Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 154


__ADS_3

Menantikan ****Dokter Jenius****


Setelah Vanya menerima telepon dari Mirna melalui ponsel Aditya, Vanya mulai berpikir dengan penuh kecurigaan, apalagi saat sedang telepon dengan Mirna Feriska Dia mendengar seseorang berkata,"Jangan katakan jika Aku masih hidup Mbak.." ucap seseorang diseberang sana lirih.


"Siapa orang itu??, tapi kok kedengarannya seperti tidak asing bagiku ya.. ??" Vanya melamun di sebelah ranjang tempat Erlin terbaring lemah, Aditya yang merasa ada yang aneh dari Vanya, Ia segera membuka suaranya, "Vanya ada apa..??" tanyanya. Sementara Clara, dan Dina yang berada di ruangan tersebut juga ikut mengerutkan keningnya bingung dengan apa yang terjadi pada Vanya yang sedari tadi hanya diam.


Sontak pertanyaan dari Aditya membuat Vanya membuyarkan lamunannya. Ia pun berkata, "Ehh... emmhh eng enggak kok Kak, nggak kenapa-kenapa..." jawabnya gugup.


"Lo yakin Van, tidak kenapa-kenapa??" sambung Clara bertanya pada Vanya Sahabatnya untuk memastikannya sekali lagi. "Iyaaa... beneran nggak kenapa-kenapa kok Ra..." jawab Vanya berpura-pura sambil tersenyum.


"Hufttt.., ya sudah kalau tidak kenapa-kenapa. Sekarang beristirahatlah Kakak akan memanggilmu jika membutuhkanmu." tutur Aditya pada Vanya, dan mendapatkan anggukan dari Vanya.


"Aku harus cari tahu, tapi Aku harus juga harus rahasiakan dari mereka terlebih dahulu, karena belum tentu juga kebenarannya, dan buat Kamu Kak.., Vanya akan pastikan dokter itu akan datang kemari meskipun bukan Vitalia setidaknya Kau bisa sembuh Kak..." gumam Vanya dalam hati sambil menatap Erlin sekilas lalu meninggalkan ruangan tersebut. Sedangkan Clara dan Dina berniat menggantikan Vanya untuk menjaga Erlin karena mereka juga Sahabatnya jadi mereka pikir tak ada salahnya juga menggantikan Vanya untuk berjaga meskipun Clara berbeda spesialisasi dengan Vanya.


"Aditya..., Mamih Dewi..., Kalian beristirahatlah biarkan Kami yang menjaga Erlin."


"Tapi Nak..


" Sudah Mih biarkan mereka berdua yang menjaganya, Kita pulang dulu nanti Kita kesini lagi." tutur Aditya menasehati Ibu mertuanya, dengan sangat terpaksa Mamih Dewi mengiyakan perkataan menantunya itu.


******


Sementara disisi lain Vanya yang sedang menyusuri koridor RS, untuk menuju ke ruangannya, pada saat itu pula kedatangan Aldo dari arah berlawanan membuat dirinya terkejut dengan kedatangannya. Seketika saja Vanya memutarkan badannya untuk berjalan ke arah lain, akan tetapi niatnya terhenti karena Aldo yang sedari tadi berjalan fokus dengan ponselnya kini melihat ke arahnya, dan memanggilnya.


"Vanya tunggu...!!" teriak Aldo, sontak Vanya pun menghentikan langkahnya sambil memejamkan matanya mendesah sebal karena langkahnya dihentikan, Vanya pun membalikkan badannya lalu berkata, "Ada apa memanggilku??" tanya Vanya dingin.


"Emmhh Vanya apa Kau masih marah padaku..??


"Tanya saja pada dirimu sendiri, dan jika Kau merasa bersalah berarti perasaanmu itu sama dengan apa yang Aku rasakan saat ini." jawab Vanya dingin lalu berkata lagi, "Permisi..!!" seru Vanya lalu pergi meninggalkan Aldo yang hanya diam mematung di tempat.


"Dokter Vanya, akan Aku buktikan pada dunia bahwa Cintaku ini suci, murni dari dalam hati." gumam Aldo pelan sambil tersenyum tipis menatap kepergian wanita kesayangannya.

__ADS_1


*****


Sementara Aditya dan Mamih Dewi keluar dari ruangan tempat Erlin dirawat, dilihatnya Aldo yang sedang senyum-senyum sendiri menatap Vanya yang berjalan jauh.


"Aldo.., apa yang Kau lakukan?? tanya Aditya pada Aldo, dan Aldo pun terperanjat melihat Sahabatnya yang tiba-tiba saja datang dengan mertuanya, Aldo yang merasa salah tingkah pun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal lalu berkata, "Ehh.. Elo Dit... ku kira siapa" ujarnya.


"Aldo... Kau kesini sendirian??, mana anak-anak, bukannya Aditya menitipkannya padamu??" sambung Mamih Dewi menanyakan cucu-cucunya.


"Eh... emmh iyaa Tante, kebetulan tadi Ibu Irma pulang ke rumah jadi anak-anak Aldo titipkan sama Ibu Irma, terus Aldo kesini disuruh sama Aditya, Tan.." jawab Aldo menjelaskan pada Mamih Dewi.


"Hmm begitu.., oh ya tadi ngapain senyum-senyum sendiri??, jika Kamu benar-benar suka dan cinta sama Vanya buktikan Do..., Tante Mamih mendukungmu." ucap Mamih Dewi memberi suport kepada Aldo. Sontak Aldo pun begitu terkejut dengan keputusan Mamih Dewi yang merupakan orang tua kandung dari almarhum Edward sekaligus Ibu mertua dari Wanita yang Ia cintai, siapa lagi kalau bukan Vanya.


"Tante Mamih serius..??" tanya Aldo memastikan pada Mamih Dewi. Dan Ia pun menjawab, "Iyaa... kejarlah Vanya sekarang jika Kamu benar-benar mencintainya, hiburlah Dia karena Dia sedang sedih yang teramat sangat. Apalagi semenjak kematian Edward, Vanya sangat berubah ditambah sekarang Kakak Iparnya terbaring lemah tak berdaya, buktikan Nak... kalau Kamu bisa meluluhkan hati Vanya." tutur Mamih Dewi panjang lebar, membuat Aldo tersentuh dengan apa yang dikatakan Tante Mamih.


"Tante Mamih.., terimakasih sudah menyemangati ku.. Aku yakin suatu saat nanti Vanya akan menjadi milikku seutuhnya, dan Aku berjanji akan menjadi Ayah yang baik buat anak-anak." jawab Aldo sambil memeluk Mamih Dewi.


"Bagus Do.. Kau harus semangat, rebut hatinya hibur Dia Do...!!" seru Aditya menyambung obrolan, dan Aldo pun lalu melepaskan pelukannya dari Mamih Dewi segera pergi mengejar Vanya, akan tetapi langkahnya terhenti karena Aditya memanggilnya.


"Do..., setelah Kau menemui Vanya pergi lah ke perusahaan Keluarga Long Ai hancurkan perusahaannya sehancur-hancurnya dan pergi lah ke penjara until melepaskan Risa lalu bawa Dia di kurungan bawah tanah geng Kalajengking milik Vitalia." titah Aditya pada Aldo, sontak Aldo membulatkan matanya sempurna dan berkata, "Ap... apaaa..??, Kau yakin Dit akan menyiksanya disana??


"Bukan Aku tapi anggota geng Kalajengking yang akan menyiksanya, meskipun tanpa Vitalia mereka bisa menanganinya" jawab Aditya menjelaskan.


"Dan ya Do..., lebih baik Kau usir Keluarga Long Ai dari rumahnya, karena Aku sudah menyita seluruh aset milik mereka, karena mereka sudah berani melanggar perjanjian ku serta mengusik Keluarga kecilku..!!" sambung Aditya memerintahkan Aldo agar segera menghancurkan Keluarga Long Ai tanpa sisa.


"Baik Dit..., akan Aku lakukan secepatnya, dan Hans yang akan membantuku..


"Bagus..


"Eh Dit tapi tunggu dulu bukannya perusahaan Long Ai sudah dihancurkan dokter Erlin ya..??


"Kay benar Do, tapi itu hanya sebagian kecil saja, tapi untuk kali ini Aku tak akan membiarkan mereka hidup bermewah-mewah setelah Putrinya berani mencoba membunuh Istriku." jawab Aditya dengan tatapan menyeringainya. Ia sangat geram dengan perbuatan Risa yang baginya sangat di luar batas, bahkan Aditya tak menyangka jika Risa sekejam itu terhadap Istrinya, Ia tersadar bahwa selama ini Dia sudah salah menilai mana yang benar dan mana yang tidak, sampai-sampai Ia harus berdebat dengan sang Istri karena masalah Risa.

__ADS_1


******


Sementara disisi lain Vanya merenggangkan otot-ototnya sejenak untuk beristirahat di ruangannya sambil memikirkan sesuatu. "Sebenarnya siapa yang sedang bersama Mbak Mirna yaa..??" batin Vanya bertanya-tanya dalam hati sambil menatap langit-langit dan memijat pelipisnya.


"Huh... entahlah..." sambungnya lagi berbicara sendiri dengan menghembuskan nafas kasarnya. tak berselang lama ponsel miliknya pun berbunyi.


Dreettt... dreettt... dreettt...


"Halo... Mbak Mirna" ucap Vanya membuka obrolan pada si penelpon. Ya si penelpon adalah Mirna Feriska.


"Vanya, Mbak mau kasih tau jika Mbak terbangun ke Indonesia nya besok pagi, dan Mbak kesana dengan asisten dokter David, Dia juga tak kalah jeniusnya dengan dokter David Enderson, bahkan Dia seumuran denganmu." tutur Mirna menjelaskan pada Vanya.


"Apaa...??, eh maksudku iya Mbak... Aku akan menunggu kedatangan kalian, karena kedatangan kalian sangat di tunggu-tunggu oleh para tenaga medis yang kebetulan sedang mengumpulkan tesis untuk bahan ujian." jawab Vanya.


"Ok... Van.. kalau begitu Mbak tutup dulu teleponnya." balasnya.


"Yo'i Mbak... thanks yaa..., Aku berharap kalian sampai sini secepatnya karena keadaan Kakak Ipar sangat memprihatinkan."


"Iya Vanya... Kamu tidak usah khawatitr, dokter jenius itu akan menyelamatkan nyawa Erlin." ucap Mirna diseberang sana berusaha menenangkan Vanya yang terlihat sangat mengkhawatirkan keadaan Erlin.


Tut.


Tiba-tiba sambungan pun terputus dengan begitu saja.


"Yahh... putuss... belum sempet nanya juga main putus saja..." gerutu Vanya kesal.


"Eh tunggu dulu dokter jenius??, hmm kira-kira siapa ya dokter jenius itu??, apa benar Vitalia masih hidup??" ucap Vanya bertanya-tanya. "Eh enggak Van, Elo kenapa jadi berharap banget jika Vitalia masih hidup sih Van, haduhhh... eh tapi suara itu aneh deh.." sambung Vanya lagi masih bersi keras memikirkannya.


*****


Akhirnya si Nenek Sihir itu di hukuman juga sama Aditya😌😌, Akan kah Erlin tersadar setelah kedatangan dokter Misterius nan Jenius itu..??

__ADS_1


Jangan Lupa Vote, Like, Komen, dan Favorite Yaa... Terimakasih... πŸ₯°πŸ₯°πŸ™πŸ™


__ADS_2