
*** Kecurigaan Vanya***
“ Kau ini sebenarnya siapa....? Berani-beraninya kau mengancamku...!!!” tegas Vanya, tiba-tiba sambungan pun terputus,karena dimatikan sebelah pihak oleh penelpon misterius itu.
“ Sebenarnya siapa dia...??? Suara itu seperti....” ucap Vanya tertahan. Kebetulan Vanya sudah berada di tempat parkir,berniat segera pulang dari RS untuk mengistirahatkan tubuhnya sejenak,karena semalam,ia sedang melaksanakan tugasnya untuk jaga malam, tapi ia mengurungkan niatnya untuk pulang ke aparmentnya,dan segera merogoh ponselnya di dalam snelinya, untuk menghubungi seseorang, sambil melihat sekeliling yang dirasa sudah aman untuk menghubungi seseorang itu.
“ Haloo....” ucap Vanya, pada seseorang yang telah ia hubungi,sabil menoleh kanan kiri.
“Assalamualaikum Vanya?”
“Wa’alaikumsalam... gawat, Err. Gue mau bicara penting sama Lo. Emh, Lo dimana sekarang..??” ucap Vanya penuh cemas. Ya seseorang yang telah dihubungi Vanya adalah Erlin sahabatnya.
“Gawat gimana sih Van...? Kalau ngomong yang jelas dong... jangan bikin Gue bingung deh...” ucap Erlin diseberang sana penuh tanda tanya...
“Isssh... ck, Iyaaa iyaaa, Gue tadi di telpon sama seseorang..tapi entahlah gue nggak tau siapa dia...” ucap Vanya to the point,ia tak mau ambil resiko, karena Sahabatnya kini sedang dalam bahaya.
“Mungkin dia temenmu kali Van.."
“Astagaaaa Gue serius kali Er..., dia itu menelpon bukan buat temenan kali Er. Tapi dia menghubungiku hanya untuk mengancamku saja...” ucap Vanya masih berusaha menjelaskannya pada sahabatnya, karena ia juga bingung untuk memulai menjelaskan.
“Hah, mengancammu? Serius Lo Van....??” ucap Erlin terperanjat kaget,mendengar ucapan Vanya, Sedangkan sang Suami yang kini tengah mengobrol dengan Clara dan Alex, seketika ikut terkejut karena mereka tak sengaja menyimak obrolan Erlin dan dr.Vanya.
“Iyaa... gue serius lah..., kalau nggak serius ngapain gue telpon Lo sepanik ini...” kesal Vanya,dengan raut muka panik.
“Terus gimana...??” tanya Erlin,sambil modar-mandir di depan sang Suami,Clara dan Alex.
“Dia hanya bilang, katanya dia mencarimu...,kalau enggak gue jawab, gue bakalan diculik sama si penelpon misterius itu...” ucap Vanya,menjelaskan.
“Apaaa....?? terus dimana Lo sekarang....??” tanya Erlin, dihantui rasa cemas. Karena bukan hanya dirinya saja yang dalam bahaya..., tapi para sahabat mereka juga dalam bahaya. Sedangkan sang Suami, Clara, dan Alex masih menyimak pembicaraan Erlin,dan sahabatnya itu.
“Gue... masih di RS sekarang...., Eh... Er...,tapi ada yang aneh deh dari suara telpon itu....” ucap Vanya,sambil melihat kondisi sekitarnya,karena
ia takut seseorang yang mengancamnya, tiba-tiba datang ke RS.
“ Aneh... Bagaimana, sih Van...??” tanya Erlin penasaran.
“ Yaa... aneh saja...., sepertinya gue juga kenal dengan suara itu...,seperti.....” ucap Vanya tertahan.
__ADS_1
“ Seperti apaaa....??” tanya Erlin lagi,penuh penekanan.
“ Seperti suara dr.Irsyad...”terang Vanya pada sahabatnya. Seketika Vanya dibuat panik,karena ia melihat sebuah pistol dari kejauhan yang mengarah ke arahnya. Sementara Erlin terperanjat dengan apa yang dikatakan sahabatnya barusan.
“ Apaaaaaa....” ucap Erlin terkejut,diseberang sana.
“ Eh... Er... gue tutup dulu ya.... telponnya nanti gue kabari lagi...” ucap Vanya terburu-buru,sambil menoleh ke arah belakang, ia segera bersembunyi,untuk masuk ke dalam RS lagi.
“ Tapi.. Van....” ucap Erlin terhenti, karena sambungan telpon sudah terputus.
“ Kenapa Vanya tiba-tiba mematikan telponnya seperti orang ketakutan...??” batin Erlin.
“ Ck.... bagaimana ini....??? ucap Erlin,cemas..seketika Aditya menghampiri sang Istri yang tampak kebingungan.
“ Sayang.... tenangkan dirimu....” ucap Aditya berusaha menenangkan hati Istrinya.
“ Bagaimana bisa tenang Mas...., bukan hanya aku saja yang dalam bahaya..., tapi keselamatan sahabat-sahabatku juga dalam bahaya...!!!”seru Erlin..,tapi langsung dipeluk oleh sang Suami,berusaha untuk menenangkan sang Istri.
“ Sudah.....tenangkan dirimu...., malu dong Yang dilihat banyak orang...” ucap Aditya masih
memeluk sang Istri,memberi pengertian. Erlin pun akhirnya mau menuruti ucapan suaminya,karena ia baru sadar, ia masih berada ditempat umum.
“ Iyaaa Raa...., kini Vanya sedang dihubungi oleh seseorang yang sangat misterius,dan orang itu mencariku,jika Vanya tak memberi tahu dimana aku berada,dia diancam untuk diculik oleh orang misterius itu....” ucap Erlin sambil melepaskan pelukan sang Suami,lalu duduk di tempat duduknya.
“ Apaaaa........???? ucap Aditya,Clara dan Alex serempak.
“ Makanyaaaa.... aku sekarang khawatir banget,Mas...,kenapa Vanya tiba-tiba saja mematikan telponnya seperti orang ketakutan....” ucap Erlin lemas.
“ Apalagi...,Vanya menduga bahwa orang misterius itu adalah dr.Irsyad...,karena ia sangat menngenal suaranya” imbuh Erlin lagi. Seketika Aditya langsung menghubungi seseorang untuk memperketat keamanan RS Wijaya.
“ Haloo.... Hans....
“ Yaa tuan...."
“ Perketat keamanan RS Wijaya sekarang juga...."tegas Aditya.
“ Kami sudah memperket keamanan disekitar RS Wijaya... tuan..." ucap Hans,yang berada diseberang sana.
__ADS_1
“ Bagus.... jangan biarkan dokter bre**s*k itu bisa masuk ke RS Wijaya..., dan saya minta agar ada yang selalu mendampingin asisten Aldo...
" Baik tuan....." ucap Hans,patuh.
Akhirnya sambungan telpon pun terputus.
Sementara di RS Wijaya,, dr.Vanya tampak sedang berlari memasuki RS, ia mengurungkan niatnya untuk pulang ke apartemennya, karena ada seseorang yang sedang mengintainya diam-diam. dr.Vanya yakin kalau yang sedang mengintainya saat ini adalah anak buah dari dr.Irsyad.
" Gueee harus secepatnya sampai di dalam...." ucap Vanya sambil berlari masuk ke dalam RS.
Ia terus berlari memasuki lorong RS, dengan penuh perasaan cemas, seperti orang ketakutan. sementara orang yang mengintainya tadi masih memperhatikan gerak-gerik Vanya dari luar RS..., ketika Vanya berlarian menyusuri lorong RS, Vanya di kejutkan dengan seseorang yang menabraknya..
" Braakkkk.....
" Astagaaaa Vanya.... Lo ngapain lari-lari kayak gitu di RS....," ucap Vitalia kaget.. karena ditabrak oleh sahabatnya.
" Maaf Vita... gue nggak sengaja....,gue harus sembunyi secepatnya Vit......" ucap Vanya lalu berlari meninggalkan Vitalia yang masih di tempat.
" Sembunyi....??? tapi kenapa Vanya seperti orang ketakutan ya...??? tanya Vitalia mengerutkan keningnya, karena tak mengerti maksud dari ucapan dari Vanya.
" Heh.... tungguin guee Van.... " teriak Vitalia, ia lalu mengejar Vanya yang seperti orang ketakutan.
" Hah... hah... hah.... Astagaaa Vanya.... Lo sebenarnya kenapa sih..... ucap Vitalia yang ngos-ngosan berhasil mengejar Vanya, mereka pun kini berusaha mengatur nafasnya agar stabil. kemudian Vitalia menghampiri sahabatnya memegang kedua bahunya dengan tatapan serius.
" Vanya... sebenarnya Lo kenapa sih...hah..." ucap Vitalia serius.
" Vit... tolongin gueee.... ada orang yang sedang mengintaiku..." ucap Vanya ketakutan.
" Mengintai...??? siapaa...??? nggak ada Van.. disini nggak ada orang...." ucap Vitalia lembut.
" Tapi tadi gue liat ada yang mengarahkan pisptol dari kejauhan ke arahku..." jelas Vanya, seketika membuat mata Vanya terbelalak lebar karena terkejut.
" Haahh.... serius Lo Van.... ???
" Gue.. serius Vit.. , bahkan dia juga mengancamku... tapi gue yakin itu ulah dr.Irsyad....
" dr.Irsyad..... ?? yang benar saja Lo, Van... lantas apa hubungannya dengan Lo..." ucap Vitalia tak percaya.
__ADS_1
" Yaa ada lah Vit.. gue kan sohibnya Erlin...,Lo tuh gimana sih..,bukan aku saja kali yang dalam bahaya...tapi Elo juga... termasuk semua orang terdekat Erlin atau kakak Lo..., gue yakin dia menaruh dendam pada kakak dan kakak iparmu... "jelas Vanya panjang lebar.
" Kalau begitu kita harus merancang strategi secepatnya Van.." ucap Vitalia, lalu disetujui oleh Vanya.setelah itu mereka pun berlari ke arah ruangan direktur utama untuk merancang strategi.