Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 185


__ADS_3

Kesalahpahaman Aditya


Setelah makan siang di sebuah restoran ternama di kota Sydney, Aldo dan Vanya kini memutuskan untuk menginap di sebuah Villa dekat dengan pantai di kota terssebut.


"Waaahh ... indahnya .." ucap Vanya sambil membuka tirai kamarnya yang berhadapan langsung dengan pantai.


Tiba-tiba saja Aldo pun memeluk Vanya dari arah belakang, yang membuat Vanya terdiam dan merinding seketika.


"Sayang suka kan??" tanya Aldo pada sang Istri sambil memeluknya erat-erat dari arah belakang. Vanya pun dengan cepat mengangguk mengiyakan pertanyaan sang Suami.


"Terima Kasih ya Mas, berkat Mas Aku akhirnya bisa kesampaian juga ke sini," ucap Vanya pada sang Suami.


"Iyaaa sayang, apa sih yang tidak buatmu," balas Aldo dengan nada menggoda sang Istri gemas, yang membuat Vanya tertawa renyah.


Vanya pun lalu melepaskan pelukan sang Suami yang memeluknya dari belakang dengan membalikkan badannya, lalu menggenggam erat-erat tangan sang Suami.


"Maafkan Aku Mas, Aku selama ini sudah membencimu, dan Akuuu..." belum sampai Vanya menyelesaikan ucapannya, Aldo pun tiba-tiba membungkam mulut sang Istri dan berkata, "Ssssstt, sudah berapa kali ku bilang, jangan meminta maaf lagi kepadaku, yang lalu biarlah berlalu, kini saatnya Kita memulai hidup baru lagi," balasnya.


Seketika itu pula Vanya terdiam terpaku menatap sang Suami yang kini tepat berada di depannya, seolah terbius dengan apa yang dikatakan oleh sang Suami.


Pandangan pasangan pengantin baru tersebut saling beradu, bahkan pandangan itu tak dapat dialihkan lagi. Wajah Mereka kini saling dekat,dekat Dan semakin mendekat, bahkan bibir Aldo kini sudah mendarat di bibir milik Vanya.


Mereka pun akhirnya berciuman dengan penuh mesra. Suasana yang tadinya dingin menjadi panas seketika, karena kelakuan sepasang Suami Istri tersebut. Ciuman yang tadinya mesra kini berhasil membuat sepasang pengantin baru tersebut menjadi semakin bergairah, pergulatan panas pun terjadi.


skippp....


...****************...


Sehabis membersihkan dirinya untuk mandi, Erlin kini memutuskan untuk tidur lebih awal, sementara Aditya sedari tadi masih disibukkan dengan laptopnya. Bahkan ia sampai menghiraukan sang Istri yang sejak tadi sudah masuk ke dalam kamar.


Erlin yang terbaring di tempat tidur sendirian pun merasa tak nyaman, akhirnya ia memutuskan untuk bangun dari tempat tidur dan melangkahkan kakinya mendekat ke arah Aditya yang sedang sibuk mengutak-atik laptopnya di atas sofa.


"Mas..., sebenarnya Mas kenapa sih? kenapa dari tadi Mas hanya diam saja??" tanya Erlin heran dengan sikap sang Suami yang entah kenapa sangatlah aneh tidak seperti biasanya.


"Bukan urusanmu, Aku sedang sibuk, jangan menggangguku!" bentak Aditya terbangun dari tempat duduknya berusaha menjauhkan dirinya dari sang Istri.


Erlin yang mendengar jawaban kasar dari sang Suami pun tak bisa berkata apa-apa selain mendengus kesal dan berkata, "Huh.. ya sudah..., lagi pula Aku kan cuma bertanya, apa salahnya, coba?!" balas Erlin sambil memutar bola matanya malas lalu berdiri dari tempat duduknya menuju ke atas ranjang.


Aditya yang mendengar ucapan dari sang Istri pun lalu menyahutnya dengan berkata.


"Apa maksudmu Erlin??" tanyanya.

__ADS_1


"Aku kan cuma nanya baik-baik Mas, apa salahnya sih Aku bertanya? Aku hanya heran saja sama Mas yang dari tadi mengacuhkan ku," jawab Erlin duduk di atas ranjang, menjawab pertanyaan dari sang Suami


"Harusnya kau tau apa sebabnya aku mendiamkanmu seperti ini, tapi ternyata kau berpura-pura seakan tidak terjadi apa-apa," sahut Aditya menatap Erlin tajam dengan mendekatkan mukanya ke muka sang Istri.


Seketika saja Erlin berdiri menghindari tatapan sang Suami yang baginya sangat mengerikan.


"Apaaa? maksudmu apa sih Mas? Aku benar-benar tak mengerti??" tanya Erlin mengerutkan keningnya bingung dengan apa yang diutarakan sang Suami kepadanya.


Dengan tersenyum kecut Aditya menyahutnya dengan berkata, "Heh, jangan berpura-pura bodoh Erlin! apa yang sudah kau lakukan dengan pria itu??" tanya Aditya pada sang Istri dengan tatapan penuh selidik.


Bukannya menjawab pertanyaan dari sang Suami, Erlin justru malah berbalik tanya, "Maksudmu pria mana sih Mas, aku benar-benar tak tau??" ia benar-benar bingung dengan apa yang di maksud oleh Suaminya.


"Siapa lagi kalau bukan Reymond!" lantang Aditya menjawab pertanyaan dari sang Istri.


Betapa terkejutnya Erlin ketika sang Suami menyebutkan nama Reymond di hadapannya, "Apaaa .." ucap Erlin dengan nada keterkejutannya.


"Apaaa? kenapa terkejut?? kau kan yang sudah menyuruh Reymond untuk mengantarkan mobil ke mansion Wijaya??" sahut Aditya dengan tatapan mengintrogasi sang Istri.


"Astaga Mas, Aku tak menyuruh Reymond!" seru Erlin menjawab tuduhan dari sang Suami.


"Sudah jangan bohong Erlin! kau sadar tidak, jika kau sudah mempermalukan hubungan kita di hadapan Mama sama Papa?!" ucap Aditya dengan nada meninggi


"Maksud Mas apa sih, ha?? bukankah sudah ku bilang berkali-kali jika Aku tak ada hubungan apa pun dengan Reymond, Dia hanyalah masa lalu ku saja, Mas!!" tandasnya.


"Hmmm, ok kalau Mas masih saja menuduhku yang tidak-tidak, dan yang terpenting Aku tidak merasa berselingkuh dengan orang lain!" jawab Erlin dengan penuh penekanan. Ia pun lalu segera berjalan ke arah ranjang dengan mengabaikan sang Suami yang masih berdiri mematung di tempat.


Aditya yang merasa dirinya kalah pun lalu menghampiri sang Istri yang sudah berbaring di tempat tidur.


Sreettt....


Sontak saja membuat Erlin tersentak kaget dengan perlakuan kasar Aditya yang menariknya secara paksa.


"Jangan menghindar dari ku, Erlin!" bentak Aditya pada Erlin.


"Apaan sih Mas .. ?!" balas Erlin terbangun dari tempat tidurnya.


Plakkk...


Tamparan keras dilontarkan Aditya ke pipi sisi kanan Erlin. Entah setan apa yang merasuki Aditya hingga ia menampar pipi mulus sang Istri. Hingga tamparan itu membuat Erlin tersungkur di atas ranjang.


"Awwwsshh..." rengek Erlin kesakitan sambil memegangi pipinya yang sakit karena ditampar oleh sang Suami.

__ADS_1


Seketika saja Erlin membelalakkan matanya tak percaya dengan apa yang sudah dilakukan sang Suami barusan. Dengan tatapan mata nanarnya Erlin pun berkata, "Mas, hiks .. hiks .., kau benar-benar keterlaluan! sebenarnya apa maumu sih Mas? apa salahku??" tanya Erlin dengan menangis tertahan.


"Jangan berbohong padaku Erlin, jika kau telah berselingkuh dengan Reymond!" lagi-lagi Aditya menuding sang Istri berselingkuh di belakangnya.


"Tapi Mas, Aku tidak berselingkuh, kau sudah salah paham, Mas!!" tegas Erlin.


"Ahh sudahlah, Aku sama sekali tak percaya lagi denganmu Erlin, dasar wanita brengsek wanita pengkhianat!!


Plaaakkkk


Tamparan keras dilayangkan oleh Erlin ke arah pipi sang Suami.


"Cukup Mas, jangan berkata-kata yang tidak lagi padaku, jika Mas tidak ingin menyesal setelah ini!" seru Erlin dengan melontarkan sebuah ancaman pada Aditya.


"Heh menyesal katamu??" tanya Aditya dengan tersenyum sinis.


"Ya, kau akan menyesal karena telah menuduhku yang tidak-tidak, lagi pula Mas juga belum tau cerita yang sebenarnya," jawab Erlin.


Tak berhenti sampai disitu saja, Aditya yang tak mau kalah pun lagi-lagi membalas ucapan sang Istri, "Memangnya cerita yang sebenarnya itu bagaimana sih haaa?! memangnya Aku ini bodoh apa, sehingga kau berusaha membuat pembenaran," sahut Aditya dengan nada meninggi.


"Terserah apa katamu, tapi yang jelas Reymond hanya mengantarkan ku sampai ke RS karena ban mobil kempes, Aku juga sudah melarang Reymond untuk mengantarkan mobil kita ke mansion, namun ternyata kunci mobil yang ku bawa justru malah terjatuh di mobil Reymond, yang pada akhirnya Reymond mengantarkan mobil itu ke mansion Wijaya," terang Erlin panjang lebar menjelaskan kejadian yang sebenarnya.


Erlin pun lalu tersenyum sinis Dan berkata, "Heh .., tapi percuma saja Aku menjelaskan semua sama Mas, Mas juga nggak bakal percaya dengan penjelasanku ini!" sambungnya.


Sontak saja ucapan dari Erlin membuat Aditya terdiam seketika, dengan berusaha mencerna ucapan sang Istri. Sementara Erlin kini melanjutkan langkahnya kembali untuk berbaring ke tempat tidur, tanpa menghiraukan sang Suami yang menatapnya tajam.


"Astaghfirullah, Aditya apa yang kau lakukan, seharusnya kau bertanya baik-baik dengan Erlin, mengapa kau justru malah berkata kasar dan menuduh Istrimu yang tidak-tidak," bisik malaikat baik di telinga kanannya.


"Aditya yang kau lakukan itu sudah benar, Istrimu berhak mendapatkan hukuman darimu," bisik setan di telinga kirinya.


Sedangkan Mbok Inah yang berada di kamar Baby Daffa merasa cemas karena mendengar keributan diantara kedua majikannya. Ia pun hanya bisa menghela nafas panjangnya.


"Huhhhh ...."


"Astaghfirullahaladzim, ada apa lagi dengan Mereka?? Gusti ..., jagalah hubungan Mereka dengan baik, jangan biarkan orang jahat menghancurkan hubungan Mereka," gumamnya dalam hati dengan mengatupkan kedua tangannya seraya memohon pada Sang Kuasa.


Bersambung....


...****************...


...---------------...

__ADS_1


Hmmm makin seru kan ya..., lantas apa yang terjadi setelah ini?? akankah Erlin dan Aditya akan saling mendiamkan? atau justru sebaliknya??


Jawabannya ada di episode berikutnya.


__ADS_2