
Penyakit El Kambuh
Setelah perdebatan panjang antara Vanya dan juga Exsel, Vanya memutuskan untuk pergi dari mansion Exsel yang berada di Singapore, akan tapi Exsel tidak mengijinkannya. "Exsel.., please.. Aku mau pulang..."
"Tidak Van.., Kau belum menjawab pertanyaanku tadi..., lagi pula Kita baru saja sampai." ucap Exsel menolak permintaan dari Vanya sambil mengiris sebuah roti untuk di suapkan ke Vanya.
"Huh..., Exsel Kau sendiri sudah dengar bukan, jika Aku tadi sudah menjelaskan, apa masih kurang jelas.., haaa.. ??" tanya Vanya pada Exsel dengan nada penuh penekanan. Exsel pun lalu menjawabnya dengan berkata, "Huufftt.., baiklah kalau begitu Aku akan mengantarkanmu pulang dengan menggunakan jet, tapi Kau makan dulu kasihan tuh Babby di dalam perutmu." ucap Exsel.
"Aku tidak mau Exsel..., Aku mau pulang sendiri saja kalau begitu." jawabnya sambil berdiri dari tempat duduknya. Exsel pun yang merasa Vanya melawan perkataannya pun lalu berkata, "Jangan membantah perkataanku Vanya, atau Kau akan ku paksa untuk menikah denganku.. !!" lantangnya.
"Issshh ck..., pake' ngancam segala lagi, ya sudah buruan Aku sudah tidak punya banyak waktu.." ucap Vanya. Tiba-tiba saja pada saat itu juga Vanya pun merasakan mual yang begitu hebat, Ia pun lalu segera berlari menuju ke kamar mandi.
Hoeekk...
Hoeekk...
Vanya menumpahkan semua isi dalam perutnya. Diikuti Exsel yang menusulnya dari belakang lalu berkata, "Vanya Kau tak apa??" tanyanya baik-baik. Tapi justru Vanya menjawabnya dengan ketus, "Tidak.., sudahlah Exs jangan mempedulikanku, lagi pula ini hanya efek kehamilan." ucap Vanya sambil mengusap bibirnya dengan menggunakan tisu. Exsel yang merasa khawatir pun lalu berkata, "Kalau begitu Kita dokter sekarang ya, setelah itu Aku antar Kamu kembali ke Indonesia." ucapnya.
"Hmmm, lebih baik antar Aku pulang saja ke Indonesia sekarang juga, lagi pula Aku seorang dokter, Aku tak butuh periksa disini." balas Vanya menjawab pertanyaan dari Vanya.
*****
Sementara di tempat lain Aldo sedang bersama Aditya sedang menuju bandara. Ya Mereka berhasil melacak keberadaan Vanya yang ternyata sudah dibawa kabur oleh Exsel ke luar negeri tepatnya berada di mansionnya yang berada di Singapore.
"Aldo.., apa Kau sudah menghubungi Vanya..??" tanya Aditya pada Aldo. Dan Aldo pun menjawab, "Gue nggak bisa hubungi Vanya Dit, dari tadi panggilan dialihkan terus."
__ADS_1
"Astagaa..., ya sudah kalau begitu kita kerahkan anak buah kalajengking yang ada di Singapore saja, cepat hubungi mereka Do.. !!" perintah Aditya pada Aldo. Aldo pun mengangguk mengiyakan perkataan Aditya lalu segera menelepon seseorang.
Tut..
Sambungan telepon pun terhubung.
"Halo Hans..., kebetulan Kau sedang di Singapore, Aku butuh bantuanmu.."
"Bantuan apa Do??, tumben Kau menghubungiku." ucap Hans yang berada di seberang sana heran. Aldo pun lalu berkata, "Ck..., sudahlah Aku sudah tidak punya waktu lagi, Kau cepat tunggu Kami dengan anak buah geng kalajengking di bandara, karena Aku dan Aditya mau kesana menggunakan jet pribadi." ucap Aldo pada Hans. Sedangkan Hans hanya mengangguk dan membalasnya dengan berkata, "Hmmm baiklah..., Aku akan segera ke bandara." jawabnya.
*****
Sementara di mansion Wijaya kini terlihat para orang tua dari Vanya, Aditya, maupun Erlin terlihat sedang berkumpul sedang membahas tentang hilangnya Vanya. El dan Neysa pun sekarang juga berada di mansion Wijaya karena di rumah Vanya tak Ada Satu orang pun. Mereka khawatir jika terjadi sesuatu pada El jika mengetahui Bunda dokternya menghilang.
"Den El sudah bangun??
"Sudah bik.., loh Kak Neysa mana bik??, kok El Ada disini sih, bukan nya ini rumah Ayah Aditya..??, perasaan tadi di rumah deh." ucapnya di dalam gendongan bik Sumi. Belum sempat Bik Sumi menjawab, tiba-tiba saja Tuan Wijaya menjawabnya, "El, cucu opa Wijaya disini saja ya..." ucap Tuan Wijaya pada El.
"Nggak mau El maunya sama Bunda Vanya, El mau pulang..." balas El menolak ajakan dari Tuan Wijaya, Nyonya Valen yang Ada disitu pun lalu menghampiri nya dan berkata, "Saying cucu Oma, sekarang nurut ya sama Oma-oma dan Opa-opa di sini kan Bunda baru kerja sayang, apalagi ini sudah malam" bohongnya berusaha merayu cucunya agar menurut.
Tak berselang lama tiba-tiba saja ada kabar berita televisi yang sampai terdengar di telinga El. "Pemirsa, kini ada kabar terbaru mengenai dokter Vanya Pricilia Ferrari yang sedang diculik oleh orang tak di kenal bersama Babby Daffa anak dari Tuan Aditya, anehnya Babby Daffa saja yang kembali sedangkan dokter Vanya Istri dari mendiang Tuan Edward hingga saat ini belum diketemukan, demikian sekilas info." ucap pembawa acara berita di televisi. Sontak saja membuat El mendengarnya pun tersentak dan...
"Bundaaaa.... hiksss... hiksss..., jangan tinggalin El bundaaaa... hiksss...
"Kalian kenapa berbohong sama El, El nggak mau sama kalian." ucap El lalu turun dari gendongan bik Sumi dan berlari ke lantai atas menaiki tangga. "El sayang, hati-hati...." teriak Nyonya Valen panik. Dan pada saat itu lah tiba-tiba saja behenti di tengah tangga sambil memegangi dadanya. " Bun, Awww tolong El... "
__ADS_1
"El....." semua orang yang Ada disitu berteriak memanggil El karena melihat El yang sedang kesakitan. Sementara Clara yang baru saja datang tanpa menghiraukan yang lain segera berlari menuju El yang mendadak pingsan di tangga. "El Sayang... Nak bangun Nak..., ini Bunda Clara Nak..., astagaa badannya panas sekali"
"Clara, El kenapa...???" tanya Mamih Dewi khawatir terjadi sesuatu pada El, yang lain pun ikut menghampiri El. Clara yang di tanya dengan Mamih Dewi pun tak bisa berkata tapi Ia memandang ke arah Dina yang baru saja datang, lalu berteriak, "Dina..., cepat bawa El ke RS sekarang juga...."
"El...., Clara El kenapa..??
"Dina cepat kita nggak ada waktu lagi." sahut Tuan Ferrari lalu membopong El untuk segera dibawa ke dalam mobil dan dilarikan ke RS.
*****
Sementara di lain tempat entah mengapa hati Vanya merasa tak enak sejak selama berada di bandara bersama Exsel. "Vanya Kau sudah siap bukan..??" tanya Exsel pada Vanya. Vanya justru menjawab dengan bertanya, "Exs..., bolehkah Aku meminjam ponselmu sebentar...??" tanyanya
"Untuk apa..??" tanya Exsel pada Vanya, dan Vanya pun menjawabnya dengan berkata, "Ya telepon lah, Aku belum mengabari anak-anak, Aku khawatir sama Mereka Exs.." ucap Vanya.
"Anak-anak.. ??, apa maksudmu Vanya..??" tanya Exsel penuh selidik. Vanya pun lalu menjawabnya dengan berkata, "Nanti Aku jelaskan Exs, sekarang cepat berikan ponselmu padaku." balas Vanya merasa Exsel untuk memberikan ponselnya padanya. Alhirnya Exsel pun mau memberikannya lalu berkata, "Nih... " ucapnya
"Thanks, Exs... " ucap Vanya lalu segera memencet tombol untuk menghubungi telepon rumahnya.
******
**Waduuuhhhh... belum juga sampai ada ajaa masalahnya...
Jangan lupa Vote, Like, Komen Yaaa....
Terimakasih.... 🥰🥰😘😘**
__ADS_1