
Terbongkarnya Rahasia Aldo
Kini Vanya dan juga Edward sudah berada di ruang CEO di perusahaan Sanjaya Entertaiment, sebuah perusahaan yang mengorbitkan berbagai artis pendatang baru di dunia hiburan.
" Edward maumu apa sih sebenarnya...? tanya Vanya dengan nada tinggi.
" Karena Kau telah menggagalkan meetingku dengan clientku, sebagai gantinya dokter Vanya harus mau menjadi bintang iklan di perusahaan Kami, dan dalam iklan tersebut Kau mendampingiku... " terang Edward menjelaskan perjanjiannnya terhadap dokter Vanya.
" Haaa... Apaa...?? gilak yang benar saja... !! " seru Vanya tak terima.
" Hanya itu salah satu cara untuk menyelamatkan kerjasama dengan clientku tadi dokter Vanya..." terang Edward dingin.
" Yaa tapi kan... " ucapan Vanya terhenti
" Tak ada tapi-tapian dokter Vanya..., sekarang cepat tanda tangani kontrak ini sekarang juga.., kalau tidak Saya akan membawamu ke ranch hukum, karena Kau telah ikut campur dalam kerjasama diantara Kami..!! " tegas Edward, seketika Vanya membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang dikatakan Edward. " Whaattt...???, Edward... Kau.., benar-benar nggak waras ya..., cuma melakukan kesalahan sedikit saja sampai segitunya...??, nggak... nggak..., Guee nggak mau...!!!" seru Vanya menolak keinginan Edward, dan bagaimana bisa Edward berkata seperti itu.
" Cepat tanda tangani kontrak ini sekarang juga atau Kau akan...." ucap Edward terpotong oleh ucapan Vanya.
" Stop.. Edward...!!, Ya Gue akan tanda tangani ini sekarang juga dengan satu syarat..." ucap Vanya.
" Apa... itu...?? tanya Edward menyelidik.
" Kau tak boleh menyentuhku sedikit pun ketika proyek iklan itu dibuat.. " ucap Vanya sambil bersedekap dada.
" Ok.. tak masalah bagiku.., tapi aku tidak berjanji soal itu.., karena Anda disini yang bersalah bukan diriku... " Edward sambil tersenyum penuh kemenangan.
" Ck... sial..., apes banget sih Gue hari ini... " gerutu Vanya pelan, sambil memijat pelipisnya yang merasa pusing.
" Sudah nggak usah menggerutu... lakukan saja tugasmu hari ini..., dokter Vanya... "
" Apaaa hari ini...?? Kau benar-benar ya Ed..., ini masih jam kerja tau nggak sih... " ucap Vanya tak terima karena memang masih jam kerja, dan sudah waktunya untuk kembali ke RS untuk bekerja.
" Sudahlah.. daripada ngomong panjang lebar..., Aku setuju..., tapi setelah ini Aku balik ke RS dulu, setelah itu baru bisa kesini..." ucap Vanya, lalu dijawab oleh Edward:" Hmm baiklah..., akan Saya antar ke RS " jawabnya.
" Nggak usah Saya bisa sendiri...!!" tegas Vanya. sambil berbalik badan untuk segera keluargamu dari ruangan Edward.
" Jangan menolakku dokter Vanya..., karena Saya tidak mempercayaimu jika Kau nanti akan kembali kesini.. " jawab Edward dengan nada tingginya, seketika langkah Vanya terhenti Dan berkata:" Terseraahhh deh..., males kalau harus berdebat dengan manusia salju sepertimu.. " terang Vanya ketus.
" Apa...??
" Apa.. apa...., ya sudah cepetan jadi nganter nggak nih ke RS..., gara-gara Anda.., Aku nggak bisa makan tau nggak..." ucap Vanya dengan nada kesalnya.
" Hmmm..., kalau begitu sini tanda tangani ini dulu... " ucap Edward sambil menyerahkan selembar kertas perjanjian kontrak pada Vanya. dan Vanya pun menerimanya, lalu menuju meja kerja Edward untuk menandatanganinya.
" Sudah... nih... " ucap Vanya sembari menyerahkan kertas perjanjian tersebut, dan bolpoint pada Edward.
" Bagus..., ya sudah.. ayo kita ke RS, tapi sebelum itu kita makan dulu.." ucap Edward sambil tersenyum senang menerima perjanjian kontrak tersebut.
" Tapi Ed ini sudah terlambat..." ucap Vanya lesu, sambil mengerucutkan bibirnya.
" Jangan cerewet dokter Vanya..., turuti saja perintahku..." tegur Edward pada Vanya yang sedang mengerucutkan bibirnya kesal terhadapnya.
" Hey.. Kau ini.. jangan di manyun-manyunin gitu jelek tau nggak... "
" Biarin... bukan urusan Lo...!! " seru Vanya ketus sambil berjalan keluar dari ruangan Edward, Ia benar-benar marah dengan perlakuan Edward, sementara Edward hanya tersenyum sinis menanggapi Vanya, lalu mengikuti langkah Vanya dari belakang, sambil menelpon seseorang.
__ADS_1
" Halo...
" Kak..., Edward ngajakin dokter Vanya buat makan dulu ya kak, kasian dia belum makan..." ucap Edward pada seseorang di dalam telpon tersebut.
" Ck... Kau itu Edward ucap salam dulu kek..., nggak sopan tau..." ucap sang Kakak, Ya siapa lagi kalau bukan Erlin Kakak kedua dari Edward.
" Iyaaa iyaa Kak maaf..."
" Laaahh tunggu dulu.., memangnya sedari tadi ngapain saja kalian...??, ini Kamu dimana Dek...?? tanya Erlin diseberang sana.
" Mau ngantar dokter Vanya untuk makan siang Kak setelah itu baru balik ke RS.., karena dokter Vanya sudah ber buat ulah jadi Yaa dia harus menerima konsekuensinya..." terang Edward. seketika Erlin yang berada di seberang sana mengerutkan keningnya bingung dengan yang dimaksud Adiknya.
" Maksudmu???" tanya Erlin bingung.
" Yaa.. dokter Vanya harus menggantinya dengan menjadi bintang iklanku Kak.." jelas Edward. Erlin yang mendengarkan sang Adik berkata seperti itu terkejut, lalu berkata:" Yang benar saja Kau Dek...??, cuma kejadian tak di sengaja saja sampai segitunya...?? Astagaa.... " ucapnya.
" Yaa... karena dokter Vanya menghancurkan semuanya, jadi Dia mau nggak Mau harus menjadi model bintang iklanku nanti..." ucap Edward dingin.
" Susah deh kalau sudah seperti ini, percuma saja Kakak bilangin.., masih saja membantah..."
" Ya sudah kalau begitu.., nanti Kakak bilang damage dokter Intan suruh gantiin Vanya.., bilang sama Vanya nggak usah kembali ke RS, selesaikan dulu masalah kalian biar nggak kepikiran... " sambung Erlin lagi di seberang sana.
" Baik Kak..." jawab Edward menurut, tak terasa Edward dan Vanya sudah sampai di loby utama, tapi disaat mereka mengobrol.., obrolan mereka terdengar di telinga Vanya, tiba-tiba saja ponsel Edward direbut oleh Vanya.
Sreeett..
" Er..., tega banget sih Lo.., Gue denger semuanya tau nggak..." ucap Vanya tak terima dengan pembicaraannya pada Adiknya.
" Hmm... sudahlah Van... nurut saja dengan Edward.., percuma saja Gue jelasin ke Adik Gue..., nggak Ada pilihan lain lagi Van..." terang Erlin di seberang sana.
" Emm.. ya sudah Gue tutup dulu Van.., initiative sudah banyak pasien..., oh ya Kamu nggak perlu balik ke RS.., selesaikan dulu masalahmu dengan Edward.., nanti biar Gue bilang sama dokter Intan buat gantiin Lo..." jelas Erlin.
" Tapi Er... " ucap Vanya terhenti, karena mendengar suara telpon dimatikan.
Tut.. tut.. tut...
telpon dimatikan sebelah pihak oleh Erlin.
" Yahh... dimatiin.. " ucap Vanya sambil melihat ke arah layar ponsel milik Edward, dengan terpaksa Vanya pun menuruti perintah dari Sahabatnya.
" Bagaimana sudah dengar bukan, apa kata Kakakku...?? " sindir Edward bertanya pada Vanya.
" Hmm.. iya deh iyaa..., ya sudah ayo buruan... keburu laper nih perut... " ucap Vanya, sambil mengerucutkan bibirnya, membuat Edward yang melihat terkikik geli dengan tingkah laku Vanya yang seperti anak kecil.
****
Sementara disisi lain Aldo terlihat begitu mesra dengan Kekasihnya Laras, di sebuah kantin dekat RS, bahkan banyak mata memandang ke arah kedua pasang kekasih itu dengan tatapan aneh.
" Yang... kenapa sih mereka semua menatap kita?? " tanya Laras pada Aldo yang sedang menyeruput Es Jus.
" Biarkan saja..., jangan hiraukan mereka..." ucap Aldo pada sang Kekasih.
" Mas Aldo.. Aku ingin menjenguk Ibumu boleh...??" tanya Laras memastikan, sontak membuat Aldo terkejut, karena selama ini Kekasihnya tak mau menjenguk Ibunya.
" Kau yakin Sayang mau bertemu dengan Ibuku..??" tanya Aldo memastikan. dan Laras pun menjawab:" Yakin lah Mas..., ini semua demi kebaikan kita.., Mas... " ucapnya.
__ADS_1
" Jadi...???
" Ya Aku akan bujuk Ibu agar dokter itu mau menjadi Istri Mas Aldo buat merawat mereka, setelah dokter itu jadi Istrimu, Aku mau Mas menikahiku secara resmi, lalu Mas menjadikanku ratu sehari-hari tanya menyuruhku sedikit pun.. " jawab Laras.
" Tapi Sayang apa itu tidak terlalu berlebihan..., jika Kau ingin... bagaimana jika kita menikah bertiga..??" tanya Aldo pada Laras Kekasihnya.
" Tapi Mas..., bagaimana kalau dokter itu menolakmu.." rengek Laras dengan nada manjanya.
" Sudah tenang saja Yang..., Mas akan cari cara agar Dia mau menikah denganku... " jawab Aldo santai.
" Seriuss Mas...??" tanya Laras memastikan.
" Iya Sayang..., Mas serius... " jawab Aldo sambil membelai rambut Laras.
" Thanks Sayang..." ucap Laras sambil menci*m pipi Aldo.
" Eh tapi tunggu dulu..., apa nanti Ibu dan anak-anak setuju...??" tanya Laras, tapi Aldo hanya diam tak menanggapinya. sementara dari kejauhan, ada sepasang mata yang melihat ke arah mereka, dan mendengarkan pembicaraan mereka, lalu seseorang itu tiba-tiba saja menghampirinya, seketika saja...
Sreettt....
sebuah tangan menarik kerah kemeja milik Aldo.
Bukkk...
pukulan bogem mentah melayang di pipi sisi Kiri Aldo.
" Br*ngs*k Lo.., Do... " ucap Aditya. ya Dia adalah Aditya Bramasta Wijaya sahabat sekaligus mantan asisten pribadi Aditya.
" Sshhh... Aditya... " gumam Aldo sambil mendesah kesakitan.
" Yaa... ini Gue..., Dan Lo Nona..., Gue minta jauhin Aldo atau kalau tidak.., Saya tidak akan segan-segan membuat keluargamu hancur berantakan... " ucap Aditya dengan nada owner ancaman.
" Aditya..., tutup mulutmu...!!" serum Aldo tak terima, dengan perbuatannya terhadap Kekasihnya, tapi tak di indahkan oleh Aditya, dan Aditya pun berkata:" Dan Lo Do..., maksudmu apa Haaa..??, Lo mau nikahin dua Wanita sekaligus...??
" Karena Gue cinta dengan kedua-duanya Dit... jangan ikut campur urusanku... "
" Br*ngs*k Lo Do...." Aditya tersulut emosi.
Buk...
Aditya melayangkan lagi sebuah pukulan bogem mentah ke arah bibir sisi kanan Aldo, bahkan pukulan tersebut menyebabkan Aldo sampai terjatuh ke lantai.
Tess... tess... tess..., tak terasa darah segar menetes di ujung bibir Aldo. Dan Laras pun segera menolong Kekasihnya untuk berdiri kembali.
" Itu adalah balasan jika Kau berani melawanku Aldo..., Gue sangat kecewa sama Lo...!!" ucap Aditya dengan penuh amarah.
" Yang jelas ini menjadi urusanku.., karena ini menyangkut masalah hati orang banyak, Do... " tegas Aditya.
" Aditya... sudah kubilang jangan ikut campur urusanku...!! " bentak Aldo tak mau kalah dengan Sahabatnya, sambil membalas Aditya dengan menarik kerah kemeja miliknya, lalu Aldo akan melayangkan sebuah pukulan untuk Aditya, tetapi ada sebuah suara menghentikan aksi dari Aldo.
" Hentikan.....!! " teriak seseorang itu mengehntikan keributan tersebut.
***** Hey Guys... selamat membaca jangan lupa bersyukur..., dan Sehat selalu buat para Readers *****
Akankah Aldo tetap akan menikahi Laras dan Vanya sekaligus...?? tunggu cerita selanjutnya.
__ADS_1
Jangan lupa Vote, Like, Komen, Dan Favorite Ya... Terimakasih... 🥰🥰🙏🙏