
Ferdi pun mencoba menenangkan nya Anabel, menyandarkan Anabel di dadanya dan menggenggam tangan nya. mengelus kepala nya juga menghapus air mata Anabel.
"Aku rindu mas, Aku rindu mas." ucap Anabel di sela Isak tangisnya.
Sedangkan Ferdi hanya mampu mengelus pundaknya untuk memenangkan nya dan memeluknya.
"Eyank mana sayang?." ucap Ferdi kepada Bulan untuk mengalihkan perhatian agar Anabel tak menangis kembali.
"Bunda dan Ayah rinduuuu eyank. eyank Uda tidur kah?. ucap Ferdi lagi.
"Belum, bentar aku ke eyank." ucap Bulan, dan beberapa menit kemudian.
Bulan pun menyerahkan hp nya kepada Eyank.
"Assalamualaikum apa kabar ibu dan ayah?" ucap Ferdi kepada bu Nila dan Pak Anang.
"Iya apa kabar bu , pak?" ucap Anabel juga.
"Alhamdulillah baik, kalian apa kabar? " ucap bu Nila dan pak Anang.
"Alhamdulillah baik, bu pak." ucap Anabel dan Ferdi bersamaan.
"Rencana balik kapan toh nduk?anak anak wes bingung nanya terusss" tanya bu Nila dan pak Anang
"Iya bu, insya Allah setelah 2 minggu ini." ucap Anabel.
"Yaudah gak papa nduk, nikmati dulu liburan kalian sebelum di sibukkan runiritas harian kalian.Ferdi yang kerja atau kamu yang lelah dengan kerjaan rumah." ucap bu Nila dan pak Anang.
"Iya bu, kalian baik baik ya di sana, jaga kesehatan selalu. Bundaa rinduuuu kalian semua.Setelah liburan ini selesai bunda janji langsung pulang." ucap Anabel.
"Iyaaaa Bun, Bundaaa juga jaga kesehatan selalu dan hati hati di sana.Segera pulang , kami rinduuuu." ucap Bulan, Bintang, dan David.
"Okeee sayangggg bunda." ucap Anabel.
Setelah beberapa menit mereka mengobrol dan akhirnya mereka pun menutup pembicaraan mereka untuk segera tidur karena hari sudah sangat malam.
"Yaudah ya, sehat sehat, besok lanjut lagi vc, bunda sama ayah mau tidur dulu, kalian juga ya." ucap Anabel.
"Iya bundaaa, ayah, good night" ucap Bulan.
"Good night too, assalamualaikum."
"Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh." ucap David,Bulan, Bintang,Bu Nila dan pak Anang secara bersamaan.
"Yank, bobok yok, aku ngantuk." ucap Anabel lagi.
"Yaudah yuk yank. ucap Ferdi.
Begitupun dengan Amel dan Bayu.
"Maaf ya Mel, bila ku terlalu sibuk kerja jarang ada waktu untuk mu dan anak kita." ucap Bayu.
"Iya gak papa yank, yang penting kedepannya kita bisa menyempatkan waktu untuk pasangan kita, Aku ingin juga bisa menyempatkan waktu untuk mu dan anak kita .Dan tak terlalu di sibukkan dengan kerjaan, tetap luangkan waktu walau kerjaan ku sering lembur." ucap Bayu.
"Ferdi juga sering lembur yank?" tanya Amel.
"Iya yank., kami selalu lembur, begitupun dengan Ferdi meski ia pemimpin perusahaan, ia gak lepas tangan dan tetap ikut bersama" ucap Bayu.
"Hemm gitu ya yank, Baiklah." ucap Amel.
"Yank, aku rindu anak kita, vc yuk yank ." ucap Amel.
"Besok aja yank, Uda tidur mungkin." ucap Bayu.
"Hemmmmm kamu benar yank, baiklah besok aja." jawab Amel
"Yuk yank tidur Uda ngantuk." ucap Amel
Dan mereka pun tidur..
*****
Setelah beberapa hari di sana, 2 Minggu kemudian, mereka pun memutuskan untuk pulang.
__ADS_1
"Yank, barang barang semua Uda kamu bawa kan? jangan sampai tertinggal." ucap Anabel ke Ferdi.
"Iya yank, uda." ucap Ferdi.
"Aku senang bangeeeet deh yank, akhirnya pulang juga bisa ketemu anak anak. nyusuin Afnan lagi.Aku rinduuuu mereka kali yank." ucap Anabel.
"Iya yank, insya Allah kita segera ketemu anak anak, nanti ya sabarrrr." ucap Ferdi.
"Iya yank, hehe.yuk kalau Uda siap semua kita susul Amel dan Bayu di kamar samping." ucap Anabel.
"Iya yank Uda, yuk." ucap Ferdi. Dan mereka pun segera keluar dari ruangan tersebut menyusul Bayu dan Amel.
"Eh Mel, baru mau ku susul, Uda keluar kamar juga , Yaudah yuk balik." ucap Anabel.
"Iyaaa yuk." ucap Amel.
Mereka pun segera melakukan cek out keluar dari hotel dan segera menuju mobil.
"Mau beli sesuatu dulu, sebelum pulang?" tanya Ferdi ketika sudah sampai di dalam mobil.
"Hemmmmm boleh buat oleh oleh anak anak juga." ucap Anabel.
"Okeee, Bay lo juga mau beli?" tanya Ferdi ke Bayu.
"Okee boleh." jawab Bayu
Dan Ferdi pun segera menyetir mobilnya. Ferdi duduk dengan Bayu, sedangkan Anabel dengan Amel. 15 menit perjalanan, mereka sudah sampai di toko yang di maksud. Mereka pun turun, memelih, setelah mereka masuk kembali ke dalam mobil untuk melakukan perjalanan pulang. Anabel dan Amel pun segera menyandarkan kepalanya untuk tidur sebentar sebelum mereka akan di hadapkan runiritas mereka sehari hari dengan kerjaan rumah dan anak anak.
Setelah 2 jam perjalanan mereka pun sampai di kota. Anabel dan Ferdi pun mengantar Amel dan Bayu dulu. Setelahnya mereka segera ke rumah Eyank untuk menjemput Bulan, Bintang, David juga Afnan.
"Assalamualaikum, bu, pak." ucap mereka telah sampai.
"Waalaikumussalam, Alhamdulillah Uda pulang toh. Anak anak lagi tidur siang. Ibu bangunin?" tanya bu Nila.
"Eeeh gak usah bu, gak papa biar kami di sini dulu nunggu mereka bangun atau kita pulang aja dulu ya yank, ntar jemput lagi?." tanya Anabel ke Ferdi.
Saat Ferdi belum menjawab, bu Nila dan pak Anang angkat bicara.
"Nginap di sini dulu aja nduk, besok pulang.ini juga Uda sore." jawab pak Anang.
Dan mereka pun mengangguk menyetujui nya.
"Iya, bu pak." ucap Anabel dan Ferdi bersamaan.
Tak butuh waktu lama karena suara riuh membangunkan ke 4 anak mereka, dan mereka pun terkejut dengan kedatangan bundanya. Bulan, Bintang, David segera memeluk Anabel karena rindu.
"Bunda apa kabar? kami rinduuuu." ucap mereka bersamaan. sedangkan Bintang hanya diam dan segera memeluk juga tanpa sadar ia pun menangis karena terlalu merindukan bundanya.
"Alhamdulillah bunda baik? kalian apa kabar? bunda juga rinduuuu kalian." ucap Anabel.
"Baik bun, Alhamdulillah." ucap mereka serempak.
"Ayah gak di tanya nih? " ucap Ferdi pura pura ngambek.
"Hahahaha issh Ayah Cemburu." ucap Bulan juga David. Dan mereka pun tertawa karena melihat tingkah Ferdi.
"Nduk nduk, piye kok Cemburu dengan anak sendiri? " ucap Bu Nila dan pak Anang dengan senyum senyum.
"Bun kita pulang atau nginap di sini?" tanya David.
"Menginap sama eyank, karena eyank rinduuuu." ucap bu Nila.
"ih serius bun, yah?" tanya Bulan.
"Iya sayang." ucap Ferdi dan Anabel
"Yeeee." ucap mereka serempak
Tak seberapa Amel mendengar Afnan menangis, Ia pun segera menuju kamarnya, menyusui Afnan , memeluknya dan menidurkannya.Mnyalurkan rasa rindu tersebut.
\===============
__ADS_1
Ketika Cinta Harus Memilih - Afnan Umur 4 Bulan
Hari ini Anabel sangat bahagia, karena hari ini Afnan telah berumur 4 bulan. Tidak terasa waktu berlalu begitu cepatnya. Tapi jujur saja di tengah kebahagian itu, hati Anabel risau, karena hingga kini Afnan yang telah berusia 4 bulan belum bisa tengkurap. Sedangkan yang Anabel tau bayi berusia
3 atau 4 bulan harusnya bisa tengkurap. Kecuali bayi tersebut lahir prematur. Sedangkan Afnan kan tidak, batin Anabel. Setelah mengantarkan Bulan dan Bintang ke sekolah, Anabel segera menelfon Ana dan Amel untuk bertemu dengan mereka. Anabel butuh teman curhat untuk saat ini.
Setelah mereka berjanjian bertemu di panti, Anabel pun segera bersiap siap untuk berangkat dan mengajak David bersamanya. Bagaimanapun David untuk saat ini belum ingin kembali ke sekolah dengan keadaannya yang seperti ini. Setelah menempuh perjalanan selama hampir dua jam, Anabel dan David sampai di panti. Anabel pun segera masuk dan dari kejauhan ia melihat Ana juga Amel telah menunggunya. Anabel segera menghampiri Ana dan Amel begitupun dengan David.
"Mel, Mbak An, sudah mulai tadi kah menungguku?" tanya Anabel.
"Enggak Bel, masih baru kok kami sampainya. jawab Ana mewakili.
"Halo David, Apa kabar sehat?" tanya Ana.
"Alhamdulillah tante, David sehat luar biasa." Jawab David bersemangat, hingga membuat semua orang disana tersenyum melihat keceriaan David.
Beberapa menit kemudian, bu panti pun muncul, dan menyapa Anabel juga David.
" Assalamualaikum Anabel, David apa kabar kalian? sehat ya?" tanya bu panti.
"Alhamdulillah baik bu." jawab Anabel dan David bersamaan.
"Kami gak di tanya kabarnya bu? ucap Amel dan Ana dengan pura pura cemberut.
" Kalian kan tadi udah ibu tanya kabar nya." ucap bu panti.
"Hehehe iya bu, bercanda aja." ucap Ana dan Amel cengengesan.
Sedangkan bu panti hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah mereka.
"Ohya Bel, tumben ke sini?." tanya bu panti.
"Iya bu, tadi pengen ketemu mbak Ana dan Amel. Ada yang ingin di curhatkan hehe." ucap Anabel.
"Oooh gitu, oke oke ibu paham." ucap bu panti dengan mengangguk seolah memahaminya.
"Hemm kalau boleh tau, masalah apa? barangkali ibu bisa bantu." ucap bu panti.
"Ini bu, Afnan sudah berusia 4 bulan.." ucap Anabel berhenti.
"Ya Alhamdulillah ibu senang, kok sedih?. " ucap bu panti.
"Hemm ya bu, Anabel pun senang Alhamdulillah. Alhamdulillah senang melihat tumbuh kembang Afnan, tapi bu..Afnan sudah berusia 4 bulan belum bisa tengkurap, jujur itu sangat membuat Anabel sedih dan risau." ucap Anabel dengan sedih."
"Hemm sabar Bel, perkembangan setiap anak itu berbeda, itu yang ibu tau. Di sini aja anak panti perkembangan mereka pun berbeda Bel, gak ada yang sama. Walau kadang banyak yang bilang, Misal si A dan si B perkembangan nya berbeda atau si A telat gak berkembang. Tapi ibu percaya bukan gak berkembang tapi berbeda waktunya. dan biasanya akan lebih unggul di satu sisi lainnya. Misal anak yang bisa berdiri, jalan tapi kebanyakan belum bisa tumbuh gigi. Begitupun yang sudah tubuh gigi kebanyakan belum bisa jalan. Tapi pada waktunya mereka tumbuh seperti yang lain. Hanya saja proses nya berbeda, mungkin ada yang sempurna tumbuh kembang nya misal tumbuh gigi tapi juga bisa jalan. Ya ada, tapi kebanyakan akan unggul di satu sisi aja, dan itu bukan berarti gak bisa tapi sedikit terlambat atau tumbuh nya di waktu yang tepat karena setiap anak tumbuh kembang nya berbeda beda." ucap bu panti mencoba menjelaskan kepada Anabel.
"Sampe sini paham Bel? Ibu paham kerisauan mu sebagai seorang ibu tapi ibu mohon jangan terlalu khawatir hingga membuat mu bersedih berlebihan. Karena setiap anak perkembangan nya berbeda beda Bel." ucap bu panti.
"Iya bu, terimakasih banyak ya atas nasehat dan semangatnya untuk Anabel." ucap Anabel dengan tersenyum.
"Maafkan ibu bila kalimat yang ibu sampaikan salah atau ada yang gak berkenan di hatimu tapi sungguh ibu hanya ingin melihat mu tidak seperti ini. ibu ingin melihat Anabel yang ceria seperti biasanya." ucap bu panti.
"Bel." ucap Ana.
"Iya mbak An." jawab Anabel.
"Yups, benar yang di katakan ibu kamu jangan terlalu bersedih karena setiap perkembangan anak berbeda-beda. Dan dari yang aku baca bisanya bayi belum bisa tengkurap karena otot sekitar lengan dan lehernya belum cukup kuat untuk menopang. Bila sudah kuat, maka insyaallah bayi itu akan tengkurap sendirinya Bel." ucap Ana.
"Lagipula umumnya bayi itu bisa tengkurap di usia 5-6 bulan an, ada juga loh yang usia 7 bulan baru tengkurap. Jadi berbeda-beda dan kamu gak perlu cemas, terlebih Afnan masih baru memasuki usia 4 bulan kan." ucap Ana lagi.
"Hemm gitu ya mbak An? betul begitu?" tanya Anabel.
"Iya Bel, memang begitu." ucap Ana.
"Jadi gini Bel, Kemampuan untuk tengkurap secara mandiri memang penting bagi bayi.
Jadi bayi itu akan berguling dari posisi berbaring, bila sudah bisa ia akan ke posisi tengkurap, jadi kamu gak perlu khawatir dan membanding bandingkan Afnan dengan bayi lain Bel, Tiap bayi berbeda, unik dan punya waktu tumbuh kembangnya sendiri. Bersabarlah Bel, dan terus bantu afnan dengan memberi stimulasi yang tepat.
Agar mampu tengkurap sendiri, kamu juga bisa Bel, sering baringkan Afnan dalam posisi seperti tengkurap tersebut Bel, misalnya kamu bisa tengkurapkan afnan di atas dada kamu, saat kamu berbaring terlentang.
Meski awalnya Afnan gak suka dan menangis, lama-lama akan terbiasa. Tapi nanti jangan sedikit sedikit Afnan nangis karena merasa gak nyaman, kamu gak tega dan mengangkat nya, jangan karena bila begitu stimulasi akan sangat berkurang Bel.
__ADS_1
Dan ketika kamu tengkurap kan Afnan ajak juga Afnan bercakap-cakap atau bermain agar semakin suka melakukannya dengan begitu Afnan akan mengangkat kepalanya dan mencoba menatap wajahmu. Dengan begitu, otot sekitar leher akan makin kuat sehingga afnan akan mampu tengkurap secara sukarela.Jadi Begitu Bel kamu harus sering sering stimulasi Afnan karena bila tidak motorik bayi akan mengalami keterlambatan bila tidak di latih dan akan membuat tumbuh kembang bayi lambat. Nah bila nanti Afnan sudah mampu mengangkat kepalanya, kamu bisa menengkurapkannya dalam periode waktu yang lebih banyak dalam sehari. Misalnya, 5-10 menit untuk sekali tengkurap sebanyak 3-4 kali dalam sehari. Jika rutin berlatih tengkurap, Afnan akan mampu berguling sendiri di usia 4 bulan seperti saat ini. Dan ketika berusia 6-7 bulan, Afnan akan bisa melakukan gerakan tengkurap dan telentang.
Tapi Bel, bila setelah 7 bulan Afnan belum dapat tengkurap secara mandiri, kamu bisa mencoba mendiskusikan tumbuh kembang Afnan lebih lanjut dengan dokter anak Bel. Biasanya Bel mungkin saja bayi sudah bisa tengkurap sebelum usianya memasuki 3 bulan. Meskipun begitu, sebaiknya memang tidak terlalu lama menengkurapkan bayi, karena otot kepala dan lehernya serta kemampuan bernapasnya belum cukup kuat. Tapi Bel, bayi yang baru tengkurap di usia 5 atau 6 bulan itu masih normal Bel, jadi kamu jangan khawatir. Biasanya bayi yang mengalami keterlambatan dalam tumbuh kembangnya atau belum bisa tengkurap itu bisa jadi di sebabkan oleh masalah berat badan, kurangnya stimulasi atau lambatnya perkembangan kognitif. ucap Anabel mengakhiri pembicaraannya.