
Aldo Atau Exsel.
Tak terasa waktu pun terus berlalu, Vanya pun kini tertidur pulas di samping ranjang El. Ia merasakan lelah sekali karena semalaman tidak tidur dan Ia harus sibuk berdebat dengan Exsel yang ternyata masih mencintainya. Ia bahkan tak menyangka jika Exsel masih mempunyai rasa terhadapnya. Namun berbeda dengan Dirinya yang sudah lama sekali melupakan Exsel. Apalagi Dia sangat disibukkan dengan masa kependidikannya sebagai seorang dokter.
Tiba-tiba saja ada yang datang tanpa permisi, siapa lagi kalau bukan Tuan Ferrari beserta sang Istri yaitu Nyonya Valen yang merupakan orang tua dari Vanya. Kedatangan Mereka pun sangat mengejutkan El dan juga Vanya yang masih saja tertidur pulas. Sepersekian detik akhirnya El pun mulai mengerjap-ngerjapkan matanya. Dilihatnya Kakek dan Neneknya sedang datang mengunjunginya.
“Loh .., Kakek .. Nenek ...” ucap El terkejut melihat kedatangan kedua orang paruh baya tersebut. Nyonya Valen pun lalu berkata, “Sssttt .., Bunda Mu sedang tertidur.” Ucapnya sambil menjulurkan jari telunjuknya ke bibirnya agar El tidak berbicara dengan keras. Sedetik dua detik, melihat Vanya yang masih saja tertidur, Mommy Valen pun lalu menjewer kuping Vanya dengan tiba-tiba.
Weeeerrr....
Jewer Nyonya Valen pada Putrinya.
“Astagaaa Vanyaa ... !!” seru Mommy Valen sambil menjewer kuping Vanya. Vanya pun mengaduh kesakitan karena jeweran sang Mommy. “Aduhhh Mom ..., sakit Mom ..” rengeknya.
“Ya habisnya Anak sudah bangun, Kau malah enak-enakkan tidur.” balas Mommy Valen lalu melepaskan jewerannya. Sedangkan Tuan Ferrari dan El sejak tadi hanya terkikik geli melihatnya.
"Daddy sama El kenapa malah ketawa sih ..??” tanya Vanya heran dengan nada ketusnya.
“Ya habisnya Bunda tidurnya pules banget ...” jawab El.
"Vanya .., Daddy mau bertanya, apa benar jika Exsel membawamu kembali kesini .. ??, lalu dimana Dia sekarang ??” tanya Tuan Ferrari yang tiba-tiba tersulut emosi jika mengingat Putrinya dengan Babby Daffa di culik oleh Exsel.
__ADS_1
Tanpa ada rasa ragu Vanya menjawabnya dengan berkata, “Dia baru keluar beli makan Dad.” ucapnya. Mommy Valen pun lalu menimpalinya, “Oh jadi benar jika anak Mommy yang satu ini sedang bersama Exsel .. ??”
“Bener Mom, tapi Exsel melakukan penculikan itu karena salah paham saja, Dia mengira jika Babby Daffa adalah anakku, dan Exsel menculikku karena sebuah alasan hingga Dia menculik Ku, lagi pula ini semua memang salah Vanya karena dulu Aku meninggalkannya, bahkan Mommy sama Daddy sendiri juga sudah tahu.” balas Vanya menjelaskannya secara gamblang.
“Oh jadi Kau mulai naksir lagi sama Exsel begitu ..??, Kau tahu bukan Van, Dia sudah bersekongkol menyembunyikan identitas ...” ucap Mommy Valen terhenti karena dipotong oleh sang Suami.
“Mommy ... !!” seru Tuan Ferrari sengaja memotong pembicaraan sang Istri karena kelepasan bicara di hadapan Vanya. Vanya yang merasa ada sesuatu yang disembunyikan dari Daddynya pun lalu berkata, “Apa ... ??, kenapa Daddy malah menghentikan Mommy berbicara Dad ..., kenapa ... ??” tanya Vanya dengan tatapan menyelidik.
“Vanya jawablah pertanyaan Mommy Mu jangan berusaha mengalihkan pembicaraan.” ucap Tuan Ferrari. Vanya pun lalu menjawabnya, “Tapi sebelum Vanya menjawab, ada baiknya Kita bicarakan diluar saja tidak baik bagi El.”
Ceklek...
Di Taman RS.Wijaya.
“Sekarang katakan pada Daddy apa Kau benar-benar menyukai Exsel kembali ... ??” tanya Tuan Ferrari dengan penuh selidik. Vanya pun lalu menjawabnya to the point, “Dad ..., sudah Ku bilang berapa kali Vanya hanya ingin sendirian, Vanya dengan begini saja sudah meraa nyaman.” jawabnya dingin.
“Apa Kau yakin Nak, bahkan Mommy melihat jika Kau sangatlah berbeda semenjak Edward meninggal.” sambung Nyonya Valen. Dan Vanya pun lalu membalasnya dengan berkata, “Seharusnya Mommy tahu bukan Aku kenapa bersikap sedingin ini, karena sebagian dari hidupku telah menghilang, dan ...” ucap Vanya terhenti karena dipotong oleh Tuan Ferrari yang berkata, “Dan apa Vanya ..., Kau seperti itu karena Kau juga mencoba menjauh dari Aldo bukan ... ??” tanyanya. Vanya pun membalasnya, “Daddy, ini tidak ada kaitannya dengan Aldo ataupun Exsel.”
“Baguslah kalau tidak ada kaitannya dengan Mereka berdua, hanya saja Daddy sama Mommy memintamu untuk memilih antara Aldo dan juga Exsel ... !!” tegas sang Daddy pada Putrinya. Ia berpikir jika Vanya sangatlah membutuhkan pendamping saat ini, apa lagi kondisinya sekarang sedang hamil muda.
Sementara Vanya pun terkejut mendengarnya, lalu menjawabnya dengan berkata, “Daddy ..., sudah Ku katakan jika Aku hanya ingin sendirian ... !!” lantang Vanya yang justru melawan perkataan orangtuanya. Mommy Valen pun menyambungnya dengan berkata, “Tapi Nak ..., ini demi masa depan anak-anakmu juga, lagi pula El dan Neysa juga setuju kan jika Kau menikah lagi ... ??” tanya sang Mommy.
__ADS_1
Vanya pun hanya menghela nafasnya pelan lalu berkata, “Huuffttt .., Mom ..., Vanya tahu soal itu, bahkan El memintaku untuk menikah dengan Ayahnya.”
“Maksudmu Aldo ... ??” tanya Tuan Ferrari bersemangat karena sebenarnya Ia sangat menginginkan Aldo menikah dengan Putrinya. Vanya pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Hmm, siapa lagi kalau bukan Dia, tapi sayangnya Aku tidak tertarik untuk menikah dengan siapapun itu ... !!” tegas Vanya dengan nada menohok. Merasa di bantah oleh Putrinya, Tuan Ferrari pun mengatakan, “Daddy nggak mau tahu Vanya, Kau secepatnya harus menikah lagi kasihan anak-anakmu, apalagi sebentar lagi Kau mau melahirkan ... !!” perintahnya menyuruh Putrinya agar segerta menikah.
“Itu urusan Ku Dad ... !!” lantang Vanya lagi yang entah mengapa selalu saja membantah perkataan kedua Orangtuanya, padahal selama ini Ia tidak pernah sama sekali membantah perkataan Orangtuanya.
“Itu urusan Daddy juga Vanya ... !!” ucap Tuan Ferrari. Sedetik dua detik tak ada pembicaraan di antara Mereka, tak berselang lama Tuan Ferrari pun berkata, “Vanya .., sekarang Daddy kasih kesempatan padamu untuk berpikir, pilihlah Aldo atau Exsel, tapi Daddy sangat berharap padamu jika Kau memilih Aldo.” ucap Tuan Ferarri lalu mengajak sang Istri pergi meninggalkan Vanya sendirian di taman. “Ayo, Mom ..., Kita pergi ... !!” ajak Tuan Ferrari
pada Istrinya. Sedangkan Vanya kini hanya diam mematung di tempat dan tak bisa berkata apa-apa lagi mendengar keputusan sang Daddy.
****
Tahaan guys...
Bagaimana Kisah selanjutnya ... ??
Jangan lupa tinggalkan jejak
Vote, Like, Komen Yaaaa...
Terimakasih....
__ADS_1