Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 192


__ADS_3

Kemarahan Erlin


Di kantin RS.Wijaya


Sementara di kantin RS Wijaya tiba-tiba saja perasaan Erlin menjadi tak enak karena sang Suami sedari tadi tak membalas pesan WhatsApp darinya. Dan di saat itu pula Erlin memutuskan untuk segera pergi ke kantor Suaminya


“Din, Ra ...” panggil Erlin pada kedua Sahabatnya.


“Hmmm ..” jawab keduanya secara bersamaan.


“Aku mau pergi dulu ya, takut Suamiku nungguin. Lagi pula kan kalian sudah selesai kan makannya,”  ucap Erlin meminta izin kepada kedua Sahabatnya untuk pergi.


“Ya sudah deh, sana! Jangan lupa pesananmu tadi di bawa!” Sahut Dina mengingatkan Erlin agar tak lupa membawa makanan yang ia pesan.


“Iya ... iya .., tenang saja ..” jawab Erlin lalu beranjak dari tempat duduknya, dan mengalihkan pembicaraan dengan berjalan menuju ke tempat si pemilik warung berada. Ia pun lalu berkata, “Mang, mana pesanan ku tadi .. ??” tanya Erlin pada si penjual sekaligus pemilik warung tersebut.


“Oh iya Nyonya dokter ini ..., maaf tadi pesanan Nyonya dokter tak kasih yang lain dulu, karena dokter Erlin kan masih di sini ...” jawab Mang udin si penjual makanan tersebut menjelaskan, sambil menyerahkan kantong plastik berisikan gado-gado pada Erlin.


Dengan tersenyum ramah Erlin pun menyahutnya dengan berkata, “Iya Mang, nggak papa ..., makasih ya ...” ucap Erlin sambil menerima sebungkus gado-gado yang ia pesan.


“Iya Nyonya dokter cantik sama-sama ..” balas si pemilik warung tersebut. Sementara Dina dan Clara hanya diam menatap Erlin seperti sedang mencemaskan sesuatu. “Er, apa perlu kami antar ??” tanya Clara menawarkan diri untuk mengantarkan Erlin.


“Tidak usah Ra, lagi pula Aku juga sudah memesan mobil lewat aplikasi,” ucap Erlin tampak tak tenang sambil mengarahkan pandangannya menatap ke arah layar ponsel, berharap balasan pesan dari sang Suami.


“Hmm, ya sudah, kalau begitu hati-hati, Er!” sahut Clara memperingatkan.


“Iya Ra ..., tenang saja ..” jawab Erlin.


“Nggak usah khawatir kali Er ..., lagian Tuan Aditya itu nggak bakalan kemana-mana .., dia pasti memaklumimu ...” ucap Dina menimpali.


“Iya iya ... bawel! Ya sudah Aku pergi dulu .., kelamaan kalau dengerin ceramah dari kalian. Bye ...” ucap Erlin sambil berjalan pergi meninggalkan kedua Sahabatnya yang masih sibuk menikmati makan siangnya.


"Terserah deh Er, begitulah  ketika pasangan sama-sama bucin, nggak bersama sebentar saja, berasa setahun tak bertemu .."  celetuk Dina berbicara sendiri sambil memainkan garpunya. "Heh, Erlin udah pergi, percuma juga ngomong sendiri kagak jelas banget sih," ucap Clara menimpalinya dengan memutar bola matanya jengah mendengar ucapan dari Sahabatnya.


*****


Di sisi lain Erlin kini sudah berada di tempat parkir RS.Wijaya. Bahkan tanpa mencari mobil yang ia pesan melalui aplikasi, Erlin sudah ditunggu oleh mobil yang ia pesan. Mengingat driver tersebut sudah menjadi langganannya. Tanpa mengulur waktu, Erlin pun segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam mobil yang sudah ia pesan, “Pak seperti biasa ya Pak, antarkan Saya ke kantor Wijaya Group!” titah Erlin pada pengemudi mobil online tersebut.


“Baik Dok ...” balas driver mobil online tersebut menuruti perintah dari Erlin.


...🥰****************🥰...


Sementara di Kantor Wijaya Group kini terlihat Aditya sudah melepaskan semua pakaiannya tanpa sehelai benang pun. Begitu pula dengan Dera, pakaiannya sudah di buang oleh Aditya ke sembarang arah. Bahkan Aditya belum menyadari bahwa orang yang ada di hadapannya adalah orang lain, karena ia mengira wanita yang sedang bersamanya saat ini adalah Istrinya.


“Mommy kenapa kau tidur sih .., ayo bangun dong Yang ..., kita harus melakukannya sekarang, Daddy sudah tak tahan ..” ucap Aditya sambil menciumi tengkuk leher Dera yang ia kira Istrinya. Sementara Dera dia justru merancau dengan menyebut Aditya dengan nama orang lain yang ia kira adalah Reymond yang biasa Dera panggil dengan sebutan Tuan Blasteran. Entah mengapa bayangan Reymond, dengan begitu saja muncul di depannya.


“Hey Tuan Blasteran ..., jangan mencoba menggangguku! uuuhh ..  ge-li .. panas sekali ..” sahut Dera merancau tak jelas sambil berusaha mendorong tubuh Aditya yang sedang asik menciumi tengkuk lehernya. Sayangnya kekuatan Dera kalah kuat di banding Aditya.


“Mommy, kenapa kau memanggilku Tuan Blasteran?" tanya Aditya sambil merubah posisinya dengan me-re-mas bagian sensitiv milik Dera. KIni posisi mereka begitu intim, dengan posisi Aditya memeluk Dera dari belakang.


“Awwss, hey .. Tuan Blasteran bisa pelan nggak sih ..” sahut Dera terpekik kesakitan karena Aditya me-re-mas-nya dengan sangat bru-tal.


“Emmmh .., hehehe .., enak kan Sayang ..” ucap Aditya dengan mendesah pelan tepat di dekat kuping Dera.


“Uhh .., emmh .., Tuan Blasteran ..” rancau Dera tak jelas karena begitu menikmati per-ma-in-an Aditya. Tanpa berpikir panjang Aditya pun lalu memutar tu-buh Dera dan menyambar bibir manis Dera.


Slurp ..

__ADS_1


Lu-mat-an demi lu-mat-an terdengar nyaring di kamar tersebut, bahkan Dera yang tadinya tak membalas lu-mat-tan Aditya, kini membalasnya.


****


Sementara di sisi lain Erlin sudah berada di dalam lift kantor perusahaan Wijaya Group. ‘Ya, Erlin sendiri sebenarnya sudah sampai sejak semenit yang lalu.’ Sesampainya di lantai paling atas Erlin pun segera melangkahkan kakinya menuju ke ruangan kebesaran sang Suami.


Sebelum memasuki ruangan sang Suami, Erlin dibuat heran dengan kondisi ruangan assisten Dera yang terlihat sepi, mengingat ruangan assisten Dera sendiri berdindingkan kaca


“Tumben sepi ...” gumam Erlin pelan, lalu melanjutkan langkah kakinya menuju ke ruangan sang Suami.


Ceklek ..


Erlin membuka pintu ruangan Aditya, dan berteriak.


“Suamiku .., Aku datang ... !!” serunya. Namun sesaat kemudian ia terkejut melihat ruangan sang Suami yang tampak sepi.


“Loh .., kok nggak ada orang ..” ucap Erlin sambil mengedarkan pandangan ke segala arah. Erlin pun lalu memutuskan untuk melangkahkan kakinya menuju ke kamar yang ada di ruangan tersebut.


Klek ...


Sontak saja membuat Erlin terkejut dan bertanya-tanya. “Loh ..., kok di kunci .. ??” ucap Erlin dengan penuh tanda tanya. Karena biasanya jika sang Suami sedang beristirahat di dalam kamar, ia tidak pernah menguncinya rapat-rapat.


Brak .. brak ... brak ...


Erlin menggebrak-gebrak pintu tersebut dengan keras, namun sayangnya gebrakan tersebut tak di dengar oleh penghuni kamar tersebut.


“Mas ..., Mas Aditya ... !!” teriak Erlin memanggil Suaminya yang ia pikir berada di dalam kamar. Sayangnya teriakan dari Erlin tak di dengar oleh Aditya dan Dera yang sedang bergelut di atas ranjang. Bahkan dengan brutalnya Aditya me-nik-ma-ti secara inci setiap bagian tu-buh Dera.


Sementara Erlin kini menuju ke arah almari untuk mencari kunci duplikat kamar tersebut, ‘Ya, Erlin sendiri mengetahui letak kunci tersebut, karena Aditya pernah mengatakan jika ia menyimpan kunci kamarnya di almari.’


Namun saat dirinya akan membuka almari, Erlin pun mengalihkan pandangan menatap ke arah meja kerja Aditya yang terdapat dua buah gelas kosong yang telah habis diminum. Seketika saja Erlin mengurungkan niatnya untuk membuka almari, dengan melangkahkan kakinya menuju meja kerja Suaminya.


“Astaghfirullahaladzim ...” ucap Erlin dengan nada keterkejutannya. Sementara Erlin yang merasa ada sebuah kejanggalan pun lalu berjalan ke arah kamar dengan menggebrak-gebrak pintu kamar yang ada di ruangan tersebut.


Brak ... Brak .. Brak ..


“Mas buka .. Mas .. !!” lagi-lagi Erlin berteriak memanggil Aditya namun sayangnya tetap saja tak ada sahutan dari Aditya, karena memang kamar tersebut kedap suara.


”Erlin tahan amarahmu, Mas Aditya tak mungkin melakukan hal yang tidak-tidak ..” batin Erlin sambil mencoba menghapus pikiran negatifnya yang kini sedang berputar di atas kepalanya.


Saat dirinya sedang menggebrak-gebrak pintu, ada seseorang yang datang dengan membawa segelas air putih untuk Istri atasannya. 'Ya dia adalah sekretaris Wu.'


“Nyonya Muda ada apa?” tanya Sekretaris Wu pada Istri atasannya dengan menatapnya heran.


“Sekretaris Wu, cepat bantu Aku untuk mendobrak pintu ini!” titah Erlin pada Sekretaris Wu.


“Memangnya kenapa Nyonya??” sahut Sekretaris Wu bertanya-tanya. Ia bingung dengan apa yang sedang dilakukan Istri dari atasannya saat ini.


“Sudah jangan banyak tanya, ayo cepat bantu Aku!” titah Erlin pada Sekretaris Wu dengan penuh rasa cemas.


...🥰****************🥰...


Sementara di dalam kamar, setelah menjelajahi inci demi inci tu-buh Dera, Aditya pun segera melakukan penyatuan dengan me-ma-suk-kan mi-lik-nya ke da-lam ba-gi-an in-tim milik Dera.


“Mommy, Aku ma-suk-kan sekarang ya ..” ucap Aditya yang hingga saat ini masih belum menyadari jika wanita yang ada di hadapannya adalah assistennya. Dera pun mengangguk pelan mengiyakan perkataan dari Aditya yang dalam bayangannya adalah Reymond si tuan blasteran. Saat Aditya akan melakukan penyatuan, tiba-tiba saja


Braakkk ...

__ADS_1


Pintu kamar pun terbuka.


Betapa terkejutnya Erlin melihat sang Suami sedang berduaan dengan wanita lain tanpa sehelai benang pun yang menempel ditubuh mereka. Erlin bahkan tak menyangka jika wanita yang sedang bersama sang Suami adalah Sahabatnya sendiri.


“Astaghfirullah .., Mas Aditya .. Dera .. apa yang kalian lakukan .. ?!" ucap Erlin dengan nada keterkejutannya sambil membungkam mulutnya dengan menggelengkan kepalanya menatap Aditya. Begitu pula dengan Sekretaris Wu yang tak kalah terkejut melihat atasannya sedang berduaan dengan wanita lain di dalam kamar.


Mendengar ada orang yang datang, seketika saja membuat Aditya dan Dera menghentikan aktifitasnya dan menoleh ke arah Erlin yang datang bersama dengan Sekretaris Wu


“Kau, beraninya kau menggangguku!” seru Aditya sambil memakai celananya kembali. Ia bahkan tak menyadari jika yang ada dihadapannya sekarang adalah Istrinya sendiri. Sementara Dera yang melihat kedatangan Sahabatnya pun lalu menutupi tubuhnya dengan selimut sambil berlari ke kamar mandi dengan memunguti pakaiannya yang berceceran di lantai.


Plaakkk ..


Erlin melayangkan sebuah tamparan keras di pipi sisi kiri Aditya.


“Dasar pria b*jing*n ... brengsek kau Mas .., beraninya kau selingkuh di belakangku ..” umpat Erlin dengan amarah yang sudah memuncak di atas ubun-ubun. Seketika itu pula Aditya terdiam membisu, dengan memegangi pipinya dengan memandangi sang Istri dengan tatapan tajamnya.


Sayangnya Erlin mengabaikan tatapan mata sang Suami dengan berjalan ke arah Sekretaris Wu yang membawa segelas air putih. Dan


Byuurr ...


Erlin mengguyur Aditya dengan segelas air. Dan seketika itu pula Aditya terperangah.


“Hah ...” ucap Aditya sambil mengusap wajahnya yang basah. Di saat itulah Aditya baru menyadari jika yang ada dihadapannya adalah Istrinya.


“Mom .., kau ..” belum sampai Aditya menyelesaikan ucapannya, Erlin pun justru melontarkan sebuah tamparan keras ke arah Aditya.


Plaaaakkk ...


“Hiks .. hiks .. hiks .., dasar pria tak tahu diri .., pria brengs*k, pria pengkhianat .., Aku benci kamu Mas , Aku benci ...” teriak Erlin sambil menangis histeris karena melihat sang Suami yang bermain dengan wanita lain.


“Erlin apa maksudmu?” tanya Aditya bingung dengan apa yang di maksud oleh sang Istri. Karena sebenarnya ia uja tak menyadari jika telah melakukan tindakan terlarang dengan orang lain.


“Apaa?? masih bertanya apa maksudmu?? Jelas-jelas Mas sudah melakukan hubungan terlarang dengan Dera masih saja bertanya ..” balas Erlin dengan bercucuran air mata sambil memukul-mukul dada bidang Aditya. Sementara Aditya hanya terdiam memegangi kepalanya berusaha mengingat kejadian yang sebenarnya.


“Tega sekali kamu Mas, sudah mengkhianati cinta kita .., hiks .., hiks .., Aku benci kamu ..., dasar pria b*jing*n ..” berbagai umpatan keluar dari mulut Erlin.sambil memukuli Aditya dengan bertubi-tubi. Sementara Sekretaris Wu hanya diam tak berani memisahkan sepasang Suami Istri tersebut.


“Sayang dengarkan Aku, Aku benar-benar tak tau, dan ku kira wanita itu adalah kamu, maafkan Aku Mom ..., Aku benar-benar tidak sengaja .." ucap Aditya berusaha menjelaskan kepada sang Istri. Sayangnya penjelasannya tak di hargai oleh Erlin.


“Apaa, tidak sengaja katamu? Jelas-jelas Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri, tapi Mas masih bilang tak sengaja ..?! Heh ... keterlaluan kamu Mas ..” balas Erlin dengan penuh amarah, kecewa, sedih bercampur menjadi satu.


“Sayang, dengarkan Aku ..” ucap Aditya mencoba meraih tangan Erlin.


“Stop Mas, jangan menyentuhku .. !!” seru Erlin menjauhkan dirinya dengan sang Suami. Entah mengapa ia benar-benar jijik dengan sang Suami yang mencoba memegang dan menyentuhnya. Perasaan cintanya pada sang Suami yang selama ini ia jaga kini hancur seketika karena kedatangan seorang wanita yang mengusik rumah tangganya.


***


Erlin Pov


^^^Cinta itu ibarat sebuah mawar liar, ia tampak cantik dan lembut, namun dapat melukai bila disakiti. Kuharap Aku bisa menyakitimu seperti halnya kau menyakitiku. Tapi Aku tahu jika Aku memiliki kesempatan, Aku tidak akan pernah melakukannya.^^^


Bersambung ....


...****************...


...----------------...


Tahaaannnn.... dulu bestie.... wkwkwk

__ADS_1


^^^Tegang nggak bestie? pastinya dong tegang..., Author juga ikut tegang, kasian Erlin 😭😭 Keterlaluan kamu Aditya 😤😤^^^


Sambil menunggu up dari Author yok gas Like, Vote, dan Komen yang banyak biar Author lebih semangat lagi up nyaaa.... hehehehe... 🥰🥰🙏🙏


__ADS_2