
Sementara El kini sedang berlari di sepanjang lorong RS, seketika Ibu Irma tersentak kaget melihat cucunya yang berlari ke arahnya,sedangkan dalam pikiran bu Irma, ia berfikir kenapa El bisa berada di RS sendirian.. tanpa ada yang menemaninya,sedangkan kondisi RS sedang tidak baik-baik saja.
" El.... cucu nenek...?? El kesini sama siapa...?? tanya Ibu Irma kepada cucunya, tapi dihiraukan oleh El,dan ia pun berkata
" Nenek.. tolongin bunda dokter.. Nek...., bunda dokter dalam bahaya...dia sedang bertarung dengan penjahat Nek..." ucap El panik.
" Apaaa...?? kamu lihat bunda dokter dimana sayang...?? tanya sangat Nenek.
" Disanaa Nek..., oh iya nek El mau ngomong sama Ayah Aldo dulu... dia jahat Nek,, ayah Aldo harus menolongnya..." ucap El.
" Tapi El.. , ayahmu masih sakit... " ucap sang Nenek.
" Tapi Nek..., hanya Ayah Aldo yang bisa menolong bunda dokter saat ini... " ucap El cemas, walaupun dia seorang anak kecil tapi pikirannya sudah seperti orang dewasa..., sementara Vitalia dan Hans,secara langsung melihat dan mendengar obrolan antara seorang Nenek dan Cucu tersebut.
" Maksud kamu apa sayang...??? " ucap Vitalia yang tiba-tiba datang dari arah belakang El.
" Tante dokter... tolongin bunda dokter... dia sedang dalam bahaya...." ucap El ketakutan.
" Bunda dokter...??? tanya Vitalia bingung, dengan siapa yang dimaksud bunda dokter anak kecil itu.
" Maksud cucu saya itu dokter Vanya....bu...,teman dari bu dokter.... " jawab Ibu Irma menjelaskan, sontak membuat Vitalia terkejut.
" Ap.. apa...??? terus sekarang bunda dokter di mana dek...??" tanya Vitalia berusaha lembut menghilangkan rasa keterkejutannya, walaupun ia juga sebenarnya bingung dengan anak kecil itu kenapa memanggil Aldo dengan sebutan Ayah., tapi ia urungkan niatnya untuk bertanya, karena keselamatan sahabatnya saat ini lebih penting,ia juga akan menanyakannya lain waktu.
" Disana tante..., tapi tadi bunda dokter sempat bilang, kalau bunda dokter butuh bantuan Ayah Aldo..." ucap El menjelaskan.
" Hah....,, ya sudah Hans..., Jack... ayoo kita cari Vanya sekarang... , oh ya adek kecil trimakasih ya infonya... ucap Vitalia sambil tersenyum ramah kearah El.
" Iyaa... tante sama-sama... tapi tunggu dulu...,Ayah Aldo harus ikut..." ucap El, ia tak mau tau,bagaimanapun keadaannya Ayahnya,ia harus ikut.
" Tapi El..., ayah kamu baru sakit sayang...?? ucap sang Nenek mencoba memberi nasehat kepada cucunya.
" Benar kata Nenekmu sayang...,, biar tante sama om-om ini yang akan menolong bunda doktermu..." ucap Vitalia sambil tersenyum ramah menimpali obrolan antara Nenek dan Cucunya itu.
" Tapi orang itu sangat jahat tante,El pikir kalau kalian saja yang melawan tidak akan bisa...,orang itu licik tante...orang itu sudah menyakiti bunda dokter ku dengan menyikut perutnya sampai kesakitan..." ucap El menjelaskan, seketika membuat semua orang yang mendengar pun terkejut.
" Apaaa...." ucap mereka bersamaan, termasuk Ibu Irma,dan di sela-sela obrolan mereka, ponsel milik Vitalia yang ada di saku snelinya pun berbunyi.
__ADS_1
Dreett... dreettt.. dreettt....
" Halo.... Assalamu'alaikum..." ucap Erlin yang diseberang sana.
" Wa'alaikumsalam.... , Er....?? " ucap Vitalia membalas Erlin. Ya seseorang yang menghubunginya adalah Erlin sahabatnya sekaligus kini menjadi kakak iparnya.
" Astagaaa Vita.. gue benar-benar panik Vit..., barusan dokter br*ngs*k itu telpon gueee..., dia neror gue,ternyata banyak anak buahnya yang dikirim ke seluruh dunia untuk melacak keberadaan kita..,sedangkan sekarang gue disini sendirian... " ucap Erlin menjelaskan, sambil mondar-mandir, tak bisa tenang.
" Apaa..?? cerdas juga dia..., pokoknya kamu tenang saja disana ok...,Eh terus kak Aditya dimana..??" tanya Vitalia.
" Kakakmu pulang ke Indonesia bersama Alex, dia memutuskan pulang ke Indonesia setelah Hans mengabari jika anak buahnya telah mati semua karena dihabisi oleh dokter br*ngs*k itu...." ucap Erlin pada Vitalia.
" Apaaa..... ck... kakak bagaimana sih malah kesini...?? aduhh... misi ku bakalan gagal deh ini..." ucap Vitalia kesal, sambil memijit pelipisnya.
" Misi apa.. ?? tanya Erlin penasaran, misi apa yang dimaksud oleh sahabatnya.
" Ada deh..kepo....,,sudah lah.. pokoknya kamu tenang saja... " ucap Vitalia santai.
" Issshh ck... tenang saja.... tenang saja.... ngomong saja enak kali Vit... aku disini sendirian,sedangkan Vanya dalam bahaya ini semua karnaku Vit.... hiks hiks... " ucap Erlin kesal bercampur memelas.
" Kan ada Clara disana..., sekarang Lo harus menghubunginya,kalau tidak ingin sesuatu yang tidak di inginkan terjadi.. " ucap Vitalia lagi memberi masukan.
" Hmm iyaa....iyaaa.. lagian dia juga mau datang ke Villa kok...." ucap Erlin pasrah, lalu mematikan telponnya sebelah pihak. seketika Vitalia menggerutu kesal..
Tut...
" Yaa Allah... Erlin... Erlin... ucap salam kek.. " gerutu Vitalia kesal karena ulah sahabatnya, yang tiba-tiba nutup telponnya.
" dokter Vitalia...kita sudah tidak ada waktu lagi..., kita harus segera membantu teman anda dok....sebelum dr.Irsyad bertindak brutal...." ucap Jack
" Astaghfirullah....hampir lupa.., baiklah kalau begitu kita segera kesana....!!! ucap Vitalia lalu bergegas pergi tanpa berpamitan,di ikuti Hans dan Jack dibelakangnya, sedangkan Ibu Irma dan El segera masuk ke ruangan tempat Aldo dirawat, seketika El berteriak
" Ayah...!!! "
" El.... ,loh.. kamu kesini dengan siapa sayang...?? " ucap Aldo pada putra angkatnya yang tiba-tiba datang menemuinya.
" El kesini ingin memberi tau Ayah..., bunda dokter dalam bahaya Yah..., ada penjahat yang berusaha mencelakainya... " ucap El menjelaskan.
__ADS_1
" Apa...?? Bunda dokter...?? tanya Aldo mengerutkan keningnya bingung, dengan siapa yang dimaksud bunda dokter itu.
" Maksud El itu dokter Vanya, Do... dokter yang kemarin ketemu sama El di RS ini, waktu mencarimu...,dan El memanggilnya bunda.. " ucap Ibu Irma menjelaskan.
" Apaaa...?? dokter Vanya..??" ucap Aldo, entah kenapa tiba-tiba hatinya mulai tak tenang.
" Iyaa yah... bunda dokter dalam bahaya... kasian dia yah... , tolongin bunda El... El nggak mau bunda dokter terluka Yah... hiks.. hiks... " ucap El sambil menangis sesegukan.
" El... sini sayang sama Ayah..., ucap Aldo menyuruh El untuk naik ke atas ranjang yang ia tempati.
" Kenapa Yah...??, El nggak mau El pengen bunda dokter... hikss... hikss.. " ucap El pada Aldo.
" Sayang....sudah jangan menangis lagi...,dengarkan Ayah ngomong dulu..., Ayah Aldo janji.. bakal bawa bunda dokter kesini,ok... " ucap Aldo memberi pengertian pada putranya.
" Janji ya.. Yah...." ucap El seraya menjulurkan jari kelingkingnya pada Ayah nya, Aldo pun membalasnya.
" Ayah.. janji...!!! ya sudah kalau begitu Ayah nolong bunda dokter dulu ya...,tapi El disini saja ya sama Nenek... " sambil melepas jarum infus yang menancap ditangannya. El pun menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan apa yang dikatakan Ayahnya.
" Tapi Do.... kondisimu belum stabil... " ucap Ibu Irma, pada anaknya.
" Tidak apa-apa bu...,jangan khawatir... Aldo sudah sembuh kok bu..." ucap Aldo lalu turun dari ranjangnya dengan menggendong El,setelah itu mencium kening putra angkatnya tersebut.
" Do... dengerin Ibu Nak... " ucap Ibu Irma memegang tangan Aldo, melarang anaknya untuk keluar menyelamatkan dr.Vanya karena memang kondisi Aldo tidak memungkinkan.
" Ibu... tenangkan pikirmu... Aldo tak apa Bu... demi menyelamatkan nyawa seseorang yang sepertinya El sangat mencintainya Bu... " ucap Aldo dengan lembutnya memberi pengertian pada Ibunya.
" Baik Nak... terserah kamu saja..., ingat jaga kondisimu..., kalau ada apa-apa cepat kabari Ibu.. Nak.. " ucap Ibu Irma pada anaknya.
" Baik Bu... " ucap Aldo lalu ia bergegas keluar dari ruangannya, dan menelpon seseorang...
" Halo... Hans... Lo dimana??
" ...... "
" Baik... gue kesana sekarang.... " ucap Aldo, lalu mematikan telponnya secara sepihak,dan segera menyusul rekan yang lainnya untuk menolong dr.Vanya.
Sedangkan Aditya kini sudah pulang ke Indonesia,dan ia sudah dalam perjalanan menuju RS Wijaya,dengan membawa sekelompok orang berseragam,yaitu polisi, sementara Erlin yang sedang bersama Clara terlihat cemas, karena memikirkan sahabatnya yang kini sedang dalam bahaya,dan juga harus berhati-hati di negara X. walaupun kecil kemungkinan anak buah dr.Irsyad menyusup ke negara X, karena memang salah satu keluarga Erlin yaitu Pamannya kini sedang menjabat sebagai perdana menteri di negara tersebut, selain itu memang keamanan negara tersebut sangatlah ketat.
__ADS_1