Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 162


__ADS_3

Perlawanan Vanya.


Sambungan telepon pun tiba-tiba terputus begitu saja karena dimatikan sebelah pihak oleh Exsel. Erlin kini perasaannya begitu hancur lebur setelah mendengar Exsel yang menculik buah hatinya dan Adik Iparnya.


"Yaa Allah..., apa lagi ini..." ucap Erlin sambil mengusap wajahnya gusar. Sementara Dina dan Clara tidak tinggal diam begitu saja, Mereka berusaha menenangkan Erlin.


"Erlin, tenangkan dirimu..."


"Bagaimana bisa tenang Din, Anakku diculik bersama Adik Iparku yang sedang hamil..."


"Iyaaa, Er..., sebentar Aku hubungi Suamiku dulu untuk memberi tahunya, dan Lo Din hubungi Aditya jika Vanya dan Baby Daffa sedang diculik.."ucap Clara menimpali dengan memberi perintah pada Dina. Dina pun hanya mengangguk mengiyakan segera menelpon Aditya.


****


Sementara Aditya dan Aldo kini sudah sampai di rumah Edward yang sekarang menjadi milik Vanya. Bahkan Aditya dan Aldo pun masuk ke dalam rumah tanpa permisi.


"Mbak Yati..., dimana Neysa.. ??" tanya Aditya pada Art yang terlihat sedang mondar-mandir menunggu kedatangan Aditya dan Aldo.


"Itu Tuan, sedari tadi Nona Muda nangis mencari Nyonya..."jawab Mbak Yati sambil menunjuk ke arah Neysa yang duduk di tepian kolam renang. Aditya pun lalu menghampirinya, sedangkan Aldo menanyakan keberadaan El.


"El mana.. ??" sambung Aldo bertanya pada Art yang bernama Mbak Yati.


"El sedang di kamar Tuan..., El sudah tidur dari tadi, apa lagi ini sudah tengah malam..." ucap Art tersebut. Sementara Aditya menyuruh Neysa agar masuk ke dalam rumah apalagi hari sudah mulai larut malam.


****


"Mbak Yati sebenarnya apa yabg terjadi..??, kenapa sampai Vanya dan Babby Daffa menghilang...?? tanya Aldo pada Mbak Yati dengan penuh rasa khawatir. Mbak Yati pun lalu menjawabnya, "Saya sebenarnya juga tidak tahu Tuan, hanya saja tadi Nona Muda menemukan kalung liontin milik Nyonya Muda dan Sepatu milik Babby Daffa terjatuh di dekat pintu belakang." tutur Mbak Yati asisten rumah tangga yang bekerja di rumah Vanya.


"Astaga... Yaa Tuhan..." ucap Aldo gusar. Sementara disisi lain Aditya yang sedang memapah Neysa berjalan masuk ke dalam rumah pun ikut mendengarnya. Tak berselang lama ponsel milik Aditya pun berbunyi.


Dreett... dreettt... dreettt....


Sontak membuat Aldo yang sedang gusar menoleh ke arah Aditya yang Alan mengangkat teleponnya.


"Halo... Assalamualaikum.." ucap Dina diseberang sana mengucap salam dan membuka obrolan. Ya Dina sedari tadi sudah menciba menghubungi Aditya dan Aldo tapi tidak bisa, dan pada akhirnya telepon yang terakhir bisa tersambung. Aditya pun lalu membalasnya dengan berkata, "Wa'aaikumsalam, Dina... bagaimana apa ada sesuatu..??"


"Tuan... Vanya dan Babby Daffa diculik.."


"Darimana Kak mengetahui jika Vanya dan Babby Daffa diculik, Din... ??


"Dari Exsel pengusaha dari Singapore yang juga merupakan teman Kami SMA menghubungi lewat ponsel ku, tapi kemudian Erlin merebutnya, dan di dalam telepon tersebut Exsel mengatakan jika Baby Daffa dan Vanya sedang bersamanya..." jelas Vanya menjelaskan pada Aditya.


"Lalu??" tanya Aditya.


"Dia bilang akan melepaskan Baby Daffa tapi tidak dengan Vanya karena Dia ingin membalaskan dendamnya dengan Vanya."


"Apaa..., lalu apa hubungan Vanya dengannya Din..??, bagaimana bisa seperti ini..??"

__ADS_1


"Ceritanya panjang Tuan..., nanti Saya akan menceritakannya, untuk saat ini Vanya dan Baby Daffa lebih membutuhkan pertolonganmu..."


"Ya sudah Kak tenang saja.., Aku dan Aldo setelah ini akan ke kantor polisi menemui Alex.., kita akan mencarinya bersama."


"Baik Tuan..." ucap Dina.


"Din.., tolong jaga Istriku baik-baik.., setelah urusan selesai Aku akan segera ke RS." ucap Aditya. Belum sempat Dina menjawab, Aditya pun lalu mematikan teleponnya sebelah pihak.


*****


Sementara di lain tempat nampak seorang dokter cantik sedang terkulai lemah dengan kondisi kedua tangan terikat di kursi dan mulut di bekap dengan menggunakan plester.


"Itu akibatnya jika Kau berani berteriak, Aku akan menambah plester lagi di mulut mu itu." ucap Exsel sambil menunjuk-nunjuk ke arah tepat di mulut Vanya. Exsel yang semakin lama semakin mendekatinya pun lalu mencoba membelai-belai pipi Vanya lalu berkata, "Wajah secantik ini kenapa bisa mengkhianatiku..., ck ck ck..." ucapnya, sementara Vanya memberontak tak ingin di belai oleh Exsel. Dan


Sreettt...


Exsel pun mendongakkan kepala Vanya dengan menjambak rambut Vanya.


"Beraninya Kau mengkhianati Wanita m*rahan... !!" seru Exsel lalu menghempaskan jambakannya, dan


Plaaakkk....


Tamparan keras dilayangkan oleh Exsel di pipi sisi kiri milik Vanya. bahkan Vanya pun sampai tak bisa berbuat apa-apa, bicara saja tidak bisa karena mulutnya dibungkam dengan menggunakan plester.


Vanya yang merasa di siksa oleh Exsel pun hanya menatap Exsel tajam. Vanya sendiri meskipun sudah ditampar oleh Exsel justru tak menyurutkan niatnya untuk melawan Exsel. Seketika saja Ia berpikir, "Aku harus melakukan sesuatu...., Aku nggak boleh lengah di depan si brengs*k Exsel, Aku harus bisa melindungi janinku dan Baby Daffa.." gumamnya dalam hati sambil menatap tajam Exsel.


Sedangkan Exsel yang merasa ditatap oleh Vanya pun lalu berkata, "Kau..., beraninya menatapku... !!" seru Exsel lalu membuka plester yabg membungkam mulut Vanya dengan keras.


"Awww sss..." erang Vanya kesakitan.


"Exsel... kurang ajar Kau... beraninya Kau menculik ku dan menculik Baby Daffa... !!" seru Vanya tak terima.


"Hehh... Kau tenang saja..., Aku akan melepaskan Bayi itu tapi tidak dengan dirimu Vanya... !!" seru Exsel.


"Apa...??, jadi Kau berani mengancam ku...??, itu tidak akan bisa Exsel...!!" ucap Vanya sambil berusaha melepaskan tali yang mengikat kedua tangannya. Exsel pun lalu berkata, "Lakukan saja kalau Kau bisa..."


"Pengawal tolong lepaskan Bayi itu, pulangkan ke rumahnya, setelah itu bawa Wanita itu ke markas ku dan ikatlah dia di atas ranjang tempat tidur ku... !!" ucap Exsel sambil tersenyum menyeringai memerintah para anak buahnya, dan mendapatkan anggukan oleh mereka.


Sontak Vanya pun membulatkan ma tanya sempurna mendengar penuturan Exsel. Ia pun tidak menyerah begitu saja, tapi justru Ia berusaha melepaskan talinya dengan memberontak berusaha kabur.


"Lepaskan kata ku...!!" seru Vanya sambil memberontak karena akan dipindahkan ke markas kebesaran milik Exsel. Ya Exsel sendiri selain seorang CEO dia juga seorang Mafia yang terkenal di Singapore.


"Kurang ajar Kau Exsel tunggu saja pembalasanku..." ucap Vanya, dan


Buk...


Buk...

__ADS_1


Tiba-tiba saja tendangan kaki Vanya melayang tepat di alat k*lam*n kedua anak buah Exsel.


"Arrrgghhh..." erang kesakitan.


"Rasakan itu..." ucap Vanya sambil tersenyum menyeringai.


"Beraninya Kau melawan Kami... !!" seru anak buah dari Exsel tak terima lalu berbalik menyerang Vanya.


Pukulan bogem mentah pun melayang ke arah Vanya, tapi Vanya berhasil menghindarinya dengan tangan yang masih terikat ke belakang.


Srettt...


Vanya menghindarinya dengan memutar badannya.


Srettt...


lagi-lagi Vanya berhasil menghindarinya dengan memutar badannya. Dan seketika saja.


Buk... bukk.. bukk... bukk...


"Arrrggghhh..."


"Mamp*s Kalian... !!" ucap Vanya sambil tersenyum menyeringai. Akhirnya Vanya pun mencoba membuka tali yang mengikat di kedua tangannya dengan menggunakan pecahan beling yang tersedia di gudang itu, dan sedetik dua detik akhirnya Vanya berhasil melepas tali yang mengikat kedua tangannya, meskipun sedikit terluka. Sementara Exsel yang melihat dari arah belakang pun geram dengan perlakuan Vanya terhadap para anak buahnya. Ia pun menghampiri Vanya secara diam-diam.


"Dasar Wanita si*lan..." gumamnya pelan, dan


Sreeggggh...


Exsel memeluk Vanya dari arah belakang.


"Exsel.... lepaskan Aku..." ucap Vanya sambil memberontak di dalam pelukan Exsel, sayangnya kekuatan Exsel lebih kuat di banding Vanya.


"Apa Kau bilang lepas.. !!" tegas Vanya berusaha melepaskan diri. Sementara Exsel mendekatkan dirinya sambil berkata di telinga Vanya, "Tak semudah itu Vanya.., Aku akan melepaskan mu jika Kau mau menikah dengan ku.." ucap Exsel. Sontak membuat Vanya terkejut dan membalikkan badannya, karena Exsel sengaja merenggangkan pelukannya.


"Apaa...??, Kau gilaa yaaa... !!, Aku bahkan sudah mempunyai Suami..., Ex.." ucap Vanya menolak permintaan dari Exsel.


"Dasar penghianat..., Suami mu itu sudah mati Vanya..., jadi jangan berani beralasan lagi...!!" bentak Exsel keras tepat di depan Vanya dengan posisi memeluk Vanya. Tiba-tiba saja Vanya terdiam seketika ketika mendengar bentakan dari Exsel. Sedetik dua detik pandangan mata Exsel dan Vanya kini saling bertemu, dan Vanya yang mulai merasa canggung pun lalu berkata, "Exsel... lepaskan Aku, kumohon..." ucap Vanya dan Exsel pun mulai melepaskan Vanya.


"Aku tahu Kau itu sebenarnya baik tapi kenapa Kau berubah menjadi seperti ini??, lalu kenapa dulu Kau pergi meninggalkanku...??" tanya Vanya bingung dengan sikap Exsel yang tiba-tiba saja berubah.


"Aku berubah karena mu Vanya, Dan apa tadi Kau bilang??, Aku pergi meninggalkanmu..??, heh... Kau justru yang pergi meninggalkanku Vanya..." ucap Exsel sambil menggelengkan kepalanya tak menyangka jika Vanya tak mengakui kesalahannya. Vanya pun lalu menjawabnya dengan berkata, "Karena suatu alasan Exsel..., dulu Aku memilih pendidikan dari pada Kamu..." ucap Vanya jujur. "Tapi tiba-tiba saja Kau menghilang." sambung Vanya lagi.


Sedangkan Exsel yang tak mau kalah pun menjawabnya dengan berkata, "Dan kalau Kau mencintaiku seharusnya Kau menunggu ku bukan menikah dengan si brengs*k Edward..." ucapnya. Vanya yang tidak terima pun lalu membalasnya, "Cukuuupp Exsel..., Edward bukan pria brengs*k seperti mu yang sudah berani menculik ku... !!" seru Vanya menghentikan ocehan dari Exsel.


*******


**Waduuuhhh waduuuhhh... ada apa lagi ini... guys... makin seru aja ceritanya...

__ADS_1


Maaf ya guys... Author baru sempat Update lagi, karena Author baru kejar target nih di novel Dokter Misterius VS Mafia Kejam.. hehehe...


Jangan lupa tinggalkan jejak Vote, Like, Komen Yaaa... Terimakasih... 🥰🥰🙏🙏**


__ADS_2