Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 203


__ADS_3

Dijebak bukan berarti lepas tanggung jawab


Di saat itu pula Erlin menjatuhkan dirinya terduduk di atas tempat tidur dengan badan terkulai lemah setelah mendengar penuturan dari seseorang di balik telepon yang tidak lain adalah Ibu Nia yang merupakan ibu kandung dari Dera.


Sementara Aditya yang melihat sang Istri hanya terdiam pun lalu membuka suaranya dengan berkata, “Sayang, ada apa? Siapa yang menelponmu?” berbagai pertanyaan dilontarkan oleh Aditya pada sang Istri yang menangis terdiam tanpa mengeluarkan suara, setelah menerima telepon tersebut.


Sontak saja pertanyaan dari Aditya membuat Erlin tersadar dari lamunannya dan beralih mengarahkan pandangan menatap sang Suami dengan tatapan mata tajam, lalu melangkahkan kakinya menghampiri sang suami, dan


Plaakkkk ....


Tamparan keras dilayangkan oleh Erlin pada Aditya yang kini berada tepat di depannya. Betapa terkejutnya Aditya melihat perilaku sang istri yang tiba-tiba saja menamparnya.


“Mommy sayang ..., kenapa kau malah menamparku?” tanya Aditya bingung dengan tingkah sang istri yang tiba-tiba saja menamparnya.


“Masih bertanya kenapa haa? Kau tau siapa tadi yang menelponku?  Dia Ibunya Dera, Mas ..., dan kau tahu? Dia telah mengatakan kepadaku bahwa Dera hamil anakmu! Puas kau Mas, sudah menyakiti perasaanku dan sudah membuatku hancur! Puaskah kau sudah membuat masa depan Daffa hancur berkeping-keping?  Hiks ... hiks ... hiks ...” tanyanya dengan nada meninggi dan menangis histeris sambil menarik-narik kerah kemeja sang suami.


Sementara Aditya membulatkan matanya sempurna karena terkejut mendengar ucapan dari sang istri. “Apaa? Dera hamil? Tidak, itu tidak mungkin Erlin, Aku tidak pernah melakukan hubungan badan dengannya  ...” Aditya berusaha mengelak, karena ia merasa tak melakukan hubungan terlarang dengan Dera.


“Cukup Mas! Jangan mengelak lagi, aku tak butuh penjelasan darimu!” bentak Erlin melawan perkataan Aditya. Aditya pun dengan cepat menjawabnya dengan berkata, “Tapi Sayang, kakak ipar sudah membawakan bukti itu padamu, jadi Mas mohon kepadamu agar kau percaya jika aku melakukan semua itu karena dijebak, Yang ...” jawabnya dengan nada memelas dihadapan Erlin.


Sedangkan Erlin yang mendengar pernyataan dari sang Suami pun hanya terdiam mencoba mencerna perkataan dari sang suami dan menatap manik mata sang suami yang tersirat tak ada kebohongan di matanya.


Erlin pun lalu menjawabnya dengan berkata, “Hmmm, baiklah .., kalau begitu perlihatkan bukti tersebut kepadaku. Aku ingin melihatnya!” pintanya pada sang suami.


Aditya yang mendengarkan jawaban dari sang istri pun akhirnya bernafas lega. “Huuhhh ..., terima kasih Sayang ..., kau sudah mau mendengarkan perkataanku, bukti itu ada di bawah, dan kau bisa melihatnya besok, karena hari sudah tengah malam ...”


“Aku tak perduli, Mas! Aku ingin melihat bukti itu sekarang juga ...” sahut Erlin lalu keluar dari kamar meninggalkan sang suami yang hanya terdiam menatap kepergian Erlin sambil mengacak-acak rambutnya.


“Ya Tuhan ..., aku sangat berharap, Erlin tak akan marah lagi setelah melihat rekaman cctv yang di bawa kakak. Meskipun bukti itu mungkin belum cukup buat istriku, tapi setidaknya bukti itu bisa membuat istriku berpikir lagi jika aku sedang di jebak ...” Aditya bergumam dalam hati dengan penuh harap. Tanpa mereka sadari ponsel milik Erlin ternyata masih menyala dan belum matikan oleh sang empu, sampai-sampai Ibu Nia yang merupakan Ibu dari Dera pun mendengarnya dengan tersenyum senang karena rumah tangga Aditya dan Erlin kini hancur berantakan.


Sementara di sisi lain, Erlin kini sedang berjalan menuruni tangga, di saat itu pula semua mata mengarahkan pandangan menatap Erlin yang sedang menuruni anak tangga.

__ADS_1


Tap .. Tap ... Tap ...


Derap langkah kaki Erlin melangkah dengan begitu cepat menuruni anak tangga.


“Erlin ...” gumam mereka semua menatap kedatangan Erlin.


Sementara Erlin pun lalu mengarahkan pandangan menatap sang kakak yang terlihat sedang mengutak-atik laptopnya, lalu membuka suaranya dengan berkata, “Kak Yudha, cepat berikan bukti itu kepadaku!” pinta Erlin pada


sang kakak.


Sang kakak pun lalu menyahutnya dengan berkata, “Kau tak perlu melihat bukti itu Er, karena kakak yakin jika kau pasti tetap akan marah dengan suamimu meskipun bukti itu ada, dan meskipun sebenarnya bukti itu belum cukup buatmu ...” ucap sang kakak melarang Erlin untuk melihat bukti yang dibawanya.


“Kenapa kau berkata seperti itu, kak? Apa jangan-jangan benar Mas Aditya menghamili Dera?” tanya Erlin menatap sang kakak dengan tatapan mengintrogasi dan penuh rasa curiga.


Sontak saja perkataan dari Erlin membuat Yudha tersulut emosi. “Cukup Erlin! Kenapa kau bisa berkata seperti itu? Suamimu itu hanya dijebak! Dan perlu kau tau, kakak sangat yakin jika suamimu tak bersalah, dan sekarang lihatlah!” ucap sang Kakak memberitahu Erlin agar melihat bukti yang kali ini di putar oleh Yudha di sebuah layar televisi tepatnya menggunakan rekaman dvd.


Betapa terkejutnya ketika Erlin melihat Levi membawa sebuah nampan berisikan dua buah minuman menuju ke arah ruang CEO.


“Kau benar Dik ..., sekarang kau percaya bukan jika suamimu telah dijebak?” tanya sang kakak menatap Erlin yang sedang mencermati rekaman cctv yang menampilkan gerak-gerik Levi yang berjalan ke ruangan Dera.


“Ke ruangan Dera?” berbagai pertanyaan muncul dalam benak Erlin, sambil mengusap air matanya yang jatuh membasahi pipi. Sementara Yudha yang melihat Erlin terdiam mencermati rekaman tersebut pun lalu membuka suaranya dengan berkata, “Coba perhatikan baik-baik, Er, dan kalian semua sekali lagi tolong perhatikan baik-baik, jika Aditya telah di jebak!” pintanya agar Erlin dan seluruh keluarga mencermati rekaman tersebut dengan teliti.


Dan pada akhirnya di dalam video tersebut menampilkan Dera keluar dari ruangan CEO menuju ke ruangannya untuk mengambil minuman yang di bawa Levi, untuk di bawanya ke ruang CEO. Erlin sangat tak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang, ia hanya menggeleng pelan dan berkata, “Yaa Allah ..., ini ..  ini .. tidak mungkin ...” ucapnya tertegun melihat rekaman tersebut.


“Bagaimana istriku? Apakah kau sudah percaya dengan bukti yang sudah ada?” sahut seseorang tersebut sedang menuruni anak tangga. Seketika saja semua orang yang berada di ruang keluarga mengarahkan pandangan menatap kedatangan seseorang itu, yang tidak lain dan tidak bukan adalah Aditya Bramansta Wijaya.


Sementara Erlin pun lalu membuka suaranya dengan berkata, “Hmmm, aku percaya kepadamu, Mas ..., tapi itu bukan berarti kau lari dari tanggung jawabmu ...” ucapnya sambil berjalan ke arah Aditya.


“Apa maksudmu Yang ... ? Bukankah kau sudah percaya denganku? Lalu kenapa kau berkata seperti itu kepadaku ?” tanya Aditya bingung dengan sikap sang istri.


“Mas .., apa kau lupa, jika Mas telah membawa Dera masuk ke dalam kamar? Dan kau hiks .. hiks ... melakukan hubungan terlarang itu Mas ...” ucap Erlin dengan menangis tertahan.

__ADS_1


Aditya pun lalu memegang kedua pundak sang istri berusaha meyakinkannya dengan berkata, “Erlin tolong dengarkan Mas ..., Mas tidak pernah melakukan itu Erlin! Meskipun cctv di dalam kamar dalam kondisi mati, tapi tolong percayalah kepadaku, aku tidak pernah melakukan hubungan terlarang itu Erlin ..., aku seperti itu karena dijebak ...” tuturnya berusaha meyakinkan sang istri.


“Iya Mas, aku percaya jika Mas telah di jebak! Tapi bukan berarti Mas bisa lepas tanggung jawab, jika Dera telah hamil anakmu, Mas! Hiks ... hiks ... hiks ...” Erlin menyahutnya dengan menangis sesenggukan. Seketika saja penuturan dari Erlin membuat semua orang yang berada di ruangan tersebut terperangah mendengarnya.


“Apa? Dera hamil?” gumam seluruh keluarga yang berada di situ pelan dengan nada keterkejutannya. “Erlin apa yang kau katakan, Nak .. ??” tanya Mama Ita pada Erlin namun tak digubris oleh Erlin.


Sementara Aditya yang mendengarkan penuturan dari istrinya pun lalu menjawabnya dengan berkata “Tapi Er, Aku tak melakukan semua itu ...” jawabnya kekeh dengan pendiriannya. Karena ia sangat yakin, bahwa ia tidak melakukan hubungan badan dengan Dera sampai di luar batas.


Lagi-lagi Erlin pun menjawabnya dengan berkata, “Aku percaya sama Mas, tapi apa mungkin Mas tak melakukan itu semua Mas .. ? Hiks ... hiks .., Sementara kalian jelas-jelas sedang berduaan dengan kondisi yang sangat menjijikkan! Hiks ... hiks ..., Ya Allah apa salahku sehingga kau memberikan ujian kepada keluarga kecil hamba seperti ini ..., hiks ... hiks ...” ucap Erlin menangis sesenggukan dengan menjatuhkan dirinya ke lantai.


Aditya yang melihat sang istri berantakan pun merasa tak tega, ia pun akhirnya membantu sang istri untuk berdiri dengan berkata, “Sayang, jangan seperti ini ...” Aditya membujuk sang istri dengan memeluknya.


“Tapi Dad .., kau telah menghamilinya ..., kau menghamili Dera ... ! hiks ... hiks ...” sarkas Erlin dengan menangis sesenggukan sambil memberontak mencoba melepaskan pelukan dari Aditya.


Dan Aditya pun lalu mencoba menjelaskan lagi kepada sang istri dengan berkata, “Itu belum tentu kebenarannya, Mom ..., kita bisa mencari buktinya nanti ...”


“Tapi Mas, bagaimana jika bukti itu membuktikan kau lah yang menghamili Dera? Bagaimana denganku dan juga Daffa, Mas? Bagaimana? Hiks ... hiks ... hiks ...” Erlin menangis histeris sambil memukuli dada bidang Aditya.


Sementara Aditya hanya bisa terdiam membisu, tak bisa menjawab berbagai pertanyaan yang dilontarkan sang istri kepadanya. Bahkan Aditya hanya bisa berusaha merengkuh tubuh sang istri untuk dipeluknya dengan maksud untuk menenangkannya. Entah mengapa hati Aditya merasa hancur ketika Erlin mengatakan seperti itu kepadanya. Padahal belum ada bukti jika dirinya telah menghamili Dera.


**


Aditya POV :


^^^Maafkan aku istriku, aku belum bisa memberikan yang terbaik untukmu. Maafkan aku jika selama ini aku ada salah denganmu, maafkan aku jika aku telah mengecewakanmu, hingga membuat hubungan rumah tangga kita retak hanya gara-gara ulah seseorang yang telah menjebakku.^^^


Bersambung ....


...****************...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2