Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 11


__ADS_3

Di tengah lorong rumah sakit Erlin tampak masih mengejar Sahabatnya, dan ketika itu ada orang yang memanggilnya.


"Dokter Erlin... tunggu...!! seru suara bariton pria d seberang sana. Erlin pun lalu menoleh ke sumber suara, dilihatnya ternyata dokter Andrey yang merupakan teman sejawatnya.


Erlin pun lalu menghentikan langkahnya, dan membuka suaranya dengan bertanya, "Ehh dokter Andrey, ada apa ya .. ??" tanyanya.


"Emmh ..., enggak kok, dok ..., cuma ngasi ini .." balas dokter Andrey sambil memberikan sesuatu untuk Erlin. Erlin yang melihat dokter Andrey membawakan bingkisan untuknya pun hanya mengerutkan keningnya bingung.


"Apa ini .. ??" tanya Erlin sambil menerima sebuah bingkisan yang diberikan oleh dokter tampan tersebut.


Dokter Andrey pun lalu menjawabnya dengan berkata, "Ehh emm, itu hadiah buat .., dokter Erlin .., tolong di terima ya, dok.. !!" pinta dokter Andrey pada Erlin dengan tersenyum manis.


"Lohhh ..., perasaan Gue nggak ultah deh .., terus maksudnya ini, apa coba .. ??" batin Erlin bertanya-tanya dengan maksud dari dokter tampan yang ada di hadapannya saat ini..


Melihat Erlin yang melamun, dokter Andrey pun lalu membuka suaranya.


"Dok ..." panggil dokter Andrey, seketika saja membuyarkan lamunan Erlin.


"Ehhh .., iyaaa .., maaf dok .., Saya buru-buru .." ucap Erlin sambil menyerahkan kembali bingkisan yang sempat Ia terima tadi pada dokter Andrey.


"Loh .., dok, bagaimana dengan hadiah dari Saya??" tanya dokter Andrey.


"Tapi..." ucap Erlin terhenti karena dipotong oleh dokter Andrey.


"Sudahlah dok, tolong terima ya .., sebagai tanda persahabatan dari kita selama kita kerja di rumah sakit ini ..." ucap dokter Andrey sambil tersenyum penuh harap.


"Haa .., eh emmh .., tapi dok, nggak perlu juga dokter Andrey serepot ini.." tolak Erlin bingung dengan sikap dokter Andrey yang terus saja memaksanya untuk nenerima pemberiannya.


"Nggak merepotkan kok kalau buat dokter Erlin ..." ucap dokter Andrey sambil menyodorkan sebuah bingkisan yang sudah dikembalikan oleh Erlin, kini diberikan lagi olehnya.


"Ya udah .., dok .. daaa .." sambung dokter Andrey sambil tersenyum manis, lalu pergi meninggalkan Erlin dengan melambaikan tangannya nggak jelas.


"Ini maksudnya apaan sih ini....??, dasar dokter aneh ..." ucap Erlin sambil membolak balikkan kotak kecil pemberian dari dokter Andrey, lalu bergegas menuju ruangannya untuk lanjut memeriksa pasiennya yang sudah mengantri.


Ya .., dokter Andrey merupakan teman sejawat dari Erlin, dia berprofesi sebagai dokter bedah di RS Wijaya tempat mereka bekerja. Dokter Andrey sudah menyukai Erlin sejak mereka koas, akan tetapi selalu di tolak oleh Erlin dengan alasan ingin sendiri dan mau fokus dengan profesinya sekarang. Erlin juga merupakan dokter spesialis jantung yang diidolakan banyak pasien di RS tempat ia bekerja, selain dia berparas cantik, dia juga sangat ramah dan baik terhadap pasien jantungnya termasuk juga dengan rekan-rekan se profesinya. Siapa sih yang nggak suka dengan Erlin, ya pasti banyak yang menyukainya karna sikapnya.


******


Di Kantor Wijaya Group


Sang CEO Wijaya group terlihat sedang sibuk, membolak balik dokumen yang akan ia tanda tangani.


Tok .., Tok .., Tok ...


"Masuk .."


"Ada apa...??


"Tuan ada nona Clara ingin bertemu dengan anda tuan, saya mau melarangnya tap....


belum sampai sang sekertatis menjelaskannya Clara sudah menerobos masuk ke ruang CEO

__ADS_1


"Sayang .." ucap wanita yang bernama Clara memanggil Aditya.


"Clara .." gumam Aditya lirih sambil menatap tak percaya dengan kedatangan Clara yang sangat tiba-tiba.


Aditya yang melihat Mantan Kekasihnya yang mendekat ke arahnya pun segera membuka suaranya dengan berkata, "Shitttt ..., stop .., Ra ... !!, Kamu apa-apaan ra, masuk ke kantor orang sembarangan .. !!" tegas Aditya dan berhasil menghentikan langkah dari Clara.


"Tapi Dit .., Aku mau minta maaf .." balas Clara sambil menundukkan kepalanya seakan Dirinya merasa bersalah.


"Cihh ... maaf katamu ... ??, kemana saja Kamu selama ini.... ??, ck...jangan harap Aku memaafkanmu, dan tolong pergi dari kantor saya sekarang juga ... !!" bentak Aditya dingin berdiri dari kursi kebesarannnya.


"Tapi Dit ..." ucap Clara terhenti karena dibentak oleh Aditya.


"Ck .., keluar Clara ..., keluar sekarang juga ... !!" bentaknya.


"Isshh ck iyaa ..., iya ..." balas Clara dengan terpaksa mengiyakan perintah dari Aditya, sambil menghentak-hentakkan kakinya keluar dari ruangan Aditya.


"Lihat Saja Aditya Bramasta Wijaya, Lo akan jatuh kepelukan Gue lagi ... !!" gumam Clara dalam hati dengan tersenyum licik.


Setelah kejadian itu, Aditya segera menghubungi seseorang.


"Do.... ke ruangan saya sekarang juga.. !!" perintah Aditya pada sang Asisten agar ke ruangannya.


"Siapp Bos .." jawab Aldo yang berada di seberang sana.


Sesampainya Aldo ke ruangan sang CEO, tanpa menunggu lama Ia segera masuk ke dalam ruangan bosnya.


Ceklek ...


"Ada apa Dit panggil Gue .. ??" tanya Aldo pada Sahabatnya.


Namun bukannya menjawab ya atau tidak, justru Aldo malah berkata lain.


"Hah .., maksud Lo .., Clara...??, whaatt Dia ke sini... ??" ucap Aldo berbalik tanya pada Aditya dengan menatap tak percaya apa yang di katakan Aditya.


"Hmmm...." jawab Aditya dengan deheman saja.


"Ok ..., Gue akan perketat pengamanan, tapi sebentar, Dit, Lo yakin tadi Clara ke sini .. ??" tanya Aldo yang lagi-lagi tak percaya. Aditya pun lalu menjawabnya dengan berkata, "Yaa .., Dia ke sini ..." jawab Aditya dingin.


Asisten Aldo pun masih menatap Aditya tak percaya, bagaimana bisa si wanita ular itu kembali lagi, di saat sahabatnya sekaligus atasannya itu sudah move on dari mantan tunangannya itu.pertanyaan itu muncul di otak Aldo.


"Huh ..., sudahh Dit, jangan terlalu Lo pikirin, yasudah Gue mau balik dulu .." balas Aldo lalu berpamitan pada atasannya dan juga sahabatnya.


"Mau kemana Lo, Do....??" tanya Aditya pada Aldo. Seketika saja Aldo pun menghentikan langkahnya, lalu berkata, "Ishhhh ck.... ya kerja lah... mau kemana lagi.... dasar CEO tembok.. !!" cibir Aldo.


"Apa.... ??"


"Ehh .., nggak ..., nggak jadi .., Gue balik keruangan Gue dulu, da ..."kata Aldo sambil nyengir nggak jelas,segera membuka knop pintu segera keluar dari ruangan CEO.


Aditya hanya menatap tajam sahabatnya,lalu melanjutkan pekerjaannya.


Di Rumah sakit

__ADS_1


Hari pun sudah mulai siang, Erlin masih tampak sibuk memeriksa pasiennya tiba-tiba dikejutkan dengan teriakan seorang suster. siapa lagi kalau bukan sahabatnya suster dina.


"Dok .., tolong dok ada pasien sesak napas di UGD, katanya beliau adalah pasien dokter.." ucap  Suster Dina pada Erlin.


"Lohh .., apa dokter lain tak ada, Sus ..??, saya masi banyak pasien .." jawab Erlin dengan berbalik tanya pada suster DIna. Dina pun lalu membalasnya dengan berkata, " Ada dok .., tapi beliau menyuruh Anda yang menanganinya .." ucap Suster DIna berusaha menjelaskan pada dokter Erlin.


Erlin yang merasa aneh pun lalu bertanya lagi pada Suster Dina, "Siapa sih, Sus ??" tanyanya penasaran.


"Sepertinya beliau pemilik rumah sakit ini, dok .." jawab Suster Dina. Sementara Erlin berusaha mengingat-ingat lagi pasien yang dimaksud oleh Dina Sahabatnya, namun tetap saja tak mengingatnya.


"Siapa ya pasien Gue.. ??" gumam Erlin pelan bertanya-tanya.


"Hmm yasudah, kalau begitu, saya kesana dulu Sus.., tolong handle ini semua ya Sus .. !!" jawab Erlin memerintah Suster Dina agar menghandle pekerjaannya.


"Siap, dok .."


*****


Sementara Erlin kini segera berjalan keluar dari ruangannya menuju IGD. sesampainya di IGD, Erlin segera masuk ke ruang periksa pasien.


"Dokter Erlin ..." panggil lirih orang paruh baya tersebut, yang melihat kedatangan Erlin.


"Lohh Ibu Ita kenapa, Bu .. ??" tanya ERlin terkejut melihat pasiennya yang bernama Ibu Ita ada di ruang IGD.


"Dok, Saya sesak nafas ..., tolongin saya, dok .. !!" ucap Ibu Ita sambil memegang tangan dokter Erlin seraya meminta bantuan.


"Kenapa Ibu tidak minta bantuan tenaga medis atau dokter yang lain Bu, kan ada ..??" tanya Erlin pada Nyonya Ita sambil terenyum ramah.


"Saya pengennya sama dokter Erlin saja .." jawab Nyonya Ita to the point.


"Hmm, baik lah Bu ..." balas Erlin sambil tersenyum dan menganggukkan kepalanya, walau agak sedikit kesal karena ulah pasiennya yang satu ini, selalu saja membuatnya heran.


"Saya periksa ya, Bu ..." ucap Erlin sambil memeriksa wanita paruh baya tersebut.


"Yang dirasakan sekarang gimana, Bu??, sudah nggak sesak lagi kan, Bu??" tanya Erlin masih sambil memeriksa, karena Erlin tahu bahwa Ibu Ita sudah memakai alat bantu pernafasan/selang oksigen.


"Sudah, dok .., trimakasih ya ..." balas Nyonya ita dengan berterimakasih pada dokter cantik yang sedang menanganinya tersebut.


"Ehh .., iya Bu, sama-sama ..., lain kali kalau ada apa-apa, nggak harus sama Saya ya, Bu ..., kalau memang keadaan Ibu sudah darurat seperti sekarang. Takutnya kenapa-napa lagi sama Ibu .." ucap Erlin menasehati Ibu Ita sambil tersenyum.


"Hmmm, baik lah Nak dokter ..." jawab Ibu Ita mendengus pasra mendengar nasehat dari dokter cantik itu.


"Yasudah Ibu .., sekarang buat istirahat saja yaa ..., nanti saya kembali ke sini lagi jika ibu sudah semakin membaik..." ujar Erlin.


"Baik dok...." ucap Nyonya Ita sambil menganggukkan kepalanya tanda paham dengan apa yang disampaikan oleh dokter favoritnya.


Setelah Erlin dari ruang IGD, Erlin berjalan di koridor rumah sakit sambil bertanya-tanya dalam hati..


"Yang bener saja Ibu Ita Mamanya manusia dingin itu, kenapa Gue baru ngeh yaa .. ??, ishhh lagian kenapa bisa kebetulan begini sih, heran deh ..??, nggak anaknya nggak Mamanya sama saja, tapi kenapa gue jadi mikirin Dia ya??, ck .., astaghfirullah ..." gumam Erlin heran dalam hati, sambil menggelengkan kepalanya, karena Erlin masih teringat ucapan wanita paruh baya tersebut, setiap periksa pasti akan membahas tentang menjodohkan dengan anaknya.


Padahal Erlin tak terlalu menanggapinya, karena setiap periksa pasti ada saja yang menawarkan untuk dijadikan pendamping hidup anaknya. Erlin pun hanya bisa tersenyum menanggapi mereka, karena baginya karirnya lebih penting daripada memikirkan calon pendamping hidup. Baginya semua Pria itu sama saja tak ada bedanya dengan sang Mantan Kekasih.

__ADS_1


Akan tetapi entah kenapa hati Erlin merasa aneh ketika melihat wanita paruh baya itu, yang terlalu berharap lebih pada Erlin, apalagi Erlin sekarang tahu kalau beliau merupakan Mama dari seorang Aditya yang kini menjabat sebagai direktur Rumah Sakit tempat Ia bekerja.


Maaf,,Author baru up nihhh... karna harus ngurus anak buat persiapan berobat ke Jakarta🙏🙏


__ADS_2