Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 152


__ADS_3

Erlin Mengalami Koma


Jlebbb


"Arrrghhh..." rintih Erlin kesakitan, tubuhnya pun seketika saja terhuyung ke belakang dan


Bruukkk...


"Sayang... bangun.. Yang..." ucap Aditya menahan tubuh sang Istri agar tidak jatuh je lantai.


"Kakak Ipar..."


"Dokter Erlin.."


ucap Vanya dan Aldo secara bersamaan, sambil menghampiri Erlin yang sedang terkulai lemah dipangkuan Aditya.


"Mm Mas... Va Vanya... A.. Aldo.." ucap Erlin terbata-bata, lalu seketika saja Erlin tak sadarkan diri, Vanya pun berteriak meminta pertolongan para tenaga medis untuk membantunya.


"Suster... Dokter... cepat bawakan tandu kemari..!!" teriak Vanya panik, bahkan sampai menggema di setiap koridor RS. sementara Aditya yang menatap sang Istri yang terkulai lemah pun merasa iba dan merasakan sesaknya di dada tidak kuat melihatnya.


"Sayang kumohon demi Aku dan Baby Daffa bertahanlah..." ucap Aditya dalam pangkuannya sambil menepuk-nepuk pipi sang Istri.


Sementara Risa yang melihat Erlin tak sadarkan diri karena tertusuk dengan sebuah pisau yang Ia tancapkan ke perut Erlin pun terdiam, sedetik dua detik Risa pun tertawa terbahak-bahak melihat Erlin tidak bisa berkutik sama sekali karena ulahnya.


"Ha .. ha .. ha .. ha ... cuma segitu saja kemampuan seorang Erlin Putri Sanjaya..." ejek Risa pada Erlin yang sedang terkulai lemah di atas pangkuan Aditya, sedangkan Aditya yang mendengarkan ucapan dari Risa pun mengepalkan tangannya dipenuhi rasa amarahnya yang menggebu-gebu, "Aldo... bawa Dia ke kantor polisi sekarang juga...!!" perintah Aditya pada Aldo dengan tatapan kosong sambil menahan tetesan air matanya, tapi tak bisa air matanya pun lolos begitu saja. Aldo pun menuruti perintah dari Aditya, "Ayoo... ikut denganku atau Kau akan rasakan akibatnya..!!" seru Aldo pada Risa dengan nada penuh ancaman.


Sementara Clara dan Dina yang kebetulan lewat pun terkejut dengan apa yang sudah terjadi, "Ada apa ini..?? tanya Clara pada Aditya yang nampak berlumuran darah di kemejanya, tetapi hanya diam saja. dilihatnya Aldo sedang mencekal tangan Risa dengan menaruhnya dibelakang seperti seorang tahanan, sedangkan Clara dan Dina pun seketika itu juga mengedarkan pandangan ke arah Vanya sedang membantu Erlin yang berlumuran darah dengan pisau menancap di perutnya untuk di dorong disebuah bed bersama para tenaga medis, "Astaghfirullah... Erlin..." ucap Clara dan Dina bersamaan.


"Cepat bawa pergi Dia dari sini, Do...!!, Aku tak akan membiarkan Wanita itu lepas begitu saja..!!" seru Aditya memerintah Aldo dengan tatapan tajamnya, tapi Risa justru berusaha memberontak ingin melepaskan diri.


"Apaa??, jadi ini semua karena Lo Sa...??" sambung Clara bertanya pada Risa dengan nada meninggi.

__ADS_1


"Jawab pertanyaanku Sa jawab...!!" teriak Clara sambil menarik kerah baju milik Risa.


"Iyaaa.. hahaha.." balas Risa dengan tertawa terbahak-bahak. "Memangnya kenapa??, Dia pantas mendapatkan hukumannya Ra ... karena Dia sudah berani menghancurkan keluargaku." balas Risa.


Plaakkk


Tamparan keras dilayangkan Dina yang sedari tadi diam tiba-tiba saja bertindak, "Beraninya Kau menyakiti Sahabat Kami..!!" bentak Dina pada Risa yang tangannya sudah di ikat oleh Aldo.


"Dina sudah hentikan, tak ada gunanya Kau meladeni Dia, Aldo cepat seret Dia ke kantor polisi sekarang juga...!!" seru Clara meminta Dina untuk berhenti melawan Risa dan menyuruh Aldo untuk segera membawanya ke kantor polisi, dan Aldo pun segera membawanya pergi keluar dari RS dengan dibantu pihak keamanan RS.


*****


Sedangkan Vanya kini harus secepat mungkin menolong Kakak Iparnya yang sudah tak sadarkan diri untuk membawanya ke ruang operasi untuk dilakukan tindakan emergency.


"Kakak Ipar bertahanlah demi Kami.." gumam Vanya sebelum melakukan tindakan.


"Sayang bertahanlah demi Aku.." ucap Aditya mendampingi sang istrido ruang tindakan.


"Hmmm baiklah..., tapi Van..., tolong selamatkan Erlin ku Van, please demi Aku dan Baby Daffa." kata Aditya sambil mengatupkan kedua tangannya seraya memohon pada Vanya. Ya batu kali ini Aditya begitu sangat rapuh, sampai-sampai Ia rela memohon dihadapan para tenaga medis demi sang Istri.


"Kak..., pokoknya kakak tenang saja, Vanya berjanji akan menyelamatkan Kakak Ipar.." balas Vanya berusaha meyakinkan Aditya, dan Aditya pun hanya menganggukkan kepala tanda setuju lalu keluar dari ruang tindakan.


"Dokter Vanya kita harus segera melakukan tindakan secepatnya, Kita harus siapkan donor darah secepatnya karena pasien mengalami kehilangan banyak darah." tutur salah seorang dokter bedah senior pada Vanya.


"Baik dok..., lakukan saja." balas Vanya.


*****


Sementara di luar ruang tindakan sudah tampak seluruh keluarga sedang berkumpul untuk melihat kondisi Erlin.


"Aditya.., bagaimana keadaan istrimu..??" tanya tuan Wijaya pada sang Anak, akan tetapi pertanyaan dari Tuan Wijaya pun tak digubris oleh Aditya berjalan dengan tatapan mata kosong.

__ADS_1


"Om lebih baik Aditya jangan ditanya dulu mengenai keadaan Erlin, karena mungkin Dia masih sangat syok melihat Erlin ditusuk oleh Risa di depan mata kepalanya sendiri." ungkap Clara berusaha menjelaskan dengan apa yang sebenarnya terjadi. Yaa karena pada saat Dina menghubungi keluarganya Ia tidak menjelaskan bahwa Erlin telah ditusuk Dina hanya bercerita jika ada kecelakaan di RS yang mengakibatkan Erlin terluka parah.


Setelah mendengar penjelasan dari Clara, seketika saja tuan Wijaya terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh Clara, "Apaaa...??, Risa Long Ai kur*ng aj*r Kau... berani-beraninya telah mencoba melukai Menantuku.." ucap Tuan Wijaya geram sambil mengepalkan tangannya, sementara Tuan Sanjaya yang baru saja sampai mendengar perkataan dari Tuan Wijaya pun terkejut, begitu pula dengan Mamih Dewi yang sangat syok mendengarnya.


"Tidak itu tidak mungkin..., hiks .. hiks .. hiks.." ucap Mamih Dewi sambil menangis sesegukan.


"Mamih tenangkan dirimu.." ucap Tuan Sanjaya berusaha menenangkan sang Istri, sementara Aditya hanya diam tak tahu harus berkata apa kepada Ayah dan Ibu Mertuanya. Ia benar-benar merasa bersalah karena tak bisa menjaga Istrinya dengan baik.


"Maafkan Aditya..., Aditya benar-benar tidak bisa menjaga Erlin, maafkan Akuu... Aku tidak bisa melindungi Istriku.." ucap Aditya penuh dengan penyesalan sambil menundukkan kepalanya menahan tetesan air matanya, akan tetapi air mata Aditya justru lolos dengan begitu saja.


Tes ... tes... tes ...


Bruukkk...


"Maafkan Aku... Aku bukan Suami yang baik buat Erlin... hiks.. hiks.. Aku gagal..." ucap Aditya menjatuhkan dirinya bersimpuh dihadapan semua orang yang sedang menunggu kabar dari Vanya yang sedang melakukan tindakan untuk menangani Erlin. sontak perlakuan dari Aditya membuat seluruh anggota keluarga menatap iba dengan sikap Aditya yang benar-benar berubah menjadi Pria yang sangat rapuh dihadapan banyak orang, bahkan ada salah satu media yang ikut meliput kejadian tersebut.


Waktu demi waktu terus berjalan, tak terasa hari sudah mulai menjelang malam dan operasi sudah berjalan selama sekitar 3 jam lamanya, para anggota keluarga masih setia menunggu kabar dari Vanya yang sedang menangani Erlin.


Ceklekkk...


Pintu ruang tindakan pun terbuka seketika seluruh orang yang sedang menunggu pun mengarahkan pandangannya menatap Vanya yang sedang membuka pintu ruang tindakan tersebut, dan dengan penuh rasa cemas Aditya dan yang lain pun menanyakan keadaan dari Erlin.


"Vanya bagaimana keadaan Kakak Iparmu??" tanya Aditya menyelidik sambil mengguncang-guncang tubuh Vanya, tapi Vanya hanya terdiam membisu bingung dengan apa yang akan dijelaskan.


"Vanya kenapa diam saja Nak..., katakan pada Kami bagaimana dengan kondisi Erlin??" sambung Mamih Dewi bertanya pada Vanya.


"Kak... Mih.. Pih... Mamah.. Papah.. Mommy.. Daddy.. Kakak Ipar sedang kritis, Dia sedang mengalami koma, dan sekarang masih dalam pengawasan medis." tutur Vanya mencoba menjelaskan pada seluruh keluarganya. Sontak saja membuat seluruh keluarga tercengang mendengar kabar tersebut, termasuk Clara dan Dina Sahabatnya.


******


Mengsedih nggak sih gaess...??, Erlin koma 😭😭 , jangan lupa simak terus kelanjutan kisah mereka

__ADS_1


Jangan Lupa Vote, Like, Komen, dan Favorite Yaa ... Terimakasih ... 🥰🥰🙏🙏


__ADS_2