
Perasaan bersalah Erlin dan juga El
Erlin dan El kini sudah memasuki ruang tindakan,tempat dr.Vanya di rawat,sementara orangtua dari Erlin,sekaligus Mertuanya sudah keluar dari ruangan itu untuk bergantian,dan mereka juga sudah berpamitan untuk pulang ke mansion mereka masing-masing...,kini yang ada di ruangan itu hanyalah Nyonya Valen Mommy dari dr.Vanya,Erlin,El,dan Ibu Irma,serta disusul Aditya yang datang menyusul mereka...kedatangan mereka pun justru membuat tangis Erlin pecah...
“ Erlin...,Lo sudah datang...” ucap Vanya melihat ke arah Erlin yang datang bersama anak kecil,dan seorang paruh baya,dan seketika Erlin berhambur memeluk Sahabatnya.
“ Hikss..hikss... Vanya...maafkan Gue....hiks...hiks...hiks..ini semua salahku...” ucap Erlin ia merasa bersalah,karena dirinyalah Sahabatnya kini terbaring lemah.
“ Hey...jangan seperti itu Erlin...Ini bukan salahmu...,demi persahabatan kita,Gue rela melakukannya untuk kalian...,sudah jangan menangis seperti anak kecil dong Er...” ucap Vanya sambil membalas pelukan Sahabatnya,yang saat ini nangis dalam pelukannya.
“ Jangan begitu Van...Gue benar-benar merasa bersalah...andai waktu itu Gue nggak pergi ke negara X, Lo sekarang nggak bakal seperti sekarang Van...” ucap Erlin.
“ Ck... sudah jangan berkata seperti itu lagi...Lo liat sendiri,kan...Gue nggak kenapa-kenapa...”ucap Vanya berusaha menenangkan Sahabatnya,mereka pun lalu melepaskan pelukannya,lalu Vanya pun mengedarkan pandangannya ke arah anak kecil dan juga orang paruh baya yang berada di samping Aditya,ia pun mengerutkan keningnya lalu berkata..
“ Ibu Irma...El....,kalian ada disini...” ucap Vanya yang melihat kedatangan Ibu Irma dan El.
“ Iyaa Nak... kami disini semenjak kejadian yang menimpamu saat itu....” ucap Ibu Irma...,sementara El yang hanya diam saja,membuat Vanya dan yang lain mengerutkan keningnya bingung karena Aditya,Erlin dan juga Mommy dari Vanya tidak mengetahui kronologis yang sebenarnya.
“ El...kenapa kamu diam saja sayang...?? hmmm..” tanya Vanya pada El,tapi El tidak menjawabnya,ia seperti terlihat sedang marah dengan bunda dokternya.
“ El..sayang....kenapa kamu diam saja.?? Hmmm...,katanya mau ketemu sama bunda dokter...” ucap Erlin pada El,yang terlihat murung.
“ Tapi El sekarang ngambek sama bunda dokter,Tante...” ucap El pada Erlin,sementara Vanya hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya heran dengan tingkah El,ia juga memaklumi karena dia masih anak kecil.
“ Oh jadi anak bunda dokter sedang marah ya....ya sudah deh kalau begitu bunda mau tidur saja...” ucap Vanya berusaha menggoda El,agar ia tak marah lagi dengannya..,ia pun berpura-pura akan menidurkan dirinya lagi karena posisinya saat ini sedang duduk menyender di bed.
“ Jangan Bunda....El masih ingin bertemu bunda...hiks...hiks...maafkan El ya Bunda... El sudah ngambek sama bunda dokter...” ucap El sambil menunduk dan menangis sesegukan.
“ Sayang....kenapa menangis...hmmm....?? sini peluk bunda...” ucap Vanya pada El,El yang kesusahan naik ke ranjang tempat tidur Vanya akhirnya dibantu Erlin mendudukkannya di tempat tidur Vanya,El pun langsung berhambur memeluk Bunda dokternya.
__ADS_1
“ Katakan padaku kenapa El marah sama Bunda dokter...??”tanya Vanya pada El,dan El pun menjawab pertanyaan itu dengan memanyunkan bibirnya
“ Habis Bunda dokter cuek sama El...,El kesini kan ingin bertemu dengan Bunda dokter...,Eh pas El masuk malah dicuekin...” ucap El sangat kecewa dengan sikap Bunda dokternya.
“ Jadi anak Bunda cemburu ya..karena Bunda dipeluk sama Tante....??tanya Vanya pada El.
“ Bukan begitu Bunda...tapi El heran saja pada tante dokter,kenapa tiba-tiba memeluk Bunda dokter..apa Tante dokter suka pada Bunda dokter...?? tanya El penasaran,membuat semua terkikik geli,dengan apa yang ditanyakan oleh El.
“ Sayang...Tante itu juga rindu dengan Bunda doktermu...,bukan berarti kalau Tante memeluknya itu lalu menyukainya...” ucap Erlin sambil tersenyum pada El.
“ Oh begitu ya...,,Bunda....El juga rindu sama bunda...jangan tinggalin El lagi yaa...?? El nggak mau Bunda dokter kenapa-kenapa lagi....ini semua gara-gara aku bunda...karna Bunda telah menyelamatkan El...hiks...hiks...” ucap El pada Bunda dokternya...,sedangkan yang lain terkejut dengan pernyataan El,terkecuali Ibu Irma,karena ia sudah mengetahui jika El telah diselamatkan oleh Vanya.
“ Iyaa sayang...,sudah jangan menangis lagi...,Bunda dokter janji...tidak akan meninggalkanmu lagi...” ucap Vanya pada El yang masih memeluk dirinya,ia pun mengusap-usap rambut El..,entah kenapa ketika memeluk El perasaannya begitu tenang,ia seperti memeluk anaknya sendiri,padahal Vanya sendiri belum menikah,apalagi mempunyai anak.
“ Benar ya Bunda...?? tanya El memastikan,lalu melepaskan pelukannya,dan Vanya pun menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan pertanyaan dari El. Semua yang berada di ruangan tersebut ikut merasa bahagia melihat interaksi antara Vanya dan El,seperti melihat keakraban Ibu dan anak kandung. Erlin pun menyela pembicaraan mereka..
“ Ya enggak lah Er...,bilang saja cemburu..iyakan...” ucap Vanya balik menggoda Erlin.
“ Yeee... yang benar saja gue cemburu...,hiihh... gilak Lo...Gue normal tauk.., lagian Gue juga ada Suami...ngapain repot-repot cemburuin Elo....” ucap Erlin bergidik ngeri.membuat semua yang ada di ruangan tersebut berusaha menahan tawanya,termasuk suami Erlin yang terkikik geli.
“ Ngapain sih Mas..ngetawain aku...,bukannya di bela malah ikut-ikutan..” ucap Erlin ketus,sambil memutar bola matanya malas.,kini ia benar-benar dibuat emosi oleh sahabatnya,sampai-sampai Suaminya sendiri kena getahnya.
“ Sayang...jangan marah dong...,masa’ gitu saja marah sih...” ucap Aditya merayu sang Istri,sayangnya ucapannya tak digubris oleh Erlin,mereka yang melihat pun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah sepasang Suami Istri tersebut yang sedang berselisih paham,setelah perdebatan diantara mereka,tak ada suara sama sekali diantara Aditya dan Erlin.
“ Ekhemm...ekhem...sudah-sudah...,Nak..nggak usah ribut..ini sedang di RS,takut mengganggu pasien lainnya...” ucap Valen Mommy dari Vanya memecah keheningan.sementara Vanya dan El masih terkikik geli melihat Aditya dan Erlin berdebat. Erlin pun langsung melirik ke arah mereka berdua,dan mereka yang merasa di lirik pun langsung terdiam seketika.
“ Hmmm ya sudah deh...,sehabis ini El pulang ya sama Nenek,biar Nenek bisa istirahat...” ucap Vanya,berusaha mengalihkan pembicaraan dan tatapan tajam Erlin.
“ Tapi El masih ingin bersama Bunda dokter...” ucap El sambil menundukkan kepalanya,karena kecewa dengan ucapan Bunda dokternya yang menyuruhnya pulang.
__ADS_1
“ El...,kamu nggak boleh begitu Sayang...kasian Bunda dokter...,bunda dokter juga butuh istirahat sayang...” ucap Ibu Irma menimpali pernyataan El..tapi El hanya diam dan menunduk tak menanggapi ucapan Neneknya.
“ Hmmm...Ya sudah...,El boleh disini,tapi nanti El harus tunggu di luar dulu ya..biar Bunda di pindah ke ruang perawatan terlebih dahulu,baru El boleh bersama dengan Bunda..” ucap Vanya memberi pengertian pada El.
“ Horee....,jadi El boleh disini kan Bunda..?? tanya El memastikan.
“ Iya sayang...boleh banget...” ucap Vanya lalu mencium kening El,.,lagi-lagi hati Vanya begitu senang ketika bersama dengan El,begitu pula dengan El,ia sudah sangat sayang pada Bunda dokternya,padahal ia juga belum lama mengenal satu sama lain.
“ Tapi Nak...,kamu belum pulih...,takutnya El malah mengganggumu Nak...” ucap Ibu Irma tak enak hati jika Cucunya bersama dengan Vanya..
“ Ibu tenang saja... Vanya nggak keberatan kok kalau El disini,justru Vanya senang bisa ditemani El....” ucap Vanya tersenyum ramah,sambil membelai rambut El.
“ Benar Bu... lagian El sudah saya anggap seperti cucu saya sendiri...” ucap Valen menimpali ucapan Vanya..Vanya pun terkejut dengan pernyataan sang Mommy,bahkan ia lupa,dan belum sempat bercerita pada Mommynya tentang El.
“ Mom...,Mommy sudah mengetahuinya...??tanya vanya pada sang Mommy.
“ Iya sayang....,Mommy sudah tahu kedekatanmu dengan El...” ungkap Valen,lalu disaat yang bersamaan Ibu Irma menyela obrolan antara Ibu dan anak tersebut.
“ Maafkan cucu saya...jika selalu merepotkanmu Nak Vanya...bahkan Ibu sangat berterimakasih padamu karena sudah menyelamatkan El dari bahaya....” ucap Ibu Irma,sambil memegang tangan Vanya.
“ Iyaa...Ibu...sama-sama...,itu sudah tugasku Bu....” ucap Vanya sambil membalas pegangan tangan Ibu Irma,sementara Nyonya Valen hanya tersenyum melihat kelembutan hati anaknya,membuatnya tersentuh, sedangkan Aditya dan Erlin hanya saling tatap ketika Vanya dan Ibu Irma sedang berbicara,Erlin pun memberanikan diri bertanya pada Vanya,
“ Hmmm... Van.. sebenarnya apa yang sudah terjadi waktu itu..??,jujur Gue semakin merasa bersalah,jika itu melibatkan El...” tanya Erlin penasaran,,tapi belum sampai Vanya menjawab, Aditya berkata..
“ dr.Vanya Jika tidak sanggup untuk mengungkapkannya sekarang...jangan dipaksa..” imbuh Aditya,tapi Vanya pun seketika mengungkapkannya.
“ Hmmm... Ya waktu itu El berusaha menolongku...” ucap Vanya,seketika membuat semua yang ada di ruangan itu terkejut.
Jangan Lupa Vote,Like,dan juga Komen Yaa Teman-teman...
__ADS_1