
Kelahiran Baby Boy (Aditya dan Erlin)
Sebulan kemudian setelah kejadian itu, Vanya dan Edward pun sudah mulai akrab satu sama lain, sedangkan Aldo dan Kekasihnya yaitu Laras pergi ke luar kota untuk bertemu dengan orang tua dari Laras, sementara Ibu Irma sudah pulang dari RS, dan semenjak itu lah Vanya dan Edward sepakat, dan berniat untuk merawat dan menjaga Ibu Irma dan anak-anak, meskipun Aldo masih menentang keras dengan apa yang dilakukan Vanya.
Disisi lain Erlin kini kandungannya sudah memasuki usia 9 bulan dan sudah waktunya untuk melahirkan.
Di mansion keluarga Wijaya
Sehabis Makan siang Erlin berniat membantu membersihkan dapur bersama bik sumi, tapi tiba-tiba saja perut Erlin terasa mulas, dan...
Pyaar....
gelas yang di bawa Erlin terjatuh.
" Nyonya Muda..., Anda tidak apa-apa kan...??" ucap Bik Sumi panik melihat Nyonya mudanya tiba-tiba menjatuhkan gelasnya.
" Ehh enggak kok bik cuma sedikit...." ucap Erlin terhenti.
" Awwsss aduhh...." rintih Erlin kesakitan.
" Astaga Nyonya..., ketuban Anda pecah... " ucap Bik Sumi sambil menatap ke arah bawah Erlin.
" Aduhh bik sakit...." rintih Erlin lagi, dan Bik Sumi pun bingung, belum sempat Bik Sumi menjawab, Aditya datang karena mendengar sesuatu yang pecah.
" Sayang Kamu kenapa....???" ucap Aditya yang tiba-tiba datang menuruni tangga.
" Aduh Mas sakit..." Erlin terus menerus merintih kesakitan memegangi perutnya.
" Den lebih baik.. kita segera bawa Nyonya Muda ke rumah sakit..., kasihan Nyonya ketubannya sudah pecah..." ucap Bik Sumi.
" Apaa...???, Ya sudah ayo Bik cepat...,kita berangkat ke RS sekarang juga, kebetulan pakaiannya sudah disiapkan sama Istriku di kamar, cepat ambil ya Bik.., Saya tunggu di mobil..." titah Aditya pada art nya, lalu membopong sang Istri ke dalam mobil.
" Mas... Aku sudah nggak kuat lagi Mas..." ucap Erlin mengerang kesakitan.
" Sayang... sayang... bertahanlah..., ada Mas disini okey.... " ucap Aditya berusaha menenangkan sang Istri.
" Aduhh Mas.... " ucap Erlin mengaduh kesakakitan.
" Sayang bertahanlah... " ucap Aditya panik, sambil mengecup kening sang Istri. Sementara Bik sumi segera menghampiri majikannya yang sudah menunggunya di dalam mobil, dan Ia pun segera masuk ke dalam mobil.
" Sudah Bik..?? tanya Aditya memastikan pada artnya.
" Sudah Den..." jawab art tersebut.
" Ya sudah Bik..., Ayo cepat masuk ke dalam kita tidak punya banyak waktu lagi..." ucap Aditya.
" Baik den.... "
*****
Di RS.Wijaya
Tak berselang lama mobil Aditya pun sudah sampai di RS miliknya, dan Aditya pun segera membopong Istrinya untuk keluar dari mobil.
" Ayo Sayang..., biar Mas yang bopong... " ucap Aditya pada Erlin yang terus menerus mengerang kesakitan, dan Aditya pun lalu berteriak meminta pertolongan pertama pada tenaga medis yang bertugas di IGD.
__ADS_1
" Dokter.., suster... cepat tolong Istriku... " ucap Aditya berteriak sambil mengedarkan pandangannya, dilihatnya dokter Sarah yang kebetulan ada di ruang IGD.
" Aditya...., ada apa dengan Istrimu...??" tanya dokter Sarah pada Aditya, yang melihat sedang membawa Erlin yang sedang berusaha menahan sakitnya.
" Mamah Sarah, tolongin Istriku... ketubannya sudah pecah Mah... "
" Apa...??, ya sudah tenangkan dirimu Dit...
" Letakkan Erlin di bed..., biar Saya periksa dulu... "
" Pembukaan 8....
" Gimana Mah...?? tanya Erlin dan Aditya bersamaan.
" Dit..., Istrimu akan segera melahirkan jadi Mamah harap Kamu berdoa buat keselamatan Ibu dan Bayinya ya..., dan Kamu Erlin Mamah minta Kamu berdoa biar nanti dilancarkan prosesnya.... " ucap Sarah memberi pengertian pada Aditya dan Erlin.
" Sus... tolong cepat bawa dokter Erlin ke ruang persalinan.... " titah Sarah pada ke empat perawat yang mendampinginya.
" Baik dok... " jawab salah satu perawat tersebut, dan Erlin pun segera di bawa keruang persalinan.
" Sudah waktunya dok..." ucap salah satu dokter residen yang mendampingi dokter Sarah.
" Baiklah kalau begitu..." ucap dokter Sarah.
" Dit.. Kamu semangatin Istri Kamu..., Erlin semangat ya Sayang Kamu harus kuat demi Baby mu... " ucap Sarah, dan seketika mendapatkan anggukan dari Erlin.
" Sayang bertahanlah sebentar lagi kita akan punya Baby Sayang..." ucap Aditya berusaha menyemangati sang Istri.
" Erlin sekarang kita mulai ya..., 1... 2 ... 3.... tarik nafas dalam-dalam Sayang... keluarkan... mengejan Sayang.... "
" Bagus Sayang terus...., mengejan Sayang..." ucap dokter Sarah menyemangati Erlin, sementara Aditya tepat berada di samping Erlin, untuk menyemangatinya sang Istri yang sedang berjuang, sambil mengecup kening sang Istri berkali-kali.
" Aaarrghh..., huh... huh..."
" Sekali lagi Sayang....
" Aaaaghh... " Erlin lagi-lagi mengejan dengan kencang, dan...
Oeekkk... oeekkk... oeekk...
" Alhamdulillah...., Selamat ya Dit... Er... anak kalian laki-laki.." ucap dokter Sarah memberi tahu kedua orang tua si Bayi. sontak membuat Aditya dan Erlin bernafas lega, dan bersyukur setelah melewati perjuangan yang menghabiskan tenaga sang Istri.
" Huh...., Alhamdulillah terimakasih Yaa Allah...." tak henti-hentinya Aditya berucap syukur, begitu pula dengan Erlin yang berusaha mengatur nafasnya, karena kelelahan, dan tak terasa air matanya pun lolos begitu saja.
" Istriku.., terimakasih sudah memberikanku buah hati yang sangat lucu padaku... " ucap Aditya meneteskan air matanya terharu dengan perjuangan sang Istri, lalu Ia pun mengecup kening Istrinya.
" Iya Mas sama-sama, terimakasih juga buat Mas..., yang selama ini sudah menjadi Istri yang terbaik bagiku.." ucap Erlin pada sang Suami, dan di sambut kecupan hangat oleh Aditya.
cup...
" Iyaa Sayang..." jawab Aditya sambil tersenyum manis dihadapan sang Istri.
" Erlin..., Aditya... lihatlah Baby kalian.., terlihat begitu menggemaskan..." ucap dokter Sarah sembari memberikan sang Baby pada kedua orang tuanya.
" Wahh... tampan sekali anak Daddy.."
__ADS_1
" Dit..., lebih baik Kau Adzani terlebih dahulu, biar Istrimu sambil memberikan ASI nya pada Babymu.." ucap dokter Sarah memberi pengertian.
" Baik Mah... "
dan setelah itu Aditya pun mengadzani buah hatinya dengan penuh haru, bagaimana tidak karena baru kali ini Dia menjadi seorang Bapak, apa lagi ditambah Erlin sang Istri yang sudah berjuang habis-habisan melahirkan buah hatinya dengan selamat, begitu pula dengan Erlin yang tanpa henti mengucap syukur pada sang pencipta, karena telah melancarkan proses kelahiran anaknya dengan baik. kini Erlin pun sudah selesai menyus*i Baby nya, dan Baby nya pun lalu diserahkan pada perawat untuk dimandikan terlebih dahulu.
****
Sementara disisi lain Vanya yang sedang sibuk memeriksa pasien tiba-tiba saja dikejutkan dengan kedatangan Clara Sahabatnya yang dulu sempat menjadi musuhnya.
" dokter Vanya Valencia Ferrari... " ucap Clara di balik pintu, seketika Vanya pun mendongkakkan kepalanya terkejut dengan kedatangan Clara.
" Astagaa... Clara..., Kau datang kenapa tak mengabariku...?, bagaimana kabarmu...?? tanya Vanya bertubi-tubi pada Sahabatnya.
" Aduhh duh..., dari dulu kok nggak berubah sih Van..., kalau tanya itu satu-satu dong Van..." ucap Clara sambil mendudukkan pantatnya di kursi.
Tiba-tiba saja ada seseorang berlari ke poli bedah dengan kegirangan setelah mendengar kabar jika Erlin sudah melahirkan, dan...
Braakkk....
" Astagaaa Dinaaaa... " ucap Vanya dan Clara serempak.
" Loh..., Claraa...??, aaaaa...." teriak Dina, lalu memeluk Clara kegirangan, sambil menatap tak percaya jika Clara datang ke Indonesia.
" Heh... heh... Astagaaa ini anak.., tau tempat nggak sih Din..., Lo kenapa sih datang-datang kaya' orang kesurupan... " ucap Clara sambil melepas pelukan Dina yang membuatnya engap.
" Tauk tuh..." ucap Vanya menimpali.
" Enak saja kalau ngomong..., nih ya Gue kesini itu mau kasih kabar jika Erlin sudah lahiran... "
" Serius Lo Din...??" tanya Vanya dan Clara bersamaan.
" Isshh ck... ya serius lah masa' bohongan.... " terang Dina menjelaskan bahwa Ia benar-benar tidak berbohong.
" Alhamdulillah... " ucap Vanya dan Clara kompak.
" Akhirnya Gue punya keponakan juga.." ucap Vanya.
" Eh tunggu-tunggu sepertinya Ada yang aneh deh dari Lo Ra..., perut Lo kenapa susut sih..?? tanya Dina sambil menatap Clara heran, sementara Vanya hanya diam menyimak pembicaraan.
" Lo tuh lupa apa gimana sih Din.., ya jelas sudah lahir lah..." terang Clara pada Dina, seketika Vanya dan Dina pun tersentak kaget, dan saling tatap karena tak percaya.
" Haaa...???" ucap Vanya dan Dina bersamaan, sambil melongo tak percaya.
" Ha... hee... ha... he..., Gue serius tauk..., Dia sekarang baru ikut Papahnya..." ucap Clara menjelaskan, dan Vanya pun lalu berkata:" Alhamdulillah... akhirnya punya dua keponakan sekaligus... " ucap Vanya.
" Duhh kenapa sexual jadi panen anak sih..." ucap Dina asal.
" Padi kali Din..." ucap Vanya menimpali ucap an Dina.
" Ehh... sudah dari pada ribut melulu, mending kita ke ruang persalinan saja yuk..., kita lihat Baby dari Sahabat kita.." ucap Clara memberi saran pada para Sahabatnya, dan mendapatkan anggukan dari para Sahabatnya, lalu mereka pun segera menuju ke tempat persalinan, kebetulan saja saat ini mereka sedang beristirahat, jadi mereka menggunakan waktu luangnya untuk melihat Baby boy milik Sahabatnya.
*****
^^^Di Episode ini Author balik lagi ke Kisah Aditya dan Erlin ya.. biar adem-adem dulu sebentar...😅😅 sehabis Episode ini akan ada konflik besar antara Vanya, Aldo, dan Edward.^^^
__ADS_1
Jangan lupa Vote, Like, Komen, dan Favorite Yaa... Terimakasih... 🥰🥰🙏🙏