah ia suruh, lantas langsung tersenyum sinis dan melepaskan tangannya dari rambut Akila kemudian bangkit perlahan.

__ADS_1


"Sekarang ganti baju mu dan pergi temui selingkuhan mu itu! bukankah aku suami yang baik Ki? hanya aku satu satunya pria yang mengizinkan istrinya untuk menemui selingkuhannya itu." ucap Delvano kemudian dengan nada yang datar sambil tersenyum dengan sinis ke arah Akila.


"Tidak mas... aku minta maaf.. jangan memaksa ku untuk melakukan hal ini ku mohon..." ucap Akila sambil mulai merayap mendekat ke arah Delvano dengan nada yang memohon kepada Delvano, berharap Delvano tidak benar benar melakukan hal ini padanya.


Delvano yang merasa kakinya di sentuh oleh Akila, lantas langsung kembali berjongkok dan menatap tajam ke arah Akila.


"Jika aku bilang pergi ya pergi... apa kau tidak paham juga?" ucap Delvano dengan nada yang kesal sambil menghempaskan tubuh Akila begitu saja.


"Rencana apa lagi yang saat ini ada di otaknya?" ucap Akila dalam hati sambil perlahan lahan bangkit dan berjalan dengan tersayat sayat menuju ke arah kamarnya untuk berganti baju.


"Jika kau berani berselingkuh di belakang ku, maka aku akan membuat mu benar benar terlihat seperti perempuan gatel yang menyelingkuhi suaminya. Bukankah itu yang kau inginkan Ki?" ucap Delvano kemudian setelah kepergian Akila dari ruangan tersebut.


***


Hotel Star


Baik Akila dan juga Delvano terlihat tengah berdiri di dalam lift hotel tersebut. Keduanya saling diam tanpa adanya pembicaraan atau sepatah kata apapun yang keluar dari mulut keduanya.


Akila yang memang tubuhnya terasa seperti remuk redam, lantas menyandarkan sedikit tubuhnya dan berpegang erat pada pegangan lift tersebut. Keringat dingin kini bahkan sudah membasahi dahinya, pijakannya benar benar terasa sangat berputar saat ini.


Untuk menutupi perbuatan Delvano yang baru saja selesai menyiksanya, Akila memilih menggunakan pakaian mantel lengkap dengan kerudung yang di lilitkan di kepalanya begitu saja dan juga kaca mata hitam untuk menutupi area matanya yang mulai membiru.


Akila yang takut lukanya terlihat, lantas berusaha untuk membenarkan pakaian dan kerudungnya secara berkali kali sedari tadi.


"Tuhan bantu aku melewati ujian mu kali ini... aku mohon..." ucap Akila meminta dengan penuh harap kepada Sang Pembuat Hidup.


Ting...


Suara dentingan pintu lift yang terbuka, lantas membuyarkan keheningan yang terjadi di antara keduanya.


"Keluar dan jalan lah lebih dahulu!" ucap Delvano memberikan perintah kepada Akila.

__ADS_1


"Bisakah kita untuk pulang saja ke rumah mas? aku akan berusaha untuk menjadi istri yang lebih baik lagi untuk mu..." ucap Akila dengan nada yang lirih berusaha untuk kembali membujuk Delvano.


Namun malah membuat Delvano menatap tajam ke arahnya ketika mendengar ucapan dari Akila barusan.


"Aku tidak akan pernah mengulangi perkataan ku hingga kedua kalinya Ki, jika aku berkata pergi ya pergi... apa kau ingin menguji ku saat ini?" ucap Delvano dengan nada yang tertahan.


Akila yang mendengar hal tersebut, lantas langsung melepas genggamannya dengan perlahan dan mulai melangkahkan kakinya keluar dari dalam lift menuju ke arah kamar President Suit yang dibicarakan oleh Elbara di telpon tadi.


Setelah berjalan dengan cukup lama Akila lantas menghentikan langkah kakinya tepat di pintu kamar hotel, dihembuskannya nafas Akila dengan perlahan baru setelah itu ia mulai memencet bel pintu kamar tersebut.


Ting tong ting tong...


Akila yang mulai merasakan pusing lantas langsung berpegangan pada dinding tembok berusaha untuk menyanggah tubuhnya sendiri.


"Akila?" ucap Elbara kemudian tepat setelah pintu kamar hotel tersebut di buka oleh Elbara.


Akila yang mendengar suara tersebut lantas langsung mendongak ke arah atas.


"El..." panggilnya dengan lirih.


Bruk...


Tubuh Akila jatuh begitu saja di pelukan Elbara, membuat Elbara yang menangkap tubuh Akila dengan tiba tiba lantas sedikit terkejut. Hingga Delvano yang memang sengaja lewat di depan pintu hanya untuk memfoto keduanya sama sekali tidak di ketahui oleh Elbara, saking fokusnya kepada Akila yang tiba tiba pingsan dan jatuh di pelukannya.


"Kena kau! kita lihat saja berita bagus yang akan aku keluarkan besok khusus untuk my." ucap Delvano dengan tersenyum penuh kemenangan kemudian berlalu pergi tanpa memikirkan Akila sama sekali.


**


Sementara itu Elbara yang terlihat masih terkejut akan kondisi Akila, lantas langsung mengangkatnya dan menidurkannya ke ranjang.


"Ki bangun Ki... Akila..." teriak Elbara mencoba menyadarkan Akila dari pingsannya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2