Ketika Cinta Harus Memilih

Ketika Cinta Harus Memilih
Episode Terbaru 63


__ADS_3

Setelah bersiap David pun segera


berpamitan untuk pergi bekerja, namun saat David akan berpamitan, ia tak


sengaja melihat Syakira yang sedang termenung dan sedang duduk sendiri di depan


meja makan.


David pun menghampiri Syakira sejenak,


sebenarnya David ada perasaan iba ketika melihat kondisi Syakira, namun saat


bersamaan mengingat calon adiknya yang telah meninggal dan mungkin bila masih


hidup seusia Syakira, membuat tanpa sadar rasa kecewa dan benci itu seakan


tumbuh kembali ketika mengingat masa lalu


"Hemm kamu..." sapa David


pada Syakira. Sedangkan Syakira yang sedang di panggil segera menoleh ke arah


David namun Syakira tetap memandang David dengan Diam.


"Boleh aku duduk di sini?"


tanya David pada Syakira, sedangkan Syakira hanya mengangguk tanpa suara.


"Kamu tau Syakira?... dulu aku


begitu membencimu karena kamu aku harus kehilangan calon adikku..." David


berhenti sejenak untuk berbicara ingin mengetahui respon Syakira.


Sedangkan Syakira yang terlihat


terkejut menatap David begitu dalam seakan menahan emosi dan tanda tanya besar


yang ingin segera ia tanyakan pada David, namun itu hanya untuk sejenak, karena


Syakira segera menetralkan emosinya dengan mencoba memejamkan matanya, menunduk


dan menoleh agar David tak tau ia sedang menangis, setelahnya ia menoleh ke


David dengan diam kembali, dengan tatapan dinginnya seperti tadi.


David yang seorang psikolog tetap bisa


membaca sikap Syakira meski Syakira mencoba menutupinya.


"Dan sejak saat itu konflik


keluargaku dengan keluargamu terjadi, hingga ibu kamu memutuskan membawamu


pergi dari rumah ini yang ntah di mana sehingga kami tidak bisa menemukan


keberadaan kalian.


Bundaku berulangkali meminta ayah


untuk mencari keberadaan kalian, untuk bertanggung jawab bagaimanapun kamu


tetap anaknya.


Namun kamu dan ibumu seakan hilang di


telan bumi, entah ke mana...


Sehingga ayah dan kami gak bisa


menemukan keberadaanmu.


Bukan ayah gak mau bertanggung jawab


tapi ibu kamu yang membawa kamu entah hilang ke mana, dan sekarang tiba tiba


kamu dan ibu kamu akhirnya kalian datang ke sini dan meminta pertanggung


jawaban ayahku lalu mengatakan ayahku lepas tanggung jawab selama ini, kamu dan


ibu kamu mengatakan seperti itu padahal selama ini kalian yang menghilang tanpa


jejak, lalu kamu mengatakan benci pada ayahku? hebat! hebat...!!, tanpa malu


kamu mengatakan hal tersebut, humm memangnya apa yang di katakan ibumu sehingga


kamu membenci ayahku? hah? Jujur saja aku merasa terenyuh dan iba mendengar


cerita perjuangan kamu dan ibumu tapi di sisi lain sayangnya aku bukan anak


bodoh, dan aku mengetahui kenyataannya seperti apa ...


Aku mengetahuinya karena aku anak


tertua di sini, sedetail apapun itu tentang kalian, aku mengetahuinya. Jadi


tolong jangan benci ayahku karena ibumu juga yang salah di sini!! seandainya


ibu kamu gak menghilang entah ke mana tentu mudah saja menemukanmu dan ayahku

__ADS_1


pun bisa bertanggung jawab atas kalian. Itu kenyataan yang ada jika kamu ingin


tau...!! dan yang berhak kamu benci ibumu bukan ayahku!!" tegas David dan


untuk sejenak ia mengambil nafas sebelum melanjutkan ucapannya.


"Jujur saja aku muak denganmu,


dengan melihatmu membuatku teringat calon adikku yang telah meninggal dan itu


di sebabkan oleh kehadiran ibumu...!!" ucap David seakan menunjukkan nada


kebencian.


"Enggak, enggak mungkin..kamu


jangan mengarang, kenyatannya gak mungkin seperti itu kan? Untuk apa juga


bundaku pergi dan menjauh ke tempat terpencil? tapi nyatanya bundaku selalu


menginginkanku dan memintaku agar bertemu ayah. Gak mungkin bundaku repot repot


ingin mempertemukan aku dan ayahku jika ia memilih menjauh pada akhirnya. Aku


rasa kamu sedang bercanda dan mengaco, ingat aku takkan percaya.!!" ujar Syakira


yang seakan menunjukkan ketidak percayaan tentang apa yang baru saja ia dengar.


"Jika kamu tidak percaya, kamu


bisa bertanya kepada bunda kamu mengenai kebenaran itu. Silahkan bertanya


padanya, aku permisi dulu ya, aku harus pergi bekerja. Jika kamu ingin melanjutkan


pembicaraan kita, nanti saja bila aku ada waktu senggang, setidaknya sepulang


aku kerja." ujar David yang segera berdiri dan berlalu pergi untuk


bekerja.


Sedangkan Syakira hanya mampu menatap


kepergian David dengan diam dan tanda tanya, apa ia harus bertanya pada


bundanya mengenai kebenaran ini?


mana yang harus ia percayai?


Tapi kenapa jika yang di katakan David


benar, mengapa bundanya selalu menginginkan ia bertemu dengan ayahnya jika


Sungguh ia masih tak mengerti dan bisa


mempercayai kenyataan ini rasanya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah pertemuan dan pembicaraan mereka beberapa hari lalu, Ferdi pun awalnya


membiarkan mereka tinggal satu atap, namun karena ia tak ingin Anabel di kuasai


rasa cemburu dan ia juga tak ingin Syakira dan Afnan bertengkar terus hingga


Ferdi pun memutuskan membelikan rumah di dekat daerah mereka bagi Ana dan


Syakira tentu dengan persetujuan Anabel.


Ferdi pun berencana menyekolahkan


Syakira untuk melanjutkan pendidikannya.


Pagi ini, mereka berkumpul di rumah


Anabel untuk membicarakan kelanjutan sekolah Syakira.


Anabel yang sedang mempersiapkan


makanan untuk sarapan pagi ini, dan ia mendengar pintu rumahnya di ketuk,


Anabel hanya mampu tersenyum tipis mungkin mereka telah datang, dan Anabel


meminta Afnan membukakan pintu tersebut.


Namun Afnan seakan menyambut


kedatangan mereka dengan menunjukkan ketidak sukaannya pada mereka, Tapi Ana


dan Syakira pun tetap masuk dalam rumah Anabel dan untuk makan pagi bersama di


sana, karena ada hal yang ingin di bicarakan oleh Ferdi pada mereka.


"Ayo, silahkan masuk, ini saya


sudah mempersiapkan makan pagi ini untuk kalian dan untuk kita makan


bersama." ucap Anabel berusaha tersenyum.


"Terimakasih," ujar Ana,

__ADS_1


yang tak enak hati.


Tak lama kemudian, Ferdi pun turun ke


bawah dan ikut gabung bersama mereka.


Pagi ini, Afnan, David, Anabel, Ana


dan Syakira telah duduk satu meja untuk makan bersama.


"Humm, Alhamdulillah sudah


berkumpul, hari ini saya sengaja mengumpulkan kalian semua di sini karena aku


ingin membicarakan sesuatu, Aku dan Anabel sudah berunding, dan kami ingin


menyekolahkan Syakira kembali." ujar Ferdi, yang membuat Syakira juga Ana


terkejut dengan pernyataan Ferdi. Begitupun dengan Afnan, sedangkan David sama


sekali tidak terkejut karena ia sudah mengetahui semenjak awal, kala itu memang


ia terkejut dengan keputusan ayahnya yang akan menyekolahkan Syakira kembali


tapi ketika ayahnya memberikan alasan terlebih kondisi Syakira baginya untuk


penghapus dosa masa lalu, membuat David pun paham dan menyetujuinya.


"Bagaimana? kami ingin


menyekolahkan Syakira kembali, sebagai bentuk pertanggung jawaban saya sebagai


orang tua Syakira dan penebus dosa masa lalu saya." ucap Ferdi Kembali,


karena Ana juga Syakira tak kunjung menjawabnya.


"Serius?" tanya Ana seakan


tersendat dan pelan sekali.


"Iya, aku serius.. bagaimana?


setuju? jika iya saya akan segera mengurus surat kepindahan sekolah


Syakira." ujar Ferdi kembali..


"Iya saya setuju, karena


bagaimanapun selama ini sudah cukup Syakira menderita dan sebagai orang tuanya


bukankah kamu harus bertanggung jawab? jika kamu masih mempunyai hati, memang


sudah seharusnya semenjak awal kamu melakukan hal tersebut" tegas Ana pada


Ferdi.


"Baiklah, jika begitu saya akan


segera mengurus surat kepindahan sekolah Syakira di sekolah Afnan, karena saya


berencana akan menyekolahkan Syakira satu sekolah dengan Afnan, dengan begitu


mudah bila ingin mengantar dan mereka bisa saling menjaga. Dan saya masih


mempunyai hati sebab itu saya bertanggung jawab dan anggap saja sebagai penebus


dosa masa lalu saya. Sejujurnya ini ide dari Anabel istri saya juga. Jadi


mungkin lebih tepatnya rasa terimakasih di ucapkan kepada Anabel saja."


tegas Ferdi.


Iya, Anabel yang meminta Ferdi agar


bertanggung jawab dan menyekolahkan Syakira, bagaimanapun Syakira anak darinya


dan Ferdi harus bertanggung jawab sebagai orang tua dari Syakira, ayahnya.


Terlebih mendengar kisah dari Syakira,


membuat ia tak tega dan tak ingin Ferdi suaminya lepas tanggung jawab begitu


saja.


"Baik, terimakasih Anabel kamu


sudah mengizinkan Ferdi bertanggung jawab atas anaknya sendiri." tegas


Ana..


"Bukan hanya mengizinkan tapi ia


juga yang meminta saya bertanggung jawab dan semua ide ini dari Anabel."


jawab Ferdi, membalas ucapan Ana.


"Baiklah, terimakasih ...."


ucap Ana singkat, hatinya kesal Ferdi terus saja memuji Anabel

__ADS_1


__ADS_2