Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 106


__ADS_3

Kemarahan Vanya


Sedangkan Aldo kini tengah melaksanakan meeting dengan clientnya yang akan menjalani kerja samanya dengan perusahaan cabang untuk membangun sebuah proyek di Bali. tak menunggu waktu lama, meeting pun akhirnya sudah selesai.., Dan Aldo memutuskan ke ruangannya untuk beristirahat sejenak.


" Dava.., setelah ini ada agenda apa lagi...??" tanya Aldo pada asistennya, sambil berjalan menuju ruangannya. Yaa nama asisten dari Aldo adalah Dava


" Tidak ada Tuan.., tapi..." ucap Dava terhenti.


" Tapi apa Dav..?? tanya Aldo, lalu menghentikan langkahnya.


" Tuan..., anda sedang dicari oleh Nona Laras di dalam..." terang Dava pada atasannya.


" Hmm.. baiklah.. Kau boleh pergi... " ucap Aldo pada asistennya. setelah itu Aldo pun lalu masuk ke dalam ruangannya, Dan benar saja bahwa Aldo sudah ditunggu oleh seorang wanita cantik berprofesi sebagai seorang model, dulu Ia merupakan teman dari Clara, ketika Clara menjadi model. Ya wanita itu bernama Laras Davinci.


" Sayang..., bagaimana kabarmu..?? tanya wanita yang bernama Laras itu pada Aldo, sambil menghampiri Aldo dengan bergelayut manja.


" Hmm..., Yaa... Kau tahu sendiri bukan jika Aku sedang sibuk... " ucap Aldo dingin.


" Sayang.., bagaimana dengan Ibu dan anak-anakmu...??, apa Kau sudah mencarikan Ibu buat mereka...??" tanya Laras pada Aldo sambil membelai pipi Aldo.


" Sayangku.., Kau tahu bukan jika Aku sedang mengejar seorang wanita untuk Aku jadikan Ibu dari anak-anak, dan Dia juga akan kujadikan Istriku. " ucap Aldo, sambil membelai lembut wajah Laras.


" Apaaa...?? lantas bagaimana dengan diriku..., apa Kau tega meninggalkanku..., Mas sudah berjanji bukan bahwa Mas akan menikahiku..." ucap Laras dengan nada meninggi, karna tak terima dengan yang dikatakan oleh Aldo.


" Hey.. Babe.., apa Kau marah...??, Kau cemburu ya..?? tanya Aldo sambil menggoda Kekasihnya dengan terkekeh geli.


" Babe... Kau tenang saja..., Dia akan kujadikan Istri tapi hanya untuk mengurus Ibu, dan anak-anak tak lebih dari itu.." ucap Aldo.


" Janji... "


" Janji Babe.... " ucap Aldo, lalu ******* habis bibir seksi milik Kekasihnya, Dan Laras pun membalasnya.


Sementara Edward yang tadinya membuntuti Aldo sudah berbalik arah setelah Ia tahu bahwa Aldo menuju ke perusahaan cabang milik Kakak Iparnya yang kini dipimpin langsung oleh Aldo, karna memang Aditya sudah menyerahkan sepenuhnya kepada Aldo yang merupakan kepercayaannya selama ini.


*****


Di sisi lain Vanya melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, entah mengapa hatinya kini merasa panas ketika mendengar Aldo mempunyai kekasih, sampai-sampai Ibu dan anak-anak dilupakan hanya karena seorang Wanita.

__ADS_1


Flashback On:


" Nak Vanya sebetulnya Aldo jarang kesini..., dan jika Ibu tidak memintanya kesini, dia tak akan datang..., karna Aldo sekarang berubah tak seperti dulu..., semenjak kekasihnya pulang..." terang Ibu Irma. sontak Vanya pun terkejut dengan ucapannya.


" Kekasih..., tuan Aldo punya kekasih...???" tanya Vanya.


" Iya Nak..." jawab Ibu Irma.


Flashback Off:


Vanya pun justru semakin menambah laju kecepatan mobilnya.


" Apa yang Gue pikirkan...!! " gumam Vanya pelan.


Tak berselang lama akhirnya Vanya sampai ditempat tujuan, Ia pun lalu memarkirkan mobilnya di parkiran, dan langsung masuk ke dalam kantor perusahaan. Ya.., Vanya menemui seseorang di sebuah kantor perusahaan. Ia kini menemui resepsionis terlebih dahulu untuk bertanya.


" Mbak.. mau tanya..., apa tuan Aldo ada..??, kalau ada Saya mau bertemu dengannya... " tanya Vanya, sambil berusaha menahan amarahnya yang seakan mau meledak.


" Tuan Aldo ada dok... tapi ma'af untuk saat ini tidak bisa diganggu.. " ucap resepsionis tersebut, pada Vanya yang menggunakan jas kebesarannya, jadi tak heran jika resepsionis tersebut memanggilnya dengan sebutan dok.., akan tetapi Vanya justru malah melawan resepsionis tersebut, dengan menyelonong masuk ke dalam kantor perusahaan begitu saja, tanpa menghiraukan yang lain..., Yaa karena memang saat ini Ia sendiri sedang diliputi rasa amarah yang sudah memuncak sampai ke ubun-ubun, padahal Vanya juga tak mengetahui ruangan milik Aldo, tapi Ia yakin jika ruangan CEO pasti di lantai paling atas pikirnya.


" Hey.. dokter tunggu... " teriak resepsionis tersebut, tapi tak dihiraukan oleh Vanya.


" Hey Nona... mau kemana Kau... " ucap asisten dari Aldo, tapi tak dihiraukan oleh Vanya. Dan...


Braaakk...


Seketika Vanya membelalakkan matanya lebar-lebar, karna terkejut melihat sebuah pemandangan yang sangat tak terduga, Vanya tak menyangka jika Aldo sedang beradegan mesra dengan seorang wanita di dalam ruangannya.


Entah mengapa pada saat Aldo sedang melakukan adegan tersebut dengan seorang wanita.., hatinya merasa sakit seperti tertusuk duri, bahkan Ia benar-benar tak menyangka jika Aldo sedang bermesraan di tempat kerja, sementara Aldo, dan Kekasihnya belum menyadari jika ada seseorang yang sudah masuk ke dalam ruangan., Vanya pun tak menunggu waktu lama, dan tanpa ba bi bu.. Ia langsung menghampiri Aldo dan...


Sreettt...


Vanya menarik Aldo dari pelukan Kekasihnya, dan...


Plaaakk.... Plaaakk...


Vanya melayangkan dua buah tamparan keras di pipi Aldo, dengan dipenuhi rasa amarah. Aldo pun terperanjat, dilihatnya Vanya yang datang ke perusahaannya.

__ADS_1


" Tuan Aldo..., maksud Anda itu apa??, dengan menerlantarkan Ibumu sendiri dan anak-anak..." ucap Vanya penuh dengan emosi.


" dokter Vanya... berani-beraninya Kau... " ucap Aldo terhenti, mengangkat tangannya ke atas bersiap menampar Vanya.


" Apaaa...??, cepat tampar kalau berani..." tantang Vanya pada Aldo, akan tetapi Aldo mengurungkan niatnya untuk menampar Vanya, entah mengapa Ia benar-benar tak tega untuk menyakitinya


" Dasar wanita jal*ng... berani-beraninya Kau mengganggu kami... " ucap Laras menyela keributan.


" Cihh... apa katamu...??, yang jal*ng itu Anda bukan Saya ingat itu... " ucap Vanya dengan nada tinggi. Laras yang merasa tak terima dengan perkataan Vanya pun lalu mengayunkan tangannya, berniat untuk menamparnya, dan sayangnya berhasil ditepis oleh Vanya.


" Hap... " ucap Vanya sambil menahan tangan Laras.


" Jangan ikut campur urusan kami...wanita jal*ng..., diam dan pergilah dari sini... " tegas Vanya lalu menghempaskan tangan Laras, sampai badannya terdorong kebelakang.


" Kau..., berani-beraninya mengusirku dari sini..." ucap Laras. Aldo pun lalu mengangkat suaranya, dan berkata: " Sudahlah... lebih baik Kau pergilah dari sini, biarkan Dia berbicara denganku.. " ucap Aldo pada Kekasihnya. sementara Vanya yang melihatnya hanya tersenyum sinis, sambil bersedekap dada.


" Awas Kau..." ucap Laras tak terima, lalu keluar dari ruang CEO, kini Laras pun sudah keluar dari ruangan tersebut, dan sekarang tinggal lah Aldo Dan Vanya yang berada di ruangan CEO.


" dokter Vanya ada apa Kau kemari...??" tanya Aldo membuka obrolan. Dan Vanya pun menjawab: " Saya sudah bilang bukan jika Tuan sudah tega menerlantarkan Ibu Irma dan juga anak-anak..." terangnya.


" Saya tidak pernah menerlantarkannya dokter Vanya... " tegas Aldo.


" Apa katamu...?? tidak pernah...??, jika Anda tidak menerlantarkannya..., lalu kenapa Anda tidak menjenguk Ibu anda yang sedang sakit keras??, sedangkan anak-anak datang ke rumah sakit meminta bantuan dariku.., Anda kemana saja selama ini..., apalagi disaat mereka membutuhkanmu, Kau sendiri malah sibuk dengan wanita jal*ng..., apa seperti itu namanya tidak menerlantarkan..." ucap Vanya tersulut emosi. sedangkan Aldo hanya diam saja yang mendengarkan ucapan Vanya.


" Kenapa diam...??, masih mau mengelak...?? " tanya Vanya.


" Cukup dokter Vanya.....!!" ucap Aldo keras, tapi tak dihiraukan oleh Vanya.


" Oh.. Ya..., perlu Anda tahu tuan Aldo... jika Ibu Irma sekarang sedang dirawat di RS..., dan kalau anda mencari anak-anak, tenang saja Anda tidak perlu khawatir... mereka aman bersamaku.., dan satu lagi, jika memang Anda tak berniat untuk menafkahi mereka..., biarkan Saya saja yang merawat mereka.., tanpa bantuan darimu..." terang Vanya, sontak membuat Aldo terkejut dengan pernyataan Vanya, Aldo tak menyangka jika Vanya sampai melakukan hal yang sebesar itu, hanya saja Aldo yang tidak sadar bahwa dirinya telah dibutakan oleh seorang Wanita, sehingga dia bisa berubah dengan sekejap sampai melupakan Ibu dan anak-anak.


" dokter Vanya..., ma'af kan Saya... "


" Jangan meminta ma'af padaku tuan Aldo..., minta ma'af lah pada Ibu Irma, dan anak-anak... " ucap Vanya dingin, lalu keluar dari ruangan Aldo begitu saja tanpa pamit. Ia benar-benar tak tahu lagi harus berkata apa lagi..., kali ini Vanya benar-benar menumpahkan air matanya yang sedari tadi Ia tahan agar terlihat kuat, akan tetapi hatinya benar-benar merasa tercabik-cabik, ketika melihat adegan tadi.


" Ada apa denganku...??, mengapa Gue malah menangisi laki-laki brengsek semacam Aldo... " gumam Vanya dalam hati, sambil berjalan keluar dari kantor perusahaan Aldo dengan menangis, bahkan Ia tak menghiraukan banyak orang yang memandangnya.


**** ***Selamat Membaca*****

__ADS_1


"Jangan lupa.. Vote, Like, Komen, dan Favorite Yaa... Terimakasih... "🙏🙏***


__ADS_2