Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 93


__ADS_3

Keributan Aldo dan dr.Vanya


" Tuan... tolong bisa lepasin nggak....,El sedang tidur....!!! " ucap Vanya kesal sambil melotot tajam ke arah Aldo.


" Nggak akan... " ucap Aldo.


" Tuan... please...saya sudah terlambat... " ucap Vanya,sambil melepaskan tangan Aldo,dan ia juga mengelus-elus kepala El agar tidak terganggu, lalu melangkahkan kakinya pergi.


" Hey.. dengerin saya dulu... " teriak Aldo tapi tetap tak digubris oleh Vanya, dan akhirnya Aldo pun mengejar Vanya ke ruangannya.


Brakkk...


" Astagaaa tuan... bisakah anda jangan berbuat semau anda sendiri..., ini rumah sakit, dan El sedang tidur, biarkanlah dia tidur di sofaku...dan tolong anda keluar dari ruangannya sekarang juga... " ucap Vanya, membuat perawat yang berada di ruangannya pun terkejut dengan yang diucapkan oleh Vanya.


Sreetttt....


tiba-tiba saja tangan Vanya ditarik kencang oleh Aldo.


" Kau.....!!, ayoo ikut saya....!! "tegas Aldo, lalu menyeret Vanya keluar ruangannya, sontak Vanya pun memberontak ingin melepaskan tangan Aldo, tapi ia kalah kuat.


" Kau..., maumu apa sih sebenarnya... " ucap Vanya lantang, sambil menahan tubuhnya, agar tidak bisa diseret oleh Aldo, tapi ia tetap kalah kuat dengannya.


" Sus.. tolong jagain El ya... " titah Vanya pada perawat yang menemaninya,ia terpaksa ikut dengan Aldo karna Aldo menariknya paksa,sementara di luar ruangan Vanya banyak pasien menatap ke arah mereka berdua, dengan banyak berbagai tanggapan


" Lelaki tak tau malu... kasian bu dokter ditarik-tarik gitu...,lagipula baru kerja kok di ganggu..." ucap salah seorang pasien.


" Tampan sih, tapi kelakuannya tak seperti orangnya, kasian Istrinya...,padahal juga bu dokter baru saja datang,eh main tarik saja....." ucap salah seorang pasien yang lainnya.


" Lepas...nggak...." ucap Vanya sambil berusaha melepaskan cekalan tangan Aldo yang menggenggam erat pergelangan Vanya,dan Vanya pun kali ini berhasil menghempaskan tangan Aldo,sontak Aldo pun menghentikan langkahnya dan berbalik badan.


" Beraninya Kau menolakku... " geram Aldo, entah mengapa hatinya kali ini begitu geram melihat Vanya, karena ia sudah mengambil anak-anaknya tanpa seijin darinya.


" Tuan... anda benar-benar tak tahu malu..." ucap Vanya sekenanya saja, seketika sebuah tamparan melayang ke arah Vanya.


Plaaakkk....


" Jaga mulutmu....!!, justru saya menarikmu keluar agar anda keluar biarkan dokter yang lain sementara menggantikanmu...

__ADS_1


" Apaaa bagaiamana bisa... anda itu siapa...berani ngatur-ngatur saya... " tegas Vanya tak terima dengan perkataan Aldo.


" Saya atasanmu bukan...., karna seminggu kedepan Saya yang akan memimpin RS menggantikan Aditya... " ucap Aldo dingin.


" Emang Saya pikirin...,nggak salah kan ini.. tuan Aditya milih Lo.... " ucap Vanya tak mau kalah.


" Lagian,maksudmu apa sih narik-narik saya..., anda tau tidak ini jam kerja...,jangan memulai api dulu tuan Aldo... !!! " tegas Vanya, lalu berbalik badan akan kembali ke ruangannya, tapi di tarik oleh Aldo.


Streeett...


" Arrgggh... erang Vanya kesakitan, karena rambutnya di jambak oleh Aldo, posisi mereka kini saling berhadapan,dan saling tatap...bahkan sekarang sudah tidak Ada jarak diantara mereka.


" Mmm... lepasin nggak... " ucap Vanya sambil menahan sakit.


" Saya tidak akan melepaskanmu sebelum anda meminta maaf denganku... " ucap Aldo dingin, lalu menghempaskan Vanya,dan Vanya pun terhuyung ke belakang hampir terjatuh.


" Apaaa... nggak salah...,ngapain juga Saya minta maaf dengan anda...,lagipula Saya punya salah apa pada anda...,nggak ada kan..." lantang Vanya, ia tak mau menyerah begitu saja.


" Balikin anak-anak Saya sekarang juga..." ucap Aldo tegas.


" Balikin...?? itu orang loh tuan,bukan barang..., oh ya perlu anda tau... Daddy Saya yang sudah menjemput mereka untuk ke rumah Saya,dan Ibu Irma sudah mengijinkannya...lagipula kalau niat anda itu mengangkat anak,ya seharusnya anda jaga dong mereka...,bukan diterlantarkan begitu saja,terus Ibu anda yang mengurus semua...bahkan mereka saja seperti tak terurus..,tega sekali anda..." ucap Vanya, ya kali ini ia benar-benar marah dengan Aldo, karena ia juga ingin tahu keadaan yang sesungguhnya,dan baginya itu sangat mengganjal. sementara mereka berdua tak menghiraukan banyak mata memandang ke arah mereka berdua, begitu pula Dina yang sedang melewati koridor RS melihat kearah Vanya yang sedang beradu argumen,langsung berlari ke ruangan Erlin...


sementara dr.Mirna yang melihat Vanya berantem dengan Aldo segera melangkah menghampiri mereka untuk menengahinya.


" Heh... Ada apa ini ribut-ribut.... " ucap dr.Mirna, berusaha menegur Vanya dan Aldo.


" Aldo jangan mentang-mentang kamu menggantikan posisi Aditya sementara, terus kamu bertindak semaunya saja ya.... " ucap dr.Mirna memperingatkan Aldo.


" Tapi Kak.. ini tak sepeti yang Kak mirna lihat... " elak Aldo, tapi belum sempat dr.Mirna menjawab, Vanya justru menimpalinya.


" Hmm... apa katamu... jelas-jelas anda sudah berani menyakiti saya...bukan.." timpal Vanya menatap Aldo sambil tersenyum sinis.


Sementara Erlin keluar dari ruangannnya bersama Dina dengan berlari kecil,untuk menghampiri mereka..yang terlihat dari kejauhan sedang ribut.


" Hey.. hey... sudah... sudah... " sanggah dr.Mirna melerai Aldo dan juga dr.Vanya, tapi tak mereka hiraukan...


" Kak dia yang mulai duluan kak...,dia sudah bawa anak-anak Saya kabur... " ucap Aldo tanoa sadar,tapi justru penjelasan Aldo tak dimengerti oleh dr.Mirna.

__ADS_1


" Haa... apa katamu... , yang benar saja...., bukannya tadi Saya sudah bilang sama Anda kalau Saya itu nggak bawa mereka kabur justru anda menerlantarkan keluarga anda... " ucap Vanya tak terima, karena tanpa ia mencari tahu pun sebenarnya ia juga merasa curiga kenapa Ibu kandung dan anak-anak angkatnya yang berpenampilan sederhana, sementara Aldo berpenampilan mewah.


" Jaga ucapanmu dokter Vanya.... " ucap Aldo. sambil menunjuk-nunjuk Vanya.


Tiba-tiba Erlin dan Dina datang, dan berkata: " Ehh.... ehh.. ehh...Astaghfirullah... kalian kenapa sih ribut-ribut..


" Tau tuh Er... sudah ditegur juga malah tambah memanas... " ucap dr.Mirna.


" Sekarang Gue tanya sama Elo Van... Do... apa untungnya sih kalian ribut...?? ini rumah sakit..., tuh liatin banyak orang yang melihat ke arah kalian... apa kalian nggak malu...?? " ucap Erlin berusaha menengahi.


" Er... tapi dia itu keterlaluan tau nggak... dia sudah nuduh Gue yang enggak-enggak... "ucap Vanya, Aldo pun langsung memotong pembicaraan.


" Apa katamu... ?? cih... yang cari gara-gara itu anda dokter Vanya... bisa-bisanya anda membawa anak-anak tanpa seijin dariku... " ucap Aldo ketus.


" Ya jangan salahkan Saya dong tuan Aldo....,Ibu Irma itu sudah mengijinkan anak-anak ke rumah Saya, lagian anda itu katanya ayah angkatnya tapi kok nggak ngurusin mereka...maumu itu apaa...,Elo juga pasti merahasiakan juga kan dengan keluarga Wijaya..... " ucap Vanya menantang Aldo..., sedangkan yang lain bingung dengan apa yang diterangkan oleh Vanya barusan.


" Kau....., jangan ikut campur urusan keluargaku... " ketus Aldo, sambil berusaha menarik kerah sneli milik Vanya,tapi berhasil dicegah oleh Erlin dan dr.Mirna.


" Hey...hey...Stoppp.... kataku... " ucap Erlin.


" Ayoo lawan kalau berani....!!" jawab Vanya malah menantang Aldo, entah mengapa pikirannya benar-benar kacau saat ini.


" Cukup Van... cukup...., kalau kalian ada masalah selesaikan baik-baik... jangan bawa-bawa masalah kalian ke RS... " ucap Erlin,masih berusaha menetralisir keadaan.


" Dan kamu Do.... jangan mentang-mentang kamu memimpin sementara RS menggantikan suamiku,terus kamu berbuat semaumu... ingat itu... " ucap Erlin memperingati lagi.


" Tapi dokter Erlin... dia... " ucap Aldo terhenti.


" Stopped... !!! , jangan ada yang membantah, atau kalian akan dikenakan sanksi dari Direktur RS ini... "


" Ehh ini ada apa sih ribut-ribut...?? tanya Vaitalia yang tiba-tiba datang karena ia penasaran,dengan apa yang sudah terjadi.


" Tanya tuh sama mereka berdua... " ucap Erlin.


" Vanya... Aldo...?? ngapain kalian ribut di RS..,, lagian nih ya kemarin saja saling tolong eh sekarang malah berantem... dasar kalian..., sudah sudah... bubar...." ucap Vitalia.


" Dan...kamu Do....Saya minta ke ruangan direktur sekarang juga...,Saya mau tanya empat mata sama kamu....,dan Lo Van...sana kembali bekerja..." titah Erlin pada Aldo dan Vanya,lalu berjalan meninggalkan mereka, yang masih berdiri mematung.

__ADS_1


" Ehh.. Kakak Ipar Gueee ikutt..... " ucap Vitalia, lalu mengikuti Erlin dari belakang,sementara yang lainnya sudah membubarkan diri.


..."Jangan lupa Vote, Like, dan Komen Yaa... Terimakasih 🥰🥰🙏🙏"...


__ADS_2