
Bukti Yang Kurang Valid
"Tunggu ... !!" teriak seseorang yang datang dari balik pintu. Siapa lagi kalau bukan assisten Dera yang datang. Seketika saja semua mata mengarahkan pandangan ke arah Dera.
"Percuma saja, Tuan hanya memutar CCTV yang ada di ruangan anda, karena orang yang telah mencampuri minuman itu tidak di sana!" seru Dera dengan berjalan memasuki ruangan meeting.
"Apaa??" Ucap semua orang yang ada di ruang meeting secara bersamaan.
"Tanya saja sama dia! Dia lah yang sudah menjebak kita!" tegas Dera sambil menunjuk ke arah Levi. Sementara Levi yang merasa dirinya ditunjuk pun tak terima. Ia lalu berkata, "Apaa? Jaga ucapanmu Dera!" serunya dengan salah tingkah.
Sedangkan Erlin, kini beralih menatap Levi dengan tatapan mengintimidasi. "Levi, apa benar yang di katakan oleh Dera?" tanyanya.
"Ehh, emmh ti .. tidak Er, itu tidak benar..." jawab Levi dengan tergagap menjawab pertanyaan dari Erlin.
"Lalu kenapa kalau itu tidak benar, kau terlihat panik?" balas Erlin dengan tatapan mengintrogasi. 'Ya, kini Erlin berbalik menyerang Levi, karena ia merasa ada yang disembunyikan olehnya.'
Namun sayangnya saat mereka sedang berdebat, rekaman CCTV tersebut sudah terlanjur di putar, dan di sana terlihat Dera sedang membawa dua buah minuman yang diletakkan di atas nampan. Dera pun lalu memberikan salah satu minuman tersebut pada Aditya, dan dengan senang hati Aditya menerimanya. Seketika itu pula Erlin pun tersentak ketika melihatnya.
Sementara Levi yang melihat ekspresi dari Erlin pun lalu membuka suaranya dengan berkata, "Kau bisa melihat kan Er? Dia lah yang telah memberikan minuman itu pada Suamimu!" sambung Levi sambil tersenyum penuh kemenangan.
"Tapi Er, Aku benar-benar tak melakukannya! Kami telah di jebak sama dia ..., bahkan dia yang sudah mengantarkan minuman itu ke ruangan ku!" ucap Dera menimpali. Sayangnya ucapan Dera diabaikan oleh Erlin yang kembali menyimak rekaman CCTV tersebut.
Dan di rekaman CCTV tersebut, terlihat Dera bergantian meminum minuman yang telah dibawanya. Tampak selang beberapa menit, Dera memegangi kepalanya. Begitu pula dengan Aditya yang tiba-tiba saja menghampiri Dera yang masih terduduk di sofa lalu membopongnya.
Sementara Erlin yang melihat kejadian itu membulatkan matanya terkejut melihat sang Suami yang tiba-tiba saja membopong assisten Dera.
"Apaa...??" ucap Erlin sambil melongo tak percaya dengan apa yang ia lihat. Begitu pula dengan para karyawan dan karyawati yang juga ikut tercengang melihatnya, termasuk juga dengan Dera dan Aditya. 'Ya, Erlin yang tadinya sudah percaya dengan perkataan Dera kini mulai berubah pikiran lagi setelah melihat rekaman CCTV tersebut.'
"Rasakan kau Er! Hancur bukan perasaanmu? Itu adalah balasanku ketika kau meremehkanku waktu masih di bangku sekolah!" batin Levi sambil menyunggingkan senyumnya.
Seketika itu pula Aditya mematikan layar monitor dengan begitu saja.
"Cukuuuppp! Itu semua tidak benar, Aku benar-benar tak menyadarinya! Aku yakin ada yang mencampurkan sesuatu ke dalam minuman itu, dan Saya ingin membuktikan lagi jika dugaan kalian itu salah!" tegas Aditya membela dirinya sendiri.
Plaakkk...
Erlin melontarkan sebuah tamparan keras di pipi sisi kiri Aditya.
"Sudah Mas, Cukup! Aku tak membutuhkan bukti itu lagi, Mas!" seru Erlin dengan amarah yang memuncak.
"Tapi Er .., ituu..." belum selesai Aditya menyelesaikan ucapannya.
"Stoooppp!! Sudah ku katakan Aku tak menginginkan bukti lagi! Percuma saja, kau menemukan buktinya, karena Aku sendiri juga sudah melihat dengan mata kepalaku sendiri, Mas!" ucap Erlin tersulut emosi, tak terasa air matanya pun ikut jatuh dengan begitu saja.
"Sayang, dengarkan Aku!" ucap Aditya berusaha membujuk sang Istri dengan memegang tangannya.
"Lepas Mas, jangan menyentuhku! Aku jijik sama Mas!" seru Erlin sambil menghempaskan tangan Aditya yang memegang tangannya.
"Tapi Er, Aku benar-benar tak tau dan tak sengaja Erlin! Yang jelas Aku dan Dera tak sengaja melakukannya, dan Aku sangat yakin jika kita telah di jebak!" jawab Aditya yang tak ingin kalah dengan begitu saja.
"Heh, tak sengaja katamu? Dasar baj*ngan, kau Mas! Aku benar-benar muak dengan sikapmu!" umpat Erlin.
Aditya yang mendengar umpatan dari Erlin pun mulai tersulut emosi.
"Berhenti kau mengumpatiku Erlin!" seru Aditya dengan mengangkat tangannya, bermaksud untuk menampar sang Istri.
__ADS_1
"Apaa? Kenapa berhenti? Ayo tampar Mas! Ayo tampar! Hiks.. hiks... hiks..." ucap Erlin dengan nada emosi bercampur sedih. Hatinya kini benar-benar hancur berkeping-keping setelah melihat rekaman CCTV itu. Aditya yang melihat sang Istri tampak histeris pun lalu menurunkan tangannya yang hendak menampar Erlin.
"Sayang, maafkan Aku! Aku benar-benar tak sengaja!" ucap Aditya berusaha meredam emosinya yang hampir saja meledak-ledak.
"Cukup Mas, Aku tak butuh penjelasanmu lagi! Aku mau pergi!" lantang Erlin membalas pernyataan dari Aditya.
"Kak Yudha lebih baik, kita pergi dari sini, sekarang juga!" sambung Erlin lagi dengan mengalihkan pandangan menatap sang kakak.
"Tapi Er ..., rekaman tadi belum cukup bukti!" jawab Yudha berusaha membujuk Erlin. Namun sayangnya jawaban dari Yudha ternyata mendapatkan respon negative dari Erlin.
"Cukup kak! Jangan mengungkit bukti itu lagi! Apa bukti yang sudah ku lihat belum cukup bukti? haa!Lalu kenapa kakak malah membelanya?" tanya Erlin dengan nada meninggi. Belum sampai Yudha menjawabnya Erlin justru malah berjalan cepat keluar dari ruang meeting dengan perasaan penuh rasa kecewa, marah, sedih bercampur menjadi satu. Perasaannya kali ini benar-benar hancur, tak ada sepatah katapun yang bisa terucap, bahkan ia benar-benar tak dapat berpikir jernih setelah melihat bukti CCTV tersebut.
Sedangkan Aditya yang melihat Erlin keluar ruangan pun hanya diam mematung di tempat tak bisa bicara sama sekali. Ia tak tau harus dengan cara apa lagi untuk membujuk sang istri. Hampa sudah hatinya, bukannya menyelesaikan masalah justru karena dirinya sendiri masalahnya justru malah semakin rumit.
...****************...
Sementara Reymond yang sedang berada di luar ruang meeting pun terkejut melihat Erlin menangis dengan terisak.
"Erlin! Kau kenapa menangis?" tanya Reymond pada Erlin. Namun bukannya menjawab pertanyaan dari Reymond, Erlin justru diam tak menggubris Reymond yang bertanya.
Tap .. Tap ... Tap ...
Erlin terus berjalan melewati Reymond yang memanggilnya.
"Kau jahat Mas, kau benar-benar jahat!" gumam Erlin pelan sambil menangis terisak. Sedangkan Yudha kakak Erlin tak bisa berkata-kata selain pasrah melihat hubungan Adiknya sedang di ambang kehancuran.
"Aditya, maafkan kakak! Kakak tidak bisa berbuat apa-apa selain diam, karena kakak merasa ada yang mencoba menjebakmu!" ucap Yudha dingin lalu berjalan keluar dari ruangan tersebut dengan diikuti sebagian karyawan di belakangnya meninggalkan ruang meeting, termasuk dengan Levi. Bahkan banyak caci makian yang keluar dari mulut para karyawan/i mencaci Dera.
"Dasar, pelakor..., tak tau diri ..." ucap salah seorang karyawati memaki Dera sambil menunjuk-nunjuk ke arahnya.
"Eh tapi kalian sadar nggak sih kalau dokter Erlin itu juga selingkuh, jadi ya wajar kalau Tuan Aditya main wanita!" ucap Levi menimpali. Sontak saja penuturan dari Levi membuat Aditya mengeluarkan tanduknya tak terima, Ia pun lalu mengepalkan tangannya geram.
"Levi, tunggu!" seru Aditya berhasil menghentikan language Levi.
Levi pun lalu menoleh ke arah Aditya dengan berkata, "Ada apa Tuan?" tanyanya selembut mungkin. Sayangnya ucapannya justru membuat Aditya semakin tersulut emosi.
"Kuperingatkan kepadamu, jika ternyata kau yang mencampuri minuman itu, Aku tak segan-segan untuk memecatmu dan membuatmu menderita setelah ini! Camkan itu!" tegas Aditya dengan melontarkan berbagai ancaman pada Levi. Namun ucapannya tak digubris oleh Levi yang justru malah berjalan meninggalkan ruangan tersebut.
...****************...
Kini di dalam ruangan tersebut tinggallah Aditya dan juga Dera.
"Tuan, bagaimana ini? Ini semua gara-gara Anda sudah memutar rekaman itu! Hiks... hiks.., hilang sudah harga diriku sebagai seorang wanita Tuan... hiks ... hiks ..."
"Tapi Dee, ku kira dengan bukti CCTV yang ada di ruanganku, Erlin tidak akan marah dan akan mempercayaiku jika Aku tak melakukan hubungan terlarang itu!
"Bukan kah sudah ku bilang tadi, Anda seharusnya menunjukkan bukti bukan hanya di CCTV ruangan Anda saja, tapi di luar ruangan Anda! Sayangnya Anda tak mau mendengarkan Saya, jika bukti rekaman itu justru malah menjadi sebuah kesalahpahaman yang sebenarnya kita tak tau apa-apa, hiks .. hiks .. hiks .." ucap Dera panjang lebar sambil menangis sesenggukan.
"Aku benar-benar hancur, Tuan! Kau lah yang menghancurkan persahabatan Kami! Hiks... hiks..." sambungnya lagi.
"Dera tenangkan dirimu! Aku berjanji setelah ini Aku akan mengerahkan anak buahku untuk menyelidiki rekaman CCTV yang ada di luar ruangan." ucap Aditya.
Saat mereka sedang beradu argument, tiba-tiba saja perut Dera merasakan mual yang begitu hebat. "Hoeekk... hoeekk..." Dera pun menutupi mulutnya dengan tangan.
"Maaf Tuan, Saya permisi!" ucap Dera berpamitan dengan air mata yang menetes membasahi pipi. Sedangkan Aditya yang melihat keanehan dari Dera pun mengerutkan keningnya bingung.
__ADS_1
"Sebenarnya apa yang terjadi dengan Dera?" batin Aditya, berbagai pertanyaan muncul di dalam benaknya.
Tak di sangka di saat Dera sedang keluar ruangan, ia berpapasan dengan Reymond yang menatapnya dengan tatapan anehnya.
"Mengapa Dera terlihat aneh? Tadi Erlin yang menangis, sekarang Dera juga menangis, ada apa sebenarnya?" banyak pertanyaan yang muncul di dalam benaknya. Reymond pun lalu melanjutkan language kakinya kembali untuk masuk ke dalam ruang meeting. Dilihatnya ternyata Aditya sedang sendirian.
"Aditya!" panggil Reymond yang berada di balik pintu. Sontak saja Aditya mengarahkan pandangan menatap kedatangan Reymond.
"Dasar brengsek! Untuk apa kau kemari?" ucap Aditya dengan nada meninggi. Reymond pun lalu dengan berjalan cepat menghampiri Aditya. Ia berkata, "Seharusnya Aku yang bertanya kepadamu, kenapa kau sudah membuat istrimu menangis? Haaa!" bentak Reymond pada Aditya sambil menarik kerah kemeja milik Aditya dengan mencengkeramnya.
"Reymond, lepas ... !!" seru Aditya berusaha melepas cengkeraman kuat tangan Reymond. Bukannya melepas cengkeramannya justru Reymond malah semakin menguatkan cengkeraman tersebut. "Aku tak akan melepaskanmu sebelum kau mengatakan yang sebenarnya kepadaku!"
"Ok ..., ok ..., Aku akan mengatakan kepadamu Rey, tapi tolong lepaskan tanganmu terlebih dahulu," ucap Aditya sambil mengangkat tangannya menyerah. Dan Reymond pun lalu melepaskan cengkeramannya.
"Huh, sebenarnya Erlin sedang marah kepadaku karena Aku telah meniduri assisten Dera..." ungkap Aditya.
Buuukkk...
Sebuah pukulan bogem mentah melayang begitu saja ke arah pelipis Aditya.
"Brengsek kau Aditya! Beraninya kau menyakiti hati istrimu!" ucap Reymond geram dengan apa yang sudah diperbuat oleh Aditya pada istrinya.
"Tenangkan dirimu Rey, Aku belum selesai bicara!" seru Aditya berusaha menjelaskannya.
"Ck, banyak alasan kau, Dit ... !!" balas Reymond, dan
Buuukkkk....
lagi-lagi Reymond melayangkan sebuah pukulan bogem mentah mengarah ke arah perut Aditya.
"Arrggh...." lagi-lagi Aditya di buat Rey merengek kesakitan.
"Bangs*t kau Dit! Kau tau tidak jika kau telah meniduri siapa? Dia adalah wanitaku!" ucap Reymond dengan meninggikan suaranya.
Sontak saja pernyataan dari Reymond membuat Aditya terkejut. "Apaa? Dera wanitamu?"
"Yaaa, dia wanitaku! Kenapa? Apa kau terkejut?" balas Reymond dengan berbalik tanya.
"Tapi Rey.., Aku benar-benar tak sengaja melakukannya, Ak.. akuu benar-benar tak tau Rey! Ada yang berusaha menjebak kami!" terang Aditya menjelaskan. Namun bukannya menjawab pernyataan dari Aditya, Reymond justru malah melayangkan dua pukulan bogem mentah secara bertubi-tubi ke arah Aditya.
Buuukkkk.... Bukkk.....
"Arrgghhh .." rengek Aditya kesakitan dengan memegangi sudut bibirnya yang mengeluarkan darah.
"Ke-pa-rat kau Dit ...!" umpat Reymond dengan menatap Aditya dengan tatapan mata tajamnya. Disaat itu pula ada dua orang pihak keamanan perusahaan datang mencoba meredam situasi.
"Tuan Aditya, Tuan tidak kenapa-kenapa? tanyanya.
"
Bersambung....
...****************...
...----------------...
__ADS_1
^^^Hey Guys.... gimana kabar kalian hari ini??? ^^^
^^^Jangan lupa tinggalkan jejak Vote, Like, Favorite Dan juga Komen Yaaa..... Author sangat menantikan Komentar dari kalian 🥰🥰 Terima kasih 🙏🙏^^^