
Kedatangan Dokter Jenius Nan Misterius Berparas Mirip Vitalia.
Waktu pun terus berlalu, tak terasa hari sudah mulai menjelang pagi lagi, sedangkan Vanya kini masih saja berkutat dengan laptopnya, bahkan semalaman suntuk Dia tidak tidur hanya karena untuk menjaga Kakak Iparnya. Ia pun berniat mencari tahu tentang siapa dokter yang akan datang menggantikan dokter David Enderson melalui laptopnya.
Vanya sangat penasaran sekali dengan dokter jenius itu, bahkan Ia sudah mencari tahu informasi tentang dokter itu tapi hasilnya tetap nihil. Akan tetapi ketika Vanya sedang mengecek file yang dikirimkan oleh Mirna melalui e-mail, justru yang muncul malah foto dari Sahabatnya yaitu Vitalia, tapi Ia juga tidak begitu yakin karena memang setahu Vanya dokter David adalah teman sejawat dari Vitalia saja bukan asistennya, dan setelah Vanya melihat-lihat apa isi dari file tersebut, ternyata benar saja memang biodata itu milik Sahabatnya Vitalia. tapi Vanya bertanya-tanya dalam hati, "Kenapa Mbak Mirna malah mengirimkan biodata milik Vitalia bukan milik dokter jenius itu??"
Dan Vanya pun kini memulai membuka file yang satunya lagi, betapa terkejutnya Vanya ketika melihat dan membaca file tersebut dengan sebuah biodata yang menampilkan sebuah foto mirip dengan Vitalia beserta nama lengkapnya.
"Amelia Hirata..." gumam Vanya pelan, lalu menggeser cursor lagi, Vanya masih menatap tak percaya dengan apa yang Ia lihat. "Loh... kok wajahnya mirip sama Vitalia ya.. ??, atau Mbak Mirna salah kirim data..??" ucap Vanya bertanya-tanya dengan dirinya sendiri. "Ah enggak deh.., ini pasti foto Vitalia dan ada Mbak Mirna pasti kurang fokus saat mengolah data." pikirnya.
Sedetik dua detik Vanya kembali berfikir. "Ah sudah lah... lagi pula tidak terlalu penting juga mencari tahu biodata si dokter Misterius plus Jenius itu." ucap Vanya lalu mematikan laptopnya. Waktu Vanya menutup laptopnya Vanya dikejutkan dengan kedatangan seseorang dengan tiba-tiba.
Cekleekk..
"Aldo.. ada apa Kau kemari..??" tanya Vanya pada Aldo yang datang dengan tiba-tiba.
"Ayo ikut denganku..!! seru Aldo, yang dengan tiba-tiba menarik tangan Vanya, sontak Vanya pun terkejut dengan perlakuan Aldo padanya. Vanya pun tak tinggal diam, Ia terms memberontak ingin melepaskan genggaman tangan Aldo, "Aldo, lepas nggak... malu tau di lihatin banyak orang.." tegas Vanya sambil berusaha melepaskan tangan Aldo yang menggenggamnya dengan sangat erat.
"Sudah nurut saja..., Kau pasti akan sangat terkejut melihatnya, Aku saja yang melihat pun ikut terkejut dengan apa yang Aku lihat sekilas tadi." ucapan Aldo sambil terus menyeret paksa Vanya, seketika saja Vanya mengerutkan keningnya bingung dengan apa yang dimaksud oleh Aldo. "Sebenarnya ada apa sih Do.. ?, tapi nggak juga harus pakai acara nyeret segala kali Do.." protes Vanya menghentikan langkahnya, karena tak terima jika Aldo menyeretnya tanpa berpikir panjang. Aldo pun lalu juga ikut menghentikan langkahnya. Dan bahkan kali ini Vanya begitu kesal dengan Aldo yang seolah-olah semakin hari justru semakin dekat dengannya, padahal Vanya sudah berniat untuk menjauhi Aldo karena Dirinya tidak ingin terjebak untuk yang kedua kalinya.
"Lihatlah Van siapa yang ada disebelah sana??" tanya Aldo pada Vanya sambil menunjuk ke arah seorang wanita yang memakai snelinya yang menunjukkan bahwa Dia berprofesi sebagai seorang dokter. Vanya pun sontak menoleh ke arah yang ditunjuk oleh Aldo.
__ADS_1
Betapa terkejutnya Vanya melihat ke arah ke seseorang itu dengan memakai jas dokternya, berbadan tinggi seperti model, ditambah memakai sebuah kacamata, dan menggunakan masker, dengan rambut terurai indah. Tak terasa air matanya pun menetes begitu saja tanpa persetujuan sang empu. "Vi.. Vitalia... ??" ucapnya gugup sambil meneteskan air matanya.
"Hey... Vanya kenapa Kau menangis??, Kau tahu Dia bukan Nona Vitalia, Vanya..., tapi Dia dokter jenius yang akan menyembuhkan dokter Erlin." ucap Aldo berusaha menjelaskan pada Vanya yang terlihat sedang bersedih. Dan Vanya pun menjawabnya dengan sebuah pertanyaan, "Tapi kenapa wajahnya seperti tidak asing bagiku, Do??, bahkan Dia seperti..." ucapnya terhenti karena dipotong oleh Aldo.
"Seperti Nona Vitalia gitu kan??, Vanya ayolah move on dong Sayang..., ehh upss.." ucap Aldo berusaha menghibur Vanya. Vanya oun membulatkan matanya sempurna karena perkataan Aldo lalu berkata, "Apaaa..??" tanya Vanya tak terima.
"Eheheheh maksudku..." ucapan Aldo terhenti.
"Aldo ini bukan waktunya untuk bercanda..!!, lebih baik kita temui mereka terlebih dahulu." sambung Vanya lalu berjalan menuju ke arah dokter misterius nan jenius itu yang sedang menunggunya bersama dokter Mirna Feriska di ruang direktur utama RS.Wijaya.
Sedangkan Aldo masih terdiam menatap punggung Vanya yang sudah meninggalkan dirinya. Vanya yang merasa dirinya berjalan sendirian, Ia pun segera menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah belakang, lalu berkata, "Aldo kenapa malah berhenti sih??" tanya Vanya menatap heran Aldo yang justru malah mengentikan langkahnya tak mengikutinya.
"Astaga tuan putriku ini membingungkan sekali..., tadi nggak mau, sekarang maunya di ikuti." balas Aldo kesal dengan sikap Vanya yang menurutnya berubah-ubah.
******
Sedangkan Mirna yang merasa Vanya telah datang menghampirinya pun, lalu berteriak memanggil namanya, "Vanya...!!" seru Mirna Feriska memanggil Vanya, lalu berhambur memeluk Vanya.
"Mbak Mirna, bagaimana kabarmu??" tanya Vanya sambil membalas pelukan dari Mirna.
"Aku baik-baik saja Van..., gimana kabarmu??" jawab Mirna kembali bertanya.
__ADS_1
"Hufftt ya beginilah Mbak.. nasib jadi seorang Janda..." tuturnya. Sontak perkataan Vanya membuat Vitalia yang sedari tadi diam dan sedang menyamar sebagai Amelia pun tercengang. "Apa maksud dari Vanya??, bahkan Aku tidak mengetahuinya kapan Vanya menikah??, hmm ya.., Aku harus bertanya pada Mbak Mirna nanti." batinnya. Ya dokter Jenius yang dimaksud adalah Vitalia Putri Sanjaya yang kini sedang menyamar sebagai Amelia Hirata.
"Ya sudah Van..., yang lalu biar berlalu, Suamimu sudah tenang di atas sana, doakan saja, dan Kamu Do jaga Vanya baik-baik jangan sampai Dia terluka karena mu." ucap Mirna pada Vanya dan Aldo memberi pengertian. "Ehemmm... maaf dokter Mirna Feriska, lebih baik kita langsung saja ke ruangan pasien yang membutuhkan, jangan membuang waktuku...!!" seru dokter jenius itu dingin, karena Ia benar-benar tidak ingin membuang waktunya saja dengan percuma.
"Emm... baik dok..." jawab Mirna dengan menundukkan badannya. seketika saja Vanya mengerutkan keningnya bingung, dan bertanya-tanya dalam hati, "Astagaaa bagaimana bisa Mbak Mirna sepatuh itu padanya, sebenarnya siapa dokter Misterius plus Jenius itu, kenapa jalannya mirip dengan Vitalia bahkan suaranya saja juga mirip..??" berbagai pertanyaan muncul dalam benak Vanya.
"Heh ... dokter Vanya ku Sayang .. kenapa diam??, Ayo cepetan keburu dokternya marah-marah..." ucap Aldo memberi peringatan pada Vanya, Vanya pun menjawabnya, "Issshh apaan sih Do..." balas Vanya lalu melangkahkan kakinya bersama Aldo mengikuti Dokter jenius plus Misterius dan juga dokter Mirna dari arah belakang.
"Dokternya sangar nggak sih Van... ??" tanya Aldo pada Vanya yang sedang berjalan mengikuti kedua dokter tersebut. Vanya pun lalu menjawabnya dengan nada ketusnya, "Sangar ... Sangar ... makan tuh Sangar...!!" seru Vanya sambil melempar sebuah buku yang dibawa olehnya ke arah Aldo dengan memutar bola matanya malas, karena Vanya begitu pusing sejak tadi mendengar ocehan dari Aldo.
"Hahahaha... Kau sangat menggemaskan dokter cintaku..." ucap Aldo yang sudah ditinggalkan oleh Vanya tapi masih terdengar ditelinga Vanya, Vanya pun menggelengkan kepalanya pelan sambil tersenyum malas melanjutkan langkahnya mengikuti Mirna dan Dokter Jenius nan Misterius itu yang sudah Berjalan menjauhi mereka.
"Eh Vanyaaa tungguin woy....!!" teriak Aldo, seketika saja Vanya menghentikan langkahnya karena teriakan Aldo sangat mengganggunya bahkan mengganggu pasien yang sedang di rawat di RS, karena mereka sedang melewati koridor tempat perawatan pasien.
"Huufftt..., makanya cepetan jangan lelet kenapa sih.., katanya tadi suruh cepet..." balas Vanya dengan nada kesalnya, Ia sebenarnya sangat malas ketika ditugaskan oleh Aditya agar mengurus kedatangan dokter yang berasal dari Jepang bersama Aldo.
"Fiuhh... Sabar Van .. sabar ... ingat Lo lagi hamil..." gumam Vanya dalam hati.
"Hehehe Maaf sayangku, ehh upss maksudnya..." ucap Aldo sambil membungkam mulutnya sendiri dengan menggunakan kedua telapak tangannya, karena dirinya sudah keceplosan memanggil Vanya dengan sebutan Sayangnya itu. sontak Vanya pun menoleh ke arah Aldo dan memelototkan matanya tajam, lalu berkata, "Dasarr pria tak tahu diri...!!" seru Vanya sebal, tak terima dengan apa yang dikatakan Aldo padanya. Ia pun lalu beranjak pergi meninggalkan Aldo dengan tingkah konyolnya sendirian.
******
__ADS_1
Waduhh... waduhhh... nampaknya Aldo mulai bermanja-manja mendekati Vanya Ya...., duhh duh... segitunya sih Do... tadinya sok dingin sekarang berubah manja di depan Vanya 😂😂
Jangan Lupa Vote, Like, Komen, dan Favorite Yaa.... Terimakasih 🥰🥰🙏🙏