
Mantan Kekasih?
Sontak saja perkataan dari Tuan Sanjaya membuat Tuan Wijaya dan Mamah Ita membelalakkan matanya terkejut dan mengepalkan tangannya geram.
"Apaaa...??" ucap Tuan Wijaya dan sang Istri dengan nada keterkejutannya.
"Beraninya kau menuduhku sembarangan! Putraku tak mungkin selingkuh, Sanjaya!" bantah Tuan Wijaya dengan tersulut emosi mendengar penuturan dari Papih Erlin. Ia benar-benar tak percaya dengan apa yang sudah dikatakan Papih dari Erlin.
"Aku tak menuduhnya, Wijaya! Memang kenyataannya seperti itu!" balas Tuan Sanjaya dengan tensi tinggi.
"Sudah Pah, lebih baik dengarkan dulu penjelasan dari Sanjaya! Jangan mudah terpancing emosi! Tidak baik juga jika di dengar anak-anak!" ucap Mama Ita memberi peringatan pada sang suami. Mengingat El kini sedang berada dalam gendongan Mamih Dewi sedangkan Baby Daffa ikut Mbok Inah.
"Hmmm baiklah, kalau begitu kalian boleh duduk!Dan buat Mbok Inah, tolong bawa Baby Daffa dan El untuk masuk ke kamar! Biar bik Sumi yang membantu membawa El!" titah Tuan Wijaya pada asisten rumah tangganya yang bernama Mbok Inah.
"Baik Tuan..." ucap Mbok Inah menuruti perintah dari atasannya. Mamih Dewi pun lalu menyerahkan El ke bik Sumi.
Setelah kepergian para art tersebut, Mereka pun lalu melanjutkan obrolannya lagi yang sempat tertunda. "Sekarang jelaskan semuanya padaku! Apa maksudmu dengan menuduh Putraku berselingkuh?" tanyanya memastikan.
Tuan Sanjaya pun lalu menghela nafasnya mencoba menenangkan hatinya lalu membuka suaranya dengan berkata, "Kami tau dari Dina, jika anak kalian telah berselingkuh!" seru Tuan Sanjaya menjawab pertanyaan dari Tuan Wijaya.
"Tapi itu mustahil, Sanjaya! Aditya tak akan pernah berselingkuh! Karena aku tau bahwa Putraku sangat mencintai istrinya!" lagi-lagi Tuan Wijaya membantah pernyataan dari Tuan Sanjaya. Di tengah perdebatan di antara mereka, tiba-tiba saja ada yang datang dari balik pintu.
Cekleekkk...
"Astaga Erlin pelan-pelan..." ucap Dina dan Clara dari balik pintu.
"Dasar perempuan jal*ng! Dasar Pria brengs*k! Kau jahat Mas kau jahat... hiks... hiks..." berbagai umpatan keluar dari mulut Erlin yang merancau tak jelas dengan dipapah oleh Dina dan Clara.
__ADS_1
"Erlin, bisa diam nggak!" ucap Clara memperingati Erlin.
"Aku tak akan diam sebelum mas Aditya mau mengakui kesalahannya..." balas Erlin sambil melepaskan tangan Dina dan Clara yang memapahnya.
Sontak saja semua orang yang berada di ruangan keluarga pun mengarahkan pandangan ke arah sumber suara yang sangat tidak asing bagi mereka.
"Erlin!" seru semua orang yang berada di kediaman Wijaya terkejut melihat kedatangan Erlin yang sedang dipapah oleh Dina dan Clara dengan kondisi yang berantakan, bahkan hijab yang ia kenakan agak sedikit terbuka.
"Eh, Papih sama Mamih, ternyata kalian di sini?? Kalian tau tidak, ternyata menantu kalian adalah seorang pengkhianat!" ucap Erlin berjalan sempoyongan dengan tersenyum getir.
"Astaghfirullah Erlin, kau kenapa berubah menjadi seperti ini, Nak?" tanya Mamih Dewi sambil berjalan mendekat ke arah Erlin yang tampak terlihat berantakan.
"Iya Sayang kau kenapa, mabuk-mabukan?" ucap Mamah Ita menimpali
"Hehehe, masih tanya, Mih.. Mah? Ini semua gara-gara menantu dan anak kesayangan kalian!" seru Erlin dengan nada ngelanturnya. "Hiks., hiks ...., Aditya adalah Pria baj*ng*n yang pernah aku temui ..." berbagai umpatan keluar dari mulut Erlin, bahkan saat ini ia sedang berusaha menahan air matanya tapi tak mampu ditahan lagi dengan air mata yang lolos dengan begitu saja.
"Karena dia pantas mendapatkan umpatan dariku!" seru Erlin sambil menatap tajam Tuan Wijaya.
"Kau tau Pah, hiks... hiks... Istri mana yang tak sakit hati, melihat suaminya sedang tidur dengan wanita lain? Sakit Pah, sakit ... hahahaha tapi aku salah dia ternyata sama saja dengan pria lain yang suka mempermainkan pernikahan ... hiks.. hiks..., dia tak memikirkan anak dan istrinya dia justru malah bermain dengan perempuan lain di kantor..." ucap Erlin yang kali ini meluapkan rasa kekecewaannya dengan merancau tak jelas di depan para orangtua. Erlin kini pun mendudukkan pantatnya untuk duduk di lantai bawah tangga dengan kondisi yang berantakan.
Sedangkan para orangtua yang mendengarkan penuturan dari Erlin pun mulai tersulut emosi.
"Kurang ajar kau Aditya! Beraninya kau menyakiti istrimu!" seru Tuan Wijaya dengan mengepalkan tangannya geram. Mendengar ucapan dari Tuan Wijaya, Tuan Sanjaya pun lalu menimpalinya dengan berkata, "Sekarang kau percaya kan, kalau Putramu adalah laki-laki baj*ng*n?" tanyanya memastikan sambil tersenyum meremehkan.
"Maafkan aku Sanjaya, aku tak bisa mendidik putraku dengan baik!" ucap Tuan Wijaya pada Tuan Sanjaya dengan penuh penyesalan agar mau memaafkannya. Sayangnya ucapan dari Tuan Wijaya tak di gubris oleh Tuan Sanjaya Papih dari Erlin. Sementara Erlin sedari tadi hanya merancau tak jelas berusaha ditenangkan oleh kedua sahabat Erlin juga Mamah Ita dan Mamih Dewi.
...****************...
__ADS_1
Sementara di lain tempat tampak Aditya berada di sebuah taman kota mencari istrinya, namun tak kunjung ia temui.
"Tuan..., sepertinya Nyonya muda tak ada di sini, karena sedari tadi kita sudah berkeliling taman namun tak ada juga," ucap Sekretaris Wu pada atasannya.
"Ya Tuhan..., kenapa kau membuatku pusing,Erlin!" teriak Aditya histeris. "Aku benar-benar merasa bersalah Sekretaris Wu.." sambung Aditya lagi dengan mengacak-acak rambutnya.
"Tuan, tenangkan dirimu! Aku tau perasaanmu saat ini, tapi masih ada bukti yang belum diperlihatkan oleh Nyonya Muda, Tuan!" sahut Sekretaris Wu berusaha menenangkan Aditya.
"Iya aku tau, Sekretaris Wu! Tapi kenapa sampai saat ini anak buahku belum mengabariku! Bahkan mereka dihubungi saja tidak bisa, Sekretaris Wu! Baru ditinggal sebentar sama istriku saja aku seperti ini, lalu bagaimana jika dia meninggalkanku selamanya! hiks ... hiks ..." ucap Aditya yang biasanya bersikap dingin kali ini menangis sesenggukan sambil mengacak-acak rambutnya sendiri.Hatinya benar-benar hancur melihat sang istri yang kini sudah membencinya.
"Tuan lebih baik, kita tunggu kabar dari karyawan lain sampai besok, jika mereka tak kunjung menemukan hasil rekamannya, kita yang akan turun langsung untuk mengecek cctvnya, Tuan!" ucap Sekretaris Wu memberi pengertian pada atasannya yang tampak berantakan.
"Tapi Sekretaris Wu...." belum sampai Aditya menyelesaikan ucapannya ada seseorang yang memotong pembicaraannya dengan berkata, "Oh, jadi ini yang sudah membuat mantan Kekasihku hancur!" ucap seseorang itu. Sontak saja Aditya yang mendengar suara bariton tersebut pun mengarahkan pandangan menatap ke arah orang yang datang itu secara tiba-tiba.
"Mantan kekasihmu? Siapa kau? Beraninya kau ikut campur urusanku!" tegas Aditya dengan menatap tajam orang tersebut.
"Urusanmu urusanku juga Tuan Aditya Bramansta Wijaya" sahut seseorang itu dengan muka datarnya.
**
Bersambung....
...****************...
...----------------...
Jangan lupa tinggalkan jejak vote, like dan komen Terima kasih🥰🥰🙏🙏
__ADS_1