
Satu Minggu setelah kejadian di cafe
Di rumah aditya, aditya siap berangkat untuk ke kantor, akan tetapi Aditya mengingat kejadian kemarin di cafe Ab... ,
" hhmm cantik ... " aditya bergumam sambil menyunggingkan senyum lalu pergi meninggalkan kamar. Dia berjalan menuruni tangga sambil telpon seseorang.
" Halo Do ..., bagaimana .. ??, sudah dapat info dengan siapa gadis itu .. ??" tanya Aditya pada seseorang yang berada diseberang sana.
"Dia dokter, Bro .." jawab seseorang itu yang merupakan asisten sekaligus Sahabat dari Aditya. Aditya yang mendengarkan jawaban dari Sahabatnya justru berdecak kesal, lalu berkata, "Isshh ck ... iyaa tau ..,. Kalau itu ..," ucapnya.
"Lohhh kok tau?, Gue curiga nih sama Kalian, pasti sudah pernah ketemu kan,hayo ngaku Lo, Brooo ... ??, nggak biasanya cowok sedingin Lo tuh kayak gini..." tanya Aldo dengan penuh selidik.
"Kalau iya memang kenapa...??, ck ... sudah jangan banyak tanya ..., cepet Lo kasi tau Gue, ini penting.. !!" seru Aditya memerintah sang Asisten yang berada diseberang telepon.
"Ck .,. hiyaaa hiyaaa ..., jadi bos bawel amat sih Lo....!!! celetuk Aldo di balik telpon. Aldo pun lalu menjelaskannya lagi dengan berkata, "Dia seorang dokter spesialis jantung, kerja di RS Wijaya , dia bernama Erlin Putri Sanjaya, orang tuanya merupakan pengusaha kaya dari keluarga Sanjaya, dia merupakan anak kedua dari 3 bersaudara," terang Aldo.
Seketika saja Aditya begitu terkejut mendengarkan penjelasan dari Asistennya itu, " Keluarga Sanjaya??, hmmm .., baiklah .." ucap Aditya yang sudah sampai di meja makan, lalu menutup telponnya, dilihatnya Papah dan Mamahnya yang hanya saling tatap.
Tuan Wijaya yang penasaran dengan pembicaraan Putranya pun lalu membuka suaranya dengan bertanya, "Siapa Dit ... ??? tanya sang Papah pada Aditya.
"Aldo .., Pah .." jawab Aditya seadanya.
"Tumben nggak biasanya Aldo telpon sepagi ini, memangnya kenapa ... ??, memangnya Dia nggak menjemputmu?" sambung sang Mamah bertanya pada Aditya. Aditya pun lalu menjawabnya dengan berkata, "Nggak kenapa-kenapa, Mah..., memangnya kenapa sihh, Papah sama Mamah curiga melulu ... ??" tbalasnya dengan berbalik tanya.
"Bukan begitu, Dit .., Kamu itu sudah dewasa, Dit .., Mamah takut saja Kamu terjebak sama wanita ular seperti Clara itu ..., sudah saatnya Dit kamu cari pasangan yang bener-bener baik buat Kamu, bahkan ini sudah satu minggu, Kamu belum bawa pasangan Kamu kesini atauuu .." ucap sang Mamah terhenti karena dihentikan oleh Aditya.
"Cukup Mah .., tolong jangan bahas Dia .. !!, Aditya janji hari ini juga Aditya bakal bawa wanitaku ... !!" ucap Aditya tak trima dengan perjodohannya dengan wanita yang tidak ia kenal lalu berdiri mau meninggalkan meja makan tetapi saat Ia akan melangkahkan kakinya pergi, sang Papah mencegahnya.
Aditya ... mau kemana Kamu ...??, tak seharusnya Kamu membentak Mamah mu ... !!" seru sang Papah kepada Putranya. Aditya pun dengan cepat membalasnya dengan berkata, "Tapi Pah .." bantah Aditya.
"Tak ada tapi tapian ..., Kamu harus bisa buktikan hari ini juga, kalau nanti Kamu tidak membawa pasangan Kamu ke rumah ini, mau tak mau Papah akan menjodohkan Kamu dengan anak dari teman Mamah Kamu .. !!" tegas sang Papah pada Aditya. Aditya pun lalu membalas pernyataan sang Papah dengan menganggukkan kepalanya, lalu berkata, "Ok Pah, Aditya setuju ..., dan kalau itu maunya Papah, akan Aditya buktikan.." balas Aditya dingin lalu segera pergi meninggalkan tempat Mereka makan
"Sudahlah, Pah ... sudah ..., ayo kita teruskan yang makan .., Aditya kamu nggak makan dulu ... ??" tanya Nyonya Ita berusaha melerai perdebatan antara Suami dan Anaknya"
"Nggak Mahh .., sudah terlambat, Adit buru-buru .., Assalamu'alaikum..." balas Aditya sambil berteriak berjalan keluar menuju pintu depan.
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam ..." kedua orang tua Aditya hanya bisa saling tatap dan menggelengkan kepalanya karna sikap anaknya .
"Sudah, Mah .., ayo dilanjut makannya, tidak usah mikirin anak keras kepala itu ..., Papah mau lihat, benar apa nggak ucapannya tadi," ucap Tuan Wijaya.
"Iya Pah ..." jawab Ita, lalu Mereka berdua lalu melanjutkan makan paginya yang sempat tertunda karena perdebatan panjang antara orang tua dan anaknya.
Di Rumah Sakit
Sesampainya di parkiran Rumah Sakit tempat ia bekerja Erlin segera beranjak keluar dari mobilnya. Selama berjalan di Koridor rumah sakit Erlin menggerutu tak jelas, dilihat oleh sahabatnya dari arah berlawanan.
"Apa-apaan sih tuh orang,bisa-bisanya dia muncul dihadapan gue lagi .., awas aja nanti...!!" gerutu Erlin sambil berjalan terburu-buru di lorong rumah sakit.
Flashback
Ciittt ...
Gubrak....
"Astaghfirullahalazim .. " kata Erlin tersentak kaget karena mobilnya sudah menabrak mobil depannya, yang tiba-tiba saja mengerem secara mendadak. Erlin pun segera turun dari mobilnya, lalu berjalan menghampiri mobil yang ia tabrak.
Erlin mengetuk pintu mobil Aditya karena mobilnya menabrak mobil Aditya dari belakang, dan dengan cepat cendela pintu mobil itu pun terbuka karena di buka oleh sang Empu.
"Permisi Tuan ..., bisakah Anda menyetir mobil ... ??, kalau Anda tidak bisa menyetir mobil dengan baik, mending jangan nyetir deh... !! " seru Erlin di balik mobil kaca cendala mobil tersebut, masih menatap sang Empu yang berada di dalam mobil tersebut. Tanpa berpikir panjang sang Empu pun lalu mendongakkan kepalanya tak percaya melihat siapa Wanita yang sudah memarahinya.
Deg.....
"Diaa .. ?!, gadis itu lagi ternyata..." batin Aditya sambil tersenyum sinis menatap Wanita yang sudah menabrak mobilnya.
Aditya pun lalu membuka suaranya dengan berkata, "Kenapa Anda malah memarahi Saya .., bukankah seharusnya Saya yang marah dan bilang seperti itu pada Anda, karena Anda sudah menabrak mobil Saya dari belakang, Nona..!! "cetus Aditya sambil tersenyum tipis.
Deg....
"Suara itu....??" batin Erlin bertanya-tanya.
"Haaah...yang bener saja, Tuan... lagian Anda itu kalau ngerem itu jangan mendadak dong ... !! seru Erlin tak terima dengan apa yang dikatakan oleh sang pemilik mobil yang Ia tabrak.
__ADS_1
Mendengar jawaban dari Wanita yang sudah menabrak mobilnya, Aditya pun turun dari mobilnya lalu segera meneliti bagian belakang mobilnya yang di ikuti oleh Erlin, akan tetapi Erlin belum menyadari dengan siapa yang Ia tabrak. Seketika saja Erlin mengedarkan pandangan menatap Pria tersebut, dengan membelalakkan matanya terkejut.
Deg....
"Kamu ..Tu .., Tuan....!!! Erlin menatap Aditya tak percaya kalau yang dihadapnya adalah Ceo dari Wijaya group yang tak lain merupakan direktur utama rumah sakit tempat ia bekerja.
"Iya .., kenapa dengan Saya ... !!, lihatlah mobil saya sampai lecet gara-gara ulah Kamu .. !!" seru Aditya sambil menunjuk bagian mobilnya yang lecet di tabrak Erlin dari belakang.
"Baru sadar Kamu yang omelin barusan siapa, hah ... !!" sambung Aditya dengan muka dinginnya membentak Erlin.
"Emm ehh ..., Tuan .., Maaf .., Saya ndak sengaja ..., Saya janji tuan nanti Saya ganti, deh ...".ucap Erlin sambil menundukkan kepalanya karena merasa bersalah.
"Sebagai permintaan maaf dan ganti rugi, Anda bisa datang ke kantor perusahaan Saya hari ini juga, dan ini kartu nama Saya .." ucap Aditya sambil menyodorkan kartu namanya, dan Erlin pun menerimanya, sambil menatap Aditya tak percaya.
"Ehh ... tapi Tuan .., ini .." ucap Erlin mau mengeluarkan uangnya tapi tertahan oleh ucapan Aditya yang berkata, "Tak ada tapi-tapian, Nona .. !!" seru Aditya, membuat Erlin melongo tak percaya, lalu beranjak meninggalkan Erlin memasuki mobilnya.
Seketika saja Erlin menatap tajam punggung Aditya.
"Ishh ck ..., apa sihh maunya Dia ...??, belum selesai ngomong juga, main pergi saja ..."
"Dasar manusia kutub .... !!" ucap Erlin mendengus kesal sambil melipat kedua tangannya
Flashback off
"Ehhh .., Astaga ..., Sobi Gueee dateng dateng sudah menggerutu di tengah jalan nggak jelas .., kalau di dengar yang lain gimana coba ..., nggak sopan banget sih Lo, Er .. !!" celetuk Vanya tiba-tiba dari arah berlawanan.
"Vanya .., apa-apaan sih .., ngaget- ngagetin saja .."balas Erlin sambil memutar bola matanya malas.
"Lahhh .., siapa juga yang ngaget-ngagetin Lo, makanya kalau jalan itu mulut di kondisikan.., jangan komat kamit kayak bebek .." ucap Vanya sambil menunjuk-nunjuk mulut Erlin.
"Liat-liat jalan juga kali Er .., kalau nabrak Pak Aditya lagi gimane Lo ... haaa .. ??, hahahaha..." sambung Vanya tertawa terpingkal-pingkal membanyangkan sahabatnya menabrak Aditya sang direktur di RS tempat mereka bekerja, lalu meninggalkan Erlin dengan begitu saja.
Erlin yang mendengarkan ocehan dari Sahabatnya pun lalu mengepalkan tangannya geram sambil berkata, " Vanyaa ..., awas Lo ya ...." geram Erlin yang masih berdiri tegak, tak terima di ejek Sahabatnya
"Ehhh Van ..., tungguin Gue .., main pergi saja .." teriak Erlin sambil berlari mengejar sahabatnya.
__ADS_1
*****