Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 104


__ADS_3

Mengunjungi Rumah Ibu Irma


Kini Vanya pun sedang menuju ke rumah Bu Irma bersama anak-anak dengan menggunakan mobilnya. Dan kebutulan juga Vanya juga sudah mendapatkan ijin dari RS untuk masuk setengah hari. Di tengah perjalan saat mereka menuju rumah Ibu Irma tiba-tiba saja El mengeluh dirinya sedang sakit perut.


“ Aduhh...Bunda.., perut El sakit...” eluh El pada Vanya.


“ Astaghfirullahaladzim.., kalau gitu sebentar.., Bunda parkirkan dulu mobilnya..., kita berhenti sebentar..” ucap Vanya panik melihat El mengeluh kesakitan, yang kebetulan duduk disebelahnya.


“ Neysa..., memangnya El tadi tidak ikut maem sama Aunty Yuli yaa..??” tanya Vanya pada Neysa, sambil memarkirkan mobilnya, untuk berhenti sebentar. Dan Neysa pun menjawabnya: “ El dari tadi pagi nggak mau maem Bunda.., bahkan Bunda tadi sempat menyuruh kami buat maem dengan teman Bunda yang suster tadi, El juga tidak mau maem, Bun..” terang Neysa pada Vanya, yang sudah dianggap seperti Bundanya sendiri.


“ Huh..” Vanya menghembuskan nafas kasarnya,sambil mengambil kotak p3k, yang sudah Ia siapkan di sebelahnya.


“ Sakit Bunda...” ucap El sambil merengek kesakitan. Dan Vanya pun ,lalu menjawab: “ El.., besok lagi kalau disuruh maem, harus mau ya.., tuh kan sekarang sakit kan jadinya...” ucap Vanya memberi pengertian pada El sambil memberi minyak telon di perut El agar tidak sakit lagi. Dan El pun menjawabnya, dengan berkata: “ Baik Bunda..., El janji tidak akan mengulanginya lagi...” ucap El.


“ Bagus... itu baru namanya anak Bunda..., ya sudah kalian disini sebentar Bunda dokter mau turun sebentar buat beli makanan untuk kalian, dan juga Nenek...” ucap Vanya, pada kedua anak tersebut lalu turun dari mobilnya untuk membeli makanan.


****


Sementara di RS.Wijaya, terlihat Edward Dirgantara Sanjaya sedang menemui sang Kakak Ipar di ruang direktur utama, Ia berniat untuk memenuhi keinginan sang Kakak Ipar yang ingin bertemu dengannya.


Di ruang direktur


“ Permisi tuan..., apakah saya boleh masuk..??” tanya Edward yang berada di balik pintu ruang direktur utama, karna memang pintu ruangan tersebut tidak ditutup. Dan Aditya pun menjawabnya,dengan berkata: “ Hmmm, ya.., masuklah.. “ ucapnya, mempersilahkan Edward masuk ke ruangannya, akan tetapi Aditya tidak mengenali siapa orang yang menemuinya saat ini, dan Ia pun lalu menghampirinya,sambil bertanya: “ Maaf Anda siapa..??” tanya Aditya mengerutkan keningnya.


“ Hayooo...., coba tebak..., siapa aku Kak...” ucap Edward berusaha menggoda sang Kakak Ipar, seketika Aditya pun mengingat sesuatu, lalu berkata: “ Kau.., Edward bukan..??" tanya Aditya menatap Edward dari atas sampai bawah dengan serius.


“ Selamat tebakan Anda benar tuan Aditya Bramansta Wijaya...” ucap Edward sambil mengulurkan tangannya pada Kakak Iparnya,untuk mengajaknya bersalaman. Dan Aditya pun lalu bekata: “ Astagaaa..., Kau ini bisa saja....” ucapnya sambil menyambut uluran tangan dari Adik Iparnya, lalu memeluknya.


“ Kakak Ipar bagaimana kabarmu..??”

__ADS_1


“ Alhamdulillah.. kau sendiri bisa lihat, kan jika kabarku baik-baik saja..” ucap Aditya.


“ Oh ya.., bagaimana dengan kabarmu..?.” sambung Aditya bertanya pada Adik Iparnya, lalu duduk di sofa diikuti Edward. Dan Edward pun menjawab: “ Kabarku baik Kak..., dan Papih memberikan jabatannya kepadaku... untuk menggantikan posisinya sekaligus posisi Kak Yudha..” terang Edward.


“ Hmm.., ya.., Kakak sudah mengetahui semuanya dari Kakakmu.., Dan ya.. Kakak memintamu kesini karna ada satu hal yang ingin kakak bicarakan sama kamu..” ucap Aditya pada Adik Iparnya.


“ Hmm.., memangnya Kak Aditya mau berbicara tentang apa..??” tanya Edward serius. Dan Aditya pun berkata: “ Edward.., sebenarnya ada hubungan apa dirimu dengan dokter Vanya..., sepertinya kalian sudah saling kenal..?? tanya Aditya menyelidik, sontak membuat Edward terkejut dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Kakak Iparnya. Dan Ia pun lalu berkata: “ Apa maksudmu Kak...??, kenapa Kakak bertanya seperti itu padaku..??, bahkan Edward sama sekali tak mengenalnya...” terang Edward, pada sang Kakak Ipar.


“ Yaa sudah.., jika kalian tidak ada hubungan apa-apa..., karna Saya sangat penasaran dengan apa yang dikatakan Kakakmu...” ucap Aditya, seketika Edward pun bingung dengan per nyataan sang Kakak Ipar, Ia pun lalu bertanya: “ Maksud Kakak apa..??” tanya Edward bingung.


“ Yaa...Kakakmu bercerita denganku jika kalian seperti saling mengenal..” terang Aditya pada Adik Iparnya.


Flashback On:


“ Mas..., sebenarnya aku curiga deh dengan Vanya dan Edward..” ucap Erlin pada Aditya yang kini mereka sedang berada di kamar.


“ Memangnya kenapa Sayang..?? tanya Aditya, pada sang Istri.


“ Oh jadi begitu...??, jangan berfikir yang enggak-enggak Sayang..., lagian mana mungkin dokter Vanya bisa mengenal Edward.., sedangkan mereka saja baru saja bertemu..”


“ Tapi Mas..., Aku cuma takut saja jika mereka terlibat cinta segitiga...” terang Erlin, pada sang Suami.


“ Yasudah... Kamu tenang saja...,besok Mas akan menemui Edward untuk berbicara padanya apakah benar, ucapan Istriku ini..” ucap Aditya, dan Erlin pun mengangguk tanda setuju.


Flashback Off:


“ Yah begitulah ceritanya...” pungkas Aditya. Dan seketika Edward pun justru tertawa terpingkal-pingkal mendengar cerita dari sang Kakak Ipar.


“ Hhahaha..., Astagaa, Kak..., lagian siapa juga yang mau merebut dokter Vanya dari.., siapa itu tadi namanya..??, ah yaa.., Aldo...” ucap Edward sambil berusaha menahan tawanya.

__ADS_1


“ Isss ck.., Saya kan hanya menyampaikan keluhan Kakakmu saja..” ucap Aditya kesal dengan sang Adik Ipar yang menertawainya.


“ Kakak Ipar tenang saja.., tidak mungkin juga Aku merebut dokter Vanya dari Aldo..., kecuali jika Vanya memilihku..” terang Edward, lalu berdiri dan pergi dari ruang direktur utama. Sontak ucapan dari Edward membuat Aditya terkejut, Ia benar-benar tak menyangka jika Adik Iparnya akan berkata seperti itu.


****


Sementara disisi lain Vanya sudah sampai di rumah Ibu Irma yang merupakan Ibu kandung dari Aldo, Ia pun lalu memarkirkan mobilnya di pekarangan rumah milik Ibu Irma. Seketika Neysa pun langsung berlari masuk ke dalam dengan bersemangat, sedangkan El digendong oleh Vanya.


“ Nenek...,tau nggak Nek..Neysa kesini bawa siapa..??” tanya Neysa pada sang Nenek yang sedang ada di kamar, akan tetapi pertanyaan dari Neysa tak ditanggapi oleh sang Nenek.


“ Neysa..., kamu kemana saja Nak...?, sejak tadi Nenek mencarimu.. tapi tidak ketemu..” ucap Ibu Irma pada sang Cucu, seketika Neysa pun menundukkan kepalanya merasa bersalah, lalu berkata: “ ma’afkan Neysa, Nek..., tadiiii...” ucap Neysa terhenti, karna terpotong oleh ucapan Vanya.


“ Tadi Neysa sama El ke RS, Bu...” ucap Vanya menyambung obrolan, seketika Ibu Irma pun sangat terkejut dengan kedatangan Vanya ke rumahnya, lalu Ibu Irma pun berkata: “ Nak Vanya..., Kamu kesini Nak..??, uhuk..uhukk...” ucap Ibu Irma sambil terbatuk-batuk, membuat Vanya yang sedang menggendong El pun panik.


“ Iyaa, Bu..., Ibu Irma nggak kenapa-kenapa kan..??” tanya Vanya panik, sambil menurunkan El dari gendongannya.


“ Ibu tidak apa-apa Nak..., Kamu jangan mengkhawatirkan Ibu...” ucap Ibu Irma. Dan Vanya pun menjawab: “ Jelas Vanya khawatir dong Bu..., tadi saja anak-anak sampai datang ke RS hanya untuk mengabari jika Ibu sedang sakit, dan kebetulan anak-anak juga mencari tuan Aldo akan tetapi tidak bertemu dengannya, dan sempat sih.., Vanya bertemu.., sayangnya tadi Vanya sedang buru-buru, karna banyak pekerjaan juga, Bu...” terang Vanya panjang lebar, sambil mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan.


“ Ibu Irma kenapa hidupnya sangat berbeda dengan tuan Aldo..??, sepertinya ada yang tidak beres...” batin Vanya.


“ Oh.., ya.., Kak Neysa..., tolong siapkan makan buat Adik dan juga Nenek ya..., biar Bunda dokter disini temani Nenek..” sambung Vanya pada Neysa. Dan Neysa pun hanya menganggukkan kepalanya menuruti perintah dari Vanya. Dan Ibu Irma pun lalu membuka obrolan lagi: “ Nak Vanya..., ma’afin Ibu ya Nak..., jika Ibu selalu merepotkanmu...” ucap Ibu Irma tak enak dengan Vanya yang selalu perhatian padanya dan pada cucu-cucunya. Dan Vanya pun menjawab: “ Ibu Irma jangan berkata seperti itu..., bahkan Vanya sudah menganggap Ibu seperti Ibu Saya sendiri...” ucap Vanya sambil mengeluarkan alat medisnya untuk memeriksa Ibu irma.


 “ Bu..., Vanya periksa Ibu sebentar ya, Bu...” ucap Vanya meminta ijin pada Ibu Irma, dan mendapat anggukan dari Ibu Irma. Vanya pun lalu memeriksa Ibu Irma dengan sangat telaten, oh ya meskipun Vanya seorang dokter bedah, bukan berarti hanya bisa membedah pasien saja, akan tetapi Ia juga telah mempelajari berbagai macam penyakit.


“ Bu..., Vanya minta sama Ibu..., sehabis ini Ibu makan ya.., nanti biar Vanya suapin, setelah itu baru minum obat...” ucap Vanya pada Ibu Irma.


“ Terimakasih nak Vanya..., entah Ibu tak tahu lagi harus berkata apa.., jika tak ada Kamu... Ibu dan Anak-anak bagaimana, Nak..” terang Ibu Irma, Vanya pun mengerutkan keningnya bingung dengan ucapan Ibu Irma, Ia pun lalu berkata: “ Sama-sama Bu..., tunggu dulu.., maksud Ibu Irma apa..??, kok berkata seperti itu..??, bukannya tuan Aldo sering kesini, Bu...??” tanya Vanya penasaran, mengapa sampai-sampai Ibu Irma berkata seperti itu.


Selamat Membaca*******

__ADS_1


"Jangan Lupa Vote, Like, Komen, dan Favorite Yaa... Terimakasih..."


__ADS_2