Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 157


__ADS_3

Hukuman untuk Risa Long Ai


Setelah mendengar kabar jika Erlin sudah pulih dan terbangun dari komanya, Vitalia dan juga Mirna Feriska pun segera menuju ke ruangan tempat Erlin dirawat, begitu pula dengan Vanya yang sudah sampai di dalam ruang perawatan Erlin.


"Kakak Ipar.." panggil Vanya pada Erlin yang duduk bersandar di atas ranjang tempat tidur ditemani Dina dan Clara. Erlin pun lalu mengarahkan pandangan ke arah summer suara dan berkata, "Vanya..." balas Erlin menjawab lalu Vanya pun seketika berhambur memeluk Erlin sang Kakak Ipar.


"Hiks... hikss... akhirnya Kau sadarkan diri juga Kak.., Kau tau Kami sangat merindukanmu..., ini semua gara-gara si nenek sihir itu" ujar Vanya sambil menangis sesegukan di dalam pelukan Erlin.


"Sudah... jangan ungkit masalah itu lagi, lagian Dia juga sudah di tahan." balas Erlin lalu melepaskan pelukan Vanya.


"Elo tuh ya Er.. kebiasaan... orang kaya' gitu nggak pantas buat dibela Erlin...!!" sambung Clara dengan penuh penekanan karena dirinya juga merasa tak terima dengan apa yang sudah diperbuat Risa tapi justru Erlin malah seakan-akan membelanya.


"Tapi Ra..." ucapan Erlin terhenti.


"Tidak Ada kata tapi tapian sayangku..., benar apa yang dikatakan Clara, setelah ini Mas akan menyelesaikan semuanya, Kamu tidak usah khawatir lagi Yang karena Aku sendiri yang akan menghabisinya." ucap Aditya tersenyum ngeri.


"Apaaa...??, Mas apa yang telah Kau lakukan pada Risa..??" teanya Erlin dwngan sangat terkejut karena sang Suami akan menghabisinya pikirnya.


"Istriku Kau harus mengerti jika Dia telah melukaimu bahkan Dia hampir membunuhmu tapi kenapa Kau malah membelanya??" tanya Aditya sambil menggenggam tangan sang Istri.


"Mas... bukan begitu tapi..." balas Erlin melawan perkataan sang Suami.


"Tak ada tapi-tapian Yang..., biar Risa dan keluarganya jera setelah apa yang Risa per buat, bukan Risa saja tapi keluarganya juga, karena mereka diam-diam sudah berani merancang strategi untuk merebut seluruh aset keluarga Wijaya dan Sanjaya." terang Aditya membuat semua mata terperangah.


"Apaa?? "


"Iya Sayang..., mereka berniat akan menghancurkan keluargamu juga, ini ada kaitannya dengan pelaku kecelakaan Edward." terang Aditya, sontak perkataannya pun membuat semua terperangah karena terkejut dengan apa yang diutarakan Aditya, terutama Vanya.


"Kak Aditya apa maksudmu.. ??, jelas-jelas Ayahnya Aldo lah yang sudah membunuh Suamiku." tanya Vanya pada Aditya dengan nada meninggi, dan pertanyaan dari Vanya pun terdengar menggema ke seluruh ruangangan termasuk Vitalia dan Mirna yang baru saja masuk pun ikut mendengarnya. Vitalia pun begitu terkejut mendengarnya, "Whaatt.., Vanya sudah punya Suami??, lalu siapa Suami Vanya??" batin Vitalia dari dalam hati.


"Maafkan Aku Vitalia, Aku belum sempat memberi tahu mu jika Vanya telah menikah dengan Edward adik dari Kakak Ipar mu, bukan dengan Aldo." gumam Mirna sambil menatap Vitalia yang hanya diam seperti sedang terkejut mendengar ucapan Vanya.


"Ehemmmb... maaf mengganggu.." ucapan Vitalia pun sontak membuyarkan mereka yang sedang berdebat, dan mengarahkan pandangan menatap Vitalia yang sedang menyamar sebagai dokter Amelia Hirata.


Betapa tercengangnya mereka ketika melihat ke arah Vitalia tanpa menggunakan masker tapi tetap menggunakan kaca mata putihnya.

__ADS_1


"Vit.. Vitalia... Kau...?? ucap Aditya, Erlin dan Vanya secara bersamaan, sedangkan Dina dan Clara hanya diam karena mereka sudah mengetahui wajah dokter itu. Sementara Vitalia yang sedang menyamar sebagai dokter Amelia pun pura-pura tidak tahu dengan apa yang dikatakan mereka bertiga, Is pun mengerutkan keningnya bingung, lalu berkata, "Maaf, Saya dokter Amelia Hirata, bukan dokter Vitalia, dan Saya adalah adik tingkatnya dokter Vitalia yang menjadi asisten dokter David, mungkin kalian terkejut melihatku karena wajahku yang begitu mirip dengan Adik, Kakak, atau Sahabat kalian mungkin" ucapnya melemah. Pernyataan dari Vitalia pun membuat Aditya, Erlin, dan Vanya terdiam.


"Ehemmbb... yaaa bagaimana keadaanmu dokter Erlin??" tanya Vitalia pada Erlin.


"Alhamdulillah sudah mulai membaik dok." jawab Erlin sambil tersenyum ramah, setidaknya rasa rindunya terobati ketika melihat dokter yang sangat mirip dengan Adik Iparnya.


"Dok..., bolehkah Aku memelukmu sebagai pengobat rinduku pada Adik Iparku??" tanya Erlin meminta ijin kepada dokter Amelia. dan Vitalia yang sedang menyamar sebagai dokter Amelia pun tersenyum lalu menganggukkan kepalanya menyetujui permintaan Erlin.


Greepp..


Erlin pun menumpahkan seluruh air matanya yang tidak terbendung kedalam pelukan Vitalia yang sedang menyamar. tak terasa air mata Vitalia pun berusaha menahan tetesan air matanya agar tidak tumpah, tapi apalah daya sekuat tenaganya untuk menahannya Ia tetap tidak mampu menahannya, air matanya pun lolos begitu saja di saat keduanya sedang berpelukan. Sedangkan mereka yang melihat pun ikut meneteskan air matanya karena mengingat Vitalia.


"Sudah ya dok, sekarang lebih baik beristirahatlah jangan sampai kecapekan." tutur dokter Misterius itu sambil tersenyum ramah.


"Baik dok.., Thanks ya dok sudah menyembuhkan Aku, Aku tak tahu jika tak ada dokter mungkin Aku sudah mati." ucap Erlin.


"dok... jangan berkata seperti itu, anggap saja ini sebuah mu'jizat yang telah Tuhan berikan padamu." balas Vitalia sambil tersenyum ramah. Tak berselang lama seluruh keluarga dari Erlin dan Aditya pun datang menjenguk Erlin.


"Assalamualaikum..." ucap para orang tua yang baru saja datang di balik pintu


"Waduh ramenya...!!, putri Papih sudah sadar ya...??" ucap tuan Sanjaya di balik pintu.


"Putri Mamih.." hiks... hiks...


"Putri Mamah.." hiks hiks..


Ucap Mamih Dewi dan Mamah Italian secara bersamaan lalu menubruk memeluk Erlin.


"Astagaa Mamih, Mamah..." ucap Erlin refleks karena kaget dengan tingkah orang tuanya yang tiba-tiba memeluknya, Tiba-tiba saja telpon dari Aditya pun berbunyi.


Drett... dreett... dreett...


"Halo..., Do... bagaimana apa Kau sudah memberinya pelajaran..??" tanya Aditya diseberang sana, sontak semua orang yang sedang berada di kamar perawatan Erlin pun mengarahkan pandangan ke arah Aditya yang sedang menerima telepon dari seseorang itu.


"Dit.. cepat ke markas Kalajengking, Risa terus memanggil namamu..." ucap Aldo diseberang sana.

__ADS_1


"Biarkan saja, setelah ini Aku akan kesana kebetulan hari ini juga temanku akan datang dari Jepang, dan Kau bersiaplah Do, rapikan markas Kalajengking sekarang juga, Aku akan segera menjemput temanku ke bandara...!!" balas Aditya memerintah Aldo. Vitalia yang mendengar percakapan Aditya pun sontak membelalakkan matanya tercengang, begitu pula dengan Mirna. Berbeda dengan yang lain hanya menyimak saja karena Risa dan Keluarganya memang pantas untuk di berikan hukuman yang setimpalnya. Yaa keluarga Risa juga ikut di tahan di tahanan bawah tanah markas Kalajengking.


Tut.


Sambungan telepon pun terputus karena dimatikan sebelah pihak oleh Aditya. Aditya pun lalu berpamitan pada semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut, "Pah, Mah, Mih, Pih.., Aditya pergi dulu ya ada urusan." ucap Aditya berpamitan kepada para orang tuanya. Sedangkan semua orang belum menyadari jika ada seorang dokter yang begitu mirip dengan Vitalia sedang berada di dalam ruangan tersebut. "Mas kenapa buru-buru sih...??" tanya Erlin heran.


"Sayang... maafkan Aku, Aku harus pergi ke sebuah tempat dan di tempat itulah Risa dan Keluarganya akan kuberi hukuman." balas Aditya berusaha memberi pengertian kepada sang Istri.


"Tapi Mas, sudah kubilang bukan jika..." ucap Erlin terhenti karens telapak tangan Aditya membungkam mulut sang Istri tercintanya dengan berkata, "Ssssttt untuk kali ini saja Yang tolong berikan Aku kesempatan untuk membuktikan padamu jika Aku sangat mencintaimu." ucap Aditya seraya memohon kepada sang Istri agar mengerti perasaannya.


"Tidak usah Kau buktikan saja Aku selalu mempercayaimu Mas.." balas Erlin. sambil tersenyum haru Aditya berkata, "Terimakasih Yang, Kau begitu pengertian padaku, tapi justru Aku lah yang tidak mengerti perasaanmu, maafkan Aku." ucap Aditya meminta maaf pada sang Istri karena Ia benar-benar merasa bersalah sudah mempercayai Risa dan Keluarganya dengan begitu saja.


"Ehemmbb... maaf jika memotong, dokter Erlin .. Tuan Aditya.., Saya mau permisi dulu nanti kalau ada apa-apa bisa menghubungi dokter Vanya saja, karena tugas ku sudah selesai dan Saya segera kembali ke Jepang." tutur Vitalia memotong pembicaraan karena Ia berpikir jika Ia berlama-lama di satu ruangan bersama dengan Keluarganya Ia tidak akan bisa tenang.


"Secepat itukah dokter Amelia kembali??, bahkan Aku belum sepenuhnya pulih." tanya Erlin heran pada dokter jenius plus misterius itu.


"Iyaaa..., karena memang masih banyak pekerjaan yang belum terselesaikan." jawab Vitalia ramah.


Dan ucapan dari seorang Vitalia pun membuat para orang tua mengarahkan pandangan ke arah Vitalia yang sedang menyamar sebagai Amelia. Begitu tercengangnya mereka ketika melihatnya., dengan refleks Mama Ita pun berkata, "Vitalia..." panggilnya, sayangnya tak dihiraukan Vitalia yang justru sudah keluar dari ruangan tersebut. Ya sebenarnya Vitalia pun ingin memeluk sang Mamah tapi Ia harus bisa menahannya.


"Mah itu bukan Vitalia, Dia adalah dokter yang sudah menyembuhkan Istriku." timpal Aditya menjelaskan kepada sang Mamah.


"Tapi mengapa Dia begitu mirip dengan Adikmu Dit..??" tanya Tuan Wijaya pada Aditya.


"Entahlah Pah, Aditya tidak tahu mengapa bisa kebetulan seperti ini." jawab Aditya jujur.


"Ya sudah kalau begitu Aditya permisi dulu, dan buat Istriku Kamu istirahat ya ingat kata dokter Amelia tadi." pamit Aditya pada semua orang yang berada di ruangan tersebut, termasuk pada Istri tercintanya.


"Iya Mas..." jawab Erlin, Aditya pun lalu mengecup kening sang Istri laku pergi keluar ruangan tempat Erlin dirawat.


******


**Waduuuhhhh bakal dihukum juga nih si Risa dan Keluarganya??, kira-kira apakah Aditya akan menghukumnya sendiri atau memerlukan bantuan pada temannya yang berasal dari Jepang??


Jangan Lupa Vote, Like, Komen, dan Favorite Yaa.... Terimakasih 🥰🥰🙏🙏**

__ADS_1


__ADS_2