Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 66


__ADS_3

“ Kalau begitu kita harus merancang strategi


secepatnya,Van..” ucap Vitalia lalu disetujui oleh Vanya. Mereka pun terus berlari ke arah ruangan direktur utama,untuk merancang strategi.


Di dalam ruangan direktur..


“ Vit..., mau merancang strategi bagaimana coba...??” tanya Vanya,yang terlihat bingung.


“ Yaa... kita cari cara lah... biar si dokter gila itu nggak ngejar-ngejar Erlin lagi...,dan kita semua nggak dalam bahaya lagi...” jawab Vitalia


“ Caranyaaa...??


“ Gue punya ide..., bagaimana kalau kita libatkan si suster cantik kita...” ucap Vitalia,penuh semangat,sambil menaik turunkan alisnya.


“ Maksud Loo....??” tanya Vanya mengerutkan keningnya karena tak tahu maksud dari sahabatnya.


“ Sini deh... gue bisikin....” ucap Vitalia, Vanya pun lalu menghampiri Vitalia,Vitalia pun lalu mendekatkan bibirnya di dekat telinga Vanya,dan berbisik.


“..........”


“ Haahh... “ ucap Vanya sambil menutup mulutnya dengan telapak tangannya.


“ Diam duluuu... gue belum  selesai....Vanya...”


“ Yaudah deh iyaaa...” ucap Vanya,lalu Vitalia mendekatkan bibirnya lagi,dan berbisik di telinga Vanya.


“...........”


“ Astagaaaa.... gilak Lo... Vitalia... yang benar saja....” ucap Vanya terkejut dengan ide yang diungkapkan oleh sahabatnya.


“ Keren kan.... ide gueee....”ucap Vitalia narsis.


“ Keren sih....,, tapi apa Lo yakin..., dengan idemu itu si dokter gila itu bisa luluh...???”tanya Vanya,ia merasa ide sahabatnya itu tidak masuk akal.


“ Yaa gue yakinlah... kalau nggak yakin,gue nggak pakai cara itu kali,Van...” ucap Vitalia dengan penuh percaya diri.


“ Yang jadi pertanyaan itu... si suster cantik yang kita punya itu mau kagak...???” ucap Vanya,kurang yakin dengan ide Vitalia.


“ Tenang sajaaa... dia bakalan mau kok...” ucap Vitalia.


“ Terserah Lo...deh....” ucap Vanya memutar bola matanya jengah.


“ Eh... tapi gue hharus gimana nih... mau pulang saja takut Vit...,udah gitu dari tadi belum istirahat pula.....” ucap Vanya.


“ Lahhhh salah Lo sendiri.... ngapain saja dari tadi..?? kalau nggak sempat pulang kan bisa rehat di ruangan Lo....” ucap Vitalia dengan nada mengejek.

__ADS_1


“ Ck....,bukannya memberi solusi eh malah di bully...” ucap Vanya cemberut.


“ Astagaaa...... Vanyaaa...siapa juga yang membully Elo...” ucap Vitalia sambil menonyor kepala Vanya pelan dengan menggunakan jari


telunjuknya.


“ Issshhh... ck....,,sakit tauk...” protes Vanya sambil mengelus-elus kepalanya.


“ lagian Lo tau sendiri bukan... dari kemarin gue


pontang-panting kesana kemari ngurusin makhluk teraneh yang pernah gue temui...” imbuh Vanya.


“ Maksud Lo... Aldo....???” tanya Vitalia.


“ Yaa siapa lagi kalau bukan diaa....


“ Hhahahaha...... Astaga Vanya... Vanya..., Lagian salah Lo sendiri,kenapa Lo setuju buat jagain dia sih...., udah lah, Van... kalau jadi dokter bedah ya dokter bedah saja lah... nggak usah pakai acara buat jagain Aldo segala....”ucap Vitalia sambil tertawa membully Vanya. Vanya hanya cemberut mendengar ocehan sahabatnya itu.


“ Ck.... udah... ceramahnya....?? Lagian kalau bukan karena Ibunya tuan Aldo, gue nggak bakalan mau jagain makhluk arogan kaya’ dia...”


ucap Vanya ketus.


“ Awas lho.... nanti suka baru tau rasa Lo..."ucap Vitalia menggoda Vanya.


“ Apaaa...?? gue suka sama dia itu mustahil Vit....,tapi.... entah kenapa..gue juga penasaran sih dengan keluarga tuan Aldo....” ucap Vanya,yang mengungkapkan perasaannya saat ini.


“ Bukan begitu Vitalia...., tapi gue ingat omongan Lo waktu itu... tentang identitas tuan Aldo..” ucap Vanya.


“ Gue cuma bingung saja kenapa identitas keluarga Aldo,ia sembunyikan. Sementara ia sejak kecil  ikut bersama keluarga Wijaya, karena waktu itu Papah tak tega melihat Aldo sedang berada dijalanan menjual koran, dari situlah kami mengenal Aldo,tapi kami belum pernah bertemu dengan keluarga Aldo,setiap


keluarga kami ingin bertemu..,entah kenapa Aldo selalu saja ada alasannya,seolah-olah


ia menyembunyikan sesuatu...


“ Tapi kenapa tuan Aldo  menyembunyikan semuanya??? Apa karena orangtuanya tak mampu,lantas dia malu untuk mengakuinya..??? tanya Vanya,menatap Vitalia yang tak percaya dengan reaksi sahabatnya,yang tiba-tiba berubah ketika membahas asisten pribadi kakaknya.


“ Van.... jangan su’udzon.... , gue tahu banget kalau Aldo itu orang baik...” ucap Vitalia,memperingatkan sahabatnya.


“ Bukan su’udzon... tapi siapa tahu saja....” ucap Vanya tak mau kalah.


“ Terserah deh...,ingat nih Van... benci boleh tapi jangan kebablasan...,takutnya Elo sendiri yang kena karmanya...” ucap Vitalia lagi,berusaha memberi pengertian,tapi sayangnya diabaikan oleh Vanya.


Sementara di Negara X, Erlin dan Aditya sudah kembali ke tempat penginapan mereka,di Sweet Room Village,begitu pula dengan Clara,dan juga Alex kedua pasangan tersebut juga telah pulang ke rumahnya,karena memang waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 waktu bagian Negara X.Kini Erlin dan Aditya tengah membersihkan dirinya,stelah itu mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak...


“ Mas....” ucap Erlin yang kini berada dalam pelukan Aditya.

__ADS_1


“ Hemmm....” jawab Aditya.


“ Mas...apa sebaiknya kita pulang ke Indonesia ya....??”tanya Erlin meminta persetujuan pada sang suami.


“ Sayang... kenapa kamu tiba-tiba ingin pulang sih...??,kan kita kesini buat bulan madu,Yang....” jawab Aditya,sambil menatap heran Istrinya.


“ Entahlah Mas...,semenjak dapat kabar dari Vanya... pikiranku benar-benar kacau Mas....” ucap Erlin dengan nada sendu.


“ Kamu tenang saja.... Mas sudah bicara pada Hans,jika Hans sudah memperketat keamanan RS...” ucap Aditya berusaha menenangkan sang Istri.


“ Tapi Mas....dr.Irsyad sudah mengancam Vanya loh....,mungkin bukan hanya saja yang diancam,tapi sahabat-sahabat aku yang


lainnya juga Mas...,belum lagi keluarga kita Mas...” ucap Erlin penuh rasa khawatir,bahkan ia takut kekhawatirannya selama yang ia rasakan,benar-benar terjadi.


“ Iyaaa... sayang... Mas mengerti perasaanmu..., tapi belum waktunya kita pulang ke Indonesia...,masih ada cara lain Yang...


“ Tapi Mas.....” ucap Erlin terhenti.


“ Ssssssttttt.....” ucap Aditya sambil menempelkan jari telunjuknya di bibir sang Istri,dan menatap mata sang Istri lekat-lekat,lalu ia meyenderkan kepala Erlin di dada bidangnya untuk di peluk.


“ Sudah Yang... kita kan kesini untuk bersenang-senang...jadi pleasee... jangan meminta kembali ke Indonesia....,kita habiskan waktu bulan madu kita dulu disini,setelah itu baru kita pulang ke tanah air...,ok...” ucap Aditya,memberi pengertian pada sang Istri,sambil mengelus-elus rambut sang Istri. Erlin pun hanya menganggukkan kepalanya saja tanda mengiyakan ucapan sang Suami.


Setelah mereka berdebat panjang akhirnya sepasang kekasih itu memutuskan untuk tidur,akan tetapi Aditya malah mengganggu sang Istri,yang sedang bersiap untuk tidur.


“ Yang..... sayang...” panggil Aditya pada sang Istri yang sedang tidur memunggunginya, sambil memeluk sang Istri dari belakang.


“ Hemmm.... ada apa Mas....” ucap Erlin sambil berusaha berbalik badan tapi terhalang oleh pelukan sang Suami.


“ Kamu sudah selesai belum..??” tanya Aditya.


“ Selesai apanya...??” tanya Erlin bingung dengan ucapan sang Suami.


“ Emmm.... itunya... “ ucap Aditya,yang juga bingung untuk menjelaskan pada sang Istri,lalu ia pun merenggangkan pelukannya.


“ Itunya apa sih Mas....??? kalau ngomong itu yang jelas dong Mas...” ketus Erlin,lalu berbalik badan menatap sang Suami,dan kini pun


mereka saling tatap..,tatapan mereka saling beradu,lama kelamaan menjadi candu...,dua insan yang sedang di mabuk asmara kini tengah berc*um*an mesra,yang membuat mereka melupakan segala permasalahan yang sedang terjadi. Mereka semakin memperdalam c*um*an panas mereka,setelah lama berc*uman ,Erlin pun memukul-mukul dada bidang Suaminya,agar melepaskan c*umannya, karena ia kehabisan nafas.


“ Istriku bolehkah aku meminta Hak ku sekarang...” ucap Aditya lirih,sambil memeluk sang Istri penuh dengan gairah.


“ Tapi Mas aku......belum selesai....hehehehe...” ucap Erlin sambil nyengir kuda.


“ Ck.... Yaa ampun Yang.... kenapa lama banget sih selesainya...??” ucap Aditya berdecak kesal,lalu melepaskan pelukannya.


“ Yaa... siapa suruh.... orang Mas yang memulai duluan...” ucap Erlin tak terima.

__ADS_1


“ Sial.....,kenapa nggak bilang dari tadi sih Yang....” kesal Aditya lalu,ia pun segera bergegas ke kamar mandi untuk menuntaskan


hasratnya yang masih belum terselesaikan.


__ADS_2