
Di tempat lain Vanya dan Dina, sedang menuju ke mansion Sanjaya, karna setahu mereka berdua, kedua orangtua Erlin sekarang berada di mansion keluarga besar Sanjaya,...
Mereka pun akhirnya sampai di Mansion Sanjaya, lalu Vanya segera memarkirkan mobil yang ia tumpangi bersama Dina dan mereka pun turun dari mobilnya lalu segera memencet bel.
" Ting... tong... ting... tong....
Ceklek....
" Assalamu'alaikum tante...
" Wa'alaikumsalam... Eh kalian...mari nak silahkan masuk...
" Emmm iy iyaa tante trimakasih.... jawab Vanya cemas.
Mamih dewi yang melihat gelagat aneh dari kedua sahabat anaknya pun merasa curiga.
" lhooo... kalian kenapa datang-datang kok seperti orang ketakutan... tanya mamih Dewi pada kedua sahabat anaknya.
" Emmm jadi tan... kita kesini mau ngasi kabar, kalau Erlin sedang diculik oleh orang misterius, tante... ucap Dina.
Praankkkk....
" Astaghfirullah...... Tante nggak salah dengarkan nak... ??hiks... hiks.. hiks... ucap Mamih dewi gemetaran lalu menangis tersedu-sedu, mendengar putrinya di culik oleh orang tak dikenal.
" Enggak tan... kami seriusss.... ucap Vanya terus terang.
" tante yang sabar ya tante... maafin kami nggak bisa jagain Erlin... ucap Dina sambil menenangkan Mamih Dewi...
Tiba-tiba papih Erlin yaitu Tuan Sanjaya dengan eyang Erlin dan kakak Erlin pun datang menghampiri mereka yang sedang mengobrol di ruang tamu.
" Ada apa ini.... ??? ucap Sanjaya pada sang istri.
" Mih... masih kenapa nangis...,are you ok...?? ucap kakak Erlin yang bernama Yudha.
" Erlin....pih... hiks... hiks... hiks...
" Ada apaa dengan cucuku Erlin...,,Dewi...?? ucap Eyang candra sanjaya yang merupakan Eyang dari Erlin.
" Emmm... Om...maaf sebelumnya....,jadi kami kesini untuk mengabari kalau Erlin sedang diculik oleh pria tak dikenal om.... ucap Vanya menjelaskan semuanya.
" Apaaaa.... bagaimana bisa... anakku diculik???
" Erlin... cucuku.... hiks hiks hiks.... teriak sang Eyang sambil menangisi cucunya yang diculik oleh seseorang tak dikenal.
" Kalian tenanglah mih... , mah... Sanjaya janji akan menemukan putri dan cucu eyang... ucap Sanjaya papih Erlin.
" Pih... lebih baik kita segera lapor polisi pih...
" Kamu benar nak... ayo kita pergi ke kantor polisi sekarang...
Ketika mereka mau berjalan keluar tiba-tiba
" Tunggu Om... kak yudha... ucap Vanya..
__ADS_1
" Ada apa Vanya..?? kita sudah tak punya banyak waktu lagi...ucap yudha pada Vanya.
" Emmmm kak... sebenarnya sudah ada yang menolong Erlin. " ucap Vanya ragu.
" Haaahh.. apa katamu???
" Iya benar Om... tuan Aditya Bramasta Wijaya yang sudah menolong Erlin om,... ucap Dina menjelaskan semuanya.
" Haaahh.... apaaa??? Aditya Bramasta Wijaya...??? ucap mereka sekeluarga kompak kecuali Yudha sang kakak.
" Iya.... kata tuan Aditya kami kesini disuruh untuk mengabari keluarga om, dan di suruh tuan Aditya,agar Om sekeluarga diminta tetap tenang...
" Haaa.. bagaimana bisaaaa... dia menyuruh kita tetap tenang... memang dia siapa???
" Tenangkan dirimu yudha.... ucap sanjaya menenangkan putranya.
" Oh iya ada satu lagi... ,,Tuan Aditya dan Erlin mereka merupakan sepasang kekasih,Kak yudha... kami pun baru tau tadi...dan kami pun juga merasa lega karna Erlin ada yang nolong... ucap Vanya.
seketika mereka semua terkejut akan hal itu terutama sang papih merasa senang karna Tuan Sanjaya tau kalau Aditya adalah anak dari sahabatnya,yang akan ia jodohkan dengan anaknya yaitu dokter Erlin.
" Ya sudah nak Nak Vanya dan nak Dina trimakasih sudah mengabari kami semua.. ucap Sanjaya
" Iya om sama-sama..., kalau gitu kami pamit dulu ya Eyang, om,tante, kak....
kedua sahabat Erlin pun lalu bergegas untuk pulang karna hari sudah semakin gelap
" mamih... mamah (eyang) tenang saja... saya yakin Erlin bakal selamat dari penculik itu..
" Bagaimana papih bisa seyakin itu sih pih... !! tegas Yudha tak Terima dengan apa yang dikatakan papih nya.
" Benar kata mamahmu nak... dia adalah anak laki-laki kecil yang dulu kau anggap sebagai adek kamu sendiri, dan kamu pernah bilang kalau kamu mau menjodohkan dengan adek kamu. ucap Eyang menimpali.
" Apaaaaa....??? Eyang nggak bercanda kan ??
" tapi setidaknya kita juga usaha juga buat bantu menolong Erlin pih...
" Iyaaa.... Yudha.... kalau kamu daritadi bertanya seperti itu kapan kita berangkatnya ke kantor polisi untuk lapor Yud.... terang sang papih sambil menggelengkan kepalanya.
" Baik pih... ayo.... ucap yudha
mereka pun segera keluar mansion untuk pergi ke kantor polisi.
Skipp...
Aditya tampak terlihat kacau bagaikan separuh raga yang hilang, Aldo sebagai sahabatnya pun hanya menatapnya iba. yaa mereka sekarang masih berada di perjalanan menuju tempat penyekapan Erlin, padahal hari pun sudah mulai gelap. tak lama kemudian suara ponsel Aditya pun berbunyi...
" Halo..... ucap Aditya
" Dengan tuan Aditya bramasta Wijaya... kami dari pihak kepolisian ada laporan bahwa dokter Erlin putri Sanjaya telah di culik apakah benar...???
" Iya Pak... itu benar dan sekarang saya dan anak buah saya sedang menuju ke arah hutan tempat mereka menyekap kekasih saya...
" Baik Pak... tolong kerja samanya... kami dari pihak kepolisian wilayah itu akan ikut membantu mencari kekasih anda tuan Aditya, tolong kirimkan maps yang anda tujuan Tuan ucap polisi di seberang sana.
__ADS_1
" Oh... baik Pak...akan saya kirim sekarang juga.... dan terimakasih telah membantu saya... ucap Aditya.
" Sama-sama Tuan Aditya....
obrolan pun selesai..., aldo pun langsung bertanya pada Aditya.
" Siapa dit...??
" Dari pihak kepolisian...?? bagaimana bisa pihak kepolisian tau???
" Heh... lo tuhh gimana sih dit.... ya jelas lah pihak kepolisian nelpon lo... , kalau lo lupa lo kan yang nyuruh dokter Vanya dan suster Dina untuk bilang ke keluarga Sanjaya.
" Hhmmmm namanya saja lupa... ucap Aditya datar.
" Udah lo tenang aja... bro....
" Ck.... sudah cepat jalan...
Aldo pun akhirnya melanjutkan laju mobilnya yang mendekati hutan.
Di lain tempat
Erlin sudah tak sadarkan diri karna kakinya telah tertembak oleh ulah anak buah Erwin, walapun begitu tangan Erlin tetap di ikat di kursi.
" Bodoh dasar bodoh.... kalian nggak becus...., kamu telah menembak wanitaku ucap Erwin frustasi pada anak buahnya
" Tapi tuan anda juga sudah melukainya tuan...
Plakk.....
" Yang berhak melukai itu saya bukan kamu.... ucap Erwin lantang, hanya mendapat anggukan dari para anak buah Erwin...
Tak lama setelah itu Erlin pun mengerjap-ngerjapkan matanya dan merintih kesakitan karna dibagian kakinya tertembak
" Ssshh.. Aakkkhhh....
" Rupanya kamu kuat juga ya dokter Erlin.. !!! ucap Erwin tersenyum licik.
" Apa masih kurang.... hah.....????!!! bentak Erwin lalu menjambak jilbab Erlin kebelakang.
" Erwin... tolong.... jangan kayak gini... please... ucap Erlin lemah sambil meneteskan air matanya.
" Ini semua karna ulahmu sendiri Erlin... kamu sudah melawanku.... apalagi kamu sudah punya kekasih selain diriku... ucap Erwin dengan percaya diri
" Apaaaa... apa katamu?? heh kekasih?? kau bukan kekasihku kau hanya pengecut...dasar brengsek... ucap Erlin sinis,dan masih bisa melawan dengan kata-kata.
" Kauuu.... ??!! ucap Erwin menggantung dan akan menamparnya tapi terhenti dengan ucapan Erlin
" Kau apaaa haa...?? tanya Erlin balik, sambil tersenyum kecut.
Tak ada jawaban dari Erwin,.... hanya sorot matanya saja menatap tajam Erlin.
Tak lama setelah itu Aditya dan Aldo serta anak buahnya berhasil merangsek masuk ke dalam gudang tanpa sepengetahuan Erwin dan anak buahnya,mereka menghabisi anak buah Erwin satu persatu dengan mudah.
__ADS_1
Aditya pun lalu mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan gudang mencari sosok yang ia cari selama ini tetapi ia tidak menemukannya ia segera berlari ke gudang tengah.
Erlin yang sedari tadi terlihat lemah berusaha tetap kuat untuk menahan rasa sakitnya, dan dia masih ditatap tajam oleh sepasang mata di depannya yang tak lain adalah Erwin.