Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik

Kisah Cinta Ceo Dan Dokter Cantik
Episode 122


__ADS_3

Keputusan Vanya Dan Edward


Sementara kini Edward dan Vanya sudah berada di ruangan direktur utama RS.Wijaya untuk disidang oleh Aditya dan para orangtua.


" Edward..., maksud kamu apa..??, kenapa tadi kamu bilang jika akan menikah dengan dokter Vanya...??" tanya tuan Sanjaya pada sang Anak.


" Pih... ini sudah keputusan dari kami Pih... " ucap Edward.


" Benar Om..., ini sudah keputusan kami..., jadi saya mohon Om restuilah hubungan kami..." ucap Vanya to the point.


" Apa-apan ini..., kenapa kalian tiba-tiba saja memutuskan sesuatu tanpa di pikir panjang...??" tanya tuan Sanjaya dengan nada tinggi.


" Papih..., tenangkan dirimu... kita bicarakan baik-baik... " ucap Aditya berusaha meredam situasi.


" Oh ya dokter Vanya.., Orangtuamu sudah Saya suruh kesini.., begitu pula dengan Aldo.., dia juga Saya suruh kemari..." ucap Aditya memberitahu Vanya, sontak Vanya pun terkejut dengan apa yang dilakukan atasannya yang merupakan Suami dari Sahabatnya. Ya sebelumnya memang Aditya baru saja menghubungi orang tua dari Vanya, mereka di minta datang oleh Aditya ke RS miliknya, begitu pula dengan Aldo, dia di suruh Aditya untuk segera kembali lagi ke RS tanpa membawa Laras Kekasihnya.


Flashback On


Pembicaraan di dalam telpon:


" Ya Dadd, Saya tadi menghubungimu, tapi tidak bisa.." ucap Aditya pada seseorang yang sedang berbicara dengannya melalui ponsel.


" Maaf Dit..., ini soalnya Daddy baru keluar sama Mommy Valen..., ada apa Nak.., tumben menghubungi Daddy...? tanya tuan Ferrari heran dengan Aditya yang tiba-tiba saja menghubunginya. Ya semenjak Aditya menikah dengan Erlin, Aditya memutuskan memanggil orangtua Vanya seperti sang Istri yang memanggilnya dengan sebutan Daddy dan Mommy.


" Kebetulan sekali Dad.., Aditya hanya meminta Daddy sama Mommy sekalian datang ke RS sekarang, ada urusan penting ini menyangkut soal Vanya.. " ucap Aditya diseberang sana.


" Vanya...?? tanya tuan Ferrari bingung.


" Iya Dad..., mending Daddy langsung kesini saja.., kita akan bicarakan baik-baik.. " jawab Aditya berusaha memberi pengertian pada tuan Ferrari, sedangkan tuan Ferrari mengerutkan keningnya bingung dengan ucapan Aditya, lalu membalasnya dengan berkata:" Hmm... baiklah Nak..., kalau begitu kita akan segera kesana.. "


" Terimakasih Pih... "


" Sama-sama Nak.... " ucap tuan Ferrari lalu mematikan ponselnya.


Setelah menghubungi orangtua Vanya, Aditya pun lalu memencet tombol ponselnya lagi untuk menghubungi Sahabatnya.


Tut.


Sambungan telpon pun terhubung.


" Halo Do..., Gue minta Lo kembali ke RS sekarang juga... " titah Aditya diseberang telpon.


" Isshh.. ck... ada apa sih Dit...??, gangguin Gue pacaran saja.. " ucap Aldo yang sedang bermesraan di dalam mobil.


" Lo boleh pacaran lagi Do..., tapi nanti..!!" seru Aditya.

__ADS_1


" Ck....Apaan sih Lo... nggak penting..." ucap Aldo cuek.


" Sekarang juga Gue minta Elo balik lagi ke RS.., dan kalau tidak Gue akan cabut seluruh aset yang sudah Keluargaku berikan untukmu...!!" tegas Aditya dengan nada penuh ancaman.


" Laahh... ck... iyaa iyaaa bawel amat sih.." jawab Aldo kesal.


" Tapi ingat jangan bawa Kekasih jal*ngmu itu kesini... " ucap Aditya lagi memberi peringatan, tanpa menunggu jawaban dari Aldo, Ia mematikan telponnya.


Tut...


Di dalam mobil


" Ckkk... sial..., maafkan Aku Babe.., terpaksa Aku harus balik lagi ke RS.., ada meeting penting dengan Aditya... " bohong Aldo pada Laras, karena Ia sendiri tak tahu mengapa Sahabatnya menyuruhnya kembali ke RS.


" Terus Aku gimana dong Mas... " ucap Laras manja di pelukan Edward. Ya mereka sehabis dari RS memutuskan akan pergi ke apartment milik Aldo, akan tetapi Aditya justru malah menyuruhnya untuk balik lagi ke RS.


" Sayang..., kan Mas cuma sebentar..., atau begini saja Kamu cari taksi saja buat kamu pulang... " Aldo memberi saran pada Kekasihnya.


" Hmmm... okey deh..., tapi Sayang harus janji ya kalau nanti jemput Aku lagi... " ucap Laras dengan nada manjanya.


" Iya Sayang nanti Aku jemput jika urusanku sudah selesai... " ucap Aldo sambil mengecup tangan Kekasihnya.


" Ya sudah kalau begitu Aku cari taksi dulu..., lain kali jangan begini ya Sayang... Aku nggak Mau pisah sama Kamu... " ucap Laras dengan nada ketusnya.


" Ck... iyaa iyaaa... Mas janji..." balas Aldo sambil mengacak-acak rambut dari Kekasihnya, dan Laras pun segera keluar dari mobil milik Aldo untuk mencari taksi.


Sementara di ruangan Aditya kini penuh dengan ketegangan, bahkan Edward Dan Vanya tak menyangka jika akan terjadi seperti sekarang ini.


" Sebenarnya ada apa dengan kalian, Nak...?? tanya Mamih Dewi menatap Edward dan Vanya secara bergantian.


" Kalian jangan hanya diam saja..., jelaskan pada mereka...!!" ucap Aditya dingin. sedetik dua detik Edward pun mulai bersuara, dan berkata:" Jadi begini Pih.. Mih... Pah.. Mah..., Vanya ternyata sejak dulu sudah menyukai Aldo.. " ucapnya terhenti, karena di potong oleh Vanya.


" Stop Ed..., biarkan Aku saja yang menjelaskan pada mereka..." ucap Vanya, dan Edward pun sejenak menghentikan ucapannya.


" Tunggu...!!, Saya ikut menyimak..." ucap tuan Ferrari yang tiba-tiba datang memotong pembicaraan Vanya, sontak membuat semua mengarahkan pandangan ke arah tuan Ferrari dan Istrinya.


" Dad... Mom..." gumam Vanya sambil menatap ke arah orangtuanya bingung.


" Ya sudah lanjutkanlah..., Kami ingin mendengarkanmu.." titah tuan Ferrari pada sang Anak


" Jadi begini.., dulu Saya sangat kagum dengan tuan Aldo, bahkan Saya juga menyukainya karena menyelamatkanku dari dokter Irsyad, dia sangat perhatian padaku, tapi seiring berjalannya waktu, Saya bertemu dengan keluarga Aldo.., hingga akhirnya Saya mengetahui kebenaran jika Aldo masih mempunyai Ibu kandung, dan tak disangka ternyata Aldo menyembunyikan itu dari Kalian, khususnya keluarga Wijaya. Bahkan sampai saat ini Saya masih bingung mengapa Aldo berbuat seperti itu dengan Ibu Irma dan anak-anak angkatnya, kalaupun dia tidak sanggup untuk menafkahi anak-anak, lalu kenapa diterlantarkan.., apalagi waktu itu Ibu Irma sedang sakit keras.. "


" Lalu apa hubungannya dengan kalian...?? tanya Dewi bingung dengan ucapan Vanya.


" Tunggu sebentar tante.., Saya belum selesai bercerita... " ucap Vanya berusaha memberi pengertian pada Dewi yang merupakan Mamih dari Edward dan juga Erlin.

__ADS_1


" Dan selama seminggu Aldo sama sekali tak pernah menjenguk Ibu Irma dan anak-anak, bahkan El dan Neysa sampai memohon padaku untuk mencari Aldo, hingga akhirnya Saya meminta alamat perusahaan cabang Wijaya Group dari Erlin, dan akhirnya Saya memutuskan untuk kesana menemui Aldo.., dan lebih parahnya lagi ternyata disana sedang bermain bersama seorang wanita....


" Apaa...???" ucap seluruh orange yang ada di ruangan direktur terkejut.


" Dan ya Wanita itu adalah Kekasih dari Aldo..., mulai saat itulah perasaanku mulai goyah, Saya mulai tidak percaya dengannya, sampai suatu hari Aldo mengatakan di depanku dan dihadapan banyak orang, jika Dia akan menikahiku dan Kekasihnya sekaligus dalam waktu yang bersamaan, sedangkan Saya dinikahinya hanya karena untuk merawat Ibu Irma dan anak-anak bukan karena cinta.., sedangkan Aldo lebih mencintai Kekasihnya daripada Saya..., hingga datanglah Edward.., padahal Saya sendiri sangat canggung ketika pertama bertemu dengan Edward bahkan Kami sering sekali bertengkar, tak disangka perlahan-lahan Kami mulai mengenalnya, sedangkan sebulan lamanya Aldo tidak pernah pulang lagi ke rumahnya, disitu pula Saya bisa bernafas lega karena sudah tidak bertemu dengannya, apalagi dengan kedatangan Edward yang membuatku tenang, dan Saya mampu melupakannya.


" Tapi disisi lain selama itu Saya memutuskan untuk merawat Ibu Irma dan Anak-anak, Daddy dan Mommy tahu sendiri bukan jika Vanya ada masalah dengan Aldo...??"


" Iya.. Kami mengetahuinya.. jika Kalian sedang bertengkar, tapi kan m anak-anak dan Ibu Irma waktu itu menginap cuma sehari saja Nak..., hanga saja anak-anak yang sering ke rumah.." ucap Valen memastikan.


" Iya Mom.. benar..., Tapi bukan sehari saja Mom.., waktu itu Vanya dan Edward membeli sebuah rumah untuk Ibu Irma dan juga anak-anak... " terang Vanya menjelaskan. sontak membuat seluruh orang yang berada di ruangan direktur itu membelalakkan matanya terkejut.


" Apa... lalu Aldo selama itu Aldo pergi kemana...???


" Yaa nggak tahu lah Mom..., bahkan setelah itu Dia datang kembali dan merusak suasana hatiku lagi Mom, dan sebisa mungkin Vanya harus menghindarinya, karena Dia terlalu memaksa menikah denganku, dengan alasan tak masuk akal..., entah apa yang ada dipikiran pria br*ngs*k itu..." ucap Vanya menjelaskan kejadian yang sebenarnya.


" Jadi kalian hanya ingin menikah bukan berdasarkan cinta..., melainkan hanya untuk menghindari Aldo...??, apa itu benar...?" sambung tuan Sanjaya bertanya pada Vanya, sontak pertanyaan dari tuan Sanjaya tersebut membuat kedua orangtua Vanya bingung.


" Maksudmu apa tuan Sanjaya..???" tanya tuan Ferrari bingung.


" Tanya saja sama Mereka.... " jawab tuan Sanjaya sambil menatap ke arah Vanya dan Edward secara bergantian.


" Dad.. Vanya memutuskan akan menikah dengan Edward dalam waktu dekat.... " ucap Vanya jujur.


" Apaa...???, Kau mau menikah tanpa ada rasa cinta..??, Kau tahu bukan akibatnya apa..??


" Bukan terpaksa Dad..., tapi karena keadaan memaksaku untuk menikah dengan Edward, dan perasaanku lebih nyaman dengan Edward daripada dengan pria br*ngs*k seperti Aldo... " ucap Vanya jujur.


" Tapi pasti tuan Aldo punya alasan tersendiri ingin menikah denganmu Nak..." ucap tuan Ferrari.


" Apa...?? alasan..??, alasan yang sangat tidak masuk akal, menikah dengan dua orang wanita sekaligus, apa Daddy tegaaa melihat Putrinya dijadikan korban poligami, dan untuk dijadikan pajangannya saja...??!!" tegas Vanya, tak terasa airmata Vanya pun berjatuhan membasahi pipinya.


" Bahkan Aku sudah rela berkorban untuknya untuk Ibu Irma dan juga anak-anak, berharap agar Aldo itu sadar, tapi apa...?? mana buktinya..??, justru Dia malah meninggalkan mereka..., tapi Vanya disini juga tidak terlalu mengharapkan balasan darinya..., justru Vanya yakin jika Vanya menikah dengan Edward Dia akan menyesal seumur hidupnya..., dan kalaupun Dia nantinya ada alasan lain..., Vanya tidak akan menerimanya lagi..." ucap Vanya lagi sambil menahan rasa sesak di dadanya.


" Omong kosong saja Kau Vanya....!!" ucap seseorang yang tiba-tiba saja datang memotong pembicaraan Vanya, sontak mereka yang ada di ruangan tersebut pun menoleh ke arah sumber suara.


*******


**Tahaannn... Tahaaann dulu yaaa teman-teman... 😅🤭🤭 Hmm..., setelah kejadian ini, apakah Aldo akan menjelaskan tentang jati dirinya yang sebenarnya..??? , dan jika saja nanti Aldo menjelaskan alasan yang sebenarnya, Akankah Vanya memaafkannya dan mau menikah dengannya???


Tunggu Ya di Episode berikutnya.... 🥰🥰**


Bersambung....


Jangan lupa Vote, Like, Komen dan juga Favorite ya Terimakasih 🥰🥰

__ADS_1


Sambil menunggu Ayo mampir ke lagi ke Novel teman Author kali ini karya dari kak Ay Nissa.



__ADS_2