
Kehamilan Erlin dan Kabar Meninggalnya Vitalia
“ Iya...Nak...,kami kesini karena Aditya berteriak meminta tolong,...makanya kami kesini...” ucap Mamah Ita.
“ maafkan Erlin Mas...Mah...Pah...jika Erlin merepotkan kalian...” ucap Erlin meminta maaf,tak berselang lama dr.Sarah pun datang di antar oleh bik Sumi ke lantai atas.
Tok..tok..tok..
“ Permisi Assalamualaikum...
“ Wa’alaikumsalam...” jawab mereka serempak.
“ dr.Sarah tolong periksa istri saya dok...,apa benar istri saya sedang hamil,dok..??” tanya Aditya,pada dr.Sarah.
“ Baiklah..., Saya akan periksa sebentar ya...”ucapnya..,dan dr.Sarah pun dengan telaten memeriksa Erlin.
“ Bagaimana dengan kondisi saya mah...?? tanya Erlin pada dr.Sarah,karena Erlin sudah menganggap dr.Sarah seperti Ibunya sendiri,karena Sarah juga merupakan orangtua dari sahabatnya.
“ Selamat ya sayang...kamu sedang hamil...” terang dr.Sarah.
“ Yang benar,Dok...”tanya Aditya memastikan.
“ Iya Aditya...selamat ya sebentar lagi kalian akan dikaruniai anak dan cucu...” jelas dr.Sarah lagi sambil tersenyum senang,sontak membuat seluruh keluarga terharu mendengarnya,dan berucap syukur.
“ Alhamdulillah...” ucap semua orang yang ada disitu,kompak.
“ Akhirnya kita bakal punya cucu Pah...,tapi sayangnya kehadiran anak Aditya tanpa adanya Vitalia....hiks..hikss.hiks...” ucap Mamah Ita pada sang Suami.
“ Mamah tenangkan dirimu...anak buah Papah dan Aditya sedang dikerahkan untuk mencari Vitalia...,kita lebih baik berdoa saja agar mereka segera menemukan Putri kita...”ucap tuan Wijaya pada sang Istri.
“ Oh iya...saya turut prihatin atas hilangnya putri kalian,bahkan saya sendiri sudah menganggap Vitalia seperti Putri saya sendiri...,Putri saya bahkan semalam tidak bisa tidur memikirkan Vitalia..” ucap dr.Sarah sedih.
“ Kami semua sama mah...,aku tidak tau harus berkata apa lagi...disatu sisi aku sedang hamil tapi disisi lain aunty dari babyku sampai saat ini belum diketahui keberadaannya....hiks...hikss..hikss...” ucap Erlin sambil menangis sesegukan,Aditya pun berusaha menenangkan sang Istri.
“ Hey...sayang....jangan berfikir yang enggak-enggak..Mas nggak mau kalau kamu sampai kenapa-kenapa..., apalagi kondisimu sedang hamil anak kita...” ucap Aditya,menasehati sang Istri.
“ Benar kata Suamimu Nak...kamu harus menjaga kondisimu...,apalagi kamu baru mengalami morning sickness...,efek dari kehamilan itu sendiri...”kata dr.Sarah menasehati Erlin.
“ Tapi tak semudah itu...,Erlin masih kepikiran Vitalia,Mah...” ucap Erlin.
“ Yasudah buat istirahat saja sekarang...,Mamah Sarah sudah kasih Vitamin buat kamu,tapi setelah ini diminum ya...,jaga kesehatanmu dan babymu Er...” ucap dr.Sarah pada Erlin.
“ Baik Mah...” jawab Erlin.
“ Tapi kondisi Istri saya tidak apa-apa kan dok?? Tanya Aditya pada dr.Sarah.
“ Itu karna efek kehamilan saja Dit...,jadi tidak perlu khawatir...,usia kehamilan Istrimu baru seminggu jadi tolong jaga Istri dan calon Babymu baik-baik...” terang dr.Sarah pada Aditya.
“ Ok dok...Siap....,trimakasih ya dok...sudah mau datang kesini pagi-pagi...,hanya untuk memeriksa Istriku “ ucap Aditya pada dr.Sarah
“ Iyaa...Dit...sama-sama...sudah nggak apa-apa....” ucap dr.Sarah santai.
“ dokter sarah pasti terganggu ya,soalnya kami menghubungimu pagi-pagi banget....” ucap Mamah Ita,pada dr.Sarah.
“ Nyonya Wijaya...jangan sungkan padaku..,Erlin sudah saya anggap seperti anak saya sendiri..” ucap dr.Sarah pada Mamah Ita.
“ Terimakasih Dok...” ucap Mamah Ita,dan dapat anggukan oleh dr.Sarah.
“ Kalau ada apa-apa hubungi Mamah Sarah ya Nak...” sambung dr.Sarah memberi saran pada Erlin.
__ADS_1
“ Baik Mah...,trimakasih ya Mah...” ucap Erlin sambil tersenyum ramah pada dr.Sarah.
“ Iya....Sayang sama-sama...,kalau begitu saya mau undur diri dulu...”pamit dr.Sarah.
“ Oh ya dok...mari saya antar kebawah...,” ucap Mamah Ita lalu berjalan keluar dari kamar untuk mengantar dr.Sarah untuk turun ke bawah.sementara itu tuan Wijaya masih berada di kamar kedua pasangan tersebut.dan berkata:” Erlin kamu Istirahat ya Nak..hari ini tidak usah masuk kerja...ya...Papaah nggak mau kamu kenapa-kenapa...” ucap tuan Wijaya pada anak menantunya.
“ Tapi Pah...” ucap Erlin terhenti.
“ Sayang....jangan membantah...,sudah nurut saja apa kata Papah..” ucap Aditya,memperingatkan sang Istri tapi Erlin hanya hanya berdecak kesal.
“ Ya sudah kamu beristirahatlah nak...” ucap tuan Wijaya.”dan kamu Dit...jaga Istrimu...kamu juga nggak usah ke kantor...,biar kerjaanmu di hendle oleh Hans atau Aldo...”titah tuan Wijaya pada anaknya.
“ Baik Pah...” ucap Aditya. Sedangkan Erlin langsung meminum Vitaminnya dengan cepat,dan setelah selesai,ia malah turun dari ranjangnya lalu mengambil tas dan snelinya yang sudah ia siapkan di atas sofanya.
“ Sayang....mau kemana...?? tanya Aditya pada sang Istri.
“ Kerja dong Mas...mau kemana lagi...” ucap Erlin ketus,sambil memakai snelinya.
“ Tapi Yang...” ucap Aditya terhenti.
“ Apa lagi sih Mas...Erlin nggak kenapa-kenapa kok...” elak Erlin.
“ Yasudah...kalau begitu...Mas ikut kamu ke RS... Mas tidak pergi ke Kantor hari ini,karena hari kini khusus untuk Istriku tercinta.....” ucap Aditya menggoda sang Istri.
“ Ciee...sok romantis...” ucap Erlin sambil memutar bola matanya jengah, mereka pun lalu bersiap-siap untuk pergi ke RS,dan setelah semua persiapan selesai,sepasang Suami Istri tersebut berjalan keluar dari kamarnya,dan
bergegas turun kebawah, langsung berangkat ke RS,karena mereka sudah melakukan ritual Sarapan paginya.
Di RS Wijaya
Kini di RS Wijaya terlihat seorang dokter cantik,siapa lagi kalau bukan Vanya,ia memasuki RS dengan sangat terburu-buru...,dan pada saat ia akan memasuki ruangannya tiba-tiba ponsel Vanya berbunyi.
“ Dik... apa kamu sudah sampai di RS...??” tanya Ferdi diseberangsana.
“ Sudah kak...memangnya kenapa..??” tanya Vanya heran
“ Kakak ...,mau mengabari jika Vitalia sampai sekarang belum juga ditemukan,dan dari pihak penerbangan menilai ada kemungkinan jika Vitalia itu terjun dari ketinggian sebelum pesawat itu jatuh...” terang Ferdi.
“ Apaaaa....?? nggak kak...yang benar saja kamu...,itu nggak mungkin kan Kak....hiks...hikss..hiks... Vitalia selamat kan Kak... Vitalia nggak mungkin meninggal,kan?? tanya Vanya lantang.
“ Berdasarkan info dari pihak maskapai penerbangan,Vitalia tidak dapat dilacak,dan Vitalia sudah dinyatakan hilang dan meninggal,Dik...kamu yang sabar ya...” terang Ferdi.
Duaaarrrr...
Bagai disambar petir di siang hari Vanya yang mendengar kabar sahabatnya telah tiada,sontak ia meneteskan air matanya,dan menjatuhkan buku-buku yang ia bawa sambil berteriak histertis.
“ Enggak kak itu nggak mungkin....Vitaliaaaa.....hiks...hiks..hikss...jangan tinggalkan kami Vit...” ucap Vanya sambil bersandar didinding di depan pintu ruangannya,lalu menjatuhkan dirinya yang terlihat rapuh.
“ halo dik tenangkan dirimu...dik..halo...” ucap Ferdi diseberang sana tapi tak dihiraukan oleh Vanya.
“ Vitaliaaaa...” teriak Vanya lagi,bahkan semua staf RS dan juga rekan-rekan tegana medis yang melihat Vanya berteriak histeris,menangis tersedu-sedu pun lalu menghampirinya.
“ Dokter Vanya...ada apa....?? tanya salah satu teman sejawat dari Vanya,yaitu dr.Intan.
“ Intan...hiks.hiks...Vitalia,Tan...hiks..hiks...” ucap Vanya sambil nangis terisak,dr.Intan pun lalu memeluknya untuk menenangkan Vanya.
“ Sssttt...hey Van... Vitalia kenapa?,bukannya Vitalia di Jepang...?? “ tanya dr.Intan,dan Ya sebenarnya para teman sejawatnya banyak yang tidak mengetahui jika Vitalia termasuk korban dari kecelakaan pesawat rute kota S menuju Jepang.
“ Sudah jangan menangius lagi...,untung saja belum banyak pasien yang datang Van...” sambungnya lagi,sambil merenggangkan pelukannya.
__ADS_1
“ Tapi Tan...hati Gue benar-benar hancur...hiks...hikss...kamu tahu nggak berita tentang pesawat jatuh...??” tanya Vanya sambil mengusap air matanya.
“ Maksudmu...?? tanya dr.Intan bingung,kali ini sambil melepas pelukannya.
“ Pesawat yang ditumpangi Vitalia itu jatuh Tan...,dan barusan Gue dapat kabar kalau Vitalia itu hilang dan dari pihak maskapai pun menyatakan jika Vitalia sudah meninggal....” jelas Vanya,sontak membuat seluruh teman
sejawat yang mendengarnya pun terkejut,dan berucap: “ Innalillahi Waa Inna Ilaihi Roji’un...” diam-diam ada seseorang yang datang,dan mendengar pernyataan Vanya.
“ Apaa.....?? “ ucap Dina,lalu menghampiri Vanya menatapnya tak percaya,ya seseorang itu adalah Dina.
“ Katakan padaku Van...Lo bohong kan...itu tidak benar kan Van...” ucap Dina sambil menarik Dina untuk berdiri,lalu menggocang-goncang tubuh Vanya,yang hanya diam,sambil menundukkan kepala,menangis.
“ Tatap mataku Van....” bentak Dina pada Vanya,ia benar-benar tak percaya apa yang dinyatakan oleh sahabatnya.
“ Gue...nggak bohong Din....,Gue serius...hiks...hikss...hiks...” ucap Vanya pelan lalu memeluk Dina,sambil menangis tersedu-sedu,sedangkan Dina hanya diam mematung ia benar-benar tak percaya dengan yang dikatakan Vanya,tak terasa airmata Dina pun menetes.
“ Yaa Tuhan.... kenapa engkau mengambil sahabat kami...,Vitalia mengapa kamu pergi meninggalkan kami...” batin Dina.sementara itu dr.Intan dan teman sejawat yang lain berusaha menenangkan Vanya dan juga Suster Dina.
Ternyata pada saat Vanya dan Dina akan dibawa masuk ruangan Vanya,ternyata ada sepasang mata memandang ke arah mereka, lalu berteriak : “ Tunggu....!! ada apa ini...?? tanya Erlin yang tiba-tiba saja datang ke rumah sakit,Ya..Erlin datang bersama Suaminya.Erlin yang tadinya memutuskan untuk tidak bekerja,kali ini nekat untuk berangkat bekerja,walaupun harus didampingi sang Suami.
Sontak semua menoleh ke arah sumber suara,dilihatnya Erlin yang datang bersama Aditya.
“ Erlin hiks...hikss...hikks..” ucap Vanya sambil berlari menghampiri Erlin lalu memeluknya,diikuti Dina.
“ Vanyaaa... kenapa kamu menangis...??, Dina kenapa kamu hanya diam saja,sih Din...??” tanya Erlin lagi pada kedua sahabatnya,ia benar-benar bingung, apa yang sebenarnya terjadi.
“ Kalian kenapa menangis...??kenapa tak menjawab pertanyaan Istriku...” sambung Aditya bertanya pada kedua Sahabat Istrinya...,tiba-tiba saja ada seseorang yang memotong pembicaraan mereka dan berkata: “ Aditya....”
panggil orang itu.
“ Ferdi...,kau...” ucap Aditya.ya orang itu adalh Ferdi,Kakak Angkat dari Vanya.
“ Yaa Dit....Gue kesini untuk memberi kabar tentang Adikmu...” ucap Ferdi.
“ Cepat katakan padaku,apa ada kabar terbaru mengenai Vitalia.?? tanya Aditya menyelidik,sementara Erlin dan juga Vanya bingung mengapa Aditya seperti sangat mengenal Ferdi Kakak Angkat Vanya.
“ Saya kesini untuk memberitahumu bahwa Adikmu sampai saat ini belum juga ditemukan,Dit...kami sudah melacak keberadaannya tapi dari pihak maskapai penerbangan menyatakan saudarimu Vitalia hilang dan sudah meninggal,Dit...apalagi pihak penyidik mencurigai bahwa Vitalia terjun dari Pesawat menggunakan parasut sebelum Pesawat itu jatuh..dan banyak yang curiga bahwa parasut yang digunakan Vitalia tidak bisa mengembang....” jelas Ferdi menjelaskan,mkarna Ferdi mendapatkan info dari tim SARS yang kebetulan salah satu dari mereka merupakan temannya.
Duaarrr...
sontak membuat Erlin membelalakkan matanya lebar begitu juga Aditya ia sangat terkejut dengan pernyataan Ferdi...,tiba-tiba Aditya pun menarik kerah kemeja milik Ferdi,lalu berkata:” jangan berbohong Fer....itu nggak mungkin....” ucap Aditya lantang tak terasa matanya pun berkaca-kaca,ia sangat tak percaya dengan yang dikatakan Ferdi...,begitu pula Erlin yang sedari tadi diam tiba-tiba saja terhuyung kebelakang,dan pingsan,tapi untung saja tubuh Erlin berhasil ditangkap oleh Vanya,sontak membuat Aditya melepaskan cengkramannya pada Ferdi.
“ Sayang...kamu kenapa Yang...” ucap aditya panik sambil menepuk-nepuk pipi sang Istri.
“ Erlin...bangun Er....” ucap Vanya,dan Dina panik.
“ Suster... tolong cepat bawa bad dorong kemari” teriak dr.Intan memberi instruksi pada perawat yang ada di tempat kejadian,dan akhirnya Erlin pun segera di bawa ke ruang IGD untuk mendapatkan perawatan secepatnya.
**
“ dokter Vanya...Suster Dina... saya titip Istri saya sebentar...saya akan kembali nanti...” ucap Aditya,lalu mendapatkan anggukkan dari mereka berdua..,ia pun berjalan keluar dari ruang IGD,dan ternyata ada Ferdi yang masih menunggunya di depan pintu IGD.
“ Fer...” belum sempat Aditya menyelesaikan ucapannya,Ferdi memotongnya.
“ Dit...kita nggak punya banyak waktu lagi dit....mau nggak mau kita harus berangkat sekarang untuk meninjau tempat kejadian kecelakaan Dit..,kita harus memastikan kebenarannya..karena Gue merasa ada yang janggal...” ucap Ferdi lalu menarik tangan Aditya.
“ Baiklah...ayo...” jawab Aditya singkat,sambil mengikuti Ferdi dari arah belakang.
BUAT PARA READERS JANGAN LUPA VOTE,LIKE,KOMENNYA YAA...TERIMAKASIH...
__ADS_1