Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 20


__ADS_3

" Ohh... rupanya tuan putri sudah sadar ya.... !??!! ucap Erwin tersenyum licik.


" Ck..... cukup.... Win.... stop.... !! bentak Erlin keras.


Erwin pun meradang dan menghampiri Erlin yang duduk terikat di kursi,... lalu


Plaakkkk....


" Beraninya membentakku.... !!! kata Erwin dengan amarahnya.


" Apa maumu hah.... !!! ucap Erlin tak trima dengan apa yang telah dilakukan Erwin padanya.


" Kamu masih membentakku Erlin.... ucap Erwin tegas.


" Heh... Ayooo... pukul... kalau berani... pukul lagi... !!! ucap Erlin tersenyum sinis.


" Erlin....... !!!! ucap Erwin tegas lalu..


Plakkkk....


Erlin merasa kesakitan dan kali ini sampai mengeluarkan darah di bibirnya.


" Ituuu sebagai hukumanmu....karna kamu sudah melawanku dokter Erlin.... !! ucap Erwin licik.


Sementara disisi lain Aldo sedang dalam perjalanan menuju RS Wijaya untuk memberitahu Aditya mengenai keberadaan Erlin.... sedangkan Aditya sedari tadi hanya mondar-mandir menunggu kedatangan sahabatnya yang akan membawa kabar tentang Erlin.


Aditya Yang terlihat cemas pun dibuat heran oleh para sahabat Erlin, tak ada suara di ruangan itu, hanya ada rasa cemas yang menghampiri mereka semua.


" Duhh... gimana nih Din...?? kasi kabar ke om sama tante Sanjaya nggak ya... ?? apalagi katanya Kakaknya sama eyang nya datang lagi dari luar negeri.... ucap Vanya cemas. tapi Dina pun juga bingung mau berbuat apa. Aditya yang mendengarkan ucapan Vanya pun segera merespon.


" Jangan dulu dokter Vanya.... sebelum ada kabar dari sahabat saya... !!


" Huh... ok baiklah Tuan Aditya... ucap Vanya pasrah.


Sekian lama menunggu akhirnya Aldo tiba di RS Wijaya,,


sesampainya di RS,,Aldo segera memarkirkan mobilnya,dan langsung menuju ke ruang direktur utama RS Wijaya, karna ia sedang ditungguoleh atasannya yang tak lain adalah Aditya, dan kedua wanita yang kini berprofesi sebagai dokter dan perawat yang merupakan kedua sahabat Erlin.


Tok.. tok.. tok....


Aditya pun segera menghampiri Aldo yang baru masuk ke ruangannya


" Gimana do.... ?? Erlin kemana dan dimana dia sekarang...katakan.... ?? tanya Aditya cemas sambil memegang kedua pundak Aldo dengan kasar. Vanya dan Dina pun hanya menyimak interaksi antara Aditya dan asisten pribadinya.


" Tenang.... bro... tenang... !! ucap Aldo santai.


" Gimana bisa tenang...do... saya sudah melacak dengan map di handphone milik Erlin tapi nggak ada petunjuk... ,,ck... ini pasti ulah Erwin brengsek.... !!! ucap Aditya dengan amarahnya

__ADS_1


" Sudah dit.. tenangkan dulu pikiranmu... sekarang dokter Erlin sedang disekap oleh seseorang disebuah gudang yang berada ditengah hutan dit... karna gue sudah melacaknya dengan mapps yang ada di mobil penculik.


Ya.. karna memang Aditya memberitahu Aldo plat nomer milik si penculik misterius tersebut, Aditya mendapatkan nomer plat penculik misterius itu, berkat kedua sahabat Erlin, yang melihat langsung plat mobil penculik itu dan memfotonya.


" Kerja bagus Aldo.... ucap Aditya.


" Kalau gitu kita sekarang berangkat ke lokasi do... saya khawatir dengan kodisi Erlin sekarang do... ucap Aditya cemas.


" Oh.. dan ya... tolong kalian kasih tau ke kedua orangtua dokter Erlin kabari mereka dan kasih tau mereka, kalau Erlin sedang di culik, dan beri tau mereka jangan khawatir ada kekasihnya yang akan menolongnya. " ucap Aditya pada kedua sahabat Erlin. dokter Vanya dan suster Dina pun hanya melongo tak percaya apa yang dikatakan oleh direktur utama RS tempat mereka bekerja.


" hah... jadi....tuan Aditya...??? ucap Dina terkejut.


" Iya... saya kekasih dari dokter Erlin,sahabat kalian... ucap Aditya dingin.


" Ya sudah do....... tak ada waktu lagi... Ayo....!!!ucap Aditya lalu keluar dari ruangan kebesarannya di ikuti oleh Aldo di belakangnya.


para sahabat Erlin masih bengong terdiam berada di ruangan direktur RS tempat mereka bekerja.


" Haahh... gilaaakk Erlin... bener bener tuh anak.... celetuk Vanya...


" Nggak nyangka ya Van... keren juga gebetan dokter cantik kita... !!! ucap Dina menimpali ucapan Vanya.


" Issshhh .... dasar Erlin ternyata kamu penuh misteri.... celetuk Vanya.


" Emang mak Lampir apa....?? dasar Vanya...!! ucap Dina sambil menyentil jidat Vanya lalu keluar ruangan Direktur meninggalkan Vanya sendirian.


ucap Vanya mengikuti Dina di belakangnya.


Sedangkan Erlin yang sedang dalam sekapan Erwin pun hanya menahan rasa sakitnya,hingga tertidur dan berharap ada yang datang untuk menolongnya, dan tak lama Erlin pun bangun dari tidurnya,dan dia pun berfikir untuk menelpon Aditya, karna ia pikir hanya Aditya lah yang bisa menolongnya saat ini,tidak mungkin juga ia menghubungi keluarganya, karna Erlin tak mau membuat khawatir keluarganya. tapi karna tangannya diikat dengan kursi Erlin berusaha untuk meraih telpon genggamnya yang sekarang berada di saku jas dokternya...


" Yaa Allah... gimana ini?? di ikat lagi... batin Erlin.


Sambil menengok kanan kiri, Erlin tak melihat Erwin ada d sekitarnya, tapi ia hanya melihat ada para pengawal yang menjaganya sampai tertidur,,Erlin pun tak mau menyia-nyiakan kesempatannya,, ia harus berusaha untuk membuka ikatan tali yang mengikat tangannya


" Bismillah.... ucap Erlin lirih, akhirnya setelah usahanya berhasil melepaskan ikatan talinya Erlin segera merogoh saku jas kebesarannya dan menghubungi Aditya


Tut.... tut.... tut...


" Halo.... Aditya....!!! ucap Erlin


" Erlin.... maafin aku ya...sayang... kamu dimana?? kamu nggak papa kan sayang..,?? ucap Aditya tanpa sadar mencemaskan Erlin.


" Dit... tolong.... ucap Erlin terpotong karna ada yang mengambil ponselnya. siapa lagi kalau bukan Erwin yang mengambil ponsel milik Erlin.


sreettt....


" Oh... ternyata kamu mengambil kesempatan dalam kesempitan ya Erlin putri sanjaya....jangan harap akan ada yang datang menolongmu.... ucap Erwin sambil membuang ponsel milik Erlin, lalu tersenyum menyeringai. akan tetapi di seberang sana masih terdengar oleh Aditya dengan posisi ponsel milik Erlin belum mati, mereka tak menyadari akan hal itu.

__ADS_1


" Erwin...Keterlaluan kamu...brengsek....!!! bentak Erlin sambil melotot tajam.


Greeeppppp....


Erwin pun mencengkram tangan Erlin ke belakang...


" Jangan mencoba melawanku tuan putri...!!! liat saja akibatnya....!!! ucap lantang Erwin, lalu mengikat kembali Erlin di kursi. Erlin pun melawan.. Aditya masih setia menyimak percakapan di ponsel.


" Lepasss.... win... !!! ucap Erlin melawan


Buukkkkk


Erlin menyikut perut Erwin, Erwin pun tampak kesakitan.


Buuukkkk....


Erwin pun terjatuh karna tendangan kaki Erlin..


" Berani beraninya kamu melawanku Erlin....!!! ucap Erwin penuh amarah..


" Pengawal ikat wanita itu....!! sambung Erwin lagi.


Erlin pun tak tinggal diam, dia berusaha melawan tapi ia kalah dan akhirnya ia punya inisiatif untuk kabur dan akhirnya...


" Dorrr....


" Aaakhh.... teriak Erlin kesakitan.


Aditya yang mendengar suara pistol pun tersentak kaget...


" Erlin....... !!!!! teriak Aditya.. lalu mematikan ponselnya.


Aditya yang sedang menempuh perjalanan bersama sahabatnya pun terlihat pucat pasi setelah mendengarkan pembicaraan lewat ponsel milik Erlin.


" Aldo cepat.... lakukan mobilnya lebih cepat lagi do.... ucap Aditya panik.


" Iyaaaa.... dit... tenangkan dirimu... jangan cemas... dit... , kita masih jauh... karna jauh dari perkotaan,.... ucap Aldo menenangkan Aditya yang tampak cemas mengkhawatirkan kondisi Erlin.


Aldo di buat bingung dengan tingkah Aditya yang berubah semenjak kedatangan dokter Erlin di hidup Aditya, karnanya Aditya bisa berubah secepat ini, padahal Aldo pikir Aditya hanya menjadikan dokter Erlin sebagai umpan balas dendam ke mantan kekasihnya, sebagai kekasih bohongan saja, tetapi yang ia lihat sekarang Erlin adalah cinta sejatinya Aditya.


" Tapi doooo.... Erlin.... ini semua salahku do... ucap Aditya lirih,tak terasa di ujung matanya,air matanya pun menetes..


tess.....


" Tenang dit... ini semua bukan salahmu....,, kita berdoa saja... semoga dokter Erlin nggak kenapa-napa...,kita juga sudah bawa anak buah yang cukup untuk mengepung mereka dit... ucap Aldo berusaha menenangkan Aditya yang tampak lemas. Aldo merasa iba melihat kondisi hati Aditya yang tampak hancur berantakan.


..." Cinta hadir untuk saling melengkapi satu sama lain, bukan menjadikan cinta sebagai sebuah permainan "...

__ADS_1


*fyi


__ADS_2