
Erlin pun lalu berniat untuk bertanya dengan anak kecil kecil itu.. tapi belum sampai ia bertanya, El memanggil,dan menghampiri Erlin yang akan masuk ke ruang tindakan.
" Tante dokter... apa tante dokter juga temannya bunda dokter...?? kalau tante temannya bunda dokter, El minta tolong dong tante..., bilangin ya kalau El sedang menunggunya... " ucap El pada Erlin, karena El melihat Erlin menggunakan jas dokter, sontak membuat mereka semua yang ada di situ terkejut dengan perkataan El. mereka tak menyangka begitu sayangnya El pada Vanya,padahal mereka baru dua kali bertemu, tapi entah mengapa perasaan El begitu sangat khawatir dengan bunda dokternya. Erlin pun langsung berjongkok, menyetarakan tingginya, dengan El.
" Adik tenang saja ya...,nanti akan tante dokter sampaikan pada bunda doktermu itu... " ucap Erlin sambil tersenyum manis.
" Benar ya tante... ?? " tanya El memastikan.
" Iyaa sayang...,, tante janji... " ucap Erlin sambil mencubit pipi El gemas.
" Oh iyaa..., tante dokter mau tanya,kalai boleh tahu..,nama adik siapa...?? " tanya Erlin pada anak kecil itu.
" Namaku El tante.. aku anak dari Ayah Aldo... " ucap El sontak membuat yang berada disitu terkejut, kecuali Ibu dari Aldo, dia hanya tersenyum melihat interaksi cucunya dengan bu dokter.
" Do... yang benar anak kecil itu anakmu...??" tanya Aditya penasaran,bahkan seorang Alfian Adam Ferari yang merupakan orangtua dari dr.Vanya pun juga ingin tau tentang anak itu.
" Iyaaa... El adalah anak angkatku... semenjak kecil dia tak dapat merasakan sentuhan dari orangtuanya, dia anak yatim piatu, dia tinggal di sebuah pemukiman kumuh,dan hanya hidup sebatang kara, jadi saya pikir untuk mengadopsi anak itu..." ucap Aldo terus terang, seketika membuat semua yang ada disitu terkejut atas pernyataan Aldo.
" Gue nggak nyangka do... ternyata Lo adalah orang yang sangat baik..., nggak salah kalau Suamiku memilihmu menjadi asisten pribadinya... " terang Erlin.
" Benar...,Nak Aldo.... bahkan Om sangat bangga padamu Nak..., tidak salah kalau Om memberikanmu sebuah perusahaan cabang untukmu... " ucap tuan Wijaya.
" El tenang saja ya... pokoknya El harus selalu berdoa pada Allah..., biar bunda dokter diberi kesembuhan... " ucap Erlin pada El, memberi pengertian.
" Iyaa tante...." ucap El lalu mencium pipi Erlin, Erlin pun begitu tersentuh dengan sikap El... ia benar-benar anak yang pintar pikirnya.
" El tau nggak... kalau yang disana itu siapa..?? tanya Erlin pada El sambil menunjuk ke arah tuan Alfian Adam Ferari dan juga Istrinya. seketika El pun hanya menggeleng pelan karena tidak mengetahui.
" Mereka itu adalah orangtua dari dokter Vanya...,mmm salah...,maksud tante bunda doktermu... " ucap Erlin memberi tahu pada El. sementara tuan Adam dan nyonya Valen atau kedua orangtua dr.Vanya yang merasa ditunjuk pun hendak menghampiri El dan Erlin yang sedang asyik berbincang-bincang.
" Wahhh yang benar tante...?? kalau begitu El boleh kan manggil mereka dengan sebutan kakek nenek...?? seperti El memanggil Nenek El... " ucap El..., sontak membuat semua terkejut dengan perkataan El.
" El.... apa yang kamu katakan...." ucap Aldo pada sang Anak.
__ADS_1
" Tapi Yah.... nggak ada salahnya kan kalau El menganggap mereka seperti kakek dan nenekku.. " jawab El.
" Iyaa sayang... tidak apa-apa..., anggap saja kami adalah kakek dan nenekmu... " ucap Valen menyela pembicaraan.
" Waahh asyikk... El sekarang punya kakek dan nenek baru... !! " seru El kegirangan.
" Iyaaa sayang..., sekarang kamu jadi cucuku..." ucap tuan Adam.
" Tapi tuan.... " ucap Aldo terhenti.
" Tak apa-apa tuan Aldo..., dia sangat membutuhkan kasih sayang... " ucap tuan Adam pada Aldo.
" Benar Do...., El pantas mendapatkan kasih sayang lebih pada kami, iya kan sayang..." ucap Aditya menimpali, sambil meminta persetujuan pada sang Istri, dan Erlin pun menganggukkan kepalanya tanda setuju.
" Jadi...,El sekarang jangan bersedih lagi ya... kami disini selalu ada buat El...tuh liat banyak kakek sama nenek disini,yang sekarang juga akan menjadi Kakak Nenek El...ada Om, dan Tante juga kok...,ok.... " ucap Erlin tersenyum ramah pada El, dan dapat anggukan oleh mereka yang ada disitu.
" Ok... tante...terimakasih tante sudah menyemangati El... " ucap El.
" Iyaaa sayang... sama-sama... " ucap Erlin sambil mencubit pipi El gemas, lalu memeluknya.
" Iyaaa Ibu....,sama-sama..." ucap Erlin sambil tersenyum ramah.
" Loh... Ibu ini siapa..?? tanya tuan Wijaya pada orang paruh baya tersebut, belum sampai Ibu Irma menjawab Aldo sudah menjawabnya.
" Ini... Ibu kandung saya tuan..., maafkan Aldo... kalau selama ini Aldo nggak cerita sama Om dan Tante..,jika Aldo sudah menemukan Ibu kandungku..." ucap Aldo.
" Alhamdulillah.... puji syukur Do... kalau Ibu ini adalah Ibu kandungmu...." ucap Ita, mamah dari Aditya.sedangkan yang lain hanya menyimak perbincangan mereka, tak berselang lama Vitalia pun terlihat keluar dari ruang tindakan, sontak orangtua dari dr.Vanya pun bertanya
" Bagaimana kondisi Vanya.., Nak...?? tanya Adam,dan Vanya pada Vitalia serempak.
" Mom...Dad..., Alhamdulillah...Vanya saat ini sudah melewati masa kritisnya...,dan setelah ini Vanya sudah boleh pindah ke ruang perawatan...,dan kali ini Mommy dan Daddy sudah boleh masuk ke ruangan.." ucap Vitalia. seketika membuat semua orang yang berada disitu bernafas lega...,kedua orangtua Vanya pun segera masuk ke dalam ruang tindakan untuk mengetahui kondisi Putrinya saat ini. sementara Vitalia lalu mengedarkan pandangannya melihat banyak orang yang sedang berkumpul lalu menghampiri Aldo dan berkata...
" Yeee..... bunda dokter sudah sadar.... " teriak
__ADS_1
El kegirangan.
" Oh iyaa... Do... lebih baik kamu pulanglah untuk beristirahat... " ucap Vitalia, karena ia merasa Aldo sangatlah mencemaskan.
" Benar Do apa yang dikatakan bu dokter...
" Tapi Bu...,bagaimana dengan El... " ucap Aldo lirih tapi terdengar oleh yang lain, termasuk El.
" Kamu nggak usah khawatir Do... biar kami yang akan menjaga El... " ucap Aditya berusaha membujuk sahabatnya sekaligus asisten pribadinya.
" Hmm ok baiklah...,kalau begitu saya mau pulang dulu...." ucap Aldo pasrah.
" El...,kamu nggak boleh nakal ya...jaga dirimu baik-naik.." ucap Aldo, El pun mengabggukkan kepalanya saja, tanda mengerti...,lalu Aldo pun berpamitan dengan yang lain dan bergegas pulang ke rumahnya. dan ketika dr.Irsyad keluar dari ruangannya sontak El pun berteriak
" Tante itu orangnya yang sudah berani memukuli,dan menyeret bunda dokterku ke ruangan kosong...,dan dia bahkan juga berani mendorongku sampai terjatuh,tapi untung ada bunda dokter yang menolongku..tapi bunda dokter tak berhasil melawannya hiks..hiks....hiks...." ucap El sambil menunjuk ke arah dokter Irsyad, sontak membuat semua terkejut atas pernyataan El.
" Apaaaaa....??? ucap mereka semua,lalu mengarahkan pandangan pada orang yang ditunjuk oleh El. Erlin pun langsung memeluk El yang terlihat menangis ketakutan ketika melihat dr.Irsyad.
" Ssstttt.... sayang nggak boleh nangis ya...." ucap Erlin pada El. Semua yang berada disitu sangat geram terhadap dr.Irsyad begitu mendengar pernyataan langsung dari El. Erlin pun memicingkan matanya sambil memeluk sekilas El,lalu menghampiri dr.Irsyad,dan...
" Plaaakkk.....
" Kau ternyata sangat kejam dokter Irsyad...,harusnya Gue yang kau culik,bukan menjadikan sahabatku menjadi sasaran kebrutalanmu..." ucap Erlin terhenti... dan
" Buukkk..... " pukulan bogem mentah dari Aditya melayang ke arah dr.Irsyad.
" Br**sek... kalau layak mendapatkan pukulan itu... " ucap Aditya, tapi dr.Irsyad sama sekali tidak melawan Erlin dan Aditya.., dia hanya meringis kesakitan. Aditya yang begitu geram dengan perlakuan dr.Irsyad ia berniat akan memukulinya lagi, tapi di tahan oleh sang Istri, sedangkan Vitalia lalu menghampiri El untuk menenangkannnya, sementara Dina yang keadaannya mulai membaik tiba-tiba saja datang dari arah ruang perawatannya, dan
" Plaaakkkk....
tamparan keras dilayangkan ke arah dr.Irsyad. membuat semua orang terkejut dengan kedatangan Dina.
" Dina...., maafkan aku.... " ucap Irsyad penuh penyesalan.., sambil bersujud dihadapannya, tapi tak digubris oleh Dina.
__ADS_1
Jangan lupa Like dan komennya Yaa....