
Sedangkan di RS,, Erlin sedang disibukkan dengan memeriksa pasiennya yang berada di bangsal,, ia benar-benar fokus dengan pekerjaannya sebagai seorang dokter, ia lebih mengutamakan keselamatan pasien daripada harus mengangkat telpon yang sekiranya tak penting baginya,, sampai-sampai ia tak menghiraukan telpon dari Aditya.
dreettt... dreettt.... dreeett....
tapi tak ada jawaban dari Erlin..., akhirnya Aditya di perjalanan berusaha menelpon Erlin lagi.
dreettt... dreettt.... dreettt....
" Ayoo sayang angkat dong.... gerutu Aditya sambil menelpon Erlin.
Erlin masih tak menghiraukan bunyi ponsel yang ada di saku snelinya.
Entah kenapa hati Aditya begitu khawatir dengan keadaan Erlin saat ini, dan sejak kapan ia sangat posesif sekali dengan Erlin..., ia tak mau Erlin terluka karnanya, karna Aditya sangatlah dikenal publik, apalagi Erlin, ia seorang dokter cantik spesialis jantung yang sudah sangat di kenal di kota S .
" Kenapa kamu selalu membuatku khawatir sih yang....?? huhhh....." ucap Aditya sambil menghembuskan nafas kasarnya lalu memijit keningnya yang terasa pusing., ia juga sedang mengendarai mobilnya menuju RS miliknya.
Sedangkan di RS , Erlin sudah menyelesaikan misinya untuk emeriksa pasien, ia segera beranjak pergi dari bangsal menuju ke kantin,, tapi saat menyusuri lorong RS ia teringat sesuatu, ia segera bergegas ke ruang dokter kandungan.
" Astaghfirullah... gue melupakan sesuatu... " gumam Erlin pelan lalu berbalik arah menuju tempat dokter kandungan, ia sangat penasaran dengan wanita yang ia kenal sebagai mantan dari calon suaminya nanti.
Belum sampai Erlin di ruang dokter kandungan, Erlin yang berjalan cepat.., tiba-tiba terjatuh karna ada seseorang yang berhasil menjegalnya dan..
Bruuukkkk.....
" Aawww.... teriak Erlin kesakitan., teriakan Erlin pun berhasil menarik perhatian para pengunjung RS, termasuk para karyawan RS trmpatnya bekerja.
" Rasain lo cewek perebut calon suami gueee..... ucap Clara, sontak membuat Erlin mendongkakkan kepala kaget melihat siapa yang sudah mencoba mencelakainya.
" Claraaa... Lo......???
" heh.... iyaaa... emang kenapa kalau gue...?? jawab Clara sinis
" Maksud Lo apa sih.... mau nyelakain gue?? tanya Erlin sambil berdiri merapikan pakaiannya yang terlihat kotor karna tersungkur di lantai. sedangkan banyak pasang mata memandang kearah mereka.
" Masih nanyaaa..... ?? udah tau Lo salah... berani-beraninya rebut calon suami gue....!! tegas Clara.
" Heh..... siapa juga yang merebut calon suami Lo...,,yang ada Lo yang berusaha merebut calon suami gue.... " jawab Erlin sinis, entah kenapa Erlin tak menyadari apa yang barusan ia katakan,tapi pikiran Erlin memang sengaja memanas-manasi Clara.
__ADS_1
" Maksud Lo apaaaa hah...?? dasar wanita kampungan... " tanya Clara kesal sambil menarik krah sneli milik Erlin.
" Tolong jaga sikap andaa....Nona Clara.... ini rumah sakit.... , jangan buat keributan disini.. mending pergi deh dari sini.. , dan tolong lepaskan tangan anda dari jas kebesaran saya.... " tegas Erlin tak trima dengan perbuatan Clara, masih banyak sepasang mata melihat ke arah mereka berdua yang sedang bertengkar hebat, para sahabat Erlin yang melihat pun dibuat geram dengan perbuatan Clara yang sudah merendahkan sahabatnya di depan publik.
" Heh... emang kamu itu siapa...??? seenaknya ngusir gue, dari RS milik calon suami guee "ucap Clara sinis
" Haa.... apaa katamu....??? calon suami Lo...??? nggak salah....??? yang ada.. ini RS milik calon suami guee, bukan calon suami Lo.... ,, Elo tuh cuma mantan tunangan saja....,, ingat itu...!!! tegas Erlin memperingatkan Clara,sambil menunjuk-nunjuk ke arah Clara penuh emosi.
" Apaaa.... mana mungkin Lo jadi calon suami Aditya....,??, ngimpi Lo ketinggian..... lagian mana mungkin Aditya mau sama Lo.....heh..." ucap Clara sinis.
" Emang siapa Elooo ... ??? ngaku-ngaku kalau Aditya calon suami Lo.....,,tapi faktanya Elo cuma mantan tunangan saja yang tega ninggalin Aditya demi profesi dan demi pria lain....
" Apaa katamu....??? Dasar.... wanita kampungan.... ucap Clara akan melayangkan sebuah tamparan untuk Erlin, akan tetapi di tahan oleh sebuah tangan yaitu tangan sahabatnya yang merupakan adik dari Aditya, siapa lagi kalu bukan Vitalia. yaa Vitalia akhirnya datang bersama Vanya dan Dina menyelamatkan Erlin dari bully an Clara.
" Stoppp Ra.... jangan ganggu calon kakak ipar gue... kamu tau nggak ini rumah sakit,?? ini tempat umum... bisa jaga ettitude Lo nggak.... !! tegas Vitalia
" Vitalia..... Lo.... ,apa yang Lo bilang tadi, dia calon kakak ipar Lo...?? yang bener saja " ucap Clara terkejut melihat adik kandung dari Aditya berada di RS.
" Iyaa... kenapa??? Lo kaget kan kalau dia calon kakak ipar gue...,dan Lo pasti kaget kenapa gue disini... !! dasar j***** "
" Heh.. apa kata Lo... ,? ya gue harus ikut campurlah karna ini masalah kakak gue... ,dan Lo gue minta pergi lo dari sini.... sekarang juga.... tegas Vitalia.
" Lo berani ngusir gue.... ?? ucap Clara penuh emosi, dan akan menampar Vitalia tapi tertahan, ia berusaha menahannya karna ia tau Vitalia adik dari Aditya.
" Gue harus bisa tahan emosi gueee...,, ingat Clara dengan misi utama Lo... batin Clara.
" Mau apaa lo.. haa...??? balas Vitalia dengan emosi tertahan, karena berusaha ditahan oleh Erlin.
" Sudah Vit... biarin diaa... ,nggak waras memang... ucap Erlin sinis.
" Apa katamu...? tanya Clara ingin menjambak jilbab Erlin, tapi keinginannya dihentikan oleh Vitalia.
" Mau apa Lo...... ,, satpam tolong urus wanita j***** ini.. " teriak Vitalia, sambil mencekal tangan Clara, karna para sahabat Erlin tadi datang dengan membawa satpam, di tempat keributan itu. Clara pun di paksa keluar rumah sakit di bawa oleh satpam.
" Lepass... lepasin gueee.... teriak Clara minta dilepaskan.
Saat itu pula Aditya sudah tiba di RS , ia melihat Clara di bawa paksa oleh satpam, Aditya juga melihat Erlin bersama para sahabatnya terlihat sedang membantu memapah Erlin. Clara yang melihat Aditya datang pun berteriak.. minta tolong...
__ADS_1
" Aditya... sayang..... tolongin aku...
" Ada apa ini....???
" Bisa lepasin nggak..., dia bos kalian kan... ?? tanya Clara, lalu kedua satpam pun melepaskan Clara.
" Sebenarnya ada apa ini...??? jawab Ra....?? Lo sudah apakan Erlin haa.......!!! jawab...?? ucap Aditya, sampai semua pengunjung RS pun melihat ke arah suara keributan tersebut, termasuk Erlin yang sedang duduk di bangku taman RS, bersama para sahabatnya.
" Isshh ck.... kok malah aku yang disalahin sih dit..., dia sudah mempermalukan aku tau nggak...
" Nggak... nggak mungkin Clara.... gue nggak percaya sama Lo.... ingat itu....!!! tegas Aditya.
Kemudian Erlin dan para sahabatnya berusaha menghampiri Aditya, tapi Aditya malah pergi menarik kencang tangan Clara ke ruang direktur.
" Sayang... lepasin... please.... sakit yang...." teriak Clara kesakitan, tapi Aditya hanya diam tak menanggapi teriakan Clara.
Disisi lain Erlin dan para sahabatnya termasuk Vitalia,bertanya-tanya mengapa Aditya menyeret Clara.
" Kak Aditya mau bawa kemana wanita j*****, itu...?? tanya Vitalia pada para sahabatnya, tapi hanya di jawab dengan menaikkan bahunya, tanda tak tau.
" Sudah... mending kita ikutin mereka saja.... " sambung Erlin.
" Yuk.... " jawab Vitalia
" Ehh tunggu... tapi gue masih ada pasien sehabis istirahat gue harus cabut... mana ini waktu udah hampir habis lagi... ucap Vanya,lesu karna tak bisa ikut dengan para sahabatnya. sedangkan Dina juga ikut berpamitan karna di telpon oleh bagian pendaftaran pasien baru.
" Gue juga ikut pamit ya... , gue di telpon terus nih,dari bagian pendafataran pasien baru.
" Ya sudah... nggak papa.. kalian selesaikan dulu pekerjaan kalian... " ucap Erlin.
" ya sudah sana.... pergi sana hus.. hus... ucap Vitalia menyuruh Vanya dan Dina pergi., yang disuruh pergi pun menggerutu kesal.
" Issshhh.. ngusir nih.. , awas aja Lo.... ucap Vanya dan Dina serempak., tapi hanya di balas tawa oleh Erlin dan Vitalia.
Mereka berdua pun akhirnya membuntuti Aditya dan Clara dari belakang.
Sesampainya Aditya dan Clara di ruang direktur, Aditya menghempaskan tangan Clara begitu saja.sedangkan Erlin dan Vitalia hanya mengintip di depan pintu.
__ADS_1