
Sah Suami Istri
Ditengah perbincangan antara Aldo, tuan Ferdinan dan Ibu Tiri Aldo, ponsel milik Aldo tiba-tiba saja berbunyi.
Dreett... dreettt.. dreett...
" Halo..., ada apa..??" tanya Aldo dengan seseorang yang menelponnya.
" Tuan..., dokter Vanya hari ini akan menyelenggarakan ijab qabulnya.." jawab anak buah Aldo yang bernama Rian, alangkah terkejutnya Aldo lalu bertanya pada Rian untuk memastikan:" Apa...??, bagaimana bisa Rian..??, bukankah katamu besok??"? tanya tanya Aldo sambil membelalakkan matanya lebar.
" Besok itu cuma resepsi pernikahan saja tuan..., dokter Vanya yang meminta agar ijab qabulnya dipercepat..." ucap anak buah dari Aldo, diseberang telpon.
" Ok..., secepatnya Saya akan segera kesana..." jawab Aldo dingin, sementara tuan Ferdinan dan Mama Tiri Aldo Vanya ikut menyimak, obrolan telpon yang sedang berlangsung.
" Tapi tuan... penjagaan di rumah keluarga Ferrari sangatlah ketat..." ucap anak buah Aldo members informasi.
" Kau tenang saja..., bagaimanapun caranya Aku harus bisa merebut Vanya dari Edward... " ucap Aldo dengan tatapan membunuh, lalu menutup ponselnya.
Tut...
Panggilan pun terputus, Aldo pun segera under diri dari hadapan Ayah dan Mama Tirinya.
" Ada apa Do...??" tanya tuan Ferdinan penasaran.
" Ayah.., ternyata Pria itu akan melaksanakan ijab qabulnya dengan Wanitaku malam ini juga.." terang Aldo.
" Apa...??, bagaimana bisa..??" ucap Ayah Aldo dan Mama Tiri Aldo secara bersamaan.
" Sudah kalian tenang saja, Aldo janji akan membawa mereka kemari dan akan Saya nikahi bersama dengan Laras..., kalau begitu Aldo pergi dulu ya Yah... Mah... " ucap Aldo, lalu berpamitan pada kedua orangtuanya.
*****
Sedangkan kini acara ijab qabul sudah akan dimulai, kini mempelai Pria yaitu Edward sedang menunggu kedatangan mempelai Wanitanya untuk turun ke bawah, baru kali ini Ia merasakan segugup ini, padahal dalam hal apa pun Ia tak pernah gugup dalam menghadapi berbagai masalah, sementara Vanya kini sedang di atas masih mempersiapkan dirinya untuk berdandan.
" Duhh... deg-degan banget Gue..., gimana nih Er.., Din... " ucap Vanya.
" Sudah tenangkan dirimu, rileks Van...." ucap Dina berusaha menenangkan Vanya yang sedang terlihat gugup.
" Duhh.. Er..., Kenapa perasaanku seperti sedang mau bertempur saja ya...??, apa dulu Lo juga seperti ini...??" tanya Vanya menatap Erlin.
" Isshh... ck..., bukan waktunya untuk bercanda Van..., lagian cuma perasaanmu saja kali..." jawab Erlin mencoba memberi pengertian pada Sahabatnya.
" Ya sudah ayo kita turun sudah ditunggu tuh..., kita sudah tidak pun ya banyak waktunya lagi.." ucap Dina menimpali.
******
Sementara Aldo kini sedang menuju ke kediaman keluarga Ferrari menggunakan mobilnya melaju dengan kecepatan tinggi, bukan menyerah justru Ia sangatlah terobsesi mendapatkan Vanya, berkat pernyataan dari sang Ayah dan Mama Tirinya, yang tadinya sangat menyesal kini berubah menjadi beringas.
" Nggak Gue pokoknya nggak akan biarkan Vanya jatuh ke tangan Pria lain..." ucap Aldo sambil menyetir dengan kecepatan tinggi.
Dreet... dreett... dreett...
" Ck... ada telpon... " ucap Aldo sambil menyetir lalu segera mengangkat telponnya.
__ADS_1
" Halo...
" Halo sayang..., Kamu kemana saja sih Yang..., kok seharian nggak ada kabar??, kangen banget taukkk... " ucap Wanita diseberang sana siapa lagi kalau bukan Laras, dengan manjanya.
" Ck... Sayang mengertilah..., Aku sedang sibuk.. besok kita ketemuan ya..." ucap Aldo berusaha memberi pengertian pada sang Kekasih, walaupun sejujurnya Aldo bosen, melihat Laras bersamanya terus setiap hari, bahkan dia juga sebenarnya tidak mencintainya, justru Ia belajar mencintainya karena tuntutan sang Ayah, kalau tidak Ia turuti Ibu kandungnya akan dalam bahaya.
" Tapi Yang.... Laras maunya malam ini juga kita ketemuan..." ucap Laras manja.
" Hmmm... ya... baiklah..., tapi Aku tidak bisa berjanji untuk datang tepat waktu" ucap Aldo dingin.
" Awww... makasih Sayang..., Kamu memang baik deh... " ucap Laras dengan nada menggoda.
" Iyaa sama-sama..., ya sudah kalau begitu Mas tutup telponnya dulu.., Mas sedang buru-buru..." ucap Aldo, dan tanpa menunggu jawaban dari Laras, Ia pun segera menutup telponnya sebelah pihak.
Tut...
sedang kan Laras yang diseberang sana merasa kesal dengan sikap Aldo yang begitu cuek hari ini.
" Isshhh nyebelin deh.., belum selesai bicara juga..." gerutu Laras kesal.
*****
Sementara disisi lain Vanya sudah menuruni tangga didampingi oleh Mamih Dewi, dan juga Mommy Valen, serta diikuti El dan Neysa yang digandeng oleh Erlin dan Dina dibelakangnya.
" Vanya Kau begitu cantik sekali... " gumam Edward sambil memandang ke arah Vanya tanpa berkedip.
" Woy...kedip woy..." Aditya sambil menyenggol lengan Edward, Edward tak menghiraukan ucapan dari Kakak Iparnya, Ia justru masih memandang Vanya tanpa berkedip.
" Cantik... " ucap Edward tepat di depan Vanya, Vanya yang mendengar ucapan Edward pun jadi malu, dan salah tingkah sendiri.
Tak berselang lama kemudian, pelaksanaan ijab qabul pun dimulai.
" Saya Terima nikah dan kawinnya Vanya Pricilia Ferrari binti Alfian Adam Ferrari dengan seperangkat alat sholat beserta uang tunai sebesar 2 Milyar rupiah dibayar tunai..."
" Bagaimana para saksi...??
" Sah...
" Sah...
" Alhamdulillah....
dan setelah pengucapan sumpah selesai, Edward pun memasangkan cincin di jari manis milik Vanya, begitu pula dengan Vanya, bergantian memakaikan cincin di jari manis milik Edward, dalam ijab qabulnya mereka kebetulan disiarkan langsung oleh sebuah acara stasiun televisi, karena Edward merupakan CEO dari perusahaan Entertainment.
Dan tak disangka Aldo pun langsung merangsek masuk, menyamar sebagai tamu undangan, dan sesampainya Ia di dalam tiba-tiba Ia menarik Vanya.
Sreettt....
" Astaga... Aldo lepas..." ucap Vanya lalu menghempaskan tangannya yang tiba-tiba saja dicekal oleh Aldo.
" Aldo lepaskan Istriku..." ucap Edward,yang kini telah resmi menjadi Suami sah dari Vanya.
" Apa...???, Istrimu katamu.." ucap Aldo lalu me lepaskan cekalan tangannya pada Vanya, dan menghampiri Edward.
__ADS_1
" Yaa... Vanya telah menjadi Istriku Sah secara Agama dan Negara... " jelas Edward menjelaskan pada Aldo, Aldo pun seketika menarik kerah jaz milik Edward.
Sreettt....
Bukkk...
seketika para tamu panik melihat keributan tersebut, begitu pula dengan Vanya Dia begitu tercengang perlakuan Aldo yang kasar terhadap Suaminya.
" Cukup Aldo... hentikan....!!!" teriak Vanya berusaha menghentikan keributan.
" Vanya kenapa Kau menikah dengannya, Van.... kenapa....?? tanya Aldo sambil menghampiri Vanya lalu mencekal lengannya.
" Aw... asshh... sakit Do lepas nggak.... " berontak Vanya.
" Aldo... lepaskan Istriku... atau Kau akan menyesal dikemudian hari.... " ucap Edward dengan nada ancaman, tak lama Aldo pun menuruti perkataan Edward dan melepaskan cekalan tangannya.
" Aldo... seharusnya Lo itu sadar diri bukan malah terobsesi mengejarku... " ucap Vanya menatap Aldo tak percaya.
" Apa katamu obsesi...??" tanya Aldo memastikan pernyataan Vanya.
" Yaa obsesi..., dan ingat Aldo..., Aku menikah dengan Edward atas dasar Cinta Aldo..., bukan dengan keterpaksaan..., apalagi bukan seperti dirimu katanya berdasarkan Cinta tapi justru malah menikahi orang lain juga, itu bukan Cinta namanya.... " ucap Vanya sambil menatap Aldo sinis.
" Cukup dokter Vanya....!!" bentak Aldo tersulut emosi dengan perkataan Vanya.
" Kenapa??, apa Kau berusaha menggagalkan pernikahan Kami bukan...??, itu sudah bisa Kami tebak Aldo..." ucap Vanya.
" Kau ayo ikut denganku...!! " tegas Aldo menarik paksa Vanya, seketika seluruh keluarga berteriak berusaha menghentikan Aldo.
" Aldo... lepaskan Istriku atau Kau akan masuk penjara sekarang juga.... teriak Edward lalu..
dorrr....
" Ayaahhh....
" Bundaa....." teriak Neysa dan El bersamaan. Aldo pun tersungkur jatuh, karena sebuah tembakan dari kepolisian yang tiba-tiba datang.
" Ayah Aldo ayah nggak kenapa-kenapa kan Yah...??" tanya Neysa yang sudah menghampiri Aldo bersama El, Ia merasa Iba melihat Aldo meringis kesakitan.
" Tidak kak Ney... tidak apa-apa..." jawab Aldo sambil meringis menahan sakit, Ia tidak mau terlihat rapuh dihadapan anak-anak angkatnya.
" Tapi maaf Yah... itu adalah hukuman buat Ayah, Neysa mohon jangan mengganggu Bunda dokter lagi..." ucap Neysa sambil menghempaskan tangannya.
" Bunda nggak papa kan bun... " ucap El yang menghampiri bunda ya bersama Edward.
" Tidak Sayang bunda tidak kenapa-kenapa..." jawab Vanya tanpa mempedulikan Aldo yang terluka.
" El Sayang ini Ayah Nak... " ucap Aldo menyapa El, tapi sayangnya sapaannya tidak dihiraukan olehnya.
******
Hmmm seru kan..., pada akhirnya Vanya telah resmi menikah dengan Edward, setelah kejadian ini apakah Aldo akan total mengusik kebahagiaan Vanya atau justru akan menikah dengan Laras...???
Jangan Lupa Vote, Like, Komen, dan Favorite yaa... Terimakasih.... 🥰🥰🙏🙏
__ADS_1
Sambil menunggu Author up lagi di Episode berikutnya jangan Lupa mampir ke Novel teman Author ya....