Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 151


__ADS_3

Perlawanan Risa


"Apa..??, beraninya Kau mengancam ku, Sa...!!" geram Erlin pada Risa yang telah berani mengancamnya.


"Kenapa??, apa ada yang salah..??" tanya Risa sambil menatap Erlin dengan sikapnya yang selalu menyombongkan diri.


"Hmm... coba saja kalau Kau bisa membuatku terjatuh, ingat Risa jangan beraninya bermain denganku atau Kau akan menyesal nantinya..!!" tegas Erlin penuh penekanan, Ia kali ini benar-benar tidak main-main dengan perkataannya.


"Heh... nggak akan mempan ucapanmu itu Er..." remeh Risa, sedangkan Erlin yang merasa dirinya diremehkan oleh Risa pun segera merogoh ponselnya yang ada di dalam saku snelinya untuk menghubungi seseorang, dan telepon pun terhubung.


"Halo Hans..." ucap Erlin membuka obrolan melalui telepon.


"Nyonya Muda Erlin tumben menghubungi ku ada apa??" tanya Hans pada Istri Sahabatnya sekaligus atasannya yang sangat heran tidak seperti biasanya Istri dari Sahabatnya sekaligus atasannya itu menghubunginya, dan tanpa ba bi bu Erlin pun menjawabnya dengan berkata, "Hans Saya minta tolong hancurkan perusahaan Long Ai sekarang juga..!!" titah Erlin pada Hans, sontak membuat Hans terkejut dengan mata membulat sempurna tak percaya dengan keputusan yang dibuat oleh Erlin secara tiba-tiba. sedangkan Risa masih santai tak percaya dengan yang dikatakan Erlin pada seseorang yang ada di dalam telponnya, Ia benar-benar meremehkan Erlin.


"Apa...??, Nyonya Muda Erlin apakah Anda yakin??, bahkan perusahaan tersebut sedang bekerja sama dengan Tuan Muda Aditya dan itu di dalam proyek besar yang sangat berpengaruh bagi perusahaan Wijaya.." tutur Hans di seberang sana.


"Lakukan atau Aku akan memecatmu..!! seru Erlin. "Kau tahu Hans, bahwa Putri dari tuan Long Ai berusaha memecah belah keluarga kecilku dengan mendekati Suamiku." sambungnya, lalu Erlin pun mengeraskan volume teleponnya, sontak membuat Risa terkejut dengan perkataan Erlin ternyata memang benar-benar serius bukan sebatas ancaman semata.


"Ba.. baik Nyonya Muda..." balas Hans mengiyakan perkataan atasannya, Hans berpikir jika baru kali ini Erlin sampai marah besar, padahal setahu Hans Erlin adalah sosok yang lemah lembut, tapi sekarang justru sebaliknya. "Mungkin Anda salah menilainya Nyonya Muda karena setahuku Dia orangnya sangat baik", tutur Hans pada Erlin.


"Heh... Baik katamu??, covernya saja yang baik tapi hatinya b*suk" balas Erlin dengan tersenyum sinis sambil menatap Risa tajam , sementara Risa yang mendengarnya pun memelototkan matanya tajam berusaha meraih ponsel Erlin tapi di halangi oleh Vanya dengan dicekal tangannya.


"Lepas nggak jangan ikut campur urusanku...!!" seru Risa pada Vanya berusaha melepaskan diri, tapi tidak bisa.


Sementara Erlin dan Hans masih sibuk mengobrol lewat telepon. "Hans..., jadi tolong hancurkan se hancur-hancurnya perusahaan milik Ayahnya itu.." ucap Erlin.


Sementara Risa menganga tak percaya dengan yang dikatakan oleh Erlin. "Apa maksudmu Er..., beraninya Kau...?!!" balas Risa dengan nada penuh amarah.


"Kenapa??, apa Kau terkejut??, Kau pikir hanya Kau saja yang bisa berbuat licik, Aku pun bisa Risa..., perlu Kau ingat Risa jika Suamiku dan Papihku merupakan penguasa bisnis di negeri ini...!!" tutur Erlin dengan tatapan menyeringai, bahkan jika orang yang melihat pun pasti ketakutan, dan sambungan telepon pun seketika terputus. Sementara Vanya segera melepaskan Risa lalu memencet tombol ponselnya untuk menghubungi seseorang.


*pesan WhatsApp


"Kak Aditya, gawat Risa kesini lagi, dan sekarang sedang berdebat dengan Kakak Ipar, apalagi tadi Kakak Ipar menghubungi Hans agar menghancurkan keluarga Long Ai.." kata Vanya di dalam pesan WhatsApp.


sedangkan Aditya yang baru saja sampai di perusahaan cabang bersama Aldo pun, dikejutkan dengan sebuah pesan masuk di dalam ponsel Aditya.


Klunting...

__ADS_1


ponsel Aditya berbunyi tanda ada pesan masuk, Ia pun segera membaca pesan tersebut, dilihatnya dengan sangat terkejut Vanya menyampaikan sebuah pesan bahwa sang Istri yang biasanya hanya mengurus kepemimpinan RS, sekarang sudah berani memutuskan sesuatu tanpa berbicara dengannya, apalagi ini menyangkut tentang perusahaan.


"Terimakasih Vanya, Kakak akan segera ke sana." balas Aditya dalam pesan WhatsApp yang dikirimkan oleh Vanya.


*****


Aditya oun mulai berfikir dalam diam, "Erlin..., apa yang Kau lakukan??, tapi ada benarnya dengan Istri ku mengancamnya Risa tak akan menggangguku lagi" batin Aditya, dan Ia pun memulai membuka suaranya, "Aldo kita harus ke RS.Wijaya sekarang juga.." perintah Aditya pada Aldo. sementara Aldo berdecak kesal dengan perintah dari Aditya, "Ck ...Tapi dit kita baru saja sampai loh ini.." balasnya.


"Sudah Kau tak perlu takut..., mengenai masalahmu Kita bisa bahas nanti." tutur Aditya memotong perkataan Aldo.


"Memangnya siapa sih yang mengirim pesan??" tanya Aldo penasaran dengan siapa yang menelpon Sahabatnya itu, sehingga membuat Aditya menyuruhnya untuk ke RS.


"Vanya Do..., Dia mengirimiku pesan jika Istri ku bertengkar lagi dengan Risa." jawab Aditya, membuat Aldo ikut terkejut dengan jawaban dari Aditya. "Aduuhhh.., mak lampir itu..??" tanya Aldo memastikan.


"Hhmmm... siapa lagi kalau bukan Dia Do..." jawab Aditya dingin.


"Ya sudah ayo...., bisa-bisa RS bisa berantakan karena ulahnya." ucap Aldo lalu segera menancapkan gasnya tidak jadi turun dari mobilnya.


"Kau tahu jika Istri ku telah berhasil membuat Risa ketakutan Do, dengan mengandalkan Hans, Istri ku menyuruhnya untuk menghancurkan perusahaan Long Ai." tutur Aditya.


"Apaaa...??" ucap Aldo terkejut, dan Aditya pun membalasnya, dengan berdecak kesal karena teriakan Sahabatnya itu, "Issshh ck... berisik." decaknya sambil menutup mulut Aldo yang sedang menyetir mobil, sontak Aldo pun menghempaskan tangan Aditya, lalu berkata, "Isshhh... apaan sih Lo Dit... bikin Gue emosi saja, lagi nyetir loh ini.." ucapnya.


******


"Vanya..., mending kita pergi dari sini dari pada mengurusinya tidak akan selesai-selesai" ucap Erlin pada Vanya, agar mengikutinya pergi meninggalkan Risa sendirian, akan tetapi justru Risa malah menarik tangan Erlin hingga dirinya terjatuh ke lantai.


Ssreeettt...


Bruukkk..


"Assshhh..." rintih Erlin menahan rasa sakitnya.


"Kakak Ipar, Kau tidak apa-apa?? tanya Vanya pada Erlin.


"Tidak Van.." jawab Erlin.


"Dasar wanita J*l*ng... beraninya melawan Kakak Iparku...!!" lantang Vanya melawan Risa, dengan melayangkan tamparan keras ke arahnya.

__ADS_1


Plakkkk....


tamparan keras melayang di pipi sisi kiri Vanya.


"Arghhh..., k*rang aj*r Kau dokter Vanya..." ucap Risa dengan amarahnya, dan


Greeepp


seseorang berhasil menangkap tangan Risa menghentikan aksi darinya yang akan menampar balik Vanya, sontak Vanya pun melotot tak percaya dengan siapa yang Ia lihat.


"Stopped mak lampir pergi sana jangan mengganggu Kekasihku" ucap Aldo ketus, Vanya pun mendongakkan kepalanya terkejut dengan siapa yang Ia lihat dan Ia dengar perkataan seseorang itu, Ya dia adalah Aldo.


"Kekasihmu??, bukannya Dia masih bersuami dan ditinggal mati oleh Suaminya ya..., cup... cup.. cup kasihan..." celetuk Risa dengan nada mengejek Vanya.


"Risaa... tutup mulutmu!!" bentak Aditya yang tiba-tiba datang menyusul Aldo dari arah belakang.


"Adityaaa, Kau..." ucap Risa tersentak kaget melihat kedatangan Aditya.


"Hmm.." jawab Aditya dengan berdehem, sementara Erlin lalu menghampiri sang Suami.


"Aditya dengarkan diriku Aku tidak bermaksud untuk mencuri dokumen itu Dit..


"Sudah jangan mengelak lagi Sa..., semua bukti sudah menunjukkan jika Kau sudah mencoba menghancurkan bisnisku, apa yang Kamu pikirkan Risa sudah jelas Istriku mengancam mu akan menghancurkan keluargamu" tutur Aditya, Risa pun lalu terdiam seketika karena Ia baru mengingat ancaman yang dilontarkan Erlin padanya.


Sedetik dua detik Risa pun tidak tinggal diam begitu saja, Ia justru melancarkan aksinya dengan berjalan pelan mendekati ke arah Aditya dan Erlin,


tak.. tak.. tak...


"Mau apa Kau Sa...??" tanya Erlin heran dengan gerak-gerik Risa yang mencurigakan, tapi justru Risa tak menjawab pertanyaan Erlin, dan tiba-tiba saja..


Jlebbb.....


"Arrrgghhhh.."


******


Waduhhh.. apa yang sudah terjadi...?? bagaimana kisah selanjutnya... pokoknya simak terus ya.....

__ADS_1


Jangan Lupa Vote, Like, Komen, dan Favorite Yaa... Terimakasih 🥰🥰🙏🙏


__ADS_2