Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 06


__ADS_3

Di Apartemen


Cahaya pagi mulai menembus jendela, seorang gadis cantik masih bergumul dengan selimutnya, siapa lagi kalau bukan Erlin Putri Sanjaya.


Mbok Inah pun lalu mulai mengetuk pintu kamar majikannya.


Tok tok tok..


"Non Erlin, Non .... ?? sudah pagi Non, sarapan sudah siap." ucap Mbok Inah membangunkan Erlin tapi masih saja tidak ada sahutan dari Erlin.


.....


Karena tidak ada jawaban, Mbok Inah pun berteriak lagi memanggil majikannya.


"Non Erlin.....?!"panggil mbok inah lagi.


"Hoams... iy...iya mbok ini udah bangun...!


seru Erlin dalam kamar, sambil menyibakkan selimutnya lalu berjalan kearah pintu.


Ceklek....


"Non, ini air putihnya,! Nona Erlin baru bangun ya??, belum sholat subuh??" tanya Mbok Inah pada Erlin.


Erlin terperanjat kaget, " Hah... Astaghfirullahalazim .... Mbok, jam berapa ini??, Er.., belum sholat subuh ..." tandasnya.


"Sudah jam setengah 6 Non ..." balas Art tersebut.


"Waduhhh ..." jawab Erlin langsung lari ambil air wudhu.


Mbok inah cuma geleng-geleng melihat kelakuan majikannya yang satu ini.


Setelah selesai sholat subuh Erlin pun langsung mandi, dan langsung bersiap-siap untuk berangkat ke RS, setelah semua selesai Erlin bergegas untuk menuju ruang makan, yang ia lihat sudah tertata rapi, dan banyak makanan


"Pagi Mbok Inah ..." sapa Erlin pada Art nya dengan tersenyum ramah.


"Pagi juga Non ..." jawab Mbok Inah ramah.

__ADS_1


Erlin pun seketika mengedarkan pandangan ke arah meja makan, Ia pun sangat terkejut melihat banyak makanan yang disajikan di at as meja makan, "Lohh, Mbok .., kok banyak banget makanan sih,? kayak ada orang mau datang aja ... !?" ucap Erlin bertanya pada Art nya.


"Iyaaa, Non ... Papi sama Mamih, Non Erlin udah datang sedari tadi subuh Non ..." jawab Mbok Inah dengan tersenyum manis.


Sontak Erlin pun mendengus kesal dan berkata, "Issshh, Papih sama Mamih kenapa nggak ngasi kabar sih kalau udah sampai??" gerutu Erlin masih terdengar oleh mbok inah.


"Namanya juga orangtua Non, yang jelas Dan yang pasti kangen sama anaknya lah Non...., apalagi Non Erlin kan jauh dari orang tua." jawab Mbok Inah.


"Hehehe iyaaa juga sih Mbok..." jawab Erlin sambil tersenyum manis. Ya kalau dipikir-pikir memang benar juga yang dikatakan Mbok Inah.


"Terus Papi sama Mami sekarang dimana Mbok ... ?" tanya Erlin sambil menuangkan minuman di gelasnya.


Belum sampai Mbok Inah menjawab Tuan dan Nyonya Sanjaya datang dari belakang Erlin. "Selamat Pagi ... anak Papih sama Mamih .... !!" seru kedua orangtua Erlin.


"Eh .., Pih .., Mihh .., ngagetin aja, lagian kompak banget sihh...!!, kenapa Papih sama Mamih sudah sampai nggak bilang-bilang sihh...??" tanya Erlin dengan wajah cemberutnya.


Mamih Erlin pun lalu menjawabnya dengan berkata, "Kamu ini gimana, sih Nak...?, Kamu itu di telpon berkali-kali nggak Kamu angkat gitu.., masih kesel saja sama Papih Mamih mu ini ..." ucap nya.


"Hah... mana ada Mamih sama Papi telpon??, yang bener saja... !!" seru Erlin tak mau kalah. Padahal tadi setelah ia siap-siap, Ia membuka handphonenya, banyak sekali panggilan tak terjawab kalau Dirinya tidak mengangkat telpon dari orangtuanya.


Mamih Dewi pun lalu berkata, "Isshh kamu itu Er, kebiasaan nggak mau kalah ..., Mamih tau kalau Kamu itu bangunnya kesiangan .. !!" seru mamih Erlin.


"Sudah .. sudah, jangan ribut melulu dong, ayo makan keburu dingin ... !!" perintah Tuan Sanjaya pada Istri dan Putrinya, dan keduanya pun menjawabnya dengan kompak, " Yaa ... !!" jawab serentak Mamih dan Anaknya.


Ketika makan dering telpon dari saku kemeja yang dikenakan Erlin pun berbunyi.


Dreet ... dreettt ... dreettt ...


"Halo ..., Assalamu'alaikum ..." ucap Erlin membuka obrolan.


"Wa'alaikumsalam ..., Er, Lo udah dateng belum sih di cariin juga ..??" tanya Vanya dengan nada kesalnya.


"Hemmmb, gue masih di rumah, Van ..., emang kenapa sih, kok lo tegang gitu??" tanya Erlin penasaran pada Sahabatnya yang tampak tidak seperti biasanya.


Vanya pun lalu menjawabnya dengan berkata, "Masih tanya lagi kenapa?, ya jelas lah tegang..., Elo juga sih jam segini kenapa belom berangkat ?!" ucap Vanya heran kenapa Sahabatnya satu ini tidak berangkat berangkat.


"Kamu lupa apa gimana sih,hari ini kan ada kunjungan CEO dari Perusahaan Wijaya group Er.... pemilik RS tempat kita kerja." tutur Vanya pada Erlin

__ADS_1


"Hah ..., Astaghfirullahalazim .., Gue lupaaa Van, yasudah gue berangkat sekarang thanks yaa ..." ucap nya lalu segera menutup teleponnya.


Tut.


Sambungan telepon pun terputus. Vanya pun mendengus kesal melihat teleponnya dimatikan sebelah pihak oleh Sahabatnya.


"Isshhh ck ..., belum juga selesai ngomong udah main tutup saja," gerutu Vanya di seberang sana.


Setelah telepon dari sahabatnya itu, Erlin langsung berdiri dari meja makan,dengan terburu-buru.


Mamih Dewi yang melihat Putrinya makan dengan terburu-buru pun lalu bertanya, "Lohh sayang kenapa buru-buru?" tanya sang Mamih pada Putrinya, Erlin pun lalu menjawabnya dengan berkata, "Erlin... berangkat dulu ya Mih ..., Pihh..., Erlin kelupaan, kalau pemilik RS tempat Er kerja mau berkunjung." jawab Erlin sambil mencium tangan Papih dan Mamihnya secara bergantian.


"Astaga Putri Papih yang satu ini, selesaikan dulu makannya, Nak ... !!" pinta Papihnya. Erlin pun menjawabnya dengan berkata, "Nanti gampang Pih, biar Er makan di kantin saja." ucapnya sambil memakai snelinya.


"Daahh Pih .., Mih .., Assalamu'alaikum ..." sambung Erlin sambil berjalan sambil melambaikan tangan menuju pintu depan.


"Wa'alaikumsalam ..." jawab kedua orangtua Erlin sambil menggelengkan kepalanya heran dengan tingkah laku Putrinya yang tidak berubah sejak dulu.


"Apa tiap hari kayak gitu ya Mbok Inah??" tanya Nyonya Sanjaya atau Dewi. Art itu pun menjawabnya dengan berkata, "Iya nyahh ..., itu sudah kebiasaan nona Erlin seperti itu, tapi dia tidak lupa makan kok nyahh, itu pun kalau nggak ada keperluan mendesak seperti tadi, Mbok sudah maklumi lah nyah.... karena kan Non Erlin juga seorang dokter." ujarnya.


"Bener kata mbok Inah Mih ..., sudah dong jangan dipermasalahkan lagi .. !!" ucap Tuan Sanjaya menimpali pembicaraan.


"Huhh .., baiklah ..." sang mamih mendengus kesal, karena kelakuan anaknya yang tak memikirkan dirinya sendiri, pikirnya.


Di Rumah Sakit


Sesampainya di RS , Erlin bergegas menuju ruangan tempat ia bertugas, dengan terburu-buru. dan tiba-tiba saja Ia menabrak seseorang.


Brukkk....


"Ahh, maaf Tuan saya ndak sengaja .. !!" kata Erlin sambil mengambil buku yang terjatuh, lalu mendongakkan kepalanya, betapa terkejutnya Ia melihat siapa yang Ia tabrak, Ia pun lalu berkata, "Hahh ..., orang itu ... !!" ucap Erlin dalam hati, mengingat kejadian semalam.


"Hmmmm ..., lain kali kalau jalan lihat-lihat dok ..., permisi ...!!" ucapnya dingin, lalu pergi meninggalkan Erlin yang sedang bengong tak percaya menatap kepergian Pria yang Ia tabrak tadi.


Erlin pun menggerutu kesal melihat tingkah dari Direktur Utama yang baginya sangat menjengkelkan, "Diaa ... ??, Dasarrr manusia kutub ..., lagian Dia ngapain kesini??" gumam Erlin, lalu berjalan lagi menuju ke ruangannya, berbagai pertanyaan yang ada di benaknya mulai muncul.


Setelah sampai ruangannya, entah mengapa Erlin masih saja memikirkan orang yang sudah ia tabrak tadi.

__ADS_1


"Ishh, kenapa Gue jadi mikirin dia sihhh.??Arrghh ..., bodo amat lah ..." gumam Erlin merutuki kebodohannya, lalu meninggalkan ruangannya menuju ruangan meeting para dokter.


__ADS_2