
Kekonyolan dr.Vanya dan Vitalia.
Sinar cahaya matahari di pagi hari yang menembus cendela,membuat kedua sejoli yang kini telah resmi menjadi pasangan Suami Istri itu terbangun dari tidurnya.
" Hoaamm, Astaghfirullahaladzim..." Erlin menguap,sambil mengerjapkan matanya, lalu ia meraih ponselnya yang ada di atas nakas, dilihatnya sudah menunjukkan pukul 08.00 pagi waktu negara X.
" Astaghfirullahalazim... sudah jam 08.00 pagi..., aduhh yang benar saja...
" Mas...., bangun Mas... sudah jam 08.00 pagi... ucap Erlin, sambil membangunkan sang suami yang masih tertidur lelap.
" Hmmm....ck.., apa sih Yang... gangguin tidur saja...." ucap Aditya yang masih setia memejamkan matanya.
" Astagaa Mas... ini sudah hampir siang loh mas... , udah gitu nggak subuhan lagi.. Yaa Allah..., ya udah deh terserah Mas saja.... " ucap Erlin kesal, sambil menyibakkan selimutnya,lalu turun dari ranjang tempat tidurnya, dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, sedangkan Aditya kembali melanjutkan tidurnya.
Rumah Sakit
Terlihat seorang wanita cantik yang masih terlelap dalam tidurnya,yang berada di dalam ruangannya,tiba-tiba terusik dalam tidurnya karena ada seseorang yang masuk dalam ruangannya, untuk menggodanya.
" Vanyaaaa.... Hi.. Hi... Hi.... " ucap seseorang itu sambil mencubit pipi Vanya.
" Isshh ck gangguin tidur saja... sana pergi jangan gangguin gue.... " ucap Vanya tetapi masih dengan memejamkan matanya.
" Vanyaaaa.... Hi... Hi... Hi.... " ucap seseorang itu lagi menggoda Vanya, kali ini membawa senter yang sengaja untuk mengerjai Vanya, selain itu karna memang lampu di ruangan itu padam, sengaja dimatikan oleh Vanya. Vanya pun mengerjap-ngerjapkan matanya dilihatnya sebuah sosok yang tengah berada tepat di depannya, sosok yang memakai jubah putih,dan memancarkan cahaya, sontak saja Vanya memelototkan matanya, terkejut dan berteriak..
" Ha.... han.... hantuuuu....." teriak Vanya heboh, sambil melompat dari atas ranjang pasien yang ia tempati untuk beristirahat, ia langsung berlari keluar dari dalam ruangannya. sontak membuat para tenaga medis yang melihatnya pun heran dengan tingkah Vanya.
" Hahahahaha..... woy.. tungguin gue Van.... " ucap Vitalia sambil tertawa terbahak-bahak, melihat sahabatnya yang lari ketakutan,lalu ia segera menyusul sahabatnya keluar ruangan Vanya. Ya.. yang mengerjai Vanya adalah Vitalia.., sedangkan kini Vanya sudah berada di ruang khusus untuk tenaga medis, masih berusaha mengatur nafasnya.
" dokter Vanya...??? kenapa dok... kok seperti orang ketakutan...?? " tanya salah satu teman sejawatnya, dan sedangkan dokter Mirna yang ada di ruangan itu heran,sedangkan Vanya tidak menjawabnya karena masih berusaha mengatur nafasnya yang tak beraturan..
" Hoosshh hoshh.. hoshh... " begitulah kira-kira bunyi nafas Vanya.
__ADS_1
" ckckckck.... Vanya... Vanya..., bikin gue ngakak saja...ckckckck...." ucap seseorang yang tiba-tiba datang di belakang Vanya, sambil terkikik geli. Vanya pun langsung menoleh ke sumber suara.
" Gilaaak Lo.... Vit.... jadi Elo tadi yang nakut-nakutin gue....., dasar Vitalia.... awas saja Lo....,gue beneran takut tauk....." ucap Vanya ketus,ia benar-benar ketakutan karena ulah dari sahabatnya, yang berhasil mengerjainya.
" hahahaha... Makanya.... udah subuh itu bangun sholat...,, bukannya diterusin tidur lagi..." ucap Vitalia terkekeh melihat tingkah sahabatnya.
" Sekali-kali lah... Vit..., habis gue capek banget dari kemarin nggak pulang ke apartement ngurusin asisten kakak Elo tuh..., udah gitu nanti Daddy sama Mommy gue pulang ke Indonesia lagi...." ucap Vanya panjang lebar.
" Iyaaa deh iyaaa..., kita sudah ngerti posisi Elo..., untung gue bisa gantiin Elo buat jaga malam... gimana coba kalau enggak bisa..." ucap Vitalia.
" Oh... jadi dokter Vanya tadi lari ketakutan karena ulah dokter Vitalia...?? hehehe.. dasar dokter Vanya...., kirain kenapa dok... " ucap salah seorang dokter yang merupakan teman sejawat dr.Vanya dan Vitalia.
" Vanya... Vanya... " ucap dr.Mirna sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
" Hehehe iyaa.. teman-teman... maaf ya tadi kalau ganggu..., ini nih ternyata si air mineral nih bikin ulah..." ucap Vanya tak terima, membuat para teman sejawat yang ada di ruangan itu terkekeh, karena memanggil dr.Vitalia air mineral..
" Ckckckck..... "
" Hah.... enak saja bilang gue air mineral....,Udah lah Van biasa saja kali..., anggap saja itu tadi hiburan....,iya nggak teman-teman... ucap Vitalia sambil mengedipkan matanya pada para teman sejawatnya, tersebut...
" Husssh.... Vanya... tuh mulut tolong dikondisikan...., jangan berkata seperti itu... " tegur Vitalia pada sahabatnya.
" Hehehe iyaaa..... ya habisnya Elo jail banget sih sama sahabat Lo sendiri... " ucap Vanya sambil mengerucutkan bibirnya,dan bersedekap dada.
" Ya sudah.... nggak usah di monyong-monyongin tuh bibir..., biasa saja..., yang ada nih..., si pangeran Aldo Lo itu malah geli liatnya...ckckck...." ucap Vitalia terkekeh geli,sambil memukul bibir Vanya, lalu ia pergi dari ruangan tempat para tenaga medis tersebut.
" Hah...apa....pangeran Aldo...?? Crazy banget sih Lo.... apa hubungannya coba..., udah ah males gue debat sama Lo...." gerutu Vanya, masih terdengar oleh yang lainnya. sedangkan yang lain ikut terkekeh geli karena tingkah konyol dr.Vanya dan dr.Vitalia,yang mendadak seperti anak kecil. dr.Mirna pun membuka obrolan.
" Sudah nggak usah menggerutu...., sana sholat subuh dulu setelah itu baru kerja... ucap dr.Mirna pada Vanya.
" Mmm... Iyaaa mbak..., maafin sobi lucknut gue ya mbak..., memang dia itu orangnya suka bikin gregeten saja..." ucap Vanya.
__ADS_1
" Iyaa... kita juga nggak heran kok Vanya...., lagian memang kalian kan seperti itu..." ucap dr.Mirna.
" Hehehehe... iya mbak... jadi nggak enak nih..." ucap Vanya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, lalu ia segera berlalu menuju ruangannya untuk melaksanakan ibadah sholat subuh yang sempat tertunda, sedangkan teman sejawat yang lain hanya menatap punggung Vanya, yang pergi ke ruangannya, sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, lalu mereka pun menyelesaikan pekerjaanya lagi.
Sedangkan Vitalia sedang menuju ke ruang IGD untuk memeriksa pasien, di saat ia dalam perjalanan menuju ruang IGD bersama salah satu perawat. ia dikejutkan dengan suara seseorang..
" dokter Vitalia....!!! " panggil seseorang itu. Vitalia pun segera melihat ke arah sumber suara yang memanggilnya.
" dokter Irsyad....?? mau apa anda kesini..." ucap Vitalia dengan nada tinggi.
" dokter Vitalia..., saya datang kesini untuk mencari kakakmu dan kakak iparmu... dimana dia sekarang... " tegas dr.Irsyad pada Vitalia, yang berusaha masuk ke dalam RS.
" Stopp.... dokter Irsyad...!!! dia tidak ada disini... percuma anda mencarinya disini..." ucap Vitalia tersenyum sinis.
" Kau berani-beraninya melarangku masuk dr.Vitalia... !!!" ucap dr.Irsyad penuh dengan amarah.
" Pengawal....!!! teriak Vitalia.
" hahaha... percuma kau teriak sekencang apapun tak akan ada pengawal datang membantumu, karena mereka sudah musnah di tanganku..." ucap dr.Irsyad tertawa menyeringai, orang jika melihat pun bergidik ngeri melihatnya.
" Hah.... apa....?? ba... bagaimana bisa..." gumam Vitalia lirih, sedangkan dr.Vanya yang datang dari arah berlawanan membuat dr.Irsyad tersenyum menyeringai menselancarkan aksinya.
Streeett...... , seketika dr.Irsyad berlari ke arah dr.Vanya dan membekap dr.Vanya dengan menodongkan pisau ke arah sahabatnya itu, yang membuat Vitalia terbelalak melihat sahabatnya dalam bahaya.
" Vanya.... !!!
" dokter Vanya....!! teriak Vitalia dan perawat yang ada diampingnya itu bersamaan.
" Lepas.... dok... " teriak Vanya meminta untuk di lepas, bukannya melepas malah semakin mengencangkan bekapannya, membuat Vanya ketakutan. sementara petugas satpam pun hanya menyaksikan ulah dr.Irsyad, mereka tidak berani mendekat untuk menolong dr.Vanya.
" Cihh... apaa... melepaskanmu...?? heh.. nggak mungkin saya akan melepaskanmu, jika kalian masih saja menyembunyikan yang saya cari..." ucap dr.Irsyad pada Vanya dan Vitalia. sedangkan Vitalia tak bisa berbuat apa-apa, ia hanya menatap iba pada sahabatnya yang kini dalam bahaya.
__ADS_1
" Aduuuhh bagaimana ini... ?? gue harus cari cara dengan ide gue kemarin.., tapi bagaimana mungkin...?? Dina saja belum sampai di RS...,sedangkan Hans dia kemana...??" gumam Vitalia dalam hati.
" Kenapa kamu hanya diam saja dr.Vitalia..?? apa kamu takut...?" ucap dr.Irsyad tersenyum menyeringai, dan masih menodongkan pisau ke arah sahabatnya itu.