Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 46


__ADS_3

" Cekleekkkk....


" Selamat malam calon mama mertua....ucap seorang wanita cantik yang sudah berada di depan pintu mansion keluarga Wijaya.


" Haaa... Apaaa... ?? jawab Mamah Ita, ia tidak menjawab sapa'an dari Clara, akan tetapi malah berbalik nanya.


" Selamat malam calon mama mertua..." sapa Clara lagi.


" Clara kamu.... ada apa kamu kemari...?? ucap Mamah Ita berusaha lembut.


" Oh ya satu lagi Ra....,, jangan sebut saya calon mama mertuamu, ingat itu.... !! ,, karna saya bukan calon mama mertuamu... " tegas Mamah Ita penuh dengan penekanan.


" Tamu mamah siapa sih...kok berisik banget... ???" gumam Vitalia yang akan menaiki anak tangga,tapi ia urungkan niatnya, karena mendengar keributan di depan, lalu menghampiri sang mamah di depan. Vitalia pun terkejut melihat siapa yang datang.


" Claraaa.... Lo.... ?? ngapain kesini...??? pergi nggak...!!! " Vitalia, dengan nada tinggi,


sedangkan sang mamah berusaha menenangkan putrinya yang entah kenapa tersulut emosi.


" Vitalia... sudahh.... ,dengarkan dia dulu... " pinta mamah Ita pada putrinya.


" Tapi mah... diaaaa..... ucap Vitalia terhenti..


" hiks hiks.. hiks... tante... saya kesini ingin menyampaikan bahwa saya ingin meminta pertanggung jawaban setelah apa yang diperbuat Aditya tante....hiks hiks hiks... " ucap Clara sambil menangis, seperti orang yang benar-benar tersakiti.


" Bohong mah....... !! teriak Vitalia.


" Diam Vitaa..... !!! " bentak sang mamah pada putrinya.


" Tapi mah... dengerin Vita dulu... " ucap Vitalia, sambil memohon sang mamah agar tak percaya dengan wanita ular itu, akan tetapi mamah Ita tak menghiraukan putrinya untuk bicara satu kata pun.


" Apaa.... ??? apa maksudmu Clara...??!! tanya Mamah Ita lagi,pada Clara.


" Hiks... hikss... Aditya... tan... diaa sudah menghamiliku tan... hikss.... hikss.... " ucap Clara dengan penuh drama. sedangkan Mamah Ita hanya diam menatap Clara tak percaya.


" Claraaa cukup..... jangan fitnah kakakku... kakakku nggak mungkin melakukan itu semua... ,itu semua cuma akal akalanmu sajaaa.... iyaaa kan.... !!!!!?? bentak Vitalia sambil memelototkan matanya tajam ke arah Clara.


" Tapi Vita.... aku benar-benar hamil.... hiks.. hiks... hiks aku sudah dihamili Aditya hiks hiks hiks....ucap Clara, berusaha meyakinkan Vitalia.

__ADS_1


" Cukup Ra...... !!!! bentak Vitalia. sedangkan sang mamah masih syok,tidak percaya apa yang dikatakan oleh Clara.


" Nggak.... nggak... mungkin Aditya menghamilimu....,, ini nggak mungkin.... Clara....!! kamu hanya mantan tunangan nggak lebih dari itu...,,apalagi kalian tidak pernah berhubungan sama sekali...,, jangan bohong kamu Ra.... !!! hiks... hiks.. hiks... " ucap mamah Ita menggelengkan kepalanya,sambil menangis histeris.


" Mah.... mamah tenang mah... dia bohong mah... dia udah fitnah kakak... " ucap Vitalia menenangkan sang mamah sambil memeluknya.


" Dia bohong kan Vitalia.. itu tidak benar kan... hiks.. hiks... hiks... tanya mamah Ita pada Vitalia, berusaha meyakinkan dirinya sendiri.


" Nggak.. mah..... , udah mamah tenang ya..." ucap Vitalia sambil mengusap air mata sang mamah.


" Tapi Vitaa.... dengerin gueee... hiks... hiks... ini benar-benar anak dari kakak Lo... hiks.. hiks..." ucap Clara penuh drama. Vitalia pun tak semudah itu percaya dengan omongan Clara, karna ia sudah tau kebusukan Clara selama ini.


" Nggak... ,Lo... memang hamil tapi itu bukan anak dari kakak gueee.... Dasar wanita J***** pergi nggak dari sini.... pergi.... !! bentak Vitalia sambil menunjuk-nunjuk Clara, agar ia segera pergi dari mansion Wijaya, akan tetapi bukan nya pergi ia malah semakin menjadi.


" Vitalia.... Lo tegaaa bangett sama bayi guee... Lo tega banget sama gueee.... hiks hiks hiks.... " ucap Clara semakin mendramalisir keadaan.


sedangkan tuan Wijaya dan Aditya yang sedang asyik menonton tv sangat terganggu dengan suara keributan di depan sana.,?mereka pun lalu menghampiri sumber suara keributan tersebut..


" Nak... yang dikatakan Clara tidak benar kan...sayang...?? "ucap mamah Ita masih sangat terlihat syok.


" Enggak mah.... ,, sudah mamah jangan terhasut olehnya mah.., inget mah dia itu licik... , ucap Vitalia lalu mengeratkan pelukan sang mamah lagi.


" Tapi Vitaa.... guee mohon... percaya sama guee Vitaaaa... ini keponakan Lo.... ini darah daging dari Aditya kakak Lo.... hiks hiks... " ucap Clara masih sambil memohon-mohon ke arah Vitalia, supaya percaya dengannya.


" Cukup Ra.... pergi nggak Lo dari sini.... pergi.... !! " bentak Vitalia lagi. tiba-tiba ada suara bariton memecah keributan tersebut.


" Ada apa ini...... ??!!! ucap tuan Wijaya memecah keributan tersebut. ya Tuan Wijaya datang bersama putranya siapa lagi kalau bukan Aditya.


" Tuan... tolongin saya.... hiks.. hiks... " ucap Clara seraya memohon pada tuan Wijaya.


" Claraaa.... kenapa kamu kesini malam-malam " ucap tuan Wijaya heran dengan kehadiran Clara malam-malam, dengan keadaan basah kuyup, karna diluar sedang hujan deras.


" Pah.. dia sudah buat mamah seperti ini pah... , usir dia pah..!!!. "adu Vitalia pada sang papah, dengan penuh emosi.


" sebenarnya ada apa ini dek...?? tanya Aditya memotong pembicaraan. tapi belum sempat Vitalia menjawab, Clara menyela pembicaraan mereka.


" Dit.... kamu harus bertanggungjawab setelah apa yang kamu perbuat padaku dit... hiks hiks... ucap Clara penuh emosi bercampur sedih. Akting dari Clara berhasil membuat tuan Wijaya dan Aditya terkejut.

__ADS_1


" Apaaa maksudmu Ra.... ??? tanya Aditya bingung.


" Kamu sudah menghamiliku dit... hiks.. hikss... ini anak kamu...,, pokoknya kamu harus bertanggung jawab dit,, hiks.. hiks... ucap Clara memelas.


" Apaaa....???? Cukup Claraaaa.... jangan memfitnahku...itu bukan anakku.... !!! " bentak Aditya menatap tajam ke arah Clara.


Plaaakkkkk


" Dasar anak tak tau diri.... " ucap tuan Wijaya pada putranya.


" Tapi pah... Aditya nggak merasa melakukan semua itu pah.... " ucap Aditya,berusaha membuat sang papah untuk percaya padanya.


" Cukup Dit... ini semua sudah cukup bukti... kalau kamu sudah menghamilinya...


" Tapi pahhh.... diaaa.... " ucap Aditya terpotong


" Cukup Aditya Bramasta Wijaya.....,, selama ini papah salah menilaimu... , dan kamu Clara.. Aditya akan menikahimu besok.. dan masuklah nak... , minta bik sumi untuk menyiapkan kamar untukmu....titah tuan Aditya. Clara pun lalu masuk ke dalam mansion Wijaya, ia pun tersenyum penuh kemenangan, karna misinya telah berhasil, Aditya yang melihat pun menatap tajam kearah Clara.


" Pahh..... Pleaseeee.... kali ini tolong percaya sama Aditya pah.. , Aditya itu nggak cinta sama Clara pah... dia hanya mantan tunanganku saja pah.... ,, aku cintanya hanya sama Erlin pah... pleaseee kasian Erlin pah..... " ucap Aditya bersimpuh di depan tuan Wijaya,ucapannya sangatlah tulus bahkan sampai mengeluarkan air matanya, ia tak berkutik sedikitpun, karna hatinya sudah terpatri hanya dengan seorang yang begitu sangat ia cintai,yaitu Erlin Putri Sanjaya.


" Pah.... papah nggak salah kan.. sudah percaya sama wanita ular itu..?? liat mamah seperti ini gara-gara dia..!!! ." ucap Vitalia penuh emosi.


" Dek....,, Dia sudah benar.., kalau dia kesini untuk meminta pertanggung jawaban dari ayah si bayi.... jadi jangan protes lagi..." ucap tuan Wijaya dingin.


" Tapi pah... dia itu bohong..... ,kenapa papah percaya begitu saja sama dia...??? kasian Erlin pah..., Clara itu hamil tapi bukan hamil anak kakak..." tegas Vitalia berusaha menjelaskan semuanya.


" Cukup.. dek.... Papah.. nggak mau tau,.. kakak kamu harus bertanggung jawab dengan semua apa yang telah ia perbuat....!! " jawab tuan Wijaya dengan lantang.


" Itu tidak benar Pah.... hiks.. hiks... , mamah yakin Aditya tak melakukan semua itu Pah...,, bagaimana bisa papah melakukan keputusan secara sepihak...., lantas apa yang akan kita katakan pada keluarga Sanjaya nanti... hiks hiks... mamah hanya mau Erlin jadi menantu kita pah.. bukan Clara.... hiks.. hikss.. hikss...


Plakkkk.....


" Papah..... " teriak Aditya dan Vitalia, mereka tak percaya apa yang sudah dilakukan papah mereka, terhadap sang mamah.


" Tega kamu pah.. sudah berani menampar mamah.... ucap Mamah Ita, sambil memegang pipinya menahan sakit.


" Cukup pah... tak seharusnya papah memperlakukan mamah seperti itu... !!! ucap Aditya penuh emosi.

__ADS_1


" Sudah Mah... Dek..... Ayooo.... jangan hiraukan papah... doakan saja biar papah sadar apa yang sudah ia lakukan tadi.... ucap Aditya lalu mengajak mereka pergi meninggalkan tuan Wijaya sendirian. mendengar perkataan Aditya, sang papah hanya bisa diam termenung dengan apa yang sudah ia lakukan.


... "*Cepat atau lambat ke**bohongan akan terungkap pada waktu yang tepat*"...


__ADS_2